Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Kontribusi Pasar Modal Syariah dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesai Khairan Khairan
Jurnal At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal At Tamwil, Maret 2019
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/at.v1i1.876

Abstract

Kehidupan yang semakin kompleks akan mendorong berbagai pihak untuk mencapai segala sesuatu secara instan, mudah dan terorganisasi. Karena Al-Quran dengan tegas melarang aktivitas penimbunan terhadap harta yang dimiliki sehingga investasi sangat dianjurkan agar harta yang dimiliki menjadi produktif dan juga mendatangkan manfaat bagi orang lain. Melalui pasar modal investasi harta dan kegiatan transaksi ekonomi terlepas dari hal-hal yang dilarang seperti: riba, perjudian, spekulasi dan lain-lain. Pasar modal merupakan salah satu alternatif sumber pendanaan bagi perusahaan sekaligus sebagai sarana investasi bagi para pemodal. Pasar modal berfungsi sebagai sarana untuk memobilisasi dana masyarakat dan untuk mencari kepemilikan saham suatu perusahaan dengan cara menjualnya. Sedangkan pasar modal syariah berfungsi sebagai media investasi bagi umat Islam di pasar modal yang sejalan dengan prinsip-prinsip syariah. Kontribusi Pasar Modal dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia terbukti secara signifikan,yaitu dengan keberadaan pasar modal dapat meningkatkan nilai dan jumlah investasi di Indonesia, sehingga terbuka lapangan kerja dan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara otomatis akan meningkat.
Strategi Penanganan Pembiayaan Bermasalah Dengan Metode Reschedulling, Reconditioning dan Restructuring Pada Lembaga Keuangan Mikro Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Khairan Khairan
Jurnal At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal At Tamwil, Maret 2020
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/at.v2i1.1109

Abstract

Pembiayaan bermasalah atau kemacetan angsuran pada lembaga keuangan syariah,seperti BMT sebaiknya dilakukan penyelamatan sehingga lembaga keuangan tidak mengalami kerugian. Penyelamatan terhadap penbiayaan bermasalah dilakukan dengan cara-cara antara lain: Rescheduling, memperpanjang jangka waktu angsuran. Memperpanjang angsuran hampir sama dengan jangka waktu pengembalian. Dalam hal ini jangka waktu angsuran pembiayaan diperpanjang pembayarannya misalnya dari 36 kali menjadi 48 kali dan hal ini tentu saja jumlah angsurannya pun jadi mengecil seiring dengan bertambahnya jumlah angsuran. Reconditioning, dapat juga dengan cara mengubah berbagai persyaratan yang ada seperti: Kapitalisasi bagi hasil, bagi hasil dijadikan hutang pokok. Penundaan pembayaran bagi hasil sampai waktu tertentu. Dalam hal penundaan pembayaran bagi hasil sampai waktu tertentu, maksudnya hanya bagi hasil yang dapat ditunda pembayarannya, sedangkan pokok pinjamannya tetap harus dibayar seperti biasa. Restructuring dapat dilakuan untuk penangannan pembiayaan bermasalah atau macet dengan menambah jumlah angsuran, dengan menambah equity (saham), dengan menyetor uang tunai, dan tambahan dari pemilik. Atau juga dengan Kombinasi, merupakan kombinasi dari ketiga jenis penyelamatan pembiayaan bermasalah dengan menerapkan ketiga cara tersebut yaitu: Rescheduling, Reconditioning dan Restructuring dan Yang terakhit untuk menyelamatkan penganaan pembiayaan bermasalah dengan penyitaan jaminan. Penyitanan jaminan merupakan jalan terakhir apabila nasabah sudah benar-benar tidak punya etiket baik ataupun sudah tidak mampu lagi untuk membayar semua hutang-hutangnya.
Strategi Membangun Jaringan Kerjasama Bisnis Berbasis Syariah Khairan Khairan
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 29 No. 2 (2018): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v29i2.597

