Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Sosiodrama untuk Meningkatkan Kecerdasan Moral pada Siswa Sekolah Menengah Pertama mutiya, Ana Mutiya; Anwar, Zainul; Ni?matuzahroh, Ni?matuzahroh
Cognicia Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.223 KB) | DOI: 10.22219/COGNICIA.Vol7.No3.321-332

Abstract

Moral intelligence is a person's ability to determine right behavior and wrong behavior. High moral quality is needed as a benchmark for successful children in their social life. Students who have moral intelligence that is low in integrity in students are not formed, lack responsibility, do not think about other people's feelings when they hurt or behave, and easily act as desired. Lennick and Kiel formulated moral intelligence in four aspects, namely: integrity, responsibility, compassion, and forgiveness. The increase of a behavioral determination is not limited to instinct or children learning independently but from a character education. Sociodrama can be one method of increasing moral intelligence, because there are supporting indicators in sociodrama. This study aims to determine the effect of sociodrama methods on increasing moral intelligence in junior high school students. The research subjects were 26 who were divided into two control groups and the experimental group who had moderate and low scores on moral intelligence. This study used a quasi experiment with a control group design pre-test and post-test. Data analysis used paired sample t test, the results showed a difference between the pre-test and post-test score (r = 21,923 and p = 0,000 (p <0,05), so it can be concluded that the results of the study indicate a significant change from sociodrama intervention in improving moral intelligence in junior high school students.
ANALYSIS OF TEACHERS’ COMPETENCE IN THE ACCELERATED PROGRAMS IN JUNIOR HIGH SCHOOLS Ni?matuzahroh, Ni?matuzahroh
COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education Inpress
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/0020190411340

Abstract

The purpose of this research is to discover an enhanced model of teaching capability in acceleration program in junior high schools in Malang. Subjects were chosen with purposive sampling from the teachers and students in accelerated program in SMP 1 and SMP 3 Malang. The data were collected using the methods of observation, interviews, FGD, and documentation. The analysis  was descriptive qualitative in nature. The result showed that the teachers were aware that students in the accelerated program had characteristics distinguishing themselves from others. The learning process in an accelerated class was not different from the regular class because the teachers in such a regular class applied a monotone teaching method, such lecturing and tasks oriented teaching. This research revealed that most teachers viewed that  students, who possess high cognitive capability, were able to understand the materials taught on their own by giving numerous practical  questions.  There were also only  few teachers oriented to constructing an interesting learning atmosphere alongside authentic assessment. Concerning facilities and infrastructures, teachers and students stated that the two are considered adequate as shown by the availability of classrooms, learning media such as LCD and laptop, internet, other materials. However, teachers admitted that they had a main hindrance:  limited capability in applying learning methods using IT or technology,  for example, the LCDs, laptops, and the like. The teachers find it difficult to make  combined materials from multiple grade levels. Limited time allotment and concentrated materials caused the teachers to feel that their teaching hadn?t met the expectation yet.
Pelatihan Keterampilan Pengelolaan Emosi Bagi Remaja SMK Muhammadiyah 2 Malang ., Ni’matuzahroh; ., Siti Suminarti
Jurnal Dedikasi Vol 5 (2008): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.416 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v5i0.868

