Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Communication Management

Manajemen Komunikasi Event Organizer Virtual Muhammad Sodiq; Mochammad Rochim
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.639 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i1.173

Abstract

Abstact. This research is motivated by the continuity of event organizers in holding shows that cannot be done properly due to pandemic conditions and as a result they choose to be held in a virtual format. The new format, namely virtual, requires a different communication management because it is done with virtual communication media. This study will discuss the communication management carried out by the Jatiwangi Cup, namely bodybuilding and cultural arts performances carried out in a virtual format. The research method uses a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques that will be used are interview observations, and literature study. The results of the study were analyzed based on Koonts and O'Dannel's communication management theory which consisted of aspects of planning, organizing, staffing, leading, and controlling. The results of the study found that the Virtual Jatiwangi Cup carried out the communication management process by using virtual communication from the planning of the show to the execution of the show. The most applied aspects are planning, controlling, and leading aspects because non-proft event shows and voluntary membership can make the Jatiwangi Cup Virtual held from 2019 – 2021. The communication management process takes place by utilizing virtual communication media such as WhatsApp and Zoom. encountered in the process, namely the adaptation of members from a technical, concentration, and psychological point of view. The selection of virtual and the use of new media in the implementation of the show makes Jatiwangi Cup experience show innovation and bring regional values ​​to the show that can be known more widely and can compete with other cultures through the internet. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi keberlangsungan event organizer dalam menyelenggarakan pertunjukkan tidak bisa dilakukan semestinya karena kondisi pandemic dan alhasil memilih untuk diselenggarakan dalam format virtual. Format baru yaitu virtual diperlukan manajamen komunikasi yang berbeda karena dilakukan dengan media komunikasi virtual. Penelitian ini akan membahas manajamen komunikasi yang dilakukan Jatiwangi Cup yakitu pertunjukkan binaraga dan seni budaya yang dilaksanakan dalam format virtual. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan yaitu pengamatan wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian dianalisis berdasarkan teori manajamen komunikasi Koonts dan O’Dannel yang terdiri dari aspek planning, organizing, staffing, leading, dan controlling. Hasil penelitian didapati bahwa Jatiwangi Cup Virtual menjalankan proses manajemen komunikasi tersebut dengan menggunakan komunikasi virtual dari perecenanaan pertunjukkan sampai pelaksanaan pertunjukkan. Aspek yang paling diterapkan yakni aspek planning, controlling, dan leading karena pertunjukkan acara yang non-proft dan keanggotaannya secara sukarela bisa membuat menggelar Jatiwangi Cup Virtual dari tahun 2019 – 2021. Proses manajemen komunikasi berlangsung dengan memanfaatkan media komunikasi virtual seperti WhatsApp dan Zoom, kendala yang ditemui dalam prosesnya yaitu adaptasi anggota dari segi teknis, konsentrasi, dan psikologis. Pemilihan virtual dan penggunaan media baru dalam pelaksanaan pertunjukkan membuat Jatiwangi Cup mengalami inovasi pertunjukkan dan membawa nilai-nilai kedaerahan pertunjukkan bisa diketahui lebih luas dan bisa bersaing dengan budaya lainnya melalui internet.
Pengaruh Konten Instagram @Thegreatasiaafrica.id terhadap Minat Berkunjung Pengikutnya Satriya Prana Arazqi; Mochammad Rochim
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.594 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i1.1540

