Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PELATIHAN DETEKSI DINI MENCEGAH TERJADINYA STROKE PADA LANSIA PIMPINAN RANTING ‘AISYIYAH ALUN-ALUN UTARA KOTAGEDE YOGYAKARTA lailatuz zaidah; Dika Rizki Imania
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 4 No 1 (2020): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v4i1.1491

Abstract

ABSTRAK Latar belakang :Stroke adalah gejala-gejala defisitfungsi saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak, bukan oleh sebab yang lain (WHO). Gangguan fungsi syaraf pada stroke disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak non traumatik. Gangguan syaraf tersebut menimbulkan gejala antara lain: kelumpuhan wajah atau anggota badan, bicara tidak lancar, bicara tidak jelas (pelo), perubahan kesadaran, gangguan penglihatan, dan lain-lain. Stroke merupakan penyebab disabilitas nomor satu dan penyebab kematian nomor dua di dunia setelah penyakit jantung iskemik baik di negara maju maupun berkembang. Metode : pelatihan ini dilakukan dengan metode ceramah dan apllikasi kepada kader dan lansia di PRA Alun-alun Utara kotagede Tujuan: Bertambahnya pengetahuan kader posyandu dan ibu ‘Aisyiyah Alun-Alun Utara tentang gangguan pembuluh darah otak, tentang deteksi dini terjadinya stroke serta pelatihan dalam mencegah terjadinya stroke. Hasil para Kader lansia mampu melakukan cara bagaimana deteksi dini stroke dengan melakukan pengukuran tensi darah serta mampu mengetahui batas normal dari nilai kadar kolesterol dan gula darah, Rekomendasi kegiatan ini bisa dilakukan secara rutin dengan diadakannya posyandu lansia Kata Kunci: Stroke, Deteksi Dini stroke, pencegahan stroke ABSTRACT Background: Stroke is a symptom of nerve deficit function caused by cerebral vascular disease, not by other causes (WHO). Nerve function disorders in stroke are caused by non-traumatic brain circulatory disorders. This nerve disorder causes symptoms, including: paralysis of the face or limbs, speech is not fluent, speech is not clear (pelo), Stroke is the number one cause of disability and the number two cause of death in the world after ischemic heart disease in both developed and developing countries. Methods: This training was conducted by lecturing and applying to cadres and the elderly at PRA Alun-alun Utara, Kotagede. Objectives: Increasing the knowledge of posyandu cadres and 'Aisyiyah Alun-Alun Utara' about brain blood vessel disorders, early detection of stroke and training in preventing the occurrence of a stroke. The results of the elderly cadres are able to do how to detect stroke early by measuring blood pressure and being able to know the normal limit of the value of cholesterol and blood sugar levels. Recommendations for this activity can be done regularly by holding posyandu for the elderly Keywords: Stroke, Stroke Early Detection, Stroke Prevention
Aktifitas fisik remaja sebagai upaya Peningkatan kebugaran pada masa pandemi covid-19 Youth physical activity as an effort Improved fitness during the covid-19 pandemic lailatuz Zaidah; Agus Riyanto
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 3 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v3i2.66

Abstract

Abstrak/AbstracLatar Belakang : COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis coronavirus, yang menyerang pada pernafasan yang bisamengakibatkan kematian apabila tanda dan gejala yang terjadi tidak diatasi, upaya dalam mengurangi angkan penularan terhadap Covid-19, maka salah satunya adalah dengan meningkatkan kebugaran dengan melakukan  Aktifitas Fisik/Physical Activity (PA) merupakan salah satu aktivitas yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Aktivitas ini terutama dilakukan untuk menjaga fungsi anggota tubuh bekerja dengan baik. Olahraga, pada umumnya, bertujuan untuk menjaga otot dalam tubuh bekerja secara optimal dari hari ke hari. Metode : pelatihan ini dilakukan dengan metode ceramah dan edukasi  penyuluhan dan diskusi tanya jawab kepada remaja-remaja yang ada di kampung samakan terkait aktifitas fisik yang tepat dimasa pandemic dengan tetap menjaga protocol Kesehatan. Tujuan: Bertambahnya pengetahuan para remaja tentang aktifitas fisik yang bisa dilakukan dimasa pandemi serta tertib melakukan protokol Kesehatan guna mencegah penularan virus corona
Perbedaan Pengaruh Pelvic Rocking Exercise Dan Mckenzie Exercise Terhadap Penurunan Nyeri Punggung Bawah Pada Lansia Di Posyandu Pasekan Kidul Amaliah Indah Pratiwi; Lailatuz Zaidah; Siti Khotimah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.891