Abstract

Stres yang dialami remaja akan menimbulkan reaksi yangberbeda-beda. Bila stres yang dialami remaja dalam tingkatanrendah, maka stres justru merupakan suatu motivasi yangdibutuhkan untuk bergerak, dan merupakan suatu energi yangdapat digunakan secara efektif. Sebaliknya jika stres yang dialamiremaja di luar batas kemampuannya akan membuat remaja merasatidak nyaman dan merasa tertekan, sehingga para remaja perludibekali keterampilan pengelolaan emosi agar dapatmenyelesaikan masalah yang dihadapi.Tujuan spesifik yang akandicapai dalam pengabdian di SMK Muhammadiyah 2 Malang iniadalah memberikan keterampilan pengelolaan emosi remajadengan teknik relaksasi, EFT dan terapi tawa.Metode kegiatan pengabdian mandiri ini menggunakansistem sistem Focus Group Discussion (FGD) dan presentasi 30 %untuk eksplorasi masalah dan mengidentifikasi kepekaan danberfikir positif dan praktek teknik pengelolaan emosi 70 %.Antusiasme peserta tampak sejak awal kegiatan. Peserta yanghadir sebanyak 78 orang yang duduk dibangku kelas 3 SMK.Hasil pengabdian masyarakat ini diketahui bahwa pararemaja memiliki masalah yang beragam dan masih menggunakancara-cara yang kurang efektif dalam menyelesaikan masalah,sehingga teknik-teknik yang diajarkan untuk mengelola emosiketika menghadapi masalah sangat berguna bagi peserta.Teknik Relaksasi, Terapi Tawa dan EFT dapat membantumengatasi masalah yang dihadapi remaja. Sedangkan saran yangdapat diberikan adalah: (1) Program Pengabdian Masyarakat LPMUniversitas Muhammadiyah Malang dalam bentuk IPTEK perluditeruskan dan diperluas di lembaga pendidikan muhammadiyahyang lain terutama lembaga yang setingkat dengan SMKmengingat kegiatan tersebut memberi manfaat kepada pararemaja. (2) SMK Muhammadiyah 2 Malang perlu menjalinkerjasama dengan LPM Universitas Muhammadiyah Malangterutama dalam pembinaan siswa agar mereka mendapat kegiatankegiatanyang beragam untuk mengembangkan potensi dan jatidiri remaja Kata Kunci : Keterampilan Pengelolaan Emosi
Pengaruh Hormon Indole Butyric Acid (IBA) dan 6-Benzyl Amino Purin (BAP) terhadap Induksi Kalus Piper betle L. var Nigra ., Junairiah; Rachmah, Artifa; Manuhara, Yosephine Sri Wulan; ., Ni’matuzahroh; Sulistyorini, Lilis; ., Surahmaida
Journal of Pharmacy and Science Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v4i2.141

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh IBA (Indole Butyric Acid) dan BAP (6-Benzyl Amino Purine) yang paling baik untuk induksi kalus sirih hitam (Piper betle L.). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 25 perlakuan dan setiap perlakuan memiliki 6 ulangan sehingga terdapat 150 unit ekperimen. Pada tahap kultur kalus dilakukan dengan menambahkan zat pengatur tumbuh IBA dan BAP ke dalam medium Murashige and Skoog (MS). Hasil uji tersebut menunjukkan bahwa zat pengatur tumbuh IBA dan BAP dengan kombinasi konsentrasi berbeda berpengaruh terhadap waktu induksi kalus, berat segar dan berat kering kalus sirih hitam. Hasil penelitian menunjukkan waktu tercepat pembentukan kalus pada IBA 2,0 mg/L dan BAP 2,0 mg/L yaitu 10 hari. Berat segar dan berat kering tertinggi pada IBA 2,0 mg/L dan 2,0 mg/L yaitu 0,8507 gram untuk berat segar dan 0,0769 untuk berat kering. Warna kalus adalah putih kehijauan dengan tekstur kompak dan remah.Kata kunci: Induksi kalus, Piper betle L., Indole Butyric Acid, 6-Benzyl Amino Purine.ABSTRACTThe purpose of this research to determine the effect of the combination concentration of growth regulators IBA (Indole Butyric Acid) and BAP (6-Benzyl Amino Purine) was best for callus induction black betel (Piper betle L.). This research used completely randomized design with 25 treatments and 6 replicates of each treatment, hence there were 150 experimental units. At this stage of callus culture was done by adding the growth regulators IBA and BAP into Murashige and Skoog (MS). The test results showed that plant growth regulators IBA and BAP in combination with different concentrations of influence on callus induction time, fresh weight and dry weight callus Piper betle L. The results showed the fastest time of callus formation at IBA 2,0 mg/L and BAP 2,0 mg/L at 10 days. Fresh weight and dry weight of the highest in the IBA 2,0 mg/L and BAP 2,0 mg/L were 0,8507 grams and 0,0769 grams fresh weight to dry weight. The color of callus was white greenish with compact and friable texture.Keywords: Callus induction, Piper betle L., Indole Butyric Acid, 6-Benzyl Amino Purine.
IMPLEMENTASI MODEL PENDIDIKAN INKLUSI DI SEKOLAH DASAR KOTA BATU Siti Maimunah Maimunah; Ni’matuzahroh Ni’matuzahroh; Susanti Prasetyaningrum; Beti Istanti Suwandayani
Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE) Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE)
Publisher : UM Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.915 KB) | DOI: 10.37729/jpse.v4i2.5344

