Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Efektivitas Penyuluhan Stunting Pada Anak di Desa Meugit Kaye Panyang Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya Ambia Nurdin; Mutadhahadi Mutadhahadi; Rizka Auva Rafiqi; Amiruddin Amiruddin; Zakiyuddin Zakiyuddin; Ricky Dear Fitria; Fauzi Aldina; Hendra Cipta; Muhammad Haikal
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v3i1.2181

Abstract

According to the WHO report quoted from Riskesdas in 2018 the target of stunting in Indonesia was 20% but in 2013 the stunting rate was 37.2% but in 2018 there was a decrease to 30.8%. This study used a pre-experimental design with the type of one group pretest-posttest design. In the study the independent variable was the provision of education about stunting, while the dependent variable was the knowledge of the women of Meugit kaye panyang village, kec. City of two, district. Pidie triumph. The questionnaire in this study was used to examine the effect of counseling about stunting on increasing the knowledge of meugit kaye panyang village women. The number of samples taken was 17 respondents. It is known that knowledge before being given counseling is categorized as high by 5 respondents or 29%. It can be seen that knowledge after being given counseling is categorized as high by 17 respondents or 100%. It is known that there was an increase in the average knowledge of the respondents after being given counseling where the measurement results showed that all respondents obtained scores in the high category, these results showed positive results from the counseling process carried out.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA PEKERJA SAWIT DI PT. KARYA TANAH SUBUR KECAMATAN KAWAY XVI ACEH BARAT Asrin Najmiati Fitrah; Susy Sriwahyuni; Zakiyuddin Zakiyuddin; Kiswanto Kiswanto; M .Iqbal Fahlevi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5072

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan gangguan musculoskeletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik. Menurut data WHO (2023), prevalensi low back pain (LBP) menunjukkan bahwa gangguan muskuloskeletal secara global mencapai 1,71 miliar kasus. Berdasarkan RISKESDAS (2023), di Indonesia terdapat 12.914 kasus low back pain atau sekitar 3,71% dari populasi yang ada, dan provinsi Aceh memiliki frekuensi tertinggi (13,3%) yang menjadikannya masalah kesehatan terbesar kedua setelah influenza. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif analitik dengan pendekatan cross sectional yang dianalisa secara analisis univarat, bivariat dan multivariate (regresi logistic binary). Populasi dalam penelitian ini yaitu 109 orang pekerja. Cara pengambilan sampel dengan teknik accidental Sampling dengan jumlah sampel 52 orang, penelitian dilakukan pada Februari 2025 dan teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa mayoritas responden berusia 46-55 tahun sebanyak 38 orang (73,1%), dengan beban kerja berat sebanyak 35 orang (67,3%) dan  masa kerja ? 10 Tahun sebanyak 38 orang (67,3%) dari total responden yang mengalami LBP sebanyak 33 orang (63,5%). Berdasarkan hasil analisa uji Chi Square pada derajat kemaknaan 95 %  variabel usia diketahui bahwa nilai p value adalah 0.000 (< 0.05), beban kerja dengan nilai p value adalah 0.000 (< 0.05) dan masa kerja dengan nilai p value adalah 0.000 (< 0.05), sehingga ada hubungan faktor usia, beban kerja dan masa kerja dengan keluhan Low Back Pain (LBP) pada pekerja sawit di PT. Karya Tanah Subur Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat. Hasil uji regresi binary logistic yang paling berpengaruh terhadap variabel dependen (keluhan low back pain) adalah  variabel masa  kerja dimana diperoleh nilai  OR (69.333)  dan p (Sig)  0,000, artinya masa kerja pekerja sawit berpeluang 69.333 kali  lebih  besar  mengalami keluhan low  back  pain.