Yoanita Kartika Sari Tahalele
Universitas Ciputra Surabaya

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Moda : The Fashion Journal

PERANCANGAN RESORT WEAR BATIK MANGROVE SEBAGAI IMPLEMENTASI SUSTAINABLE BATIK PADA KOLABORASI BRAND BATIK SERU DAN ANGIE ALEXANDRA Angelynn Gianina Alexandra; Marini Yunita Tanzil; Yoanita Kartika Sari Tahalele
Moda : The Fashion Journal Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v2i2.1488

Abstract

Industri Fashion adalah industri penghasil limbah terbesar kedua di dunia karena tuntutan kecepatan fast Fashion. Akibatnya, di Indonesia, terjadi tuntutan tinggi akan produksi batik dengan harga yang lebih ren- dah sehingga industri batik menjadi UMKM penghasil emisi karbon tertinggi karena tingginya penggunaan kerosin, listrik, pewarna sintetis, konsumsi air, dan menimbulkan pencemaran di sungai-sungai. Namun, batik merupakan warisan budaya yang ditetapkan oleh UNESCO, sehingga diperlukan suatu alternatif batik yang lebih ramah lingkungan, contohnya Batik Mangrove. Berdasarkan karakteristiknya, Batik Man- grove cocok untuk dijadikan resort wear. Penelitian dilakukan dengan metode observasi dan wawancara untuk pengumpulan data primer yang bersifat kualitatif dan kuesioner untuk memperoleh data kuantitatif. Subjek penelitian adalah 6 orang expert di bidang batik dan wastra, design gra s, dan pewarnaan alam, beserta 12 orang extreme user. Hasilnya, proyek kolaborasi Batik SeRu dan Angie Alexandra berupa Koleksi Hangrungkebi, yang terinspirasi dari keindahan lautan Indonesia. Pembuatannya dikerjakan se- cara ramah lingkungan dengan menggunakan pewarna alam dari limbah mangrove. Sebagian dari hasil penjualan dialokasikan untuk konservasi mangrove dan pemberdayaan masyarakat.
PERANCANGAN PAKAIAN B-LEISURE UNTUK WANITA KARIR DENGAN KONSEP TRANSFORMABLE PADA BRAND LAGOM Devina Gunawan; Yoanita Kartika Sari Tahalele; Marini Yunita Tanzil
Moda : The Fashion Journal Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v2i2.1489

Abstract

Kian populernya sosok wanita karir milenial di Indonesia, berdampak pada peningkatan mobilitas keseharian wanita karir, yang semakin mengarah pada pola gaya hidup b-leisure, dan mendorong akan kebutuhan berpakaian praktis bagi wanita karir. Dengan adanya pergeseran pola perilaku konsumen, perancangan ini bertujuan mengatasi problema efektivitas berpakaian lewat nilai fungsionalitas pakaian yang menjadi daya tarik utama dari perancangan berkonsep transformable ini. Sebagai objek dari penelitian perancangan adalah wanita karir milenial bermobilitas tinggi, bergaya hidup b-leisure, dan pecinta fesyen. Penelitian ini bersifat kualitatif berupa data primer yang diperoleh melalui wawancara expert, extreme users, dan observasi studi tipologi, serta bersifat kuantitatif berupa survei market. Terdapat pula data sekunder berupa kajian literatur yang bersumber dari buku, jurnal, dan artikel sebagai penunjang kajian literatur perancangan ini. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kebaruan konsep mendapat respon positif dan penerapan aspek-aspek desain seperti siluet tted-loose, smart-casual style, material, pewarnaan yang tidak monoton, serta motif minimalis modern sangat diminati. Dalam pengembangannya, penggunaan teknik adds on dan reversible sebagai penerapan konsep transformable harus dikemas secara user-friendly dan tetap fashionable. Karenannya, tujuan akhir brand Lagom adalah menciptakan perancangan pakaian ready to wear wanita berkonsep transformable empat hingga lima gaya berbeda yang dapat disesuaikan oleh konsumen secara personal, yang mendukung aktivitas wanita karir di tengah kepadatan kesehariannya untuk dapat mengenakan busana yang cocok dalam akitvitas b-leisure kapanpun secara praktis dan fungsional.
PERANCANGAN BUSANA WANITA DENGAN MENGGUNAKAN UPCYCLE SISA BAHAN DENGAN MENGAPLIKASIKAN TEKNIK PATCHWORK Marini Yunita Tanzil; Melinda Caroline; Yoanita Kartika Sari Tahalele
Moda : The Fashion Journal Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v3i1.1801

