Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PELATIHAN DETEKSI DINI MENCEGAH TERJADINYA STROKE PADA LANSIA PIMPINAN RANTING ‘AISYIYAH ALUN-ALUN UTARA KOTAGEDE YOGYAKARTA lailatuz zaidah; Dika Rizki Imania
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 4 No 1 (2020): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v4i1.1491

Abstract

ABSTRAK Latar belakang :Stroke adalah gejala-gejala defisitfungsi saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak, bukan oleh sebab yang lain (WHO). Gangguan fungsi syaraf pada stroke disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak non traumatik. Gangguan syaraf tersebut menimbulkan gejala antara lain: kelumpuhan wajah atau anggota badan, bicara tidak lancar, bicara tidak jelas (pelo), perubahan kesadaran, gangguan penglihatan, dan lain-lain. Stroke merupakan penyebab disabilitas nomor satu dan penyebab kematian nomor dua di dunia setelah penyakit jantung iskemik baik di negara maju maupun berkembang. Metode : pelatihan ini dilakukan dengan metode ceramah dan apllikasi kepada kader dan lansia di PRA Alun-alun Utara kotagede Tujuan: Bertambahnya pengetahuan kader posyandu dan ibu ‘Aisyiyah Alun-Alun Utara tentang gangguan pembuluh darah otak, tentang deteksi dini terjadinya stroke serta pelatihan dalam mencegah terjadinya stroke. Hasil para Kader lansia mampu melakukan cara bagaimana deteksi dini stroke dengan melakukan pengukuran tensi darah serta mampu mengetahui batas normal dari nilai kadar kolesterol dan gula darah, Rekomendasi kegiatan ini bisa dilakukan secara rutin dengan diadakannya posyandu lansia Kata Kunci: Stroke, Deteksi Dini stroke, pencegahan stroke ABSTRACT Background: Stroke is a symptom of nerve deficit function caused by cerebral vascular disease, not by other causes (WHO). Nerve function disorders in stroke are caused by non-traumatic brain circulatory disorders. This nerve disorder causes symptoms, including: paralysis of the face or limbs, speech is not fluent, speech is not clear (pelo), Stroke is the number one cause of disability and the number two cause of death in the world after ischemic heart disease in both developed and developing countries. Methods: This training was conducted by lecturing and applying to cadres and the elderly at PRA Alun-alun Utara, Kotagede. Objectives: Increasing the knowledge of posyandu cadres and 'Aisyiyah Alun-Alun Utara' about brain blood vessel disorders, early detection of stroke and training in preventing the occurrence of a stroke. The results of the elderly cadres are able to do how to detect stroke early by measuring blood pressure and being able to know the normal limit of the value of cholesterol and blood sugar levels. Recommendations for this activity can be done regularly by holding posyandu for the elderly Keywords: Stroke, Stroke Early Detection, Stroke Prevention
Aktifitas fisik remaja sebagai upaya Peningkatan kebugaran pada masa pandemi covid-19 Youth physical activity as an effort Improved fitness during the covid-19 pandemic lailatuz Zaidah; Agus Riyanto
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 3 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v3i2.66

Abstract

Abstrak/AbstracLatar Belakang : COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis coronavirus, yang menyerang pada pernafasan yang bisamengakibatkan kematian apabila tanda dan gejala yang terjadi tidak diatasi, upaya dalam mengurangi angkan penularan terhadap Covid-19, maka salah satunya adalah dengan meningkatkan kebugaran dengan melakukan  Aktifitas Fisik/Physical Activity (PA) merupakan salah satu aktivitas yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Aktivitas ini terutama dilakukan untuk menjaga fungsi anggota tubuh bekerja dengan baik. Olahraga, pada umumnya, bertujuan untuk menjaga otot dalam tubuh bekerja secara optimal dari hari ke hari. Metode : pelatihan ini dilakukan dengan metode ceramah dan edukasi  penyuluhan dan diskusi tanya jawab kepada remaja-remaja yang ada di kampung samakan terkait aktifitas fisik yang tepat dimasa pandemic dengan tetap menjaga protocol Kesehatan. Tujuan: Bertambahnya pengetahuan para remaja tentang aktifitas fisik yang bisa dilakukan dimasa pandemi serta tertib melakukan protokol Kesehatan guna mencegah penularan virus corona
Perbedaan Pengaruh Pelvic Rocking Exercise Dan Mckenzie Exercise Terhadap Penurunan Nyeri Punggung Bawah Pada Lansia Di Posyandu Pasekan Kidul Amaliah Indah Pratiwi; Lailatuz Zaidah; Siti Khotimah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.891

