Baiq Roni Indira Astriya
Universitas Islam Negeri Mataram

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN METODE BERCERITA DAN BERNYANYI UNTUK MENINGKATKAN ASPEK PERKEMBANGAN ANAK DI PAUD MUTIARA ISLAMI PAGUTAN Riah Riah; Nani Husnaini; Baiq Roni Indira Astriya
Islamic EduKids: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 02 (2020): Islamic EduKids (Desember 2020)
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/iek.v2i02.2893

Abstract

The purpose of this study is to improve the developmental aspects of children in PAUD Mutiara IslamiPagutan through the application of storytelling and singing methods. The type of research used isClassroom Action Research with research subjects are 12 children aged 3-4 years. This research wasconducted in two cycles and each cycle consisted of three meetings. This research has an actionstage, namely planning, implementation, observation and reflection. Data analysis used is descriptiveanalysis. The results showed that the developmental aspects of the children an average valueobtained in the first cycle was 59.4% in the category of starting to develop (MB). Of the 12 children,11 were in the MB category, 1 child was in the Developing Base on Expectation (BSH) category. Basedon the result of children's learning completeness, 1 of 12 children was complete while the rest, 11children, was incomplete. Based on this result, the research is continued to cycle II. In cycle II theaverage number of children development observations was 77% in the category of Very GoodDevelopment (BSB), meaning that children have achieved individual accomplishment value. Three Ofthe 12 children indicated to be in the Developing Base on Expectation (BSH) category, 8 children arein the BSB category, and 1 child is in the MB category. Classical accomplishment of 11 children is inthe category of complete and 1 child is incomplete. Based on the result in cycle II, the study will notbe extended to next cycle, remaining at cycle II
Application of The Ummi Method for Early Childhood at Baiturrahman’s School Ampenan Farida Rohayani; Baiq Roni Indira Astriya
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 5, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v5i2.19888

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis-jenis metode pembelajaran Al-Qur’an dan mendeskripsikan penerapan metode Ummi pada pembelajaran Al-Qur’an untuk anak usia dini di PAUD Baiturrahman Pejeruk Ampenan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study) dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di PAUD Baiturrahman menggunakan metode Ummi untuk mengajarkan al-Qur’an pada anak usia dini. Hal ini didasarkan karena metode Ummi mempunyai kelebihan dibandingkan dengan metode-metode yang lain, misalnya metode Ummi lebih menarik untuk diajarkan, mudah dan serta nyaman dalam proses pembelajarannya. Selain itu juga dalam metode Ummi penekanannya dalam nada dengan memakai irama, pembelajarannya menggunakan media ajar yakni buku (kitab khusus jilid 1-7 dan buku pendukung lainnya) dan juga ada pembelajaran lanjutan jika sudah menyelesaikan jilid 6, yakni Ghoribul Qur’an dan Buku Tajwid. Kata Kunci :  Metode Ummi, Anak Usia Dini. ABSTRACT. This research was conducted with the aim of knowing the types of Al-Qur'an learning methods and describing the application of the Ummi method to Al-Qur'an learning for early childhood in PAUD Baiturrahman Pejeruk Ampenan. This study uses a qualitative method with a case study approach with data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. The results showed that in PAUD Baiturrahman used the Ummi method to teach the Qur'an to early childhood. This is based on the fact that the Ummi method has advantages compared to other methods, for example the Ummi method is more interesting to teach, easy and comfortable in the learning process. In addition, in the Ummi method the emphasis is on tone by using rhythm, learning uses teaching media, namely books (special books volumes 1-7 and other supporting books) and there is also further learning if you have completed volume 6, namely Ghoribul Qur'an and Tajweed Books. Keyword : Ummi Method, Early Childhood.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER (CHARACTER EDUCATION) MELALUI KONSEP TEORI THOMAS LICKONA DI PAUD SEKARWANGI WANASABA Baiq Roni Indira Astriya
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 8 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v8i2.7634

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) implementasi pendidikan karakter pada anak usia dini, 2) dampak dari pendidikan karakter pada anak usia dini, 3) kendala yang dihadapi guru dalam proses mengimplementasikan pendidikan karakter pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian kualitatif deskriptif, dimana penelitian ini mendeskripsikan data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan berpedoman pada Miles dan Hubermen yang terdiri dari; reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Adapun hasil penelitian ini antara lain: 1) implementasi konsep Thomas Lickona yakni moral knowing merupakan proses pembentukan karakter dengan cara memberikan pengetahuan dan pemahaman yang baik kepada anak melalui pengintegrasian pengetahuan ke dalam proses belajar mengajar, seperti penanaman sikap dan perilaku melalui metode becerita pada setiap kegiatan awal. Sedangkan untuk menumbuhkan aspek moral feeling dapat dilakukan dengan cara membangkitkan kesadaran anak akan pentingnya menjaga komitmen terhadap nilai karakter melalui reward dan punishment, metode pembiasaan, metode karyawisata dengan mengunjungi beberapa tempat di luar sekolah pada setiap puncak tema. Sementara konsep moral action adalah bagaimana membuat pengetahuan moral dapat diwujudkan menjadi tindakan nyata. Dalam hal ini sebanyak 80,76% atau 42 anak dari 52 anak memiliki nilai karakter yang Berkembang Sangat Baik (BSB). 2) Anak sudah mampu membedakan mana yang baik dan tidak baik, menjaga disiplin dalam berbagai kegiatan terprogram, terbiasa melakukan kegiatan rutin, terbiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan. 3) Kendala yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan pendidikan yakni aktivitas-aktivitas positif yang biasa dilakukan anak di sekolah terkadang tidak sama dengan apa yang dilakukan di rumah. Solusi yang dilakukan guru ialah memperkuat program parenting dengan melakukan pembentukan koordinator masing-masing kegiatan, dan mengevaluasi program.