Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Guru di MA Burhanul Abrar Besuki Situbondo Rif'an Khumaidi; Halimatus Sa'diyah
Nusantara Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/njis.2022.3.2.132-143

Abstract

Tujuan penelitian yaitu Ingin mengetahui peran kepala sekolah dalam meningkatkan motivasi kerja guru di MA Burhanul Abrar, ingin mengetahui faktor yang menghambat dan upaya kepala sekolah untuk mengatasi hambatan dalam meningkatkan motivasi kerja guru di MA Burhanul Abrar Besuki. Metode penelitian yaitu kualitatif deskriptif, Sumber Data meliputi data primer, sekunder, pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi. Peneliti dalam menganalisis data kualitatif menggunakan metode analisis interaktif. Hasil penelitian ini yaitu peran kepala sekolah dalam meningkatkan motivasi kerja guru yaitu dengan a) sebagai seorang pendidik kepala sekolah fokus terhadap pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar disekolah, b) sebagai pemimpin sekaligus manajer, c) sebagai pelaksanaan program kerja, d) Pengawasan dan pengendalian juga dilakukan secara terus menerus, e) Sebagai seorang motivator. Kepala sekolah mengalami hambatan dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana dan Belum meratanya kemampuan atau skill dalam penggunaan internet dan teknologi merupakan hal yang harus diperhatikan. Upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah untuk mengatasi hambatan dalam meningkatkan motivasi kerja guru yaitu dengan melakukan koordinasi dengan guru dan karyawan, melakukan bimbingan secara individu dan kelompok kepada guru dan karyawan, melakukan pelatihan Diklat untuk guru dan karyawan, pemberian reward terhadap guru dan karyawan yang berprestasi.
Design of English Corner Extracurricular Activities in the 4.0 Industrial Revolution Era at Madrasah Ibtida'iyah Rif’an Humaidi; Amelia Vikri Laili
EDUCARE: Journal of Primary Education Vol. 3 No. 1 (2022): EDUCARE: Journal of Primary Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/educare.v3i1.76

Abstract

English Corner extracurricular activities are one of the choices for students to be able to learn English with more fun. Through the English Corner extracurricular program, the Madrasah provides provisions for its students to face the era of the industrial revolution 4.0. The purpose of this research is to add insight and to know the mechanism of the English corner extracurricular through the development, implementation, assessment, and evaluation of the English corner extracurricular in the 4.0 revolution era at MI Roudlotul Ulum Banyuwangi. This type of research is qualitative research with a descriptive design. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Data analysis used the concept of Miles and Huberman. The validity of the data was measured by means of triangulation of sources and techniques. The results showed that 1). The development of the English corner extracurricular in facing the 4.0 industrial revolution pays attention to human resources, needs, infrastructure, talents, and interests. 2). The implementation of the English corner extracurricular is almost the same as learning in general and is made more relaxed so that it is more comfortable in its implementation. 3). This English corner extracurricular assessment uses a written manual assessment, after which it is recapitulated and entered into the Digital Report Card Application (ARD). 4). This English corner extracurricular evaluation is carried out every six months or at the end of the semester, taking into account the development and implementation that was carried out in the previous semester.  Kegiatan ekstrakurikuler English Corner menjadi salah satu pilihan peserta didik untuk dapat mempelajari Bahasa Inggris dengan lebih menyenangkan. Melalui program ekstrakurikuler english corner, Madrasah tersebut memberikan bekal kepada siswanya untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. Tujuan penelitian ini untuk menambah wawasan serta mengetahui mekanisme ekstrakurikuler english corner melalui pengembangan, pelaksanaan, penilaian, dan evaluasi ekstrakurikuler english corner pada era revolusi 4.0 di MI Roudlotul Ulum Banyuwangi. Jenis penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan konsep Miles dan Huberman. Keabsahan datanya diukur dengan cara triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Pengembangan ekstrakurikuler english corner dalam menghadapi revolusi industri 4.0 ini memperhatikan sumber daya manusia, kebutuhan, sarana prasarana, bakat dan minat. 2). Pelaksanaan ekstrakurikuler english corner hampir sama dengan pembelajaran pada umumnya dan dibuat lebih santai agar lebih nyaman dalam penyelenggaraannya. 3). Penilaian ekstrakurikuler english corner ini menggunakan penilaian manual yang tertulis, setelah itu direkap dan dimasukkan dalam Aplikasi Raport Digital (ARD). 4). Evaluasi ekstrakurikuler english corner ini dilakukan setiap 6 bulan sekali atau pada akhir semester, dengan memperhatikan pengembangan dan pelaksanaan yang telah dilakukan pada semester sebelumnya.
ANALISIS KHIYAR MAJLIS DI ERA ONLINE SHOP Humaidi, M. Rif’an
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 20 No. 01 (2024): JANUARI
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Buying and selling is a type of activity that is often carried out by humans in everyday life. This economic behavior has been formed since humans began to feel the need for other individuals who had goods/services that they did not have even though they needed or wanted them. It is from the development of forms of buying and selling transactions and marketing that we now know the term online shop. The definition of an online shop is a process of purchasing goods or services from those who sell via the internet. Khiy?r Majlis is a voting right owned by the seller and buyer which is always attached to both of them and will not automatically expire unless they or one of them separates from the Majlis Akad. In online transactions, Khiy?r Majlis is difficult to apply, because of the differences in Majlis Akad that occur in online transactions. The purpose of this article is to analyze the new formulation, so that it can apply to online transactions of any type. The results of this research show that the classic Khiy?r Majlis concept is the right to choose for sellers and buyers to continue transactions that have been realized or cancel them in the same meeting. Conventional Khiy?r Majlis does not find a point of relevance when applied to online shops, because online shops are very different from Conventional buying and selling is carried out by holding a meeting between the buyer and the seller in the same Majlis. The concept of Khiy?r Majlis in online transactions is directly likened to two people transacting in one place which ends with the internet connection being cut off, while the concept of Khiy?r Majlis in online transactions is not directly after The buyer accepts the agreement after the arrival of the ?j?b written message from the seller. Keywords: Khiyar majlis, Concept, Online shop
Trans-Paradigm of Ex-Khilafah Ideologists; Paradigm Changes Analysis of Ex-Khilafah Ideologists in Tapal Kuda Humaidi, Rif'an; Mukaffan, Mukaffan; Imam, Mashur
JURNAL AT-TURAS Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/at-turas.v10i2.6563

