Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Perbedaan Pengaruh Continuous Running Dan Skipping Terhadap Peningkatan Vo₂ Max Pada Pemain Sepak Bola Okthamia Salsabila; Tyas Sari Ratna Ningrum; Lailatuz Zaidah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.899

Abstract

Kemampuan daya tahan aerobik yang optimal sangat diperlukan olehpemain sepak bola untuk mempertahankan performa selama latihan maupun pertandingan.Kapasitas aerobik yang kurang baik dapat menyebabkan kelelahan lebih cepat sehinggamenurunkan efektivitas permainan. Continuous running dan skipping merupakan metodelatihan aerobik yang sering digunakan untuk meningkatkan kapasitas kardiorespirasi yangtercermin melalui nilai VO₂Max. Tujuan: Mengetahui pengaruh Continuous running danskipping terhadap peningkatan VO₂ Max serta mengetahui perbedaan pengaruh kedualatihan tersebut pada pemain sepak bola usia 13–15 tahun di Sekolah Sepak BolaKridhaning Karsa Ksatria (KKK). Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasiexperimental dengan rancangan pre-test and post-test two group design. Sampel penelitianberjumlah 18 pemain sepak bola yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompokContinuous running (n=9) dan kelompok skipping (n=9). Intervensi diberikan selama 4minggu dengan frekuensi latihan 3 kali per minggu. Pengukuran VO₂ Max dilakukanmenggunakan Cooper Test 12 menit sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis datamenggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dan Mann–Whitney U Test. Hasil: Hasil ujiWilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan bahwa latihan Continuous running berpengaruhsignifikan terhadap peningkatan VO₂ Max pada pemain sepak bola (p=0,007). Latihanskipping juga berpengaruh signifikan terhadap peningkatan VO₂ Max pada pemain sepakbola (p=0,007). Hasil uji Mann-Whitney U Test menunjukkan terdapat perbedaan pengaruhyang signifikan antara latihan Continuous running dan skipping terhadap peningkatan VO₂Max (p=0,008). Kelompok Continuous running menunjukkan peningkatan VO₂ Max yanglebih besar dibandingkan kelompok skipping. Kesimpulan: Continuous running dan skippingsama-sama efektif meningkatkan VO₂ Max pada pemain sepak bola. Namun, Continuousrunning lebih efektif dibandingkan skipping dalam meningkatkan VO₂ Max pada pemainsepak bola usia 13–14 tahun di Sekolah Sepak Bola Kridhaning Karsa Ksatria (KKK).