Muhammad Nurzaman
Universitas Galuh

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

FUNCTIONAL MOVEMENT SCREEN (FMS) SEBAGAI TES MOBILITAS, KESEIMBANGAN, DAN STABILITAS ATLET PASCA CEDERA Hendra Rustiawan; Ruli Sugiawardana; Muhammad Nurzaman
Wahana Pendidikan Vol 6, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5015.309 KB) | DOI: 10.25157/wa.v6i2.2966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang  instrument test yang berfungsi untuk mengukur komponen kondisi fisik mobilitas, keseimbangan, dan stabilitas atlet yang mengalami atau yang sudah pernah terkena cedera otot dan tulang sendi. Komponen tes FMS terdiri dari in-line lunge, hurdle step, deep squat, shoulder mobility, active straight-leg raise, trunk stability push-up, rotary stability Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) adanya hubungan antara atlet yang mengalami cedera otot dengan tes FMS, (2) tidak adanya hubungan, dan (3) adanya hubungan yang signifikan pada atlet yang mengalami cedera terhadap mobilitas, keseimbangan, dan stabilitas yang diukur dengan FMS, dan  (4) adanya pengaruh tes tersebut akan tetapi dengan sampel tertentu (usia). Hal ini dapat disimpulkan bahwa bahwa perlunya  dilakukan penelitian ulang dengan memperhatikan berbagai aspek (usia, jenis kelamin, dan profesi). Hal tersebut diharapkan FMS dapat digunakan pada penelitian kondisi fisik (strength and conditioning)
Pengaruh Latihan Bent Arm Twists Dengan Straight Arm Twists Terhadap Peningkatan Daya Tahan Otot Perut Dan Core Irwan Herawan; Gani Kardani; Muhammad Nurzaman
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v8i2.9621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan bent arm twists dengan straight arm twists terhadap peningkatan daya tahan otot perut dan core. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan “Pre Test Post Test Design”. Populasi dan sampel penelitian ini adalah siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Cintakarya Kec. Parigi. yang berjumlah 30 orang dan semua poplasi dijadikan sampel penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan sebagai pengumpul data adalah core muscle endurance and stability test (Mackenzie, 2005). Berdasarkan analisis data menggunakan SPSS 19, hasil pengolahan data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang berarti antara bentuk latihan bent arm twists dengan bentuk latihan straight arm twists terhadap peningkatan daya tahan otot perut dan core pada siswa putra SD Negeri 2 Cintakarya Kec.Parigi. Saran : Latihan untuk meningkatkan daya tahan otot perut dan core sebaiknya menggunakan bentuk latihan bent arm twists.
Tingkat Pemahaman Strategi Dan Tatktik Dalam Bermain Futsal Pada Siswa SMA Ade Sulistriono; Gani Kardani; Muhammad Nurzaman; Terra Erlina
Jurnal Keolahragaan Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v12i1.20047

Abstract

Pemahaman strategi-taktik menjadi unsur krusial dalam futsal. Meskipun memiliki teknik dan bakat unggul, kapasitas pemain menjadi kurang optimal tanpa penguasaan aspek strategis ini. Kenyataan menunjukkan masih banyak peserta ekstrakurikuler di tingkat SMA, termasuk di Kabupaten Ciamis, yang penguasaannya terhadap strategi dan taktik permainan futsal terbatas. Hambatan seperti kesalahan pemain dalam merespons serangan lawan atau kelemahan dalam pola pertahanan sering muncul akibat minimnya pemahaman ini. Penelitian deskriptif kuantitatif ini bertujuan mengukur tingkat pemahaman strategi-taktik bermain futsal di kalangan siswa pengikut ekstrakurikuler futsal di salah satu SMA di Ciamis. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen kuesioner berisi soal objektif terkait strategi-taktik futsal. Analisis deskriptif terhadap temuan penelitian mengungkapkan bahwa mayoritas pemahaman siswa peserta ekstrakurikuler berada pada kategori "sedang".
Pengaruh Latihan Box Jump dan Naik Turun Tangga Terhadap Power Otot Tungkai Riswan Taufik Ramadhan; Risma Risma; Muhammad Nurzaman
Jurnal Keolahragaan Vol 10, No 3 (2024): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v10i3.20430

