Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGOLAHAN AIR BERSIH MENGGUNAKAN BAHAN BAKU LOKAL UNTUK DAERAH PESISIR TERPENCIL DI KABUPATEN KUBU RAYA Nelly Wahyuni; Risya Sasri; Rudiyansyah Rudiyansyah; Thamrin Usman; Kiki Prio Utomo
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v4i2.1836

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan utama bagi manusia. Masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih umunnya adalah masyarakat miskin yang berada di wilayah pedesaan. Sumber air utama bagi masyarakat terpencil di pesisir Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat berasal dari muara Sungai Kapuas. Air tersebut merupakan air gambut dan payau.  Penerapan teknologi dalam pembangunan sarana air bersih harus disesuaikan dengan tingkat kondisi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini pembuatan sarana pengolahan air bersih dengan metoda filtrasi menggunakan media filter dari bahan baku lokal. Metoda pelaksanaan berupa pelatihan penggunaan media filtrasi berupa pasir koral, kaolin, dan karbon aktif dalam pengolahan air. Berdasarkan evaluasi kegiatan, penggunaan bahan lokal yang murah, mudah didapat dan diolah pada pengolahan air akan sangat bermanfaat bagi masyarakat di daerah pesisir. Hal ini juga sangat mendukung proses keberlangsungan dan keberlanjutan penggunaan instalasi pengolahan air oleh masyarakat secara mandiri.
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Minum di Kecamatan Segedong, Kalimantan Barat dalam Rangka Pemenuhan Target SDGs Astisza Syahla Ludmilla Parabi; Kiki Prio Utomo; Laili Fitria
Jurnal Serambi Engineering Vol 7, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v7i1.3880

Abstract

Drinking water is an aspect of Sustainable Development Goals/SDGs 2030 with the aim of ensuring the availability and management of clean water and sustainable sanitation. Many efforts to fulfill drinking water