Abstract

Abstract . Vacations and tours are now starting to become a primary need for the community. Various kinds of tourist attractions certainly give rise to a lot of competition in various fields, one of which is in the field of promotion which is carried out through various media, one of which is through social media Instagram. The creative team from various tourist attractions compete with each other for content to attract potential visitors to come to related tourist attractions. The purpose of this research is to find out how much influence @thegreatasiaafrica.id's Instagram content has on followers' visiting interest. The research conducted by the researcher is a research that uses a quantitative approach and uses a linear regression analysis research method. The results of this study concluded that there was an effect of @thegreatasiaafrica.id's Instagram content on followers' interest. Abstrak. Berlibur dan berwisata saat ini sudah mulai menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat. Berbagai macam tempat wisata tentunya memunculkan banyak sekali memunculkan persaingan di berbagai bidang, salah satunya dalam bidang promosi yang dilakukan melalui berbagai macam media, salah satunya melalui media sosial Instagram. Tim kreatif dari berbagai macam tempat wisata ini saling mengadu konten untuk menarik minat calon pengunjungnya agar mau datang ke tempat wisata terkait. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh konten Instagram @thegreatasiaafrica.id terhadap minat berkunjung pengikutnya. Penelitian yang dilakukan peneliti merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif serta dengan menggunakan metode penelitian analisis regresi linear. Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa ada pengaruh dari konten instagram @thegreatasiaafrica.id terhadap minat pengikutnya.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Customer Service terhadap Kepuasan Pelanggan: Studi korelasi antara kualitas pelayanan customer service dengan kepuasan pelanggan PT. Indosat Ooredo di Kota Bandung Kurnia Dzikiryantos; Mochammad Rochim
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.841 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i1.1803

Abstract

Abstract. A customer service must quickly understand customer desires and are required to be able to communicate in clear and easy to understand language. Good, satisfying and maximum service provided by Customer Service greatly affects the satisfaction of the customer concerned. The purpose of this study was to determine the relationship between service quality and customer satisfaction of PT. Indosat Ooredoo in Bandung City. The method used in this research is a survey, this type of research includes correlational research. The population in this study is Indosat Ooredoo customers in Bandung. The sampling technique used was probability sampling with a simple random technique. The research sample was 400 respondents. Data collection techniques using a questionnaire/questionnaire, interviews and documentation. Data analysis technique using simple linear regression. The results showed that there was a relationship between the physical appearance of employees and customer satisfaction of PT. Indosat Oredoo in Bandung, there is a relationship between the ability to be empathetic employees with customer satisfaction PT. Indosat Oredoo in Bandung, there is a relationship between the ability to provide services with customer satisfaction PT. Indosat Oredoo in Bandung, there is a relationship between the ability of employees to respond to customers with customer satisfaction PT. Indosat Oredoo in Bandung, there is a relationship between the ability of employees to grow trust with customer satisfaction PT. Indosat Oredoo in Bandung City. Abstrak. Seorang customer service harus cepat memahami keinginan pelanggan dan dituntut dapat berkomunikasi dengan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti. Pelayanan yang baik, memuaskan dan maksimal yang diberikan oleh Customer Service sangat berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan yang bersangkutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pelanggan PT. Indosat Ooredoo di Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei, jenis penelitian ini termasuk penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan Indosat Ooredoo di Kota Bandung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan probability sampling dengan teknik simple random. Sampel penelitian sebanyak 385 responden. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket/kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara penampilan fisik karyawan dengan kepuasan pelanggan PT. Indosat Oredoo di Kota Bandung, terdapat hubungan antara kemmapuan bersikap empati karyawan dengan kepuasan pelanggan PT. Indosat Oredoo di Kota Bandung, terdapat hubungan antara kemampuan memberikan pelayanan dengan kepuasan pelanggan PT. Indosat Oredoo di Kota Bandung, terdapat hubungan antara kemampuan karyawan merespon pelanggan dengan kepuasan pelanggan PT. Indosat Oredoo di Kota Bandung, terdapat hubungan antara kemampuan karyawan menumbuhkan kepercayaan dengan kepuasan pelanggan PT. Indosat Oredoo di Kota Bandung.
Representasi Komunikasi Persuasif Pelatih American Football Terhadap Team Aldi Azis; Mochammad Rochim
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.6863

