Ida Yeni Rahmawati
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Early Childhood Education Teachers’ Needs of Being Able to Teach English Well Bambang Harmanto; Heri Wijayanto; Ida Yeni Rahmawati; M. Fadlillah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i3.1256

Abstract

English should be introduced and taught to early childhood in a fun way. Early childhood education teachers are required to have the ability to teach English in a good and fun way. The purpose of this study is to explore the needs of being able to teach English well for the early childhood education teacher (ECET). The survey technique was conducted with 56 respondents from the ECE teachers. The survey was conducted via google form with 15 questions. The result showed that 55% of the respondents gave priority of developing instructional media and materials in the expected training. Meanwhile as many as 33% of expected training was emphasized on teaching technique as the first prominent. The only 12% who considered motivation training was very principle. All trainings they were expecting the needs of designing training concept such as duration, facilitator, methodology, material, media, and setting of places were fully considered
APE Tradisional: Penanaman Rasa Cinta Tanah Air Berbasis Etnomatematika pada Anak Usia Dini Ida Yeni Rahmawati; Wahyudi Wahyudi; Hadi Cahyono; M. Fadlillah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 6 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i6.3512

Abstract

Alat permainan edukatif (APE) tradisional salah satu alat yang digunakan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air pada anak usia dini. APE tradisional juga mengandung unsur matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan APE tradisional pada playground budaya dalam menanamkan rasa cinta tanah air berbasis etnomatematika. Etnomatematika sendiri merupakan pembaruan budaya dengan matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik triangulasi sebagai teknik untuk mengetahui keabsahan data, guna mengunji kebenaran hasil penelitian tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa APE tradisional yang terdapat pada playground budaya yang telah dikembangkan di TK Negeri Pembina Ponorogo yang diantaranya APE egrang batok, dam-daman, bakiak, congklak, dan engklak memuat unsur etnomatematika. Unsur-unsur tersebut yang berkaitan dengan anak usia dini adalah konsep berhitung (penjumlahan dan pengurangan), bangun datar, bangun ruang, dan logika matematika. APE tradisional ini juga mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air seperti adil, tolerasi, kerjasama, gotong royong yang menunjukkan suatu persatuan dan kesatuan dalam bernegara. Dengan ini, APE tradisional di Indonesia akan tetap terlestarikan
Karawitan sebagai Media Internalisasi Karakter Cinta Tanah Air pada Anak Usia Dini Ayu Wahyuningtyas; Hadi Cahyono; Ida Yeni Rahmawati
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2381

Abstract

Globalisasi dan perkembangan teknologi menyebabkan anak usia dini semakin akrab dengan budaya populer dibandingkan budaya lokal, sehingga diperlukan upaya penanaman karakter cinta tanah air sejak dini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi kegiatan ekstrakurikuler karawitan, mengidentifikasi dimensi karakter cinta tanah air yang berkembang, serta menganalisis dampaknya terhadap anak usia dini di TKN Unggulan Magetan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian 1 kepala sekolah, 1 guru pendamping karawitan, dan 26 anak kelompok B. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karawitan dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini mengembangkan enam dimensi karakter cinta tanah air, yaitu kebanggaan terhadap budaya bangsa, pelestarian warisan budaya, penghargaan terhadap kearifan lokal, rasa memiliki budaya Indonesia, gotong royong dan kebersamaan, serta disiplin dan tanggung jawab. Selain itu, karawitan meningkatkan minat budaya, pengetahuan budaya, kemampuan sosial-emosional, dan apresiasi seni tradisional anak.