Abstract

Perkembangan produk fesyen khususnya pakaian wanita semakin berkembang mulai dari segi teknik yang di gunakan dalam pembuatan material, details hingga desain yang inovatif. Proses produksi menghasilkan limbah sisa kain yang memiliki dampak buruk dalam 3 aspek yaitu pencemaran tanah jika tertumpuk sehingga mengganggu biota tanah, jika limbah di buang ke sungai dapat menyebabkan saluan air terganggu atau tersumbat dan jika di bakar akan menimbulkan polusi udara. Limbah kain berbahaya jika tidak di olah dengan benar bagi lingkungan sekitar karena susah untuk terurai. Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu mengurangi limbah sisa kain dari hasil produksi desainer dan memberikan nilai jual pada produk fesyen. Menggunakan cara upcycle dengan teknik patchwork yaitu menggabungkan beberapa potongan kain sehingga membentuk suatu aplikasi pada pakaian ready to wear deluxe yang memiliki value art dan budaya chinese zodiac. Metode wawancara expert dan extreme user, melakukan survei jurnal maupun sumber internet lainnya. Penerapan upcycle pada kasus limbah kain desainer yang di implementasikan menjadi suatu produk yang memiliki nilai jual tinggi diharapkan dapat memberikan kesadaran kepada pekerja fesyen tentang bahaya dari limbah produksi sehingga tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan sekitar.
DESIGNING READY-TO-WEAR DELUXE FASHION WITH LONTARA BUGIS MOTIFS USING PLASTIC BAG WASTE AND STITCHING TECHNIQUES Valerie, Gricel; Tanzil, Marini Yunita; Tahalele, Yoanita Kartika Sari
MODA Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v6i2.5649

Abstract

Plastic bag waste is one of the largest pollutants damaging the environment. Due to its single-use nature, the impact on the environment is severe. Therefore, the reuse of plastic bag waste is essential. Additionally, the use of Bugis Lontara script, a cultural language, is becoming unrecognized by the younger generation when it is a unique identity of a country. Promoting the Bugis Lontara script is hoped to help raise awareness among public. The project will be a ready-to-wear deluxe party attire. The research method used is qualitative. Primary data collection was conducted through interviews with 6 experts and 12 extreme users, while secondary data sources were obtained from scientific journals, reference books, and online articles. The design stages used are the Design Thinking Stages. Based on primary and secondary data, it was found that the production of plastic bag waste continues to rise annually, and various recycling methods are being implemented in the fashion industry. Moreover, the use of the Bugis Lontara script is rarely known or used, with many young people unaware of it. Therefore, preservation actions are necessary through the fashion industry. The application of motifs is done entirely by hand, enhancing the value of the clothing, which is realized in the form of party attire.
PEMANFAATAN LIMBAH DENIM UNTUK PERANCANGAN STREETWEAR WANITA MENGGUNAKAN TEKNIK INTERLOCKING MODULAR DAN LASER CUT Salsabil, Zafira Salma; Tanzil, Marini Yunita; Tahalele, Yoanita Kartika Sari
MODA Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v7i1.5699

Abstract

The fashion industry, particularly the denim sector, is experiencing rapid growth in Indonesia but also causes significant environmental problems due to poorly managed production waste. This research aims to reduce environmental pollution by utilizing denim waste through interlocking modular and laser cut techniques in the design of women's streetwear. The interlocking modular technique allows the combination of denim fabric modules into strong and aesthetically pleasing structures, while laser cutting is used to precisely cut decorative motifs. This method is developed based on techniques previously applied by Eunsuk Hur. This study employs a qualitative method through interviews with six experts and twelve extreme users, along with observations, literature reviews, journals, and articles. The results indicate that the combination of interlocking modular and laser cut techniques can produce visually appealing women's streetwear collections while reducing fashion industry waste. In the initial stages, denim modules used in the interlocking modular technique were not lined with interfacing, making them prone to damage even after using the laser cut technique. The study found that adding interfacing is crucial to prevent fiber damage. Denim, being a material that is quite challenging to process using the interlocking modular technique, requires in-depth experimentation to adjust methods to achieve the desired aesthetic and functional outcomes. Overall, this research provides valuable insights into experimental approaches in sustainable fashion design. By continuously experimenting and involving users in the development process, it is hoped that this innovation can inspire the local fashion industry to be more mindful of denim waste utilization and support environmental sustainability.