Abstract

Penuaan menyebabkan terjadinya penurunan fungsi tubuh, terutama pada sistem muskuloskeletal, sehingga lansia lebih rentan mengalami nyeri punggung bawah. Kondisi ini menimbulkan keterbatasan gerak, menurunkan kemandirian, serta berdampak pada kualitas hidup lansia. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang efektif untuk mengurangi nyeri serta meningkatkan kemampuan fungsional, salah satunya melalui pemberian pelvic rocking exercise dan mckenzie exercise. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh pelvic rocking exercise dan mckenzie exercise terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada lansia. Metode penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan desain pre and post test two group design. Sampel berjumlah 29 lansia yang dibagi menjadi dua kelompok perlakuan dengan pertemuan 2 kali perminggu selama 4 minggu. Pengukuran nyeri menggunakan visual analog scale (VAS). Analisis data menggunakan uji paired samples t-test untuk kelompok I dan II digunakan untuk melihat perubahan sebelum dan sesudah intervensi. Uji independent sample t-test digunakan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara kedua kelompok dengan tingkat signifikasi p=0,05. Hasil Penelitian menunjukkan uji paired samples t-test untukkelompok I dan II dengan hasil p=0,000 (<0,05) yang dimana setiap perlakuan berpengaruh terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada lansia. Untuk perbedaan kelompok perlakuan I dan II menggunakan independent sample t-test dengan nilai p= 0.985 (p >0,05), sehingga tidak ada perbedaan pengaruh pelvic rocking exercise dan mckenzie exercise terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada lansia. Kesimpulannya tidak ada perbedaan pengaruh pelvic rocking exercise dan mckenzie exercise terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada lansia di Posyandu Pasekan Kidul.
DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN GANGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIF (GPPH) PADA ANAK TK ‘AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL (ABA) PURBAYAN KOTAGEDE YOGYAKARTA Lailatuz Zaidah; Dwi Yuningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 8 No 2 (2025): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v8i2.5701

Abstract

Community Service has been carried out in September 2024 regarding early detection and prevention of attention deficit disorders that have been implemented at TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Purbayan Kotagede Yogyakarta, this activity was carried out with the aim of increasing parents' understanding in detecting attention deficit disorders in children, and is a joint effort between lecturers and schools along with parents in order to realize community concern, awareness, understanding and skills in detecting attention deficit disorders and hyperactivity (GPPH). The government plays an active role in the detection, stimulation, and intervention of child growth and development through several programs such as the Early Detection of Growth and Development (DDTK) program to detect child development early on, the SDIDTK program for stimulation and intervention, and related policies to support the implementation of these programs. These activities are part of promotive, preventive and community empowerment efforts in preventing attention deficit disorders and hyperactivity (GPPH). This community service activity is carried out through socialization/workshops using lecture methods, discussions and training on how to examine attention deficit disorders and hyperactivity in children. The results of the community service show that the understanding of school teachers and parents has increased in detecting the development of attention span.
EDUKASI MENJAGA POSTUR DAN MENCEGAH SKOLIOSIS (POSKOLIOSIS) PADA SISWA SD MUHAMMADIYAH KLECO YOGYAKARTA Lailatuz Zaidah; Hilmi Zadah Faidlullah; Nor Faizah Kaeni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 9 No 1 (2025): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v9i1.6680

Abstract

Background: A community service activity was conducted in August 2025 focusing on education about maintaining posture and preventing scoliosis (Poskoliosis) among students at SD Muhammadiyah Kleco, Kotagede, Yogyakarta. Objective: This activity aimed to improve the understanding of students and teachers regarding good posture and postural disorders in children. It also served as a collaborative effort between university lecturers and the school to foster public concern, awareness, understanding, and skills in detecting postural abnormalities. Method: This community service activity was carried out through a socialization/workshop program using lectures, discussions, and practical training on how to examine scoliosis in children. The results showed an improvement in students’ and teachers’ understanding of maintaining proper posture and preventing scoliosis disorders.
PENGARUH BABY GYM TERHADAP MOTORIK KASAR PADA ANAK DELAYED DEVELOPMENT USIA 3-12 BULAN DI POSYANDU MELATI PURBAYAN KOTAGEDE YOGYAKARTA Lailatuz Zaidah
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol. 3 No. 1 (2020): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.466 KB) | DOI: 10.36341/jif.v3i1.974