Abstract

Abstract. In general, every human being often communicates in his daily life, using various types, messages, and media. There are several types of communication, one of which is persuasive communication, which aims to adapt someone in order to increase people's motivation and encouragement to achieve a goal. Persuasive communication can be used not only when speaking, but also in any situation where a person has a goal and wants to urge others to help him achieve that goal, as the coach does with his team that has won every game. The purpose of this research is to know the meaning of denotation, connotation, and myth of the persuasive communication form of American Football coach in the movie "HomeTeam". The method used is qualitative with Roland Barthes' semiotic analysis approach. The results of this study are concluded as follows: 1. The meaning of denotation that often appears in this study is that there is a coach named Sean Payton who often gives or conveys an instruction to his players to increase the confidence of the Warrios Field Football team players to be motivated to be confident. during the match. 2. The connotative meaning that often appears in this study is that there are several scenes that have the connotative meaning of a coach named Sean Payton delivering a message by talking to his players such as giving instructions in the form of strategies, conveying a message containing motivation so that the players continue to work. confident and focused, and give an appreciation to the players. 3. The myth that often appears in this study is that there are several scenes of how important it is to encourage each other, always emphasize to the players to be disciplined, confident and focused when practicing or competing. Then the last one always gives messages or instructions in the form of tactics and motivation to the players. Abstrak. Pada umumnya setiap manusia sering berkomunikasi dalam kehidupan sehari-harinya, dengan menggunakan berbagai jenis, pesan, dan media. Ada beberapa jenis komunikasi, salah satunya adalah komunikasi persuasif, yang bertujuan untuk mengadaptasi seseorang agar dapat meningkatkan motivasi dan dorongan orang untuk mencapai suatu tujuan. Komunikasi persuasif dapat digunakan tidak hanya ketika berbicara, tetapi juga dalam situasi apa pun di mana seseorang memiliki tujuan dan ingin mendesak orang lain untuk membantunya mencapai tujuan itu, seperti yang dilakukan pelatih dengan timnya yang telah memenangkan setiap pertandingan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui makna denotasi, konotasi, dan mitos dari bentuk komunikasi persuasif pelatih American Football yang terdapat pada film “HomeTeam”. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika roland barthes. Hasil penelitian ini disimpulkan dengan berikut : 1. Makna denotasi yang sering muncul pada penelitian ini yaitu terdapat seorang pelatih yang bernama Sean Payton sering memberikan atau menyampaikan sebuah instruksi kepada para pemainnya untuk meningkatkan rasa percaya diri para pemain team Football Warrios Field agar termotivasi untuk percaya diri pada saat pertandingan berlangsung. 2. Makna konotasi yang sering muncul dalam penelitian ini yaitu terdapat beberapa adegan yang memiliki makna konotasi seorang pelatih yang bernama Sean Payton sedang menyampaikan sebuah pesan dengan cara berbicara kepada para pemainnya seperti memberikan instruksi berupa strategi, menyampaikan sebuah pesan yang berisikan motivasi agar para pemain terus yakin dan fokus, dan memberikan sebuah apresiasi kepada para pemainnya. 3. Mitos yang sering muncul dalam penelitian ini yaitu terdapat beberapa adegan betapa pentingnya menyemagati satu sama lain, selalu menekankan kepada pemainnya untuk disiplin, yakin dan fokus ketika saat berlatih maupun bertanding. Lalu yang terakhir selalu memberikan pesan atau instruksi berupa taktik maupun motivasi kepada para pemainnya.
Manajemen Konflik Penghuni Apartemen dalam Drama Korea Fena Andita Cahyani; Mochammad Rochim
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.7447

Abstract

Abstract. Korean dramas started as drama series that were broadcast by several Korean television stations. The Korean drama series Happiness has its own charm from other similar Korean drama series, one of which is having a positive plot that makes the audience curious about what will happen next. In addition, the resolution of interpersonal conflicts in the drama Happiness is different from other Korean dramas where there is conflict. This study aims to find out how the conflict management of apartment/flat occupants in the Korean drama series Happiness is to survive during the quarantine period which is accompanied by difficulties accessing the internet and telephone. The paradigm used in this study is the constructivism paradigm, the research method used is observation. The data collection technique in this study was literature study, for the data analysis technique used in this study was content analysis technique. The research results obtained are that myth can be interpreted as a connotative meaning that is normally and naturally accepted so that it is hegemonic. The myth referred to in this study is that the drama series Happiness displays conflict scenes and how they are resolved. This film describes the condition when an area is hit by a deadly infectious virus outbreak. Abstrak. Drama Korea berawal dari seri drama yang ditampilkan oleh beberapa stasiun televisi Korea. Serial drama Korea Happiness memiliki daya tarik tersendiri dari serial drama Korea sejenis lainnya, salah satunya yaitu memiliki plot positif yang membuat penonton penasaran akan wacana apa yang akan terjadi selanjutnya. Selain itu, penyelesaian konflik interpersonal pada drama Happiness ini berbeda dengan drama Korea lainnya yang didalamnya terdapat konflik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen konflik penghuni apartemen/rumah susun pada serial drama Korea Happiness untuk bertahan hidup selama masa karantina yang disertai kesulitan akses internet dan telepon. Paradigma yang digunakan pada penelitian ini yaitu paradigma konstruktivisme, metode penelitian yang digunakan yaitu observasi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu studi kepustakaan, untuk teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik analisis isi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu mitos dapat diartikan sebagai makna konotatif yang diterima secara normal dan alamiah sehingga bersifat hegemonik. Mitos yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bahwa drama serial Happiness menampilkan adegan-adegan konflik dan bagaimana mereka menyelesaikannya. Film ini menggambarkan kondisi ketika suatu wilayah dilanda wabah virus menular yang mematikan.
Adaptasi Budaya Muslim di Perguruan Tinggi Berbasis Keagamaan Hadi Agung Setiawan; Mochammad Rochim
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.7697

