Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DISIPLIN PERSPEKTIF DOLET UNARADJAN: SOLUSI ALTERNATIF DALAM MENGUBAH MINDSET DAN PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK Jihan Ramadhan; Maghfiroh Maghfiroh
Journal of Research and Thought on Islamic Education (JRTIE) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jrtie.v3i2.1810

Abstract

Abstract: This article examines the discipline offered by Dolet Unaradjan as a solution in improving the academic procrastination mindset and behavior. Where the mindset always leads to the individual's mindset that will produce a behavior in their daily life, the wrong mindset will give birth to the wrong behavior, and vice versa. Mindset often encourages individual human beings to behave according to the desired mindset. One of them is the academic procrastination behavior in individuals, this habit often occurs in every human being. Many studies and studies have discussed this behavior, in which almost every individual human being has this behavior, including us personally who often do the habit of procrastinating a job. This behavior is a symptom that exists in every human individual that starts from the wrong mindset, resulting in the academic procrastination behavior. This article uses library research, which is an effort to use library research to obtain data from library documents such as books, books, magazines, and other documents. Thus, the authors hope that the discipline of Dolet Unaradjan will give a good contribution in solving existing problems. The contribution that the authors have found by conducting a study of this article is that discipline is able to have a strong influence in improving and changing the individual's mindset which ultimately results in a good behavior and attitude, so that academic procrastination behavior can disappear by itself. Which of course is accompanied by personal maturity, be it intellectual, spiritual, and emotional maturity. Keywords: Discipline, Mindset, Academic Practice
KUTUBUT-TIS'AH: KANONISASI 3 KITAB HADIS (MUSNAD AHMAD, MUWATTHA' MALIK, MUSNAD AD-DARIMI) SEBAGAI PELENGKAP KUTUBUS-SITTAH Muhammad Muqla Syauqy Tamam; Qhoirin Anisa; Maghfiroh Maghfiroh; Hakami Mundziri Sastra
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i4.27500

Abstract

Seiring berkembangnya keilmuan Islam, Kutubut-Tis'ah (sembilan kitab hadis utama) telah menjadi literatur standar dalam tradisi Sunni, di mana enam kitab pertama (Kutubus-Sittah) diakui secara luas sebagai rujukan primer. Namun, posisi dan peran tiga kitab tambahan, yaitu Musnad Ahmad, Muwattha' Imam Malik, dan Sunan ad-Darimi, dalam konstruksi kanon hadis masih menjadi pembahasan, sehingga penelitian ini berupaya menganalisis kontribusi ketiganya dalam memperkaya ilmu hadis. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Musnad Ahmad, Muwattha' Imam Malik, dan Sunan ad-Darimiberperan dalam konstruksi Kutubut-Tis‘ah serta sejauh mana kedudukan ketiga kitab tersebut dalam standar literatur hadis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, dengan menerapkan studi literatur dan metode analisis isi untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketiga kitab ini memiliki kontribusi signifikan; Musnad Ahmad (berisi 40.000 hadis) sangat penting dalam kritik sanad meskipun mengandung hadis sahih, daif ringan, hingga maudu'. Muwattha' Imam Malik (disusun berdasarkan bab fikih) sangat kanonik dalam Mazhab Maliki dan dipuji karena kesahihan hadisnya, meskipun mencampur hadis marfu', mauquf, dan maqtu'. Sementara itu, Sunan ad-Darimi (memuat 3.498 hadis tematik) dinilai oleh beberapa ulama lebih layak menggantikan Sunan Ibnu Majah karena kualitas sanad dan hadis sahihnya yang lebih banyak. Oleh karena itu, meskipun ketiga kitab ini merupakan rujukan penting dalam penilaian sanad, fikih, dan ilmu hadis lainnya, mereka tidak terkanonisasi secara utuh sebagai standar pendidikan formal global seperti Kutubus-Sittah, melainkan lebih tepat dikategorikan sebagai kitab semi-kanonik atau pelengkap normatif dalam pengembangan ilmu hadis.
KUTUBUT-TIS'AH: KANONISASI 3 KITAB HADIS (MUSNAD AHMAD, MUWATTHA' MALIK, MUSNAD AD-DARIMI) SEBAGAI PELENGKAP KUTUBUS-SITTAH Muhammad Muqla Syauqy Tamam; Qhoirin Anisa; Maghfiroh Maghfiroh; Hakami Mundziri Sastra
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i4.27500

Abstract

Seiring berkembangnya keilmuan Islam, Kutubut-Tis'ah (sembilan kitab hadis utama) telah menjadi literatur standar dalam tradisi Sunni, di mana enam kitab pertama (Kutubus-Sittah) diakui secara luas sebagai rujukan primer. Namun, posisi dan peran tiga kitab tambahan, yaitu Musnad Ahmad, Muwattha' Imam Malik, dan Sunan ad-Darimi, dalam konstruksi kanon hadis masih menjadi pembahasan, sehingga penelitian ini berupaya menganalisis kontribusi ketiganya dalam memperkaya ilmu hadis. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Musnad Ahmad, Muwattha' Imam Malik, dan Sunan ad-Darimiberperan dalam konstruksi Kutubut-Tis‘ah serta sejauh mana kedudukan ketiga kitab tersebut dalam standar literatur hadis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, dengan menerapkan studi literatur dan metode analisis isi untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketiga kitab ini memiliki kontribusi signifikan; Musnad Ahmad (berisi 40.000 hadis) sangat penting dalam kritik sanad meskipun mengandung hadis sahih, daif ringan, hingga maudu'. Muwattha' Imam Malik (disusun berdasarkan bab fikih) sangat kanonik dalam Mazhab Maliki dan dipuji karena kesahihan hadisnya, meskipun mencampur hadis marfu', mauquf, dan maqtu'. Sementara itu, Sunan ad-Darimi (memuat 3.498 hadis tematik) dinilai oleh beberapa ulama lebih layak menggantikan Sunan Ibnu Majah karena kualitas sanad dan hadis sahihnya yang lebih banyak. Oleh karena itu, meskipun ketiga kitab ini merupakan rujukan penting dalam penilaian sanad, fikih, dan ilmu hadis lainnya, mereka tidak terkanonisasi secara utuh sebagai standar pendidikan formal global seperti Kutubus-Sittah, melainkan lebih tepat dikategorikan sebagai kitab semi-kanonik atau pelengkap normatif dalam pengembangan ilmu hadis.