Abstract

Strategi adalah penerapan sasaran dalam jangka panjang sebuah perusahaan, dan arah tindakan serta alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai sasaran dan tujuan. Strategi sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan dalam mencapai tujuannya, begitu juga dalam dunia bisnis. Kerja sama dalam usaha bisnis atau perdagangan bersama dalam dunia modern disebut dengan joint venture. Secara bahasa, kerja sama (al-syirkah) adalah campuran antara sesuatu dengan yang lain sehingga sulit dibedakan. Al-syirkah atau musyarakah adalah akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk usaha tertentu yang masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan resiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan. Syariat Islam memperbolehkan persekutuan, korporasi atau berkerja sama bisnis, yang bersih dari riba, Islam sangat menganjurkan kerja sama dalam hal pembiayaan dari sebagian modal usaha, yang juga melibatkan bank dalam proses manajemennya. Adapun pembagian keuntungan dan kerugian dalam pembiayaan musyarakah tersebut sesuai dengan perjanjian yang disepakati bersama. Salah satu pihak mendapatkan setengah, sepertiga, seperempat atau kurang dari itu. Sedangkan sisanya untuk yang lainnya. Jadi setiap pihak, akan mendapatkan bagian apabila usahanya untung, dan sama-sama menanggung kerugian apabila usahanya mengalami kerugian.
Persepsi Masyarakat Terhadap Produk perbankan Syariah di Bandar Lor Kota Kediri Siti Rhomadoni; Khairan
Jurnal At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal At Tamwil, September 2022
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/10.33367/at.v4i2.1472

Abstract

Persepsi masyarakat merupakan suatu potensi dimana persepsi orang yang mencari dan mendalami berbagai macam ilmu, baik umum ataupun agama dalam kehidupan bermasyarakat itu sangat penting, seperti halnya persepsi/pengetahuan tentang sesuatu yang berhubungan dengan perbankan syariah. Bank syariah yang memiliki produk-produk syariah tersendiri. Persepsi masyarakat akan mempengaruhi lebih mendalamnya pengetahuan mengenai pengertian bank syariah itu sendiri dain produk-produk perbankan syariah dan minat menabung dibank syariah. Dari uraian di atas, dapat dirumuskan masalah penelitian bagaimana persepsi masyarakat terhadap produk-produk perbankan syariah di Bandarlor kota Kediri dan bagaimana faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap produk-produk perbankan syariah di Bandarlor Kota Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan jumlah enam informan. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Bandarlor kota Kediri, pengumpulan data menggunakan wawancara, obsevasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan model Milles and Humbles (interactive model) yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian, yaitu Persepsi masyarakat terhadap produk perbankan syariah di Bandarlor Kota Kediri masih sangat kurang. Mayoritas masyarakat belum mengetahui tentang produk-produk perbankan syariah dan sisitem akad-akad yang ada di bank syariah. Masyarakat beranggapan karena dari pihak Bank Syariah itu sendiri kurang bersosialisasi kepada masyarakat terutama pada masyarakat kelurahan Bandarlor. Faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap produk perbankan syariah adalah faktor pengetahuan, sikap, minat dan kebutuhan.
Strategi Membangun Jaringan Kerjasama Bisnis Berbasis Syariah Khairan Khairan
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 29 No. 2 (2018): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v29i2.597

Abstract

Strategi adalah penerapan sasaran dalam jangka panjang sebuah perusahaan, dan arah tindakan serta alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai sasaran dan tujuan. Strategi sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan dalam mencapai tujuannya, begitu juga dalam dunia bisnis. Kerja sama dalam usaha bisnis atau perdagangan bersama dalam dunia modern disebut dengan joint venture. Secara bahasa, kerja sama (al-syirkah) adalah campuran antara sesuatu dengan yang lain sehingga sulit dibedakan. Al-syirkah atau musyarakah adalah akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk usaha tertentu yang masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan resiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan. Syariat Islam memperbolehkan persekutuan, korporasi atau berkerja sama bisnis, yang bersih dari riba, Islam sangat menganjurkan kerja sama dalam hal pembiayaan dari sebagian modal usaha, yang juga melibatkan bank dalam proses manajemennya. Adapun pembagian keuntungan dan kerugian dalam pembiayaan musyarakah tersebut sesuai dengan perjanjian yang disepakati bersama. Salah satu pihak mendapatkan setengah, sepertiga, seperempat atau kurang dari itu. Sedangkan sisanya untuk yang lainnya. Jadi setiap pihak, akan mendapatkan bagian apabila usahanya untung, dan sama-sama menanggung kerugian apabila usahanya mengalami kerugian.
Analisis Etika Bisnis Islam Pada Pelaku Usaha Affiliate Marketing dalam Industri E-Commerce Ika Nurfitriani; Khairan
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 2 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i2.800

