Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : KURVATEK

PENGARUH JUMLAH PENDUDUK TERHADAP PENGGUNAAN LAHAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK KOTA YOGYAKARTA MENGGUNAKAN REGRESI Ridayati ridayati
KURVATEK Vol 2 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v2i1.553

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun menjadikan kota Yogyakarta menghadapi pesatnya pembangunan fasilitas fisik dan sosial. Hal ini mengakibatkan daya dukung wilayah khususnya daya dukung lingkungan mengalami degradasi. Hal ini akan berdampak pada berkurangnya ruang-ruang terbuka, baik RTH maupun ruang terbuka non hijau. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji Pengaruh jumlah penduduk terhadap penggunaan lahan RTH Publik kota Yogyakarta menggunakan regresi linear sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan lahan Kota Yogyakarta didominasi oleh lahan terbangun berupa perumahan sebesar 64,64% dan perdagangan jasa sebesar 17,88%. Rincian penggunaan lahan di setiap kecamatan. Total luas ruang terbuka hijau (RTH) publik di Kota Yogyakarta mencapai 628,98 hektare, sementara RTH privat seluas 561,65 hektare. Hasil SPSS menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara luas RTH Publik dengan jumlah penduduk kota Yogyakarta
PENGGUNAAN PLUM MODEL DALAM ANALISIS PENGARUH FAKTOR PENGETAHUAN TERHADAP ATTITUDE DAN PRAKTEK PENGOLAHAN SAMPAH BERBASIS 3R Ridayati; A. Yunastiawan
KURVATEK Vol 7 No 2 (2022): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v7i2.3572

Abstract

Abstrak — Pengelolaan sampah rumah tangga merupakan isu penting dalam upaya menciptakan lingkungan permukiman yang berkelanjutan. Pengelolaan sampah rumah tangga memerlukan pola penanganan yang tepat. Upaya penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) dalam pengelolaan sampah rumah tangga juga merupakan salah satu pendekatan yang populer di Indonesia. Kabupaten Sleman sebagai salah satu bagian dari Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY) merupakan salah satu daerah yang berusaha menerapkan prinsip 3R dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus untuk mengukur hubungan antara pengetahuan tentang pengelolaan sampah rumah tangga berdasarkan prinsip 3R dengan sikap dan praktik yang dilakukan oleh masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis 3R di Kabupaten Sleman. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 300 responden yang merupakan kepala keluarga yang tinggal di Desa Sinduadi dan Sendangadi, Mlati, Kabupaten Sleman. Dataset dari hasil pengumpulan kuisioner diolah dengan menggunakan pendekatan Polytomous universal Model (PLUM) Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara aspek pengetahuan dengan sikap dan praktik masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga berbasis 3D. Kata kunci: sampah rumah tangga, 3R, PLUM
KETERKAITAN ELEMEN INFRASTUKTUR TRANSPPORTASI BERKELANJUTAN DALAM RANTAI PASOK KOMODITAS BERAS DI KULON PROGO Ridayati, Ridayati; Aminto Ardi, Iwan; Retno Hidayati, Solikhah
KURVATEK Vol 10 No 1 (2025): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v10i1.5524

Abstract

Adequate and sustainable infrastructure serves as a strong foundation for ensuring the efficiency, effectiveness, and sustainability of the rice supply chain. The rice supply chain is a complex system involving various actors and processes, from farmers to consumers. In-depth studies of this supply chain are crucial given the importance of rice as a staple food. This article aims to provide an overview of the interconnections between infrastructure elements in the rice supply chain. Previous studies on the rice supply chain have been limited to a single perspective, such as from the perspective of farmers as producers or rice as a product. This article attempts to explore new insights by measuring the interconnectedness of key elements in the rice supply chain. The method used is Network Enabling Transport Service (NETS), which is commonly used in the transportation field. Variables studied include infrastructure, traffic, regulations, communication, support services, and skills. The research results show that the weakest link in the rice supply chain network lies in the regulatory variable. Weak regulations can hinder efficiency, fairness, and sustainability in the supply chain. These findings underscore the importance of improving policies and regulations to support better integration of the rice supply chain. Regulations are particularly related to the development of infrastructure for the efficiency and resilience of the rice supply chain in the face of climate change challenges and demand fluctuations. Adequate infrastructure, such as roads, irrigation, and storage, is crucial to ensure the stable availability of quality rice