Abstract

Abstract. Becoming a Muslim student at Parahyangan Catholic University College and Maranatha Christian University will certainly be a challenge in itself. Cultural adaptation is something that needs to be considered and implemented properly for Muslim students in the two universities. The purpose of this research is to find out how the cultural adaptation of Muslim students at religious-based tertiary institutions is Parahyangan Catholic University and Maranatha Christian University. The results of this study indicate the goals or motives of Muslim students choosing to study at Parahyangan Catholic University and Maranatha Christian University due to the quality of education and campus accreditation. The results of this study indicate that students have their own way of adapting. The perspectives and prejudices of students towards the environment, supporting factors for adaptation and campus policies are factors in the success of cultural adaptation in this study. Students have their own way of implementing every guideline, values and policies made by the Higher Education. When faced with a new environment, every student must have experiences, supporting factors and obstacles to adapting to a communication culture when facing the process of cultural adaptation. Abstrak. Menjadi seorang mahasiswa muslim di Perguruan Tinggi Universitas Katolik Parahyangan dan Universitas Kristen Maranatha tentu akan menjadi tantangan tersendiri. Adaptasi budaya menjadi hal yang perlu diperhatikan dan diterapkan dengan baik bagi para mahasiswa muslim di kedua perguruan tinggi tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana adaptasi budaya pada mahasiswa muslim di perguruan tinggi berbasis keagamaan Universitas Katolik Parahyangan dan Universitas Kristen Maranatha. Hasil penelitian dari penelitian ini menunjukkan tujuan atau motif mahasiswa muslim memilih menempuh Pendidikan di Universitas Katolik Parahyangan dan Universitas Kristen Maranatha dikarenakan kualitas pendidikan dan akreditasi kampus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki cara masing-masing dalam beradaptasi. Sudut pandang dan prasangka mahasiswa terhadap lingkungan, faktor pendukung adaptasi serta kebijakan kampus menjadi faktor keberhasilan adaptasi budaya pada penelitian ini. Mahasiswa memiliki caranya masing-masing dalam menerapkan setiap pedoman, nilai-nilai dan kebijakan yang dibuat oleh Perguruan Tinggi. Saat dihadapkan dengan lingkungan yang baru, setiap mahasiswa pasti memiliki pengalaman, faktor pendukung dan kendala adaptasi budaya komunikasi ketika sedang menghadapi proses adaptasi budaya tersebut.
Komunikasi Pemasaran Digital pada Brand SCH Melalui Instagram Marwa Salsabila Anshory; Mochammad Rochim
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.8156