Abstract

Konsep pendidikan inklusi muncul dimaksudkan untuk memberi solusi atas perlakuan diskriminatif dalam layanan pendidikan terutama bagi anak-anak penyandang cacat atau anak-anak yang berkebutuhan khusus. Sayangnya belum banyak sekolah yang memahami bagaimana implementasi yang sesuai dengan melibatkan beberapa komunitas demi tercapainya pendidikan inklusif yang memadai. Tujuan penelitian ini adalah memberikan deskripsi mengenali implementasi dan permsalahan dalam model pedidikan inklusi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualiitatif dengan menggunakan pengumpulan datanya berupa wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Dari data tersebut akan dianalisis juga menggunakan keabsahan data jenis trianggulasi metode. Sehingga hasil penelitian ini adalah pelaksanaan model pendidikan inklusi berjalan dengan baik dengan membuat perangkat pembelajaran, pelaksanaan inklusi termasuk dan juga evaluasi. Sedangkan permasalahan yang muncul adalah kurangnya pemahamannya dari masyarakat dan orang tua tentang edukasi pendidikan inklusi sehingga pelaksanaannya perlu dioptimalkan. Dan juga sumber daya manusia yang dimiliki sekolah masih kurang sehingga dalam belum optimal dalam melakukan kegiatan pendidikan inklusi.  Kata kunci : model, pendidikan inklusi, sekolah dasar
TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) UNTUK MENURUNKAN TINGKAT STRES AKADEMIK PADA SISWA MENENGAH ATAS DI PONDOK PESANTREN Wardatul Adawiyah; Ni’matuzahroh Ni’matuzahroh
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 4 No. 2 (2016): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.677 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v4i2.3523

Abstract

Tingginya angka stres akademik pada siswa pondok pesantren menjadi perhatian penting sehingga perlu adanya penanganan preventif agar tidak menimbulkan hal negatif dan mampu memberikan kesuksesan dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan efektivitas terapi Spritual Emotional Freedom Tehnique dalam menurunkan tingkat stres akademik pada siswa menengah atas di pondok pesantren. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain control group pre-test dan post-test. Subjek adalah 14 siswa sekolah menengah atas di Pondok Pesantren Darul Aman dengan 7 siswa sebagai kelompok eksperimen dan 7 siswa sebagai kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan tingkat stres akademik antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, sedangkan kelompok eksperimen memiliki skor stres akademik yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol. Diperoleh kesimpulan bahwa terapi SEFT dinilai efektif untuk menurunkan stres akademik pada siswa menengah atas di pondok pesantren.Kata kunci: stres akademik, Terapi SEFT, siswa menengah atas, pondok pesantren.Academic Stress Value in High School students at Islamic Boarding School is rather high, its need preventive action so it can prevent the negative behavior and also increase the motivation in learning. The goal of this research is to prove the effectiveness of Spritual Emotional Freedom Tehnique therapy in decreasing the Academic Stress Value in High School students at Islamic Boarding School.  This research use experimental research design with control group, and to gain significant data the researcher use pre-test and post-test test type. Subjects were 14 high school students in Pondok Pesantren Darul Aman with 7 students as an experimental group and 7 students as a control group. The research data shown a different academic stress level between experimental and control group after the treatment. Experimental group score is less than the control group, which is indicate that SEFT therapy is effective to decreasing the academic stress value in high school students at Islamic Boarding School.Key words: academic stress, SEFT Theraphy, high school students, Islamic boarding school
Religiusitas dan stres pengasuhan pada ibu dengan anak autis Ainur Titis Dwi Rahayu; Ni'matuzahroh Ni'matuzahroh; Sofa Amalia
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 7 No. 2 (2019): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.314 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v7i2.8282