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan etika bisnis Islam dalam affiliate marketing pada industri e-commerce dengan pendekatan kualitatif normatif. Kajian menelaah prinsip hukum Islam dari Al-Qur’an, hadis, fatwa DSN-MUI, dan literatur terkait untuk menilai kesesuaiannya dengan ajaran Islam. Hasil menunjukkan bahwa affiliate marketing sebagai bentuk akad ju‘alah diperbolehkan menurut Fatwa DSN-MUI No.108/DSN-MUI/X/2016 jika memenuhi syarat, seperti produk halal, sistem komisi adil, serta bebas dari riba, gharar, dan maysir. Namun, pelanggaran etika seperti affiliate fraud, kurangnya transparansi, dan manipulasi tautan masih terjadi sehingga menurunkan kepercayaan konsumen. Penerapan prinsip ṣidq (kejujuran), amanah (tanggung jawab), tabligh (transparansi), dan ‘adl (keadilan) dapat memastikan kepatuhan syariah, meningkatkan kepuasan konsumen, serta mendukung keberlanjutan usaha. Dengan demikian, etika bisnis Islam menjadi pedoman moral dan strategi efektif dalam membangun pemasaran digital yang adil, etis, dan penuh keberkahan.
Penguatan Literasi Siswa Sekolah Dasar Melalui Inisiasi Pojok Baca Di SD Negeri 5 Bedali Kediri Jawa Timur Khairan; Muslikhatul Nur Rosyidah; Dwi Nanda A. Sidik; Fachniya Rahyoningtyas; Muhammad Ainul Hikam; Vera Vania
Inisiatif : Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Inisiatif : Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/inisiatif.v4i2.609

Abstract

The low level of literacy among elementary school students remains a serious issue in Indonesia. One of the main causes is the lack of access to a variety of reading materials and the limited availability of supporting facilities, such as adequate libraries. At SD Negeri 5 Bedali Kediri East Java, there is no library available, and most of the existing book collection consists of textbooks and old reading materials that are less appealing to students. This condition has led to low reading interest and suboptimal literacy skills among students. Therefore, this activity aims to improve students’ reading interest and literacy skills through the Reading Corner program as an alternative solution that facilitates direct access to reading materials within the classroom. The program was initiated by students from the 2025 Community Service Program (KKN) of the Islamic University of Tribakti Lirboyo Kediri (UIT), Group 18, as part of their community service in the field of education. The method used was descriptive qualitative research with an Asset-Based Community Development (ABCD) approach. Data were collected through observations and interviews with teachers, students, and the school environment. The implementation of the program included the planning stage, the creation of the reading corner, daily reading activities, and the evaluation and renewal of the reading corner’s content. The results of the activity showed a significant increase in students’ reading interest, positive behavioral changes, and greater enthusiasm in utilizing their free time for reading. Teachers and students gave positive responses to the existence of the reading corner, which has become an effective medium for strengthening literacy culture. The Reading Corner program proved effective in improving literacy in elementary schools, not only by expanding access to reading materials but also by helping to build a sustainable reading culture within the school environment. Thus, this initiative serves as an important solution in addressing the challenge of low literacy levels and supports the comprehensive development of students’ potential. Keywords : Strengthening Students’ Literacy; Reading Interest; Elementary Schools.
The Relevance of Modern Management in Sharia Economics: A Value and Professionalism Approach Khairan; Ika Nurfitriani
Jurnal At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal At-Tamwil Maret 2026
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/at-tamwil.v8i1.9027