Abstract

Abstract. Digital marketing communication is a goal of activities carried out for branding and promotion to achieve the desired goals through technology and the internet, one of which is social media. Social media is currently used widely by brands and businesses to promote or interact with consumers, with all its advantages that can help in the marketing communication process. In this case, SCH uses social media Instagram in carrying out its digital marketing communications. The main focus of this research is how digital marketing communications are carried out by SCH. The purpose of this study is to find out digital marketing communication strategies through Instagram social media, digital marketing communication activities through Instagram social media, interactions carried out by SCH through Instagram, and the reasons for brands using fundamental design as a source of creative ideas in digital marketing communications on Instagram. This research uses a qualitative approach with a case study method using The Circular Model of SOME theory. As a reference material to strengthen research. The conclusion from this study is that SCH has four main aspects of using Instagram social media to carry out digital marketing communications, namely through digital marketing communication strategies, digital marketing communication activities, interaction with consumers, and the use of fundamental design in digital marketing communications. In the end, the use of Instagram social media can increase engagement and assist SCH in conducting digital marketing communications. Abstrak. Komunikasi pemasaran digital adalah suatu tujuan kegiatan yang dilakukan untuk branding dan promosi untuk mencapai tujuan yang diinginkan melalui teknologi dan internet, salah satunya dengan media sosial. Media sosial saat ini digunakan secara luas oleh merek dan bisnis untuk mempromosikan atau berinteraksi dengan konsumen, dengan segala kelebihannya dapat membantu dalam proses komunikasi pemasaran. Dalam hal ini SCH menggunakan media sosial Instagram dalam melakukan komunikasi pemasaran digitalnya. Fokus utama dalam penelitian ini adalah bagaimana komunikasi pemasaran digital yang dilakukan SCH. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran digital melalui media sosial Instagram, aktivitas komunikasi pemasaran digital melalui media sosial Instagram, interaksi yang dilakukan SCH melalui Instagram, dan alasan brand menggunakan fundamental design sebagai sumber ide kreatif dalam komunikasi pemasaran digital di Instagram. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dengan menggunakan teori The Circular Model of SOME. Sebagai bahan rujukan untuk memperkuat penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah SCH mempunyai empat aspek utama dalam menggunakan media sosial Instagram untuk melakukan komunikasi pemasaran digital yaitu melalui strategi komunikasi pemasaran digital, aktivitas komunikasi pemasaran digital, interaksi terhadap konsumen dan penggunaan fundamental design di komunikasi pemasaran digital .Pada akhirnya penggunaan media sosial Instagram ini dapat meningkatkan engagement dan membantu SCH dalam melakukan komunikasi pemasaran digital.
Analisis Semiologi Pesan Moral dan Persahabatan dalam Film “Shawshank Redemptation” Muhammad Rauf Abdul Fattah; Mochamad Rochim
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.8425

Abstract

Abstract. Film plays an important role in communicating messages to its audience, one of which is a moral message. The Shawshank Redemption is a film based on a story by Stephen King and directed by Frank Darabont. Shawshank's redemption contains a lot of morals. This film contains many positive moral messages and provides many lessons. This study aims to determine the stereotyped messages contained in The Shawshank Redemption. The research methodology used in this study is qualitative research using Roland Barthes' semiotic analytic research method, with primary data sources (The Shawshank Redemption film) and secondary data (handbooks). Data collection by means of observation or close observation of the research topic, as well as reading literature (books, articles, journals, internet, dissertations, etc.). And using the triangulation method to check the research data. The results of this study were obtained by analyzing moral messages using Roland Barthes' semiotic analysis. The moral message contained in The Shawshank Redemption is taken from several scenes previously selected by the researcher, namely: courage to speak the truth and truth, act honestly, consistency in one's actions, politeness to others, patience in facing trials, discipline in everything, having a sincere heart when doing something, being serious about something, and taking responsibility in accepting actions and punishments. Abstrak. Film memegang peranan penting dalam mengkomunikasikan pesan kepada penontonnya, salah satunya adalah pesan moral. The Shawshank Redemption adalah film berdasarkan cerita oleh Stephen King dan disutradarai oleh Frank Darabont. Penebusan Shawshank mengandung banyak pesan moral. Film ini banyak mengandung pesan moral yang positif dan memberikan banyak pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan stereotip yang terkandung dalam The Shawshank Redemption. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian analitik semiotika Roland Barthes, dengan sumber data primer (film The Shawshank Redemption) dan data sekunder (handbook). Pengumpulan data dengan cara observasi atau pengamatan dekat terhadap topik penelitian, serta membaca literatur (buku, artikel, jurnal, internet, disertasi, dll). Dan menggunakan triangulasi metode untuk mengecek data penelitian ini. Hasil penelitian ini diperoleh dengan menganalisis pesan moral menggunakan analisis semiotika Roland Barthes. Pesan moral yang terkandung dalam The Shawshank Redemption diambil dari beberapa adegan yang dipilih sebelumnya oleh peneliti, yaitu: keberanian untuk berbicara kebenaran dan kebenaran, bertindak jujur, konsistensi dalam tindakan seseorang, kesopanan kepada orang lain, kesabaran dalam menghadapi cobaan, disiplin dalam segala hal, memiliki hati yang tulus ketika melakukan sesuatu, serius tentang sesuatu, dan mengambil tanggung jawab dalam menerima tindakan dan hukuman.
Manajemen Komunikasi Pemasaran Perusahaan Coffee Shop pada Era New Normal Aulia Muhammad; Mochammad Rochim
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.8796

