Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL AGROHITA

TANGGAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) TERHADAP APLIKASI TRICHODERMA DAN SISTEM PENGGENANGAN DI PEMBIBITAN AWAL Toto Suryanto; Vira Irma Sari; Raden Farid Damar
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 2 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i2.11553

Abstract

Ketersediaan unsur hara di dalam tanah pada media tanam bibit kelapa sawit sangat penting untuk diperhatikan, terutama karena ukuran media tanam yang terbatas. Hal ini membuat media tanam yang digunakan harus mengandung unsur hara yang cukup, memiliki tekstur dan struktur tanah yang tepat. Cendawan Trichoderma sp. menjadi salah satu alternatif meningkatkan kualitas media tanam bibit, karena mikroorganisme ini mampu mendegradasi bahan organik menjadi bentuk sederhana sehingga diserap tanaman. Metode penggenangan juga dapat dikombinasikan agar memudahkan proses penyiraman dan lebih efisien dalam penggunaan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan mendapatkan alternatif bahan dan cara, mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan mendapatkan kombinasi perlakuan yang tepat untuk bibit kelapa sawit di pembibitan awal. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Biologi Politeknik Kelapa Sawit CWE, mulai Desember 2018 sampai Juli 2019. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, faktor pertama adalah dosis Trichoderma sp. yaitu A1(0 mg), A2(5 mg), A3(10 mg), A4(15 mg). Faktor kedua adalah genangan air yaitu C1(5 cm) dan C2(10 cm). Analisis yang digunakan adalah ANOVA dan Uji Lanjut DMRT. Hasil percobaan menunjukkan bahwa Trichoderma sp. dan sistem penggenangan dapat dijadikan bahan dan sistem penyiraman bibit kelapa sawit. Pemberian Trichoderma sp. berpengaruh nyata secara tunggal terhadap tinggi bibit umur 2 dan 3 Bulan Setelah Tanam (BST) dan diameter batang 2 BST, sedangkan penggenangan pada diameter batang 1 BST. Interaksi nyata kedua faktor hanya terlihat pada jumlah daun 2 BST. Kombinasi perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan 10 mg Trichoderma sp. dengan ketinggian air 5 cm.
PENGENDALIAN GULMA PRA TUMBUH DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DENGAN PEMANFAAATAN EKSTRAK DAUN PAKU UBAN (Nephrolepis biserrata) SEBAGAI BIOHERBISIDA Vira Irma Sari
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 2 (2024): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i2.16781

Abstract

ABSTRAKĀ Gulma paku uban (Nephrolepis biserrata) adalah gulma yang umumnya tumbuh di batang dan areal perkebunan kelapa sawit, jika populasinya sudah di atas ambang ekonomi maka perlu dikendalikan karena dapat menyebabkan persaingan unsur hara dan mengganggu kegiatan pemanenan. Pengendalian paku uban akan menyebabkan limbah daun yang melimpah, oleh karena itu perlu solusi alternatif yang dapat mengurangi limbah tersebut, salah satunya adalah mengolahnya sebagai bioherbisida. Selain itu, daun paku uban juga mengandung senyawa alelokimia. Aplikasi bioherbisida dilakukan secara pra tumbuh untuk mengendalikan biji gulma, sehingga biji tidak mampu berkecambah dan tumbuh menjadi gulma. Penelitian ini bertujuan mendapatkan alternatif bahan organik yang dapat digunakan sebagai bioherbisida, mengetahui pengaruhnya terhadap gulma di Perkebunan kelapa sawit, dan mengetahui kandungan senyawa alelokimia bioherbisida daun paku uban. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan I, Politeknik Kelapa Sawit CWE, Bekasi, mulai Januari sampai Juni 2023. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari P0 (Air), P1 (10% bioherbisida), P2 (30% bioherbisida), P3 (50% bioherbisida). Analisis yang digunakan adalah ANOVA dan Uji Lanjut BNT. Hasil percobaan menunjukkan bahwa daun paku uban dapat dijadikan bahan alternatif untuk pembuatan bioherbisida, namun belum berpengaruh nyata terhadap daya tumbuh, tinggi, dan biomassa gulma, sehingga belum optimal dalam mengendalikan gulma. Kandungan alelokimia yang terkandung pada bioherbisida adalah flavonoid (0,068%) dan tanin (0,198%). Gulma yang dominan tumbuh di areal percobaan adalah Axonopus compressus dari golongan rumput-rumputan.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEA) TERHADAP PEMBERIAN LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN SEKAM PADI Vira Irma Sari; Sultan Afandi; Jojon Soesatrijo
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.15155

Abstract

Limbah tandan kosong merupakan salah satu limbah utama di perkebunan kelapa sawit yang memiliki kandungan unsur hara tinggi, sehingga dapat dijadikan media tanam untuk budidaya jamur merang. Jamur merang adalah jamur yang memiliki produksi rendah dibandingkan jamur tiram, sehingga perlu teknis budidaya yang tepat untuk meningkatkan produksinya. Salah satu aspek budidaya yang dapat ditingkatkan adalah penggunaan media tanam yang mengandung unsur hara tinggi juga ramah lingkungan seperti limbah tandan kosong kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan mendapatkan alternatif media tanam dari limbah tandan kosong kelapa sawit, mengetahui pengaruhnya terhadap kualitas media tanam, pertumbuhan dan produksi jamur merang, serta mendapatkan perlakuan terbaik. Penelitian ini dilaksanakan di PT Perkebunan Socfindo, Batubara, Sumatera Utara, mulai bulan Februari sampai Juni 2023. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) non factorial yang terdiri dari P0 (1 kg sekam padi (SP): 0 gram TKKS), P1 (0,5 kg SP : 0,5 kg TKKS), P2 (0 kg SP : 1 kg TKKS). Analisis yang digunakan adalah ANOVA dan Uji Lanjut BNT. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tandan kosong kelapa sawit dapat dijadikan media tanam alternatif untuk budidaya jamur merang. TKKS berpengaruh nyata terhadap suhu media tanam (hari ke-1 dan ke-6), tinggi, diameter, biomassa dan produksi jamur. Komposisi media tanam terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi jamur adalah 0 kg sekam padi dan 1 kg TKKS.