Abstract

Purpose/Objectives – The objectives of this article are to analyze the relevance of modern management principles from a Sharia economics perspective, identify similarities and possible differences between the orientation of efficiency in modern management and Islamic values, and formulate a conceptual framework that combines modern management, Islamic values, and professionalism in a complementary model. Method – This study employs a qualitative research approach, utilizing a library-based research method, with data sources comprising modern management literature, Islamic economics, scientific journal articles, and normative Islamic sources. Data analysis was conducted descriptively, analytically, conceptually, and comparatively to identify the compatibility between modern management principles and Islamic economic values. Findings – The study's results indicate that modern management principles align closely with Sharia values, including tauhid, amanah, justice, ihsan, and maslahah, when applied within the framework of Islamic ethics. Professionalism, which encompasses itqan, competence, amanah, and responsibility, serves as the integrative meeting point between modern management and Sharia economics. Limitations – The use of a qualitative approach, based on library research, which is conceptual and normative in nature, means that empirical field data do not support the study's results. This study did not directly observe the practice of modern management in specific Islamic economic institutions, so it was unable to describe the dynamics of implementation, operational challenges, and variations in institutional contexts in a factual manner. In addition, the data sources used were limited to literature, scientific journals, and normative Islamic sources, which could potentially lead to limitations in perspective due to differences in conceptual interpretation among authors. Originality/Value – This article emphasizes that modern management is not a concept that conflicts with Islamic economics, but rather a strategic instrument for realizing professional, ethical, and welfare-oriented management of Islamic economic institutions.
Analisis Mekanisme Prinsip 5C dalam Meminimalisir Risiko Pembiayaan Bermasalah di BMT NU KEDIRI NU Kediri Khairan; Hisam Asngari
Jurnal Ilmiah Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 3 No. 1, Juli 2025
Publisher : LPPM INSTITUT AGAMA ISLAM HASANUDDIN PARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembiayaan merupakan salah satu fungsi utama Baitul Maal wat Tamwil (BMT). Namun, tingginya risiko pembiayaan bermasalah (non-performing financing) menuntut adanya mekanisme analisis yang tepat. Artikel ini menganalisis penerapan prinsip 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition) sebagai instrumen mitigasi risiko di BMT NU Kediri. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menelaah bagaimana BMT NU Kediri menilai kelayakan nasabah melalui wawancara, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa prinsip 5C efektif dalam menyaring nasabah yang layak menerima pembiayaan. Karakter dan kapasitas usaha menjadi aspek dominan dalam mencegah risiko moral hazard dan kegagalan usaha, sementara modal dan agunan berfungsi sebagai jaring pengaman. Kondisi eksternal memberikan perspektif tambahan bagi BMT NU Kediri dalam mengantisipasi fluktuasi pasar dan tantangan regulasi. Meski demikian, BMT NU Kediri menghadapi kendala berupa keterbatasan data keuangan nasabah, agunan bernilai kecil, serta faktor eksternal yang sulit dikendalikan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pendampingan usaha, literasi keuangan, dan inovasi produk agar penerapan prinsip 5C semakin efektif dalam meminimalisir risiko pembiayaan. Kata kunci: BMT, pembiayaan syariah, risiko pembiayaan, prinsip 5C, lembaga keuangan mikro Abstract Financing is one of the main functions of Baitul Maal wat Tamwil (BMT). However, the high risk of non-performing financing requires an appropriate analysis mechanism. This article analyzes the application of the 5C principle (Character, Capacity, Capital, Collateral, and Condition) as a risk mitigation instrument at BMT NU Kediri. Using a descriptive qualitative approach, this study examines how BMT NU Kediri assesses customer eligibility through interviews, field observations, and document reviews. The results of the analysis show that the 5C principle is effective in screening customers who are eligible for financing. Character and business capacity are dominant aspects in preventing moral hazard and business failure, while capital and collateral serve as safety nets. External conditions provide additional perspectives for BMT NU Kediri in anticipating market fluctuations and regulatory challenges. However, BMT NU Kediri faces obstacles in the form of limited customer financial data, low-value collateral, and external factors that are difficult to control. Therefore, business assistance strategies, financial literacy, and product innovation are needed to make the application of the 5C principles more effective in minimizing financing risks. Keywords: BMT, sharia financing, financing risks, 5C principles, microfinance institutions
Analisis Etika Bisnis Islam Pada Pelaku Usaha Affiliate Marketing dalam Industri E-Commerce Ika Nurfitriani; Khairan
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 2 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i2.800

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan etika bisnis Islam dalam affiliate marketing pada industri e-commerce dengan pendekatan kualitatif normatif. Kajian menelaah prinsip hukum Islam dari Al-Qur’an, hadis, fatwa DSN-MUI, dan literatur terkait untuk menilai kesesuaiannya dengan ajaran Islam. Hasil menunjukkan bahwa affiliate marketing sebagai bentuk akad ju‘alah diperbolehkan menurut Fatwa DSN-MUI No.108/DSN-MUI/X/2016 jika memenuhi syarat, seperti produk halal, sistem komisi adil, serta bebas dari riba, gharar, dan maysir. Namun, pelanggaran etika seperti affiliate fraud, kurangnya transparansi, dan manipulasi tautan masih terjadi sehingga menurunkan kepercayaan konsumen. Penerapan prinsip ṣidq (kejujuran), amanah (tanggung jawab), tabligh (transparansi), dan ‘adl (keadilan) dapat memastikan kepatuhan syariah, meningkatkan kepuasan konsumen, serta mendukung keberlanjutan usaha. Dengan demikian, etika bisnis Islam menjadi pedoman moral dan strategi efektif dalam membangun pemasaran digital yang adil, etis, dan penuh keberkahan.