Abstract

Abstrak. Seorang ibu yang memiliki anak dengan gangguan autis biasanya mengalami stres pengasuhan yang berasal dari tuntutan perannya sebagai orangtua. Stres pengasuhan akan terjadi dikarenakan kurangnya pemahaman orangtua terkait gangguan anak, sulitnya perilaku anak untuk dikendalikan dan ketidakberfungsiannya interaksi antara ibu dengan anaknya. Sementara itu, religiusitas dapat membantu para ibu untuk mengelola stres yang dialami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara variabel religiusitas dengan stres pengasuhan ibu yang memiliki anak autis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan 60 subjek dan menggunakan teknik quota sampling. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur variabel religiusitas adalah skala religiusitas sedangkan variabel stres pengasuhan menggunakan alat ukur parenting stress index (PSI). Teknik analisa data yang digunakan adalah korelasi pearson product moment  dengan program spss 21.0. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif antara religiusitas dengan stres pengasuhan dengan nilai signifikasi <0.05 dan koefisien korelasi -0.446.Kata kunci: autis, religiusitas, stres pengasuhan Abstract. A mother who has a child with autistic disorder usually experience parenting stress from the demands of his role as a parent. Parenting stress will occur due to lack of parental understanding of child-related disorders, the difficulty of the child's behavior to be controlled and non-functioning of the interaction between a mother with her child. Meanwhile, religiosity can help mothers to manage the stress experienced. The purpose of this study was to examine the negative correlation between religiosity variable with parenting stress mothers of children with autism. This research is a quantitative correlation with 60 subjects and using a quota sampling technique. Measuring instrument used to measure the variables religiosity is the religiosity scale Kendler, et al while parenting stress variable using a measuring instrument parenting stress index (PSI). Data analysis technique used is the Pearson product moment correlation with SPSS 21.0 program. The results of this study showed a negative relationship between religiosity and parenting stress the significance value of <0.05 and a correlation coefficient of -0446.Keywords: autism, religiosity, parenting stress
Pelatihan Keterampilan Pengelolaan Emosi Bagi Remaja SMK Muhammadiyah 2 Malang Ni’matuzahroh .; Siti Suminarti .
Jurnal Dedikasi Vol. 5 (2008): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v5i0.868

Abstract

Stres yang dialami remaja akan menimbulkan reaksi yangberbeda-beda. Bila stres yang dialami remaja dalam tingkatanrendah, maka stres justru merupakan suatu motivasi yangdibutuhkan untuk bergerak, dan merupakan suatu energi yangdapat digunakan secara efektif. Sebaliknya jika stres yang dialamiremaja di luar batas kemampuannya akan membuat remaja merasatidak nyaman dan merasa tertekan, sehingga para remaja perludibekali keterampilan pengelolaan emosi agar dapatmenyelesaikan masalah yang dihadapi.Tujuan spesifik yang akandicapai dalam pengabdian di SMK Muhammadiyah 2 Malang iniadalah memberikan keterampilan pengelolaan emosi remajadengan teknik relaksasi, EFT dan terapi tawa.Metode kegiatan pengabdian mandiri ini menggunakansistem sistem Focus Group Discussion (FGD) dan presentasi 30 %untuk eksplorasi masalah dan mengidentifikasi kepekaan danberfikir positif dan praktek teknik pengelolaan emosi 70 %.Antusiasme peserta tampak sejak awal kegiatan. Peserta yanghadir sebanyak 78 orang yang duduk dibangku kelas 3 SMK.Hasil pengabdian masyarakat ini diketahui bahwa pararemaja memiliki masalah yang beragam dan masih menggunakancara-cara yang kurang efektif dalam menyelesaikan masalah,sehingga teknik-teknik yang diajarkan untuk mengelola emosiketika menghadapi masalah sangat berguna bagi peserta.Teknik Relaksasi, Terapi Tawa dan EFT dapat membantumengatasi masalah yang dihadapi remaja. Sedangkan saran yangdapat diberikan adalah: (1) Program Pengabdian Masyarakat LPMUniversitas Muhammadiyah Malang dalam bentuk IPTEK perluditeruskan dan diperluas di lembaga pendidikan muhammadiyahyang lain terutama lembaga yang setingkat dengan SMKmengingat kegiatan tersebut memberi manfaat kepada pararemaja. (2) SMK Muhammadiyah 2 Malang perlu menjalinkerjasama dengan LPM Universitas Muhammadiyah Malangterutama dalam pembinaan siswa agar mereka mendapat kegiatankegiatanyang beragam untuk mengembangkan potensi dan jatidiri remaja Kata Kunci : Keterampilan Pengelolaan Emosi
Sosiodrama untuk meningkatkan kecerdasan moral pada siswa sekolah menengah pertama Ana Mutiya; Zainul Anwar; Ni’matuzahroh Ni’matuzahroh
Cognicia Vol. 7 No. 3 (2019): September
Publisher : Fakultas Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v7i3.9221

