Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Faktor Exacta

ANALISIS IMPLEMENTASI METODE 5S UNTUK PEMELIHARAAN STASIUN KERJA PROSES SILK PRINTING DI PT. MANDOM INDONESIA TBK ELFITRIA WIRATMANI
Faktor Exacta Vol 6, No 4 (2013)
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.968 KB) | DOI: 10.30998/faktorexacta.v6i4.241

Abstract

Penelitian ini mengambil judul “Analisis Implementasi Metode 5S Untuk Pemeliharaan Stasiun Kerja Proses Silk printing Di PT Mandom Indonesia Tbk”. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan penataan dan membuat standar pemeliharaan stasiun kerja, sehingga menciptakan ruang kerja yang nyaman dan pekerjaan yang menyenagkan, serta meningkatkan disiplin dalam penggunaan standar. Permasalahan yang timbul karena tidak adanya standarisasi pemeliharaan stasiun kerja. Pengumpulan data untuk mengetahui kondisi 5S distasiun kerja proses silk printing, dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebanyak 30 kali pengambilan data. Setelah melakukan penelitian terhadap kondisi 5S di stasiun kerja proses silk printing diketahui kondisi stasiun kerja secara keseluruhan adalah kondisi Rapi (Seiton) merupakan kondisi terbaik dengan frekuensi kumulatif 24%, atau dengan nilai 106 poin. Kondisi Ringkas (Seiri) dengan frekuensi kumulatif 44.9% atau 92 poin. Nilai 91 poin, frekuensi kumulatif 65.5% adalah untuk kondisi Resik (Seiso). Kondisi Rawat (Seiketsu) dengan nilai 86 poin atau dengan frekuensi kumulatif 85%. Kondisi terburuk adalah untuk kondisi Rajin (Shitsuke), dengan frekuensi kumulatif 100% atau dengan nilai 66 poin. Kata kunci. 5S, Kaizen
IMPLEMENTASI METODE 5S PADA DIVISI GUDANG BARANG JADI (Studi Kasus Pada PT. X) Elfitria Wiratmani
Faktor Exacta Vol 3, No 3 (2010): Faktor Exacta
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.642 KB) | DOI: 10.30998/faktorexacta.v3i3.26

Abstract

PT X is a company engaged in public procurement electrical appliances for the home network connection (SR). Low Voltage (JTR), Medium Voltage Networks (JTM), for about providing good service to customers is absolutely necessary corrective steps to reduce activities that do not have tembah value. The purpose of this study was to perform the design and implementation of 5S in warehouse division of finished goods so as to create the optimal workspace. Implementations that have been undertaken include stock issued death from the work area, provide the name of the label on the storage rack of finished goods, making lines on the floor, classifying goods, designing the lay out based on the frequency rate of movement of goods. Implementation results are then evaluated by means of comparison between before and after implementation. The results obtained after the design and implementation dilakuakn produce good performance. This result can be proved by the results of the photo documentation and results of calculations of time before and after implementation. The results can be obtained t to 12.68 and the results obtained after implementation is 2.04. So clearly there is a change after the implementation. Process in the preparation of P (Purchase Order) faster.
PENERAPAN METODE JALUR KRITIS DALAM PENYUSUNAN JADWAL PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN FASILITAS RUMAH KARYAWAN ELFITRIA WIRATMANI
Faktor Exacta Vol 6, No 3 (2013)
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.618 KB) | DOI: 10.30998/faktorexacta.v6i3.233

