Kusnadi Kusnadi
SMP Negeri 33 Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pemahaman Kepala Sekolah dan Guru Terhadap Pelaksanaan Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah Yagus Yagus; Kusnadi Kusnadi
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 4 Nomor 2 Agustus 2020
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v4i2.683

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui bagaimana pemahaman kepala sekolah terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah; 2) Untuk mengetahui bagaimana pemahaman guru mata pelajaran terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah.Populasi dalam penelitian adalah sejumlah 24 sekolah  dari sekolah sampel yaitu 12 di sekolah SMP dan 12 di sekolah SMA pada tahun pelajaran 2018/2019 di  Makassar. Untuk memudahkan penilaian terhadap kepala sekolah dan guru mata pelajaran, peneliti memberikan angket kepada guru BK di sekolah masing-masing dengan menilai secara langsung berdasarkan hasil observasi atau pengetahuannya terhadap pemahaman kepala sekolah atau guru mata pelajaran. Penelitian dilaksanakan pada 2  Agustus  s.d 9 Oktober 2018.  Instrumen Penelitian menggunakan angket dengan jumlah item sebanyak 20 item. Kriteria pengukuran pemahaman : 1) Rendah jika skor 20-27; 2) Kurang jika skor 28-45; 3) Sedang jika skor 46-63; dan Tinggi jika skor 64-89.Hasil penelitian bahwa pemahaman kepala sekolah sejumlah  25% yang tergolong kurang dan sebanyak  75% yang berada pada kategori sedang. Pemahaman kepala sekolah pada taraf kurang sebanyak  67%, pemahaman pada taraf sedang sebanyak 25% dan sejumlah 23% yang tergolong tinggi. Guru mata pelajaran di SMA yang memiliki pemahaman rendah sebanyak  8%. Pemahaman guru mata pelajaran pada taraf kurang sebanyak  17%, pemahaman guru mata pelajaran pada pada taraf tinggi sebanyak 25%. Guru mata mata pelajaran di SMP yang memiliki pemahaman rendah  (0%). Pemahaman pada taraf kurang sebanyak 17%, pemahaman pada taraf sedang sebanyak 75% dan pemahaman guru mata pelajaran pada taraf  tinggi sejumlah  23%.Kesimpulan : 1) Pemahaman kepala sekolah tentang bimbingan dan konseling baik di tingkat SMA dan SMP masih belum optimal; 2) Pemahaman guru mata pelajaran tentang Bimbingan dan Konseling di SMP maupun di SMA juga belum menunjukkan kategori yang tinggi lebih banyak pada kategori sedang dan rendah.
Konseling Gestald Teknik Kursi Kosong untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Konseli dengan Ayahnya Kartini Basri; Akhmad Harum; Kusnadi Kusnadi
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 3 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v5i3.793

Abstract

Konseling Gestald teknik kursi kosong untuk meningkatkan keterapilan komunikasi. Penelitian ini berawal dari keresahan konseli yang mengatakan ketidakmampuannya dalam berkomunikasi dengan ayahnya terkait sekolah lanjutan yang diinginkan konseli. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi konseli dengan ayahnya. Penelitian ini menggunkan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi pada seorang konseli berinisial MS. Ananlisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan konseling gestalt dalam intervensi yang dilakukan pada kasus ini menggunakan teknik kursi kosong, konseli dapat mengakhiri permasalahan-perseteruan menggunakan jalan menetapkan urusan-urusan yang tidak terselesaikan yang berasal dari masa lalu konseli. pelaksanaan empty chair yang dilakukan, konseli berhasil meluapkan emosi serta perasaan yang dipendam selama ini kepada ayah. Melalui empty chair pula konseli berkesempatan memerankan sosok orang lain yang berkonflik menggunakan konseli serta mengutarakan apa yang kira-kira terdapat di benak orang tadi. Penggunaan teknik kursi kosong ini membuat konseli menjadi tahu posisi sudut pandang dari orang yang berkonflik dengan konseli. kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukan dalam pelaksanaan konseling individual menggunakan pendekatan gestalt dengan teknik kursi kosong mampu meningkatkan keterampilan komunikasidengan ayahnya.
Literature Review: Pelaksanaan Layanan Bimbingan Klasikal dengan Menggunakan Metode Discovery Learning Media Komik Digital dalam Meminimalisir Perilaku Bullying Nazlia Suleman; Akhmad Harum; Kusnadi Kusnadi
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 3 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v5i3.904

Abstract

Model pembelajaran Discovery learning ini merupakan metode layanan yang mendorong peserta didik dalam proses pemecahan masalah melalui pencarian dan eksplorasi agar mendapatkan informasi dari berbagai sumber untuk pemecahan masalah. Penggunaan metode discovery learning ini dapat membantu peserta didik untuk mengalami dan menemukan pengetahuannya sendiri. Penggunaan media komik digital dapat menjadi media pembelajaran yang menarik dan mampu meningkatkan minat belajar dan menimbulkan apresiasi peserta didik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan implementasi pelaksanaan layanan bimbingan klasikal dengan menggunakan metode discovery learning media komik digital dalam meminimalisir perilaku bullying. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dari berbagai sumber literatur sesuai dengan topik penelitian dengan sampel kelas IX dengan jumlah peserta didik 34 orang dalam satu kelas di sekolah SMP Negeri 4 Kota Gorontalo. Penggunaan discovery learning ini Menekankan pengembangkan aspek kognitif, afektif dan psikomotor melalui kegiatan belajar aktif (student centered learning), sedangkan guru BK berperan sebagai fasilitator dan pembimbing dalam proses layanan dengan peserta didik.