Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

INVENTARISASI DAN STRATEGI PENATAAN KOLEKSI PTERIDOPHYTA DI RUMAH KACA KEBUN RAYA PURWODADI Renjana, Elga; Firdiana, Elok Rifqi
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.8580

Abstract

Pteridophyta merupakan salah satu koleksi tumbuhan yang dimiliki oleh Kebun Raya Purwodadi. Pemeliharaan koleksi Pteridophyta dilakukan di dalam rumah kaca karena iklim di Kebun Raya Purwodadi panas dan kering. Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa Kebun Raya Purwodadi memiliki 36 jenis koleksi Pteridophyta yang terdiri atas 20 suku dan 38 marga. Suku yang paling banyak ditemukan adalah Nephrolepidaceae dan terdiri atas Nephrolepis bisserata Sw. Schott, N. cordifolia (L.) C. Presl., N. exaltata (L.) Schott, N. falcata (Cav.) C. Chr., N. hirsutula (G. Forst.) C. Presl., dan N. radicans (Burm.) Kuhn. Selain itu, Psilotum nudum (L.) P. Beauv. merupakan jenis koleksi Pteridophyta yang masuk pada IUCN Red List dengan kategori terancam punah. Untuk mempermudah proses pemeliharaan dan monitoring, dilakukan penataan koleksi Pteridophyta dengan pengelompokan berdasarkan marga dan diurutkan mulai kelompok paling primitif hingga modern. Hasil penataan ini dapat memberikan nilai edukasi kepada pengunjung Kebun Raya Purwodadi, khususnya para pelajar.
Potensi fitoremediasi tanah tercemar arsenik koleksi tumbuhan paku kebun Raya Purwodadi Elga Renjana
Prosiding Seminar Biologi Vol 7 No 1 (2021): PROSIDING BIOLOGI ACHIEVING THE SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS WITH BIODIVERSITY I
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v7i1.21166

Abstract

Berbagai aktivitas manusia seperti perindustrian, pertambangan, pertanian, dan sebagainya telah menyebakan peningkatan pencemaran logam berat pada lingkungan. Tanah merupakan komponen abiotik yang paling sering mengalami kontaminasi logam berat akibat aktivitas-aktivitas tersebut. Pencemaran arsenik (As) saat ini paling banyak disoroti di Asia Tenggara karena dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan mengancam kesehatan manusia. Fitoremediasi merupakan salah satu teknologi remediasi logam berat di lingkungan tercemar dengan memanfaatkan tumbuhan sebagai agen utamanya. Beberapa penelitian telah mengungkap bahwa tumbuhan paku dapat mengakumulasi As ke dalam jaringan tubuhnya. Sekitar 36 jenis tumbuhan paku telah dikonservasi secara ex situ di Kebun Raya Purwodadi (KRP). Namun saat ini belum terdapat informasi tentang potensi koleksi tersebut sebagai agen fitoremediasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap potensi fitoremediasi tanah tercemar As oleh koleksi tumbuhan paku KRP. Penelitian diawali dengan menginventarisasi data jenis koleksi tumbuhan paku KRP. Penelusuran informasi potensi akumulasi As dilakukan dengan metode studi pustaka. Sekitar tujuh jenis koleksi tumbuhan paku KRP diketahui berpotensi mengakumulasi As, yaitu Asplenium nidus, Diplazium esculentum, Equisetum ramosissimum, Nephrolepis biserrata, N. cordifolia, Psilotum nudum, dan Pteris vittata. Kemampuan fitoremediasi paling baik dimiliki oleh P. vittata karena mampu mengakumulasi As dengan konsentrasi mencapai 5877 mg/kg di bagian daun dan 2643 mg/kg di bagian akarnya. Proses akumulasi terjadi melalui penyerapan dan translokasi As pada vakuola sel akar maupun daun dengan mekanisme khusus yang melibatkan transporter spesifik. Oleh karena itu, P. vittata merupakan tumbuhan paku hiperakumulator yang patut direkomendasikan untuk kegiatan rehabilitasi, reklamasi, dan restorasi tanah tercemar As.
INVENTARISASI DAN STRATEGI PENATAAN KOLEKSI PTERIDOPHYTA DI RUMAH KACA KEBUN RAYA PURWODADI Elga Renjana; Elok Rifqi Firdiana
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.8580

