Hadi Cahyono
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Kesenian Dongkrek melalui Bermain Peran untuk Pengembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Rika Susmaya; Hadi Cahyono; Nurtina Irsad Rusdiani
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2318

Abstract

Perkembangan sosial emosional merupakan salah satu aspek penting yang perlu dikembangkan pada anak usia dini. Namun, pembelajaran di lembaga PAUD masih cenderung berfokus pada kemampuan akademik sehingga pemanfaatan budaya lokal sebagai media pengembangan sosial emosional belum optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi bermain peran berbasis Dongkrek serta mengidentifikasi perkembangan nilai sosial emosional anak usia dini yang muncul selama kegiatan berlangsung. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di TK Tunas Bangsa dengan melibatkan 15 anak kelompok B usia 5–6 tahun, seorang guru kelas, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi bermain peran berbasis Dongkrek dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terstruktur. Kegiatan tersebut mampu mengembangkan nilai sosial emosional anak, meliputi kerja sama, komunikasi, saling menghargai, empati, dan tanggung jawab. Aspek tanggung jawab dan saling menghargai menunjukkan perkembangan paling menonjol. Temuan ini menunjukkan bahwa kesenian Dongkrek dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang tidak hanya mengenalkan budaya lokal, tetapi juga mendukung penguatan sosial emosional anak usia dini.
Karawitan sebagai Media Internalisasi Karakter Cinta Tanah Air pada Anak Usia Dini Ayu Wahyuningtyas; Hadi Cahyono; Ida Yeni Rahmawati
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2381

Abstract

Globalisasi dan perkembangan teknologi menyebabkan anak usia dini semakin akrab dengan budaya populer dibandingkan budaya lokal, sehingga diperlukan upaya penanaman karakter cinta tanah air sejak dini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi kegiatan ekstrakurikuler karawitan, mengidentifikasi dimensi karakter cinta tanah air yang berkembang, serta menganalisis dampaknya terhadap anak usia dini di TKN Unggulan Magetan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian 1 kepala sekolah, 1 guru pendamping karawitan, dan 26 anak kelompok B. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karawitan dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini mengembangkan enam dimensi karakter cinta tanah air, yaitu kebanggaan terhadap budaya bangsa, pelestarian warisan budaya, penghargaan terhadap kearifan lokal, rasa memiliki budaya Indonesia, gotong royong dan kebersamaan, serta disiplin dan tanggung jawab. Selain itu, karawitan meningkatkan minat budaya, pengetahuan budaya, kemampuan sosial-emosional, dan apresiasi seni tradisional anak.