Muhammad Suryadi
Linguistics Department, Faculty Of Humanities, Diponegoro University.

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penggunaan Varian Kode Bermakna Permintaan Tolong dalam Tuturan Mahasiswa Rantau Bawean di Surabaya Maret Arie Mashitoh; Muhammad Suryadi
Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 17, No 4: November 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nusa.17.4.370-383

Abstract

The use of several languages about asking for help in the form of communication, Bawean overseas students have a worrying phenomenon about the variation of the language they use. The occurrence of variations in the language they use has an influence on the use of language. This study has a problem formulation, What is the form of the variants of languange about asking for help on Bawean overseas students in Surabaya? and What factors which influence the variants of languange used by Bawean overseas students in Surabaya. The purpose of this study is to describe the variants of asking for help languages on bawean overseas student in surabaya and the factors that influence the existence the variants of language that Bawean overseas students in Surabaya use when communicating. The method that use in this study is a qualitative descriptive method with data collection by observing and taking notes. The theory used by the researcher is code mixing by (Muysken, 2000) and code switching by (Suwito, 1983). The results showed that there were 4 variations language used by Bawean overseas students in Surabaya for asking for help, namely, Bawean language, Javanese language with Surabaya's dialect, Indonesian, and English. Factors that influence the variants of languages of bawean overseas students in Surabaya in the communication asked for help are the origin area of the speech, environmental factors, and familiarity factors.
VARIASI BAHASA CERBONAN PADA MASYARAKAT PESANTREN (Cerbonan Language Variety in Islamic Boarding School Community) Vina Uctuvia; Muhammad Suryadi
SAWERIGADING Vol 28, No 1 (2022): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v28i1.939

Abstract

Penggunaan bahasa Cirebon pada Desa Babakan Kecamatan Ciwaringin Kaupaten Cirebon memiliki banyak variasi bahasa yang digunakan oleh penuturnya. Variasi bahasa tersebut diakibatkan oleh terbaginya masyarakat di daerah tersebut ke dalam masyarakat pesantren dan masyarakat non-pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana variasi bahasa muncul pada wilayah tersebut dengan menggunakan pendekan dialektologi. Melalui pendekatan dialektologi, bisa diketahui persebaran varian leksikon yang tergolong dalam bahasa Cirebon, selain itu kelebihan dengan menggunakan pendekatan ini adalah dapat menentukan pemetaan dan pendistribusian varian leksikon yang tersebar di Desa Babakan Kecamatan Ciwaringin. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik SBLC (Simak Bebas Libat Cakap) dan interview. Teknik hubung banding menyamakan (HBS), teknik hubung banding memperbedakan (HBB), dan teknik hubung banding menyamakan hal pokok (HBSP) digunakan untuk analisis data yang sudah terkumpul. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya tiga variasi bahasa Cirebon yang digunakan oleh masyarakat pesantren dan non-pesantren yang ada di wilayah penelitian, yaitu variasi bahasa dalam tataran dialek, variasi bahasa dalam tataran leksikon, dan variasi bahasa dalam tataran tingkat tutur.
KRITIK SOSIAL PRAKTIK KEAGAMAAN DALAM CERPEN ”ROBOHNYA SURAU KAMI”: KAJIAN STRUKTURALISME GENETIK Dewi Umi Kulsum; Ken Widyatwati; Muhammad Suryadi
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/kj3fta41

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini didasari oleh asumsi bahwa agama di Indonesia berperan penting dalam membentuk etika sosial dan nilai-nilai kemanusiaan. Namun, praktik keagamaan masa kini cenderung bergeser menjadi lebih formalistik dan ritualistik, mengikis aspek sosial dan empati. Realitas ini juga dipotret dalam karya sastra, yang mengangkat isu-isu sosial keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kritik sosial terhadap praktik keagamaan dalam cerpen  “Robohnya Surau Kami” karya A.A. Navis menggunakan pendekatan sosiologi sastra dengan dasar teori Strukturalisme Genetik Lucien Goldmann. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan fokus pada analisis struktur intrinsik cerita, konteks sosial pascakolonial, serta pandangan dunia tokoh sebagai cerminan kesadaran kolektif. Hasil penelitian menemukan pembacaan baru terhadap cerpen ini, yang menampilkan kritik terhadap formalistik dan fatalistik religius, serta rendahnya kepedulian sosial. Ketegangan antara tradisi lama dan keberagamaan progresif yang digambarkan melalui tokoh dan narasi, mengisyaratkan perubahan kesadaran kolektif menuju agama yang lebih kontekstual, sosial, dan humanistik sebagai respons atas realitas Indonesia tahun 1950-an. Analisis ini menunjukkan bagaimana karya sastra dapat menjadi cerminan dari dinamika sosial dan intelektual di masyarakat. KATA KUNCI: Kritik Sosial; Praktik keagamaan; Sosiologi  Sastra; Sztrukturalisme genetik   SOCIAL CRITICISM OF RELIGIOUS PRACTICES IN THE SHORT STORY “ROBOHNYA SURAU KAMI”: A GENETIC STRUCTURALISM STUDY   ABSTRACT: This study is based on the assumption that religion in Indonesia plays an important role in shaping social ethics and human values. However, current religious practices tend to shift towards being more formalistic and ritualistic, eroding social aspects and empathy. This reality is also portrayed in literary works, which raise socio-religious issues. This study aims to analyze social criticism of religious practices in the short story  “Robohnya Surau Kami” by A.A. Navis using a sociological approach to literature based on Lucien Goldmann's Genetic Structuralism theory. The method used is descriptive qualitative with a focus on analyzing the intrinsic structure of the story, the postcolonial social context, and the characters' worldviews as a reflection of collective consciousness. The results of the study reveal a new reading of this short story, which presents a critique of religious formalism and fatalism, as well as a lack of social awareness. The tension between old traditions and progressive religiosity, as depicted through the characters and narrative, suggests a shift in collective consciousness toward a more contextual, social, and humanistic religion in response to the realities of 1950s Indonesia. This analysis demonstrates how literary works can reflect the social and intellectual dynamics of society. KEYWORDS: Social criticism; Religious practices; Sociology of literature; Genetic structuralism Diterima: 23 September 2025 Direvisi: 28 September 2025 Disetujui: 1 Oktober 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka  : Kulsum, D. U., Widyatwati, K., & Suryadi, M. (2025). Kritik sosial praktik keagamaan dalam cerpen "Robohnya Surau Kami": Kajian strukturalisme genetik. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 566-580.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.