Abstract

Abstract. The Covid 19 pandemic has had an impact on the management of the coffee shop business. Many coffee shops have been hit in running their business (collapsed), and many have even died. On the other hand, coffee shop managers are also faced with increasing competition from coffee shops. This research focuses on how the management of marketing communications for coffee shop companies in the new normal era. The aim of the study was to determine marketing communication management for the Bandung Kilogram coffee shop which includes planning, organizing, acting , and controlling in the New Normal era. This study used a qualitative research method with a case study approach. The results of the study show that Kilogram Coffee Shop's marketing communication management in the new normal era is: 1) planning is carried out by encouraging all company programs in offline (face-to-face) and online forms and using endorsements to convey messages to customers and to maintain good relations with customers is done by face to face communication , giving promotions, and holding more offline events and involving the community; 2) organizing ( organizing ) was carried out by changing the organizational structure and adding new divisions, namely Holding, Operations Manager, Marketing Division, and separating the Finance Division which was previously concurrently held by the Operations Manager during the pandemic era ; 3) Actuating is done by adding more offline events and involving the community. Sales are carried out offline and online with the help of market place. The delivery of messages (publications) to customers is carried out by adding new methods, namely involving endorsements, and 4) control is carried out by all employees, starting from Holding, General Manager, Operations Manager, Leaders of each Division, to staff. The supervision of online publications is carried out by the Marketing and Program Division. Abstrak. Pandemi Covid 19 berdampak pada pengelolaan usaha coffee shop. Banyak coffee shop yang terpukul dalam menjalankan usahanya (colaps), bahkan banyak pula yang mati. Di sisi lain, pengelola coffe shop juga dihadapkan pada persaingan coffe shop yang jumlahnya terus bertambah. Penelitian ini berfokus pada bagaimana manajemen komunikasi pemasaran perusahaan coffee shop pada era new normal. Tujuan penelitian untuk mengetahui manajemen komunikasi pemasaran coffee shop Kilogram Bandung yang meliputi perencanaan (planning, pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuiting), dan pengawasan (controlling) pada era New Normal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan, manajemen komunikasi pemasaran Kilogram Coffee Shop pada era new normal adalah: 1) perencanaan (planning) dilakukan dengan mendorong semua program perusahaan dalam bentuk offline (tatap muka) dan online serta menggunakan endorsement untuk menyampaikan pesan kepada pelanggan dan untuk menjaga hubungan baik dengan pelanggan dilakukan dengan komunikasi face to face, memberikan promosi-promosi, dan menyelenggarakan event offline yang lebih banyak dan melibatkan komunitas; 2) pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan mengubah struktur organisasi dan menambah divisi baru yaitu Holding, Manager Operasional, Divisi Marketing, dan memisahkan Divisi Finance yang sebelumnya dirangkap oleh Manager Operasional pada era pandemi; 3) pelaksanaan (actuating) dilakukan dengan menambah event offline yang lebih banyak dan melibatkan komunitas. Penjualan dilakukan offline dan online dibantu market place. Pelaksanaan penyampaian pesan (publikasi) kepada customers dilakukan dengan menambah cara baru yaitu melibatkan endorsement, dan 4) pengawasan (controlling) dilakukan oleh semua karyawan, mulai dari Holding, General Manager, Manajer Operasional, para Leader tiap Divisi, sampai ke staff. Untuk pengawasan publikasi online dilakukan oleh Divisi Marketing dan Program.
Konsistensi Konten Reels Instagram sebagai Media Promosi Timechineco Aldi Fachrulrazy; Mochammad Rochimm
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.9361