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the effect of box jump and stair climbing exercises on leg muscle power improvement. The method used is an experiment with a Two Groups Pretest-Posttest Design. The population in this study is extracurricular sports participants at MTS Al-Aziz, with a sample size of 33 people determined through purposive sampling. The instrument used to measure lower limb muscle power was the vertical jump test. The results of the hypothesis test showed that box jump training had a significant effect on improving lower limb muscle power with a t-value of -15.209, df = 32, and significance of 0.000. Stair climbing exercise also showed a significant effect with a t-value of -1.209, df = 32, and significance of 0.000. Meanwhile, the third hypothesis test showed a significant difference between the two types of exercises on lower limb muscle power with a significance of 0.000. This study concluded that both types of exercises are effective but have different effects. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan box jump dan naik turun tangga terhadap peningkatan power otot tungkai. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain Two Groups Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta ekstrakurikuler olahraga di MTS Al-Aziz, dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur power otot tungkai adalah tes vertical jump. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa latihan box jump memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan power otot tungkai dengan nilai t sebesar -15.209, df = 32 dan signifikansi 0.000. Latihan naik turun tangga juga menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan nilai t sebesar -1.209, df = 32 dan signifikansi 0.000. Sementara itu, uji hipotesis ketiga menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kedua jenis latihan tersebut terhadap power otot tungkai dengan nilai signifikansi 0.000. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua jenis latihan efektif, namun memiliki pengaruh yang berbeda.
Perbandingan Metode Latihan Maraton Jarak Bertahap dan Hill Run Terhadap Peningkatan VO2max Kemal Muamar Sidki; Gani Kardani; Ruli Sugiawardana; Muhammad Nurzaman
Jurnal Keolahragaan Vol 9, No 3 (2023): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v9i3.20277

Abstract

This study aims to compare the effectiveness of gradual distance marathon training and hill run methods on improving VO₂max in extracurricular soccer participants at SMKN 1 Kawali, Ciamis Regency.The research method used was an experiment with a Two-Group Pretest-Posttest Design. The sample consisted of 24 students selected through purposive sampling and divided into two treatment groups. VO₂max measurements were conducted using the Multi-Stage Fitness Test (MSFT). The normality test of the data yielded an Asymptotic Significance value of 0.200, indicating that the data were normally distributed. The homogeneity test resulted in an Asymp. Sig. value of 0.107, indicating that the variances between groups were homogeneous. The first and second hypothesis tests using a paired sample t-test on each group showed a significant increase in VO₂max with an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000. The third hypothesis test using ANOVA showed a significant difference between the two training methods with an Asymp. Sig. value of 0.000.The results of this study conclude that both the gradual marathon distance method and the hill run method are effective in increasing VO₂max, but there is a significant difference in effectiveness between the two. These findings contribute to more targeted physical training strategies for developing the aerobic capacity of teenage soccer players.
Perbandingan Metode Latihan Split Manual Dan Split Leg Extension Dengan Fleksibilitas Otot Tungkai Pada Atlet Pencak Silat Di Perguruan Gajah Putih Cihaurbeuti Ciamis Yohan Abdulrouf; Gani Kardani; Muhammad Nurzaman; Tony Hartono
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 3 (2022): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v8i3.20070