Abstract

Suatu proyek memerlukan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang teliti dan baik, serta pemanfaatan yang tepat dari suatu proyek, agar dapat sesuai dengan kebutuhan yang ada. Dalam penyelenggaraan konstruksi, faktor biaya merupakan bahan pertimbangan utama karena menyangkut besarnya terhadap resiko kegagalan. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis optimalisasi terhadap penjadwalan proyek, menentukan lintasan kritis dan biaya proyek pembangunan fasilitas rumah karyawan serta membandingkan sebelum dan sesudah menggunakan metode Critical Path Methode (CPM) dan Cost Slope. Metode penelitian yang digunakan untuk optimalisasi proyek konstruksi ini pada proyek berlangsung dari tanggal 1 Februari 2010 – 30 April 2010 adalah dengan menggunkan metode Critical Path Methode (CPM) serta menggunakan Crash Program untuk waktu crash dan penambahan biaya (Cost Slope) terhadap jalur kritis pada penjadwalan proyek. Setelah penulis melakukan penelitian (optimalisasi) serta melakukan pembahasan dan menganalisa permasalahan yang timbul melalui perhitungan-perhitungan, maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa peneliti dapat mengetahui jalur ktitis pada jadwal kegiatan proyek pembangunan dan mengetahui keuntungan-keuntungan dari waktu dan biaya proyek.
ANALISIS STUDI REKAYASA NILAI DALAM USAHA MENGEMBANGKAN DESAIN BOTOL MINUMAN DI PT. IGLAS (PERSERO) SURABAYA Elfitria Wiratmani
Faktor Exacta Vol 4, No 3 (2011): Factor Exacta
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.316 KB) | DOI: 10.30998/faktorexacta.v4i3.52

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan desain botol minuman yang dimulai dengan identifikasi kebutuhan botol minuman, dilanjutkan dengan mengembangkan metodologi untuk mengukur performansi desain botol minuman sehingga dapat dievaluasi desain yang optimal. Dari hasil kuesioner responden didapatkan adjective botol minuman ideal yakni model desain menarik, praktis, harga terjangkau, tahan pecah, kenyamanan, aman, awet dan profil kepala botol. Dengan menggunakan analisis morfologi maka desain botol minuman dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuk, bahan dan warna. Kemudian didapatkan delapan alternative desain botol minuman terpilih untuk diseleksi dengan metode Zero One dan Matriks evaluasi. Lalu dihitung biaya produksi masing-masing desain botol minuman sehingga didapatkan desain terbaiknya yakni botol minuman dengan bahan baku import, peformansinya 19,171 dan nilai (value) yang dihasilkan adalah 8,95 dengan biaya produksi sebesar Rp. 214.299.622,00. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Rekayasa Nilai dapat dimplementasikan dengan hasil baik pada desain botol minuman sehingga terjadi peningkatan nilai tambah pada bentuk, bahan dan warna yang serasi sesuai dengan selera atau minat konsumen serta keuntungan yang dapat diperoleh. Sudah sewajarnya jika perusahaan mempergunakan Rekayasa Nilai dalam merencanakan botol minuman untuk konsumennya. Kata kunci : Rekayasa Nilai, analisis morfologi
ANALISIS MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K–3) PADA BAGIAN PRESSING DI PT. X Elfitria Wiratmani
Faktor Exacta Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.253 KB) | DOI: 10.30998/faktorexacta.v3i1.11

Abstract

The purpose of the study is to analyze the management of occupational safety and health in order to reduce the high accident rate in the pressing. This research was conducted at PT. X, Tambun Bekasi. This method of using survey methods / observations directly by taking data from the company's data on the number of accidents occurred during the last 3-years and conduct interviews to determine the causes of the accident. Data analysis technique used is to use pareto chart that aims to determine the level of most major accidents occur, then the causal diagram to determine the root cause of the accident, and the 5W +1 H is a troubleshooting step.The data show that in 2006-2008 the accident occurred 45 times in the pressing, a lot of accidents happening is sandwiched ie 20 times (44.4%), the second highest accident was hit by fragments 9 times as much material (20.0%), The third highest accident-hit material that is as much as 7 times (15.6%), the second highest accident slip that is counted 5 times (11.1%) and injuries that occur at least that is pierced 4 times (8.9%). After the authors analyze the occurrence of workplace accidents through the analysis of Pareto diagrams, cause and effect diagrams. Occupational accidents that occurred due to the operator because of insufficient understanding of the workings of the machine, less careful in work, paying less attention to personal protection and lack of follow work rules, as for other causes of the condition of old machines and lack of maintenance. Keywords : management of occupational safety and health