Abstract

Masa tumbuh kembang bayi merupakan masa keemasan sekaligus masa kritis perkembangan seseorang yaitu pada usia 0-12 bulan. Dikatakan masa keemasan karena masa bayi berlangsung sangat singkat dan tidak dapat diulang kembali.Penyimpangan tumbuh kembang harus dideteksi sejak dini terutama sebelum umur 3 tahun karena merupakan periode masa emas.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pengaruh baby gym terhadap Motorik Kasar pada Anak Delayed Development Usia 3-12 bulan di Posyandu Melati Purbayan Kotagede.Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimental,di Posyandu Dusun kotagede Yogyakarta memiliki jumlah populasi 26 bayi dan setelah peneliti melakukan pemeriksaan terdapat 17 bayi yang berusia 3-12 bulan mengalami keterlambatan perkembangan motorik kasar.uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan teknik statik paired sampel t-test. Bayi yang dianalisis menggunakan uji paired sample t-test, diperoleh nilai probabilitas (nilai p) sebesar 0,000. Nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05), bahwa adanya pengaruh baby gym terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar anak usia 3-12 bbulan.
Pengaruh Latihan Strengthening Berbasis Digital Terhadap Kekuatan Otot Quadricep Dan Hamstring Pada Wanita Menopause Ainia Halissani Vatiqah; Rizky Wulandari; Lailatuz Zaidah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1048

Abstract

Menopause menyebabkan penurunan hormon estrogen yang dapat berdampak pada berkurangnya kekuatan otot, terutama quadricep dan hamstring. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko jatuh. Latihan strengthening berbasis digital berpotensi menjadi alternatif intervensi yang mudah diakses. Tujuan: Mengetahui pengaruh latihan strengthening berbasis digital menggunakan aplikasi Caria terhadap kekuatan otot quadricep dan hamstring pada wanita menopause dengan memberikan latihan berupa Glute bridge, figure four, butterfly, lunging Hip flexor. Metode: Penelitian quasi-experimental dengan desain pre-test and post-test two group pada 60 wanita menopause usia 45–55 tahun. Kelompok intervensi mengikuti latihan melalui aplikasi Caria selama 4 minggu (3 kali/minggu), sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Kekuatan otot diukur menggunakan Manual Muscle Testing (MMT). Hasil: Kekuatan otot kelompok intervensi meningkat signifikan dari 4,03 ± 0,18 menjadi 4,97 ± 0,18 (p&lt; 0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna (p = 0,317). Perbedaan antar kelompok juga signifikan (p &lt; 0,001). Kesimpulan: Latihan strengthening berbasis digital menggunakan aplikasi Caria efektif meningkatkan kekuatan otot quadricep dan hamstring pada wanita menopause.
PERBEDAAN PENGARUH PENAMBAHAN PELVIC TILTING PADA KNEE TO CHEST TERHADAP FLEKSIBILITAS OTOT LUMBAL PADA PENDERITA NYERI PUNGGUNG BAWAH Annisa Ramadhani; Rizky Wulandari; Lailatuz Zaidah
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v5i2.25770

Abstract

Latar Belakang: Nyeri punggung bawah atau Low Back Pain (LBP) merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering dialami oleh individu, terutama pada populasi dewasa dan lanjut usia. Kondisi ini memengaruhi fleksibilitas lumbal yang penting untuk aktivitas sehari-hari. Penurunan fleksibilitas dapat membatasi gerakan dan menurunkan kualitas hidup penderita LBP. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan pengaruh penambahan latihan Pelvic Tilting pada Knee to Chest terhadap fleksibilitas lumbal pada penderita LBP. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental. Responden dibagi menjadi dua kelompok: kelompok kontrol yang hanya menerima latihan Knee to Chest dan kelompok eksperimen yang menerima kombinasi latihan Knee to Chest dan Pelvic Tilting. Fleksibilitas lumbal diukur menggunakan Modified Schober Test (MST) sebelum dan sesudah intervensi. Untuk menilai efektivitas masing-masing pendekatan, uji paired t-test digunakan untuk membandingkan hasil pre dan post intervensi dalam setiap kelompok. Selain itu, ANOVA dua arah digunakan untuk menentukan intervensi yang lebih efektif dengan menganalisis interaksi antara jenis intervensi dan waktu. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan fleksibilitas lumbal. Namun, kelompok yang menerima kombinasi latihan Knee to Chest dan Pelvic Tilting menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan dibandingkan kelompok yang hanya menerima Knee to Chest (rata-rata peningkatan 2,8 cm vs 1,2 cm, p < 0,05).  Kesimpulan: Kombinasi latihan Knee to Chest dan Pelvic Tilting lebih efektif dalam meningkatkan fleksibilitas lumbal dibandingkan hanya latihan Knee to Chest, dengan potensi penerapan dalam praktik fisioterapi. Kata kunci :  Low Back Pain, Fleksibilitas Otot Lumbal, Knee to Chest, Pelvic Tilting.
Perbedaan Pengaruh Penambahan Breathing Exercise Pada Senam Lansia Terhadap Penurunan Tekanan Darah Dan Peningkatan VO2Max Pada Lansia Hipertensi Annisa Shafa Atika Sari; Ummy A’isyah Nurhayati; Lailatuz Zaidah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1223

