Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN STRES DENGAN KEJADIAN ACNE VULGARIS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR Mohammad Basri; Jusman Usman; Nur Islamiyah
Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36090/jkkm.v3i2.1139

Abstract

Stres merupakan suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang serta menyatakan dirinya dalam bentuk penolakan, ketegangan, atau frustrasi, mengacaukan keseimbangan fisiologis dan psikologis dan membuat kita sangat tidak seimbang. Kondisi stres dan gangguan emosi dapat menyebabkan eksaserbasi acne. Penelitian dengan judul “Hubungan Stres Dengan Kejadian Acne Vulgaris Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar” memiliki rumusan masalah apakah ada hubungan stres dengan kejadian acne vulgaris pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stress dengan kejadian acne vulgaris pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan rancangan cross sectional study di mana variabel - variabel yang termasuk efek di observasi sekaligus pada waktu yang sama. Data primer yang dikumpulkan dalam penelitian ini akan diolah dengan menggunakan program statistic di perangkat computer melalui prosedur sebagai berikut: editing, coding, entry, cleaning. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa responden dalam penelitian ini yang memiliki tingkat stress terbanyak yaitu pada tingkatan tidak stress yang mengalami kulit tidak berjerawat dengan jumlahresponden 21 (75,0%). Responden yang memiliki tingkat stress terendah yaitu pada tingkatan stress yang mengalami kulit tidak berjerawat dengan jumlah responden 7 (25,0%). Dan dari hasil analisa uji chi square dengan bantuan spss, dengan p value = 0,035 dengan taraf kepercayaan 0,05. Berarti 0,035 < 0,05 maka terdapat hubungan stress dengan kejadian acne vulgaris pada mahasiswa fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan universitas muhammadiyah makassar angkatan 2017-2018.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, PROMOSI, DAN KEPERCAYAAN TERHADAP MINAT BELI ULANG (Studi Kasus pada pengguna E-commerce Shopee Mahasiswa Universitas Islam Malang) Nur Islamiyah; Nur Hidayati; Mohammad Rizal
E-JRM : Elektronik Jurnal Riset Manajemen eJrm Vol. 09 No. 16 Agustus 2020
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.685 KB)

Abstract

ABSTRACT            E-commerce provides great business opportunities such as product sales and online service provision and revenue growth for companies such as retailers primarily because of their easy and interactive nature, lower costs. This study aims to examine the extent of the influence of service quality, promotion, trust in Shopee users' repurchase interest. The population used in this study is S1 Students of Islamic University of Malang who are still active. After collecting data, the questionnaire will be tested for validity and reliability of the questionnaire first, then the quantitative descriptive data analysis is performed. From the results of this study the following results were obtained: (1) simultaneously service quality, promotion, and trust had a positive and significant effect on repurchase interest. (2) partially, service quality influences repurchase intention. (3) partially promotion influences repurchase intention (4) partially trust influences repurchase intention. Among the three variables that affect the repurchase interest of Shopee users of Malang Islamic University students, namely service quality, promotion and trust, there is the most dominant variable influencing repurchase interest, namely the promotion variable.Keywords: Service Quality, Promotion and Trust
KEBUTUHAN MANUSIA DAN SISTEM PENGELOLAAN HARTA DALAM TINJAUAN MAQASID SYARIAH Nur Islamiyah; Izzatul Mukhlisoh
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i2.8661

Abstract

Kajian ini mengarah untuk menguraikan perihal kebutuhan dan pengelolaan harta dalam maqasid syariah., Harta merupakan sebagian kebutuhan pokok bagi manusia, harta bisa menjadi tolak ukur kualitas hidup manusia pada masa sekarang atau masa depan. Tentunya harta bagi pemiliknya harus mempunyai kemaslahatan atau manfaat tersendiri bagi dirinya maupun bagi orang lain. Serta tidak membawa kerusakan atau mafsadat yang merugikan manusia itu sendiri. Maslahah adalah tujuan syariah (maqashid syariah) dan menjadi intinya inti dari syariah itu sendiri. Sifatnya umum dan universal. Pengelolaan harta bagi manusia dimaksudkan bahwa merealisasikan harta dan mendistribusikannya sesuai dengan rencana. Pengelolaan harta dilakukan dengan pendistribusian yang tidak menimbulkan dampak pada terganggunya aktifitas ekonomi. Distribusi harta dan tidak menimbun dapat menjauhkan manusia dari sifat tercela diantaranya kikir,sombongdan individualis. Pengelolaan hartaterdapat 5 langkah yang dilakukan yaitu (1) wealth creation accumulation atau penciptaan harta (2) wealth compsumption atau konsumsi harta (3) wealth purification atau penyucian harta (4) wealth distribution atau distribusi harta dan (5) wealth protection atau perlindungan harta
The Influence of Modern Philosophy on Language Education: An Epistemological Analysis Fuad Hasim, Muhamad; Nelly Sakinah; Nurul Amaliyah; Nur Islamiyah; Emilia Rachmawati
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 8 No 1 (2026): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/4xmfg594

Abstract

This study investigates the influence of modern philosophical thought on the development of language education by examining its epistemological, ontological, and axiological foundations. Using a qualitative literature review approach, the study analyzes major works of modern philosophy—particularly empiricism, rationalism, critical philosophy, and positivism—and explores their implications for educational theory and language learning. The analysis demonstrates that modern philosophy has significantly shaped language education by redefining the sources of knowledge, the role of experience and reason, and the function of language as a medium for constructing meaning and understanding human experience. The findings reveal that empiricism emphasizes sensory experience as the basis of knowledge acquisition, rationalism highlights the role of reason, Kantian criticism synthesizes both approaches, and positivism reinforces empirical verification and methodological rigor in educational practice. These philosophical perspectives collectively influence how language education conceptualizes learning, knowledge formation, and pedagogical objectives. This study contributes to the theoretical discourse on language education by clarifying the philosophical assumptions underlying modern educational practices and by reinforcing the relevance of philosophical inquiry in strengthening conceptual clarity and critical thinking within language education. Abstrak Studi ini menyelidiki pengaruh pemikiran filosofis modern terhadap perkembangan pendidikan bahasa dengan memeriksa landasan epistemologis, ontologis, dan aksiologisnya. Dengan menggunakan pendekatan tinjauan pustaka kualitatif, studi ini menganalisis karya-karya utama filsafat modern—khususnya empirisme, rasionalisme, filsafat kritis, dan positivisme—dan mengeksplorasi implikasinya terhadap teori pendidikan dan pembelajaran bahasa. Analisis menunjukkan bahwa filsafat modern telah secara signifikan membentuk pendidikan bahasa dengan mendefinisikan ulang sumber pengetahuan, peran pengalaman dan akal, serta fungsi bahasa sebagai media untuk membangun makna dan memahami pengalaman manusia. Temuan menunjukkan bahwa empirisme menekankan pengalaman indrawi sebagai dasar perolehan pengetahuan, rasionalisme menyoroti peran akal, kritik Kantian mensintesis kedua pendekatan tersebut, dan positivisme memperkuat verifikasi empiris dan ketelitian metodologis dalam praktik pendidikan. Perspektif filosofis ini secara kolektif memengaruhi bagaimana pendidikan bahasa mengkonseptualisasikan pembelajaran, pembentukan pengetahuan, dan tujuan pedagogis. Studi ini berkontribusi pada wacana teoretis tentang pendidikan bahasa dengan mengklarifikasi asumsi filosofis yang mendasari praktik pendidikan modern dan dengan memperkuat relevansi penyelidikan filosofis dalam memperkuat kejelasan konseptual dan pemikiran kritis dalam pendidikan bahasa.