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas perbandingan antara metode latihan manual split dan split leg extension dalam meningkatkan fleksibilitas otot tungkai pada atlet pencak silat di Sekolah Gajah Putih Cihaurbeuti Ciamis. Fleksibilitas otot tungkai berperan krusial dalam menunjang teknik menendang terbaik, meningkatkan jangkauan gerak, dan mengurangi kemungkinan cedera. Metode penelitian yang diterapkan adalah eksperimen dengan rancangan two group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 20 atlet yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok A melakukan latihan manual split dan kelompok B menggunakan alat bantu split leg extension, masing-masing selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Alat ukur fleksibilitas menggunakan tes V Sit and Reach yang dimodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua teknik latihan tersebut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan fleksibilitas (p = 0,000 pada uji-t sampel berpasangan). Kelompok split manual menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 4,50 cm (dari 23,80 cm menjadi 28,30 cm), sedangkan kelompok split leg extension menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 6,20 cm (dari 24,50 cm menjadi 30,70 cm). Hasil uji-t sampel independen menunjukkan nilai p = 0,003 (<0,05), yang menunjukkan perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua metode. Oleh karena itu, latihan split leg extension terbukti lebih efektif dalam meningkatkan fleksibilitas otot tungkai dibandingkan metode split manual. Temuan ini dapat menjadi panduan bagi pelatih dan atlet pencak silat dalam merancang program latihan fleksibilitas yang lebih efektif berdasarkan bukti ilmiah.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas antara metode latihan split manual dan split leg extension dalam meningkatkan pembekuan otot kaki pada atlet pencak silat di Perguruan Gajah Putih Cihaurbeuti Ciamis. Kelluasaan otot kaki memiliki peran krusial dalam mendukung teknik tendangan yang terbaik, meningkatkan jarak gerak, dan mengurangi kemungkinan cedera. Metode penelitian yang diterapkan adalah eksperimen dengan rancangan two group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 20 atlet yang terbagi menjadi dua kelompok: kelompok A melakukan latihan split manual dan kelompok B menggunakan alat bantu split leg extension, masing-masing selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Alat ukur permulaannya menggunakan tes V Sit and Reach yang telah dimodifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua teknik latihan memiliki dampak yang signifikan terhadap perbaikan perbaikan (p = 0,000 pada uji t-sampel berpasangan). Kelompok split manual menunjukkan peningkatan rata-rata 4,50 cm (dari 23,80 cm menjadi 28,30 cm), sedangkan kelompok split leg extension menunjukkan peningkatan rata-rata 6,20 cm (dari 24,50 cm menjadi 30,70 cm). Hasil uji t-test sampel independen menunjukkan nilai p = 0,003 (< 0,05) yang menandakan adanya perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua metode. Oleh karena itu, latihan split leg extension terbukti lebih ampuh dalam meningkatkan kesehatan otot kaki dibandingkan metode split manual. Penemuan ini dapat menjadi panduan menjadi bagi pelatih dan atlet pencak silat dalam menyusun program latihan yang lebih efektif dan berbasis pada bukti ilmiah. 
Survei Motivasi Beraktivitas Fisik Masyarakat Dusun Kalenanyar Aziz Nurfalah Tsani; Gani kardani; Muhammad Nurzaman; Ucu Abdul Ropi
Jurnal Keolahragaan Vol 10, No 3 (2024): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v10i3.20336

Abstract

ABSTRACTThis study aims to understand the motivation of physical activity in the Kalenanyar Hamlet community. The research method used in this study is descriptive analysis. The Kalenanyar Hamlet community has 15 members. The research instrument used to understand the Physical Activity Motivation Survey is the Motivation Questionnaire. The results of the research and analysis were carried out by researchers to understand amotivation, external regulation, introjected regulation, and intrinsic regulation. My answer in the statement "very true for me" has a frequency of around 89% with a percentage of 30%. Respondents' answers in the statement "Sometimes True For Me" have a total of 139 frequencies and a response rate of 48%. Respondents' answers in the statement "Not True For Me" have a total of 65 frequencies and a frequency of 22%. It is hoped that the results of this study can be a reference for further researchers if they decide to conduct more in-depth research with a larger sample size. Penelitian ini bertujuan untuk memahami motivasi aktivitas fisik masyarakat Dusun Kalenanyar. metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Komunitas Dusun Kalenanyar beranggotakan 15 orang. Instrumen penelitian yang digunakan untuk memahami Survei Motivasi Beraktifitas Fisik adalah Angket Motivasi. Hasil penelitian dan analisis dilakukan peneliti untuk memahami amotivasi, regulasi external, regulasi introjeksi, dan regulasi intrinsik. Jawaban Saya dalam pernyataan "sangat benar bagi saya" memiliki frekuensi sekitar 89% dengan persentase 30%. Jawaban responden dalam pernyataan "Kadang-kadang Benar Bagi Saya" memiliki total 139 frekuensi dan tingkat respons 48%. Jawaban responden dalam pernyataan "Tidak Benar Bagi Saya" memiliki total 65 frekuensi dan frekuensi 22%. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya jika mereka memutuskan untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam dengan jumlah sampel yang lebih banyak.