Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembinaan Digital Parenting Bagi Pimpinan Kristiani Di Indonesia Johanes Waldes Hasugian; Maria Patricia Tjasmadi
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 2 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i2.301

Abstract

Artikel ini menggambarkan bentuk pembinaan pimpinan kristiani dalam konteks pelayanan digital bagi anak. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperluas wawasan pimpinan kristiani dan memperkuat komitmen pelayanan di Indonesia berkenaan dengan strategi asuhan kristen bagi anak berbasis digitalisasi. Metode ceramah sengaja dipakai untuk menyampaikan konsep digital parenting. Diskusi dan tanya jawab membuat para peserta berinteraksi secara aktif, menyampaikan gagasan atau ide berkenaan dengan strategi pelayanan anak di era digital. LCD Projector, sound system serta ruang yang memadai memungkinkan peserta mengikuti kegiatan dengan nyaman. Peserta mendapatkan wawasan berkenaan dengan digital parenting dan terinspirasi serta berkomitmen untuk mengadopsi digitalisasi dalam pelayanan anak.
MANULANGI: JEJAK SPIRITUAL DALAM TRADISI BATAK YANG MENGINSPIRASI PEMBINAAN IMAN INTERGENERASI Junjungan Simorangkir; Johanes Waldes Hasugian; Bintahan Marodjahan; Shindy Roidola Napitupulu; Robert Juni Tua Sitio; Candra Tandi Reinhard Siagian
Manna Rafflesia Vol. 12 No. 2 (2026): April
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38091/man_raf.v12i2.666

Abstract

The Manulangi tradition in Batak society is a cultural practice that represents children's respect for their parents while strengthening family solidarity. The values ​​in this tradition align with Christian teachings, particularly the command to honor parents (Exodus 20:12). However, most previous studies have emphasized the symbolic and socio-cultural aspects of the Manulangi tradition, resulting in little exploration of its pedagogical potential in Christian faith education. This study aims to reinterpret the Manulangi tradition as a pedagogical medium for intergenerational Christian faith education. The study used a descriptive qualitative method through observation and in-depth interviews with religious leaders, traditional leaders, and village heads in Lumban Suhi-Suhi Village, Pangururan District, Samosir Regency, North Sumatra. Data analysis was conducted through data reduction, thematic categorization, and theological-pedagogical analysis with source triangulation validation. The results show that Manulangi functions not only as a traditional tradition but also as a learning space for faith values ​​that enable the transfer of values ​​between generations, such as respect, love, responsibility, and family reconciliation. With a contextual theological approach and adult education, this tradition has the potential to be developed as a pedagogical medium in contextual Christian faith education for the Batak people.