Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PARANET PADA SUHU DAN KELEMBABAN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) Husnul Jannah
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.46 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v1i1.56

Abstract

Seledri (Apium graveolens L) adalah tanaman sayuran bumbu berbentuk rumput yang berasal dari benua Amerika. Seledri dapat tumbuh pada dataran rendah sampai tinggi, dan optimal pada ketinggian tempat 1.000 - 1.200 m dpl, suhu udara 15 - 240C. Tanaman seledri juga dapat dikembangkan pada daerah tropis seperti di Indonesia. Sebagai tanaman subtropis seledri membutuhkan sinar matahari yang cukup sekitar 8 jam/hari. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan tanaman seledri (Apium graveolens L.) dan untuk mengetahui bagaimanakah implikasi hasil penelitian dapat digunakan sebagai pembuatan brosur bagi masyarakat. Dalam penelitian pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan tanaman seledri (Apium graveolens L.) dalam upaya pembuatan brosur bagi masyarakat menggunakan metode RAK (Rancangan acak kelompok) dengan 4 perlakuan yaitu (P0) tanpa paranet, (P1) paranet 1 lapis, (P2) paranet 2 lapis,(P3) paranet 3 lapis. Hasil dari penelitian ini yaitu dilihat dari parameter diameter batang yang menunjukkan hasil Sig < 0,05 terdapat perbedaan yang sangat nyata (highly significant) diantara perlakuan, parameter jumlah anakan yaitu Sig< 0,05 terdapat perbedaan yang nyata (significant) , berat kering yaitu sig< 0.05 terdapat perbedaan yang nyata (significant) dan parameter diameter batang yaitu sig< 0,05 terdapat perbedaan yang nyata (significant) diantara perlakuan, parameter berat basah yaitu sig > 0,05 terdapat perbedaan yang tidak nyata (non significant) diantara perlakuan, parameter tinggi tanaman yaitu sig> 0,05 terdapat perbedaan yang tidak nyata (non significant) diantara perlakuan, parameter jumlah daun yaitu sig> 0,05 terdapat perbedaan yang tidak nyata (non significant) diantara perlakuan, dan parameter berat basah yaitusig > 0,05 terdapat perbedaan yang tidak nyata (non significant) diantara perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa intensitas cahaya berpengaruh terhadap diameter batang, berat kering dan jumlah anakan, akan tetapi tidak berpengaruh terhadap terhadap tinggi batang, jumlah daun, dan berat basah.
Pengaruh Pupuk Guano Burung Walet Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (Capsicumfrutescens L.) Ferdinandus Hendrikus Ama Kii; Husnul Jannah; Baiq Mirawati
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.076 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.400

Abstract

Tanaman cabai rawit (Capsicumfrutescens L.) di pasaran seringkali mengalami fluktuasi harga yang tidak menentu dibanding jenis cabai lainnya. Permintaan pasar sangat tinggi karena cabai rawit dikonsumsi oleh semua kalangan, baik sebagai bumbu dapur, maupun sebagai bahan industri makanan, minuman hingga farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk guano burung walet terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicumfrutescens L.). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan  dan 4 ulangan, jadi ada 20 polybag yang digunakan. Perlakuan pemberian pupuk kotoran burung walet dengan dosis, W0 : (100% tanah), W1 : (20 gr pupuk kotoran burung walet/tanaman), W2 : (30 gr pupuk kotoran burung walet/tanaman), W3 : (40 gr pupuk kotoran burung walet/tanaman), W4 : (50 gr pupuk kotoran burung walet/tanaman). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat basah dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian pupuk kotoran burung walet pada tanaman cabai rawit (Capsicumfrutescens L.) dengan hasil terbaik yakni dari perlakuan W1 : (20 gr pupuk kotoran burung walet).
Respons Pertumbuhan Sawi Hijau (Brassica juncea L.) terhadap Aplikasi POC Berbasis Daun Gamal (Gliricidia sepium) Badi'ah, Baiq Arriyadul; Husnul Jannah; Sri Nopita Primawati
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 12 No. 1 (2025): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v12i1.9816

Abstract

Gliricidia leaves are rich in nitrogen, phosphorus, and potassium, which are essential nutrients for plant growth. This makes Gliricidia leaves a potential raw material for liquid organic fertilizer (LOF). Therefore, this study was conducted to determine the optimal dosage of Gliricidia leaf LOF that can be applied to enhance the growth of Green Mustard (Brassica junceaL.). The study used a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments. The treatments consisted of a control (P0), 30 ml LOF/liter (P1), 60 ml LOF/liter (P2), 90 ml LOF/liter (P3), and 130 ml LOF/liter (P4). The observed parameters included plant height (cm), number of leaves (leaves), and leaf width (cm) at 7, 14, 21, and 28 days after planting (DAP). The data were analyzed using ANOVA followed by the Least Significant Difference (LSD) test at the 5% level, using SPSS 20 software. The results showed significant effects on plant height, number of leaves, and leaf width between the control and each dosage of Gliricidia leaf LOF. The dosage of 130 ml LOF/liter resulted in the highest average growth in plant height, number of leaves, and leaf width compared to the control and the 30, 60, and 90 ml LOF/liter treatments. Therefore, it is concluded that applying 130 ml of Gliricidia leaf LOF per liter of water is recommended to enhance the growth of Green Mustard.
Pertanian Terpadu: Prospek, Tantangan, dan Inovasi dalam Budidaya Terpadu Ikan dan Tanaman dalam Sistem Akuaponik Ida Ayu Widhiantari; Wayan Wangiyana; Husnul Jannah; Hanifah Ayu; Siska Cicillia; Sudarli, Sudarli
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/3n6z8965

Abstract

Akuaponik merupakan sistem pertanian terintegrasi, yang menggabungkan akuakultur dan hidroponik dalam sebuah sirkulasi tertutup. Sistem ini memanfaatkan limbah nitrogen dari ikan yang diubah oleh bakteri menjadi unsur hara bagi tanaman, yang pada gilirannya menyaring air untuk dikembalikan ke kolam ikan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis prospek, inovasi terkini, dan tantangan dalam budidaya pertanian secara akuaponik, khususnya dalam aspek kinerja biologis, integrasi teknologi, dan kelayakan ekonomi. Metode yang digunakan adalah kajian komprehensif terhadap berbagai hasil penelitian terdahulu yang membahas komponen sistem, pemilihan spesies, manajemen nutrisi, serta implementasi teknologi seperti Internet of Things (IoT). Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi sensor dan mikrokontroler memungkinkan pemantauan dan kontrol parameter kunci (seperti pH, suhu, amonia) secara real-time, yang sangat meningkatkan efisiensi dan stabilitas sistem. Secara biologis, larutan nutrisi dari sistem akuaponik yang diperkaya atau complemented aquaponic (CAP) dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, seperti selada, hingga 39% lebih tinggi dibandingkan dengan sistem hidroponik konvensional, yang diduga akibat adanya senyawa organik dan mikroba yang merangsang pertumbuhan (PGPR). Namun demikian, profitabilitas sangat bergantung pada skala ekonomi dan strategi pemasaran, sedangkan diversifikasi produk olahan seperti fillet juga dapat meningkatkan Return on Investment (ROI). Tantangan utama ke depan adalah pengelolaan nutrisi, khususnya pendaurulangan fosfor dan kalium dari lumpur padat melalui teknologi mineralisasi yang efisien untuk mencapai sistem yang benar-benar berkelanjutan.