Abstract

Penuaan menyebabkan terjadinya penurunan fungsi tubuh, terutama pada sistem muskuloskeletal, sehinggalansia lebih rentan mengalami nyeri punggung bawah. Kondisi ini menimbulkan keterbatasan gerak,menurunkan kemandirian, serta berdampak pada kualitas hidup lansia. Oleh karena itu, diperlukan intervensiyang efektif untuk mengurangi nyeri serta meningkatkan kemampuan fungsional, salah satunya melaluipemberian pelvic rocking exercise dan mckenzie exercise. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaanpengaruh pelvic rocking exercise dan mckenzie exercise terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada lansia.Metode penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan desain pre and post test two group design.Sampel berjumlah 29 lansia yang dibagi menjadi dua kelompok perlakuan dengan pertemuan 2 kali permingguselama 4 minggu. Pengukuran nyeri menggunakan visual analog scale (VAS). Analisis data menggunakan ujipaired samples t-test untuk kelompok I dan II digunakan untuk melihat perubahan sebelum dan sesudahintervensi. Uji independent sample t-test digunakan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara keduakelompok dengan tingkat signifikasi p=0,05. Hasil Penelitian menunjukkan uji paired samples t-test untukkelompok I dan II dengan hasil p=0,000 (<0,05) yang dimana setiap perlakuan berpengaruh terhadap penurunannyeri punggung bawah pada lansia. Untuk perbedaan kelompok perlakuan I dan II menggunakan independentsample t-test dengan nilai p= 0.985 (p >0,05), sehingga tidak ada perbedaan pengaruh pelvic rocking exercisedan mckenzie exercise terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada lansia. Kesimpulannya tidak adaperbedaan pengaruh pelvic rocking exercise dan mckenzie exercise terhadap penurunan nyeri punggung bawahpada lansia di Posyandu Pasekan Kidul.
DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN GANGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIF (GPPH) PADA ANAK TK ‘AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL (ABA) PURBAYAN KOTAGEDE YOGYAKARTA Lailatuz Zaidah; Dwi Yuningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 8 No 2 (2025): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v8i2.5701

Abstract

Community Service has been carried out in September 2024 regarding early detection and prevention of attention deficit disorders that have been implemented at TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Purbayan Kotagede Yogyakarta, this activity was carried out with the aim of increasing parents' understanding in detecting attention deficit disorders in children, and is a joint effort between lecturers and schools along with parents in order to realize community concern, awareness, understanding and skills in detecting attention deficit disorders and hyperactivity (GPPH). The government plays an active role in the detection, stimulation, and intervention of child growth and development through several programs such as the Early Detection of Growth and Development (DDTK) program to detect child development early on, the SDIDTK program for stimulation and intervention, and related policies to support the implementation of these programs. These activities are part of promotive, preventive and community empowerment efforts in preventing attention deficit disorders and hyperactivity (GPPH). This community service activity is carried out through socialization/workshops using lecture methods, discussions and training on how to examine attention deficit disorders and hyperactivity in children. The results of the community service show that the understanding of school teachers and parents has increased in detecting the development of attention span.
EDUKASI MENJAGA POSTUR DAN MENCEGAH SKOLIOSIS (POSKOLIOSIS) PADA SISWA SD MUHAMMADIYAH KLECO YOGYAKARTA Lailatuz Zaidah; Hilmi Zadah Faidlullah; Nor Faizah Kaeni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 9 No 1 (2025): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v9i1.6680