Abstract

Abstract. Abstract. The world is now entering the digital era, one form of benefit from the changing era, one of which is the creation of social media. Social media has an important role in the process of social interaction that occurs between users without any difficulties and time limits. One of the media that is widely used by audiences is Instagram. Instagram is now not only a place to introduce personal identity. Based on its development, Instagram is now a media for the identity of a brand, just like Timechineco as a clothing product. The activity of introducing identity through social media is a concept that is commonly termed feed content as a media promotion through social media with the aim of understanding content management for followers who intend to get a result from promotions that utilize Instagram social media. In accordance with the purpose of this study, namely to find out Timechine carries out the promotion process by managing content in feature feeds with the vintage military concept. This study uses a qualitative method with a case study approach, constructivism paradigm, and data collection techniques with structured interviews and documentation. In addition, researchers used a validity test with source triangulation techniques.The theoretical basis used in this research is The Circular Model of So Me as a reference and to strengthen research on Timechineco. The results of this study are that Timechineco has several stages in managing the reels content that Timechineco does. Because Instagram social media has several feature options that researchers have chosen to find out about promotions in selecting features. Then there are obstacles when implementing content by choosing a vintage concept in promoting on Instagram social media, of course doing so requires time which must be the deadline in determining reels content. Timechineco itself utilizes social media to make promotions by taking advantage of opportunities in promotions. By choosing social media as a promotion to achieve its goals. Of all that Timechineco has done promotion through content, the aim is to get feedback from the audience. Feedback received with a positive response in the comments column on Instagram @timechineco. Abstrak. Dunia sekarang ini memasuki era digital, salah satu bentuk manfaat dari adanya perubahan era salah satunya adalah terciptanya media sosial. Media sosial mempunyai peranan penting dalam proses interaksi sosial yang terjadi antar pengguna tanpa adanya kesulitan dan batasan waktu. Salah satu media yang marak digunakan oleh khalayak adalah Instagram. Instagram sekarang ini tidak hanya menjadi sebuah wadah yang memperkenalkan identitas secara personal saja, Berdasarkan perkembangannya, Instagram sekarang ini menjadi media identitas suatu brand seperti halnya Timechineco dalam sebagai sebuah produk pakaian. Aktivitas memperkenalkan identitas melalui media sosial adalah sebuah konsep yang umum diistilahkan sebagai konten feed sebagai media promosi melalui media sosial mempunyai tujuan untuk mengentahui pengeloaan konten terhadap followers yang bermaksud mendapatkan sebuah hasil dari promosi yang memanfaatkan media sosial Instagram. Sesuai dengan tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui Timechine melakukan proses dalam promosi dengan mengelola konten dalam fitur feeds dengan konsep vintage military. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, paradigma kontruktivisme, dan teknik pengumpulan data dengan wawancara terstruktur dan dokumentasi. Selain itu, peneliti menggunakan uji keabsahan dengan teknik triangulasi sumber. Adapun landasan teori yang digunakan penelitin ini adalah The Circular Model of So Me sebagai rujukan serta untuk memperkuat penelitian terhadap Timechineco. Hasil dari penelitian ini yaitu Timechineco dalam melakukan pengelolaan konten reels yang dilkukan Timechineco memiliki beberapa tahap. Karena dari media sosial Instagram memliki beberapa opsi fitur yang dipilih peneliti untuk mengetahui mengenai promosi dalam memilih fitur. Kemudian ada hambatan saat melakukan pelaksanaan konten dengan memlihnya konsep vintage dalam melakukan promosi di sosial media Instagram, tentunya dalam melakukan membutuhkan waktu yang harus menjadi deadline dalam menetukan konten reels. Timechineco sendiri memanfaatkan media sosial sebagaimana untuk membuat promosi dengan melakukan peluangnya dalam promosi. Dengan pemilihan media sosial sebagai promosi untuk mencapai tujuannya. Dari semua yang dilakukan Timechineco promosi melalui konten hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan feedback dari audiens. Feedback yang diterima dengan respon positif yang terdapat pada kolom komentar di Instagram @timechineco