Abstract

Moral intelligence is a person's ability to determine right behavior and wrong behavior. High moral quality is needed as a benchmark for successful children in their social life. Students who have moral intelligence that is low in integrity in students are not formed, lack responsibility, do not think about other people's feelings when they hurt or behave, and easily act as desired. Lennick and Kiel formulated moral intelligence in four aspects, namely: integrity, responsibility, compassion, and forgiveness. The increase of a behavioral determination is not limited to instinct or children learning independently but from a character education. Sociodrama can be one method of increasing moral intelligence, because there are supporting indicators in sociodrama. This study aims to determine the effect of sociodrama methods on increasing moral intelligence in junior high school students. The research subjects were 26 who were divided into two control groups and the experimental group who had moderate and low scores on moral intelligence. This study used a quasi experiment with a control group design pre-test and post-test. Data analysis used paired sample t test, the results showed a difference between the pre-test and post-test score (r = 21,923 and p = 0,000 (p <0,05), so it can be concluded that the results of the study indicate a significant change from sociodrama intervention in improving moral intelligence in junior high school students.
Efektifitas Strategi Membaca Kolaboratif untuk Meningkatan Pemahaman Bacaan Siswa Sekolah Dasar Ni&#039;matuzahroh .
Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.305 KB) | DOI: 10.24036/rapun.v6i2.6621

Abstract

Abstrack: Effectivity of collaborative reading strategy to increase reading comprehension of students in elementary school. This research aimed to knew effectivity of collaborative reading strategy to increase reading comprehension of students in elementary school. Intervention during nine times meeting of 40 students in SDN 07 Pagi East Jakarta. Students are given pretest and posttest about the reading comprehension. The type of this research was quasi experiment with designed non randomized pretest-posttest group. Data were processed used quantitative by t-test examination. Then it also used observation and interviews method. The resulted showed that there was increase of reading comprehension after given collaborative reading strategy and it was effective to increase reading comprehension of students.Keywords: Collaborative reading strategy, reading comprehension, elementary school students.Abstrak: Efektifitas strategi membaca kolaboratif untuk meningkatkan pemahaman bacaan siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektiftas strategi membaca kolaboratif untuk meningkatkan pemahaman bacaan siswa sekolah dasar. Intervensi dilakukan selama 9 kali pertemuan pada 40 siswa SDN 07 Pagi Jakarta Timur. Siswa diberi pretes dan posttes tentang pemahaman bacaan. Tipe penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan disain non random pretes-postes. Analisa data menggunakan kuantitatif dengan analisis t-tes. Kemudian juga menggunakan metode observasi dan interview. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman bacaan setelah diberikan strategi membaca kolaboratif dan strategi tersebut efektif dalam meningkatkan pemahaman bacaan siswa.Kata kunci: Strategi membaca kolaboratif, pemahaman bacaan, siswa sekolah dasar.