Abstract

Pteridophyta merupakan salah satu koleksi tumbuhan yang dimiliki oleh Kebun Raya Purwodadi. Pemeliharaan koleksi Pteridophyta dilakukan di dalam rumah kaca karena iklim di Kebun Raya Purwodadi panas dan kering. Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa Kebun Raya Purwodadi memiliki 36 jenis koleksi Pteridophyta yang terdiri atas 20 suku dan 38 marga. Suku yang paling banyak ditemukan adalah Nephrolepidaceae dan terdiri atas Nephrolepis bisserata Sw. Schott, N. cordifolia (L.) C. Presl., N. exaltata (L.) Schott, N. falcata (Cav.) C. Chr., N. hirsutula (G. Forst.) C. Presl., dan N. radicans (Burm.) Kuhn. Selain itu, Psilotum nudum (L.) P. Beauv. merupakan jenis koleksi Pteridophyta yang masuk pada IUCN Red List dengan kategori terancam punah. Untuk mempermudah proses pemeliharaan dan monitoring, dilakukan penataan koleksi Pteridophyta dengan pengelompokan berdasarkan marga dan diurutkan mulai kelompok paling primitif hingga modern. Hasil penataan ini dapat memberikan nilai edukasi kepada pengunjung Kebun Raya Purwodadi, khususnya para pelajar.
INVENTARISASI DAN STRATEGI PENATAAN KOLEKSI PTERIDOPHYTA DI RUMAH KACA KEBUN RAYA PURWODADI Renjana, Elga; Firdiana, Elok Rifqi
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.8580

Abstract

Pteridophyta merupakan salah satu koleksi tumbuhan yang dimiliki oleh Kebun Raya Purwodadi. Pemeliharaan koleksi Pteridophyta dilakukan di dalam rumah kaca karena iklim di Kebun Raya Purwodadi panas dan kering. Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa Kebun Raya Purwodadi memiliki 36 jenis koleksi Pteridophyta yang terdiri atas 20 suku dan 38 marga. Suku yang paling banyak ditemukan adalah Nephrolepidaceae dan terdiri atas Nephrolepis bisserata Sw. Schott, N. cordifolia (L.) C. Presl., N. exaltata (L.) Schott, N. falcata (Cav.) C. Chr., N. hirsutula (G. Forst.) C. Presl., dan N. radicans (Burm.) Kuhn. Selain itu, Psilotum nudum (L.) P. Beauv. merupakan jenis koleksi Pteridophyta yang masuk pada IUCN Red List dengan kategori terancam punah. Untuk mempermudah proses pemeliharaan dan monitoring, dilakukan penataan koleksi Pteridophyta dengan pengelompokan berdasarkan marga dan diurutkan mulai kelompok paling primitif hingga modern. Hasil penataan ini dapat memberikan nilai edukasi kepada pengunjung Kebun Raya Purwodadi, khususnya para pelajar.
Uji Toleransi Logam Berat Bakteri Hidrokarbonoklastik dan Uji Kemampuan Micrococcus sp. LII61 dalam Menurunkan Kromium (Cr VI), Tembaga (Cu II), Seng (Zn II) Abidin, Achmad Zainal; Renjana, Elga; Fatimah, Fatimah; Ni’matuzahroh, Ni’matuzahroh
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12, No 1 (2019): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.166 KB) | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v12i1.27414

Abstract

This research aimed to know: (1) tolerance level of hydrocarbon-degrading bacteria collected from Biology Laboratory of Airlangga University i.e. Acinetobacter sp P2(1) Bacillus subtilis 3KP, Micrococcus sp. LII61, Pseudomonas putida T1(8), at various concentration of heavy metal chromium (Cr6+), copper (Cu2+), zinc (Zn2+), and combination of that three metals; (2) growing ability of selected bacteria in lowering metals concentration; and (3) reduction percentage of metal concentration by selected bacteria. Tolerance test was performed using streak plate method on two types of solid mediums, i.e. Mineral Salt Medium (MSM) agar and Mueller-Hinton Agar (MHA) with a stratified concentration and 72 hours of incubation time. Bacterial growth and metal concentration reduction test were carried out in liquid medium containing single metal or combined metals. Viability of bacteria was calculated using Total Plate Count (TPC) method. Logarithmic of TPC were analyzed statistically using Brown-Forsythe test followed by Games-Howell. The results showed: (1) All bacteria was resistant to either single heavy metal or combined metals on both medium. However, Micrococcus sp. LII61, had the highest tolerance compared to the other three bacteria, which was able to grow at Zn+2 1000 ppm in both medium. Micrococcus sp. LII61, was the selected bacteria to be tested for its ability to reduce heavy metal by single heavy metal and combined metals for 3 and 7 days of incubation time. (2) Ability levels of Micrococcus sp. LII61, to grow in some heavy metals was Zn2+ > Cu2+ > Cr6+ consecutively. (3) Ability levels of Micrococcus sp. LII61, in reducing heavy metals was Cu2+ > Zn2+ > Cr6+ consecutively. Percentage decrease of Cu2+ in single metal was 66.15%, while in combination metals was 54.25% at 3 days incubation. Percentage decrease of Cu2+ after seven day incubation in single metals and combination metals were 90.13% and 74.72% respectively.