Globalisasi dan perkembangan teknologi menyebabkan anak usia dini semakin akrab dengan budaya populer dibandingkan budaya lokal, sehingga diperlukan upaya penanaman karakter cinta tanah air sejak dini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi kegiatan ekstrakurikuler karawitan, mengidentifikasi dimensi karakter cinta tanah air yang berkembang, serta menganalisis dampaknya terhadap anak usia dini di TKN Unggulan Magetan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian 1 kepala sekolah, 1 guru pendamping karawitan, dan 26 anak kelompok B. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karawitan dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini mengembangkan enam dimensi karakter cinta tanah air, yaitu kebanggaan terhadap budaya bangsa, pelestarian warisan budaya, penghargaan terhadap kearifan lokal, rasa memiliki budaya Indonesia, gotong royong dan kebersamaan, serta disiplin dan tanggung jawab. Selain itu, karawitan meningkatkan minat budaya, pengetahuan budaya, kemampuan sosial-emosional, dan apresiasi seni tradisional anak.
Copyrights © 2026