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang paling banyak dialami oleh lansia dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Kondisi hipertensi pada lansia dapat menyebabkan penurunan fungsi kardiovaskular dan kapasitas aerobik yang ditandai dengan menurunnya nilai VO₂Max. Upaya penanganan hipertensi tidak hanya melalui terapi farmakologis, tetapi juga dapat dilakukan dengan intervensi nonfarmakologis seperti breathing exercise dan senam lansia. Kombinasi kedua latihan tersebut diduga mampu memberikan efek yang lebih optimal dalam menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kapasitas aerobik pada lansia hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh penambahan breathing exercise pada senam lansia terhadap penurunan tekanan darah dan peningkatan VO₂Max pada lansia hipertensi. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental pre-test and post-test two group design. Sampel penelitian adalah lansia hipertensi yang dibagi menjadi kelompok senam lansia dan kelompok kombinasi breathing exercise dengan senam lansia. Pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer dan VO₂Max menggunakan Six Minute Walk Test (6MWT). Analisis data dilakukan untuk mengetahui pengaruh intervensi pada masing-masing kelompok serta perbedaan pengaruh antar kelompok. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok senam lansia terdapat penurunan tekanan darah dan peningkatan VO₂Max yang signifikan dengan nilai p < 0,05. Pada kelompok kombinasi breathing exercise dan senam lansia juga diperoleh nilai p < 0,05 yang menunjukkan adanya pengaruh intervensi terhadap penurunan tekanan darah dan peningkatan VO₂Max. Selanjutnya, hasil uji perbedaan antar kelompok menggunakan Independent Sample t-test menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kelompok senam lansia dan kelompok kombinasi breathing exercise dengan senam lansia terhadap penurunan tekanan darah dan peningkatan VO₂Max pada lansia hipertensi. Kesimpulan: Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah mengenai efektivitas penambahan breathing exercise pada senam lansia sebagai intervensi fisioterapi nonfarmakologis dalam membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan VO₂Max pada lansia hipertensi.
Perbedaan Pengaruh Gaze Stability Exercise Dan Four Square Step Exercise Pada Keseimbangan Lansia Di Dusun Polaman Lailatuz Zaidah; Muhammad Irfan; Aulia Sabila
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1249

Abstract

Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi fisik, sensorik, dan neuromuskularyang dapat mengganggu keseimbangan serta meningkatkan risiko jatuh pada lansia. Gaze StabilityExercise (GSE ) dan Four Square Step Exercise (FSSE ) merupakan intervensi fisioterapi yangberpotensi meningkatkan keseimbangan lansia. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh GSE danFSSE terhadap keseimbangan lansia. Metode: Penelitian quasi-experimental dengan pre-test andPost-test two-group design pada 36 lansia yang dibagi menjadi kelompok GSE (n=18) dan FSSE(n=18). Keseimbangan diukur menggunakan Timed Up and Go Test (TUGT ). Analisis datamenggunakan Paired Sample T-Test, Wilcoxon Test, dan Mann-Whitney U-Test. Hasil: GSEmenurunkan nilai TUGT dari 10,33 ± 2,43 detik menjadi 8,28 ± 1,71 detik (p&lt;0,001), sedangkanFSSE menurunkan nilai TUGT dari 10,50 ± 1,82 detik menjadi 8,56 ± 1,10 detik (p&lt;0,001). Uji bedaantar kelompok menunjukkan tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara keduaintervensi (p=0,539). Kesimpulan: GSE dan FSSE sama-sama efektif meningkatkan keseimbanganlansia, namun tidak terdapat perbedaan efektivitas yang bermakna antara keduanya. Kedua latihandapat digunakan sebagai alternatif intervensi fisioterapi untuk meningkatkan keseimbangan danmenurunkan risiko jatuh pada lansia.