Abstract

Background: A community service activity was conducted in August 2025 focusing on education about maintaining posture and preventing scoliosis (Poskoliosis) among students at SD Muhammadiyah Kleco, Kotagede, Yogyakarta. Objective: This activity aimed to improve the understanding of students and teachers regarding good posture and postural disorders in children. It also served as a collaborative effort between university lecturers and the school to foster public concern, awareness, understanding, and skills in detecting postural abnormalities. Method: This community service activity was carried out through a socialization/workshop program using lectures, discussions, and practical training on how to examine scoliosis in children. The results showed an improvement in students’ and teachers’ understanding of maintaining proper posture and preventing scoliosis disorders.
PENGARUH BABY GYM TERHADAP MOTORIK KASAR PADA ANAK DELAYED DEVELOPMENT USIA 3-12 BULAN DI POSYANDU MELATI PURBAYAN KOTAGEDE YOGYAKARTA Lailatuz Zaidah
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol. 3 No. 1 (2020): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.466 KB) | DOI: 10.36341/jif.v3i1.974

Abstract

Masa tumbuh kembang bayi merupakan masa keemasan sekaligus masa kritis perkembangan seseorang yaitu pada usia 0-12 bulan. Dikatakan masa keemasan karena masa bayi berlangsung sangat singkat dan tidak dapat diulang kembali.Penyimpangan tumbuh kembang harus dideteksi sejak dini terutama sebelum umur 3 tahun karena merupakan periode masa emas.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pengaruh baby gym terhadap Motorik Kasar pada Anak Delayed Development Usia 3-12 bulan di Posyandu Melati Purbayan Kotagede.Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimental,di Posyandu Dusun kotagede Yogyakarta memiliki jumlah populasi 26 bayi dan setelah peneliti melakukan pemeriksaan terdapat 17 bayi yang berusia 3-12 bulan mengalami keterlambatan perkembangan motorik kasar.uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan teknik statik paired sampel t-test. Bayi yang dianalisis menggunakan uji paired sample t-test, diperoleh nilai probabilitas (nilai p) sebesar 0,000. Nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05), bahwa adanya pengaruh baby gym terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar anak usia 3-12 bbulan.
Pengaruh Latihan Strengthening Berbasis Digital Terhadap Kekuatan Otot Quadricep Dan Hamstring Pada Wanita Menopause Ainia Halissani Vatiqah; Rizky Wulandari; Lailatuz Zaidah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1048

Abstract

Menopause menyebabkan penurunan hormon estrogen yang dapat berdampak padaberkurangnya kekuatan otot, terutama quadricep dan hamstring. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko jatuh. Latihan strengthening berbasis digital berpotensi menjadi alternatifintervensi yang mudah diakses. Tujuan: Mengetahui pengaruh latihan strengthening berbasis digitalmenggunakan aplikasi Caria terhadap kekuatan otot quadricep dan hamstring pada wanita menopause denganmemberikan latihan berupa Glute bridge, figure four, butterfly, lunging Hip flexor. Metode: Penelitian quasi-experimental dengan desain pre-test and post-test two group pada 60 wanita menopause usia 45–55 tahun.Kelompok intervensi mengikuti latihan melalui aplikasi Caria selama 4 minggu (3 kali/minggu), sedangkankelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Kekuatan otot diukur menggunakan Manual Muscle Testing(MMT). Hasil: Kekuatan otot kelompok intervensi meningkat signifikan dari 4,03 ± 0,18 menjadi 4,97 ± 0,18 (p&lt; 0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna (p = 0,317). Perbedaan antarkelompok juga signifikan (p &lt; 0,001). Kesimpulan: Latihan strengthening berbasis digital menggunakan aplikasiCaria efektif meningkatkan kekuatan otot quadricep dan hamstring pada wanita menopause.