Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengujian Laminar dan Homogen Angin pada Terowongan Angin Kecepatan Rendah dengan Honeycomb di Laboratorium Renewable Energy Prodi Teknik Elektro ITI Edwin Kamal; Sri Yatmani; Adi Setiawan
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK) Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31543/jii.v6i1.194

Abstract

Terowongan angin merupakan fasilitas yang digunakan untuk menguji karakteristik suatu disain teknis seperti turbin angin yang akan dilalui oleh suatu udara bergerak (angin). Turbin angin tersebut akan memutar generator dan menyuplai listrik pada sistem kelistrikan yang ada. Terowongan angin yang layak cenderung memiliki output angin yang tingkat laminar dan homogennya cukup baik. Terowongan angin di Laboratorium Renewable Energy Program Studi Teknik Elektro ITI merupakan tipe blow/tiup yang memang memudahkan dalam disain strukturnya. Metode pengujian laminar dari angin yang dihasilkan menggunakan sumber asap yang cukup besar dan melihat aliran asap tersebut apakah berupa garis lurus atau cenderung memutar pada 9 kuadran di ruang test output dari terowongan angin tersebut. Sedangkan pengujian homogen dengan mengukur kecepatan angin dengan anemometer pada setiap kuadaran tersebut dan melihat kedekatan hasil pengukuran dari semua kuadaran. Pengujian kali ini kelanjutan dari sebelumnya dengan penambahan fasilitas honeycomb yang berfungsi untuk menghasilkan angin yang lebih laminar. Dari pengujian didapatkan 88,9% (8 kuadran) menunjukkan angin laminar dan hanya 11,1% (1 kuadran) yang masih terlihat turbulensi), ini merupakan peningkatan yang significant dari pengujian sebelumnya dan merupakan pengaruh dari pemasangan honeycomb tersebut. Sedangkan tingkat homogen menunjukkan fluktuasi angin hanya 8,74%. Hal ini menunjukkan terowongan angin tersebut layak digunakan penelitian lebih lanjut
Optimalisasi Kinerja Panel Surya Berdasarkan Waktu Tunda Pergerakan Solar Tracker Edwin Kamal; Adi Setiawan; Sri Yatmani; Ulfah Khairiyah Luthfiyani
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 22 No. 3 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v22i3.5840

Abstract

Secara umum energi surya merupakan energi yang berasal dari sinar dan panas matahari yang kemudian diubah menjadi energi listrik. Energi elektromagnetik yang dipancarkan oleh matahari ini bersifat terus menerus dan ramah lingkungan karena tidak menimbulkan pencemaran apapun di dunia ini. Oleh sebab itu, ketika meluasnya kesadaran akan lingkungan mulai muncul, energi surya menjadi alternatif paling potensial sebagai sumber energi terbarukan. Meskipun energi surya merupakan sumber energi yang baik, dibutuhkan metode terbaik untuk meningkatkan efektifitas panel surya dalam menyerap energi matahari dengan memastikan posisinya selalu tegak lurus terhadap arah sinar matahari. Salah satu metodenya adalah dengan menggunakan solar tracker yang dapat membuat panel surya bergerak secara dinamis mengikuti arah datangnya sinar matahari. Telah banyak dikembangkan desain sistem solar tracker dan metode pengujiannya untuk mendapatkan penyerapan energi surya secara maksimal dengan menggunakan pelacak surya secara otomatis. Dalam penelitian ini digunakan solar tracker yang dibuat dengan modul Arduino Mega 2560 sebagai otak komputer yang memproses data, board NodeMCU dan bahasa pemrograman PHP sebagai piranti utama dalam sistem pemantauan, motor servo sebagai penggerak, dan dua buah Light Dependent Resistor (LDR) sebagai sensor untuk melacak pergerakan matahari dengan variasi pergerakan solar tracker yang dilakukan setiap 1, 5, 10, dan 15 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa energi optimum dari hasil perbandingan antara panel surya statis dan dinamis adalah dengan men-setting pada delay 10 menit dengan perbandingan 9,9% lebih tinggi daripada statis.