Abstract

This research is based on the gap between the theory of religious conflict and the reality of the religious transition paradigm currently. Media issues have warmed up again lately with some news about the policy of disbanding radical mass organizations. After the dissolution of Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), the Islamic Defenders Front (FPI) stumbled on administrative problems. After it was disbanded, the all members and cadres of the organizations chose to change their religious paradigm. The transition process is the main focus of this research. Based on the general framework of the shifting paradigm theory, the sub-focus consists of how to anomaly, the Critique process untill form a new paradigm of ex- Khilafah ideologues. In order to further limit the study, the site raised is the former ideologue Khilafah of Tapal Kuda. All problems are studied qualitatively using a phenomenological approach. The important findings of this study can be divided into three parts. First, the anomaly of the ex- Khilafah ideologue. There are three forms of anomaly, namely socio-cultural anomaly, siyasa anomaly and tradition anomaly. Second, the Critique process of ex- Khilafah ideologues. Its scope are socio-cultural Critique and siyasa Critique. Third, his new paradigm. There are two patterns of paradigm for the former ideology of the Khilafah, namely there are those who continue to fight for the Khilafah and there are those who choose to continue their ideological struggle. The first group carried out the process of marhala tsaqif and taf'ul. This last group bases its religious views on the majority, namely the religious paradigm of NU and Pesantren.
STRATEGI PESANTREN DALAM MENUMBUHKAN ENTREPRENEURSHIP SANTRI Humaidi, Rif’an; Auniyah, Jazilatul
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 2 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n2.p560--573

Abstract

The purpose of this research is to describe: 1) the of the Islamic boarding school's strategy in the planning stage in fostering santri entrepreneurship. 2) of the Islamic Boarding School strategy in the implementation stage in fostering santri entrepreneurship. 3) of the Islamic Boarding School strategy in the evaluation stage in fostering santri entrepreneurship. This research uses a qualitative approach with a descriptive type. Data analysis techniques used Miles, Huberman namely: data condensation, data presentation, and data verification/conclusion. The validity of the data uses source triangulation and technical triangulation. The results of this research are the Islamic Boarding School's strategic in fostering student entrepreneurship at the Raden Rahmad Sunan Ampel Antirogo Jember Islamic Boarding School which includes the planning, implementation and evaluation stages. The planning stage includes the following steps: formulation of the vision, environmental assessment, organizational assessment and determination of the santri strategy. While the implementation phase includes strategy implementation, change analysis, change planning, communicating changes and consolidating changes. The evaluation phase includes review activities and performance measurement.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1)  strategi Pesantren pada tahap perencanaan dalam menumbuhkan entrepreneurship santri. 2) strategi Pesantren pada tahap implementasi dalam menumbuhkan entrepreneurship santri. 3) strategi Pesantren pada tahap evaluasi dalam menumbuhkan entrepreneurship santri. Penelitian ini  menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik analisis data menggunakan Miles, Huberman  yaitu: kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi/ kesimpulan data. Keabsahan data menggunakann trianggulasi sumber dan trianggulasi teknik. Hasil dari penelitian ini strategi Pesantren dalam menumbuhkan entrepreneurship santri di Pondok Pesantren Raden Rahmad Sunan Ampel Antirogo Jember mencakup tahap perencanaan, implementasi dan Evaluasi. Tahap perencanaan meliputi langkah-langkah: perumusan visi, asesmen lingkungan, asesmen organisasi dan penentuan strategi santri. Sedangkan tahap implementasi meliputi implementasi strategi, analisa perubahan, perencanaan perubahan, mengkomunikasikan perubahan serta mengkonsolidasi perubahan. Tahap evaluasi meliputi aktivitas peninjauan ulang dan pengukuran kinerja.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa melalui Metode Mind Mapping pada Materi Teladan Mulia Asmaulhusna dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Maryani, Sawitri; Humaidi, Rif'an; Trisnawati, Erwin; Afriza, Dedy
Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development, January 2025
Publisher : Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jptpd.v1i2.34

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada materi teladan mulia Asmaulhusna di kelas IVA SDN 1 Mulyamekar, Purwakarta. Observasi awal menunjukkan bahwa hasil belajar siswa masih belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran. Siswa terlihat pasif, kurang antusias, dan pembelajaran didominasi oleh guru (teacher-centered). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar melalui metode Mind Mapping. Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) digunakan dengan empat tahap: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan tes, dan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar: ketuntasan belajar pada Siklus I mencapai 53,66%, sedangkan Siklus II mencapai 80,25%. Kesimpulannya, penerapan metode Mind Mapping efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi teladan mulia asmaulhusna. This study is motivated by the low learning outcomes of students on the noble role models of Asmaulhusna material in the Islamic Education and Character subject for Class IVA at SDN 1 Mulyamekar-Purwakarta. Initial observations indicated that student achievement had not yet met the Learning Objective Achievement Criteria. Students appeared passive, less enthusiastic, and learning was teacher-centered. This study aims to improve learning outcomes through the Mind Mapping method. The Classroom Action Research (CAR) method was used with four stages: planning, action, observation, and reflection. Data collection techniques included observation and testing, and data validity was ensured through source and technique triangulation. Results showed an improvement in student learning outcomes: the completion rate in Cycle I was 53.66%, rising to 80.25% in Cycle II. In conclusion, applying the Mind Mapping method effectively enhances students' learning outcomes on the noble role models of Asmaulhusna material.
Penerapan Modul Pembelajaran Interaktif Materi Tauhid tentang Kisah Nabi dan Rasul untuk Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik Rohaeti, Cucu; Humaidi, Rif'an; Trisnawati, Erwin; Istiyani, Dwi
Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development Vol. 2 No. 1 (2025): Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development, July 2025
Publisher : Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jptpd.v2i1.106

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan dan mengimplementasikan modul pembelajaran interaktif Pendidikan Agama Islam (PAI) mengenai materi Tauhid, khususnya tentang kisah Nabi dan Rasul, guna meningkatkan pemahaman peserta didik kelas VIII di SMP Islam Al Azhar Purwakarta pada tahun pelajaran 2024/2025. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Modul yang dikembangkan memanfaatkan media interaktif seperti video, permainan edukatif, dan tugas kolaboratif untuk mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aspek keaktifan, kerjasama, tanggung jawab, dan toleransi peserta didik setelah penerapan modul pada siklus kedua. Tes hasil belajar menunjukkan peningkatan dari 29,4% peserta didik yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada siklus pertama menjadi 88,24% pada siklus kedua. Selain itu, hasil angket menunjukkan bahwa peserta didik merasa lebih tertarik, terbantu dalam memahami materi, dan menganggap proses pembelajaran lebih menyenangkan dengan penggunaan modul interaktif ini. Penelitian ini memberikan kontribusi positif terhadap praktik pengajaran PAI di SMP Islam Al Azhar Purwakarta dan dapat menjadi referensi bagi pengembangan modul pembelajaran interaktif di sekolah-sekolah lain. This study aims to develop and implement an interactive Islamic Education learning module focused on Tauhid material, specifically the stories of Prophets and Messengers, to enhance students’ understanding in grade VIII at SMP Islam Al Azhar Purwakarta during the 2024–2025 academic year. The method used in this research is classroom action research (CAR), which consists of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The developed module incorporates interactive media such as videos, educational games, and collaborative tasks to encourage active student engagement. The results show a significant increase in students' activeness, cooperation, responsibility, and tolerance after applying the module in the second cycle. Learning test results improved from 29.4% of students meeting the Minimum Mastery Criteria in the first cycle to 88.24% in the second cycle. Additionally, questionnaire results indicate that students became more interested, found the material easier to understand, and perceived the learning process as more enjoyable with the interactive module. This study provides a positive contribution to Islamic education teaching practices at SMP Islam Al Azhar Purwakarta and can serve as a reference for developing interactive learning modules in other schools.
Pendidikan Karakter Perspektif Tokoh Lintas Agama: Character Education from the Perspective of Interreligious Leaders Humaidi, Rif’an
Fenomena Vol 14 No 1 (2015): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v14i1.578

Abstract

The discourse on character education has been strongly promoted as an effort to address the aforementioned social issues in education. Therefore, it is no surprise that the discourse on character education is widely discussed, debated, and deliberated across various media, including print (newspapers, magazines, tabloids, bulletins), online platforms, TV, and others. In several academic forums such as seminars, dialogues, discussions, workshops, and training programs, issues related to youth and their disparities are consistently brought up. Even education practitioners engage in addressing these current issues. Wacana mengenai pendidikan karakter begitu kuat diwacanakan. Hal itu sebagai upaya untuk menjawab masalah-masalah sosial pendidikan di atas. Sehingga, tidak heran jika wacana pendidikan karakter begitu ramai diperbincangkan, diperdebatkan, dan didiskusikan mulai dari media cetak (koran, majalah, tabloid, buletin), media online, TV, dan lain sebagainya. Dalam beberapa forum ilmiah, seperti seminar, dialog, sarasehan, workshop, diklat, masalah remaja dan disparitasnya selalu diperbincangkan. Bahkan praktisi pendidikan pun melakukan pendidikan terkait dengan isu-isu aktual tersebut.
Manajemen Kesiswaan dalam Menggali Potensi dan Meningkatkan Prestasi Non-Akademik Peserta Didik di MTs Walisongo Umbulsari Rahman, Ummu Atika Dwi Dayanti; Fauzi, Imron; Humaidi, Rif’an
Instructional Development Journal Vol 6, No 3 (2023): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idj.v6i3.29201

Abstract

Ruang lingkup operasional administrasi sekolah meliputi manajemen siswa. Hal ini mencakup pengawasan dan koordinasi semua upaya yang berhubungan dengan sekolah. Manajemen siswa lebih dari sekadar mengawasi kegiatan sehari-hari siswa; manajemen siswa juga berkontribusi pada pertumbuhan dan perkembangan siswa dalam lingkungan pendidikan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk analisisnya. Subjek diidentifikasi dengan metode yang disengaja. Strategi pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pendekatan interaktif yang dikembangkan oleh Milles dan Huberman untuk analisis data memerlukan tiga tahap - reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Triangulasi sumber dan metode digunakan untuk menguji keandalan data yang dikumpulkan.
Organizational Culture as a Catalyst for Literacy Development in Islamic Boarding School Humaidi, Rif'an
JURNAL AL-TANZIM Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/al-tanzim.v8i3.9121

Abstract

Organizational culture in Islamic boarding schools plays a crucial role in improving students' literacy. Identifying the most influential cultural elements can help develop strategies to strengthen literacy skills among students. This study aims to analyze the role of organizational culture in promoting students' literacy in Islamic boarding schools. The research method used is qualitative, with a case study approach involving interviews, observations, and documentation. Data analysis using the Miles and Huberman model includes data reduction, systematic data presentation, and conclusion. The results of this study indicate that a conducive learning environment in Islamic boarding schools, strengthening sustainable literacy programs, effective collaboration with external partners, and developing values and norms by Islamic boarding school principles significantly contribute to improving students' literacy. These findings emphasize the importance of a holistic approach involving various aspects of organizational culture to achieve better student literacy outcomes. This study provides implications for Islamic boarding school management's importance in strengthening cultural elements that support literacy. In addition to providing new insights, this study contributes significantly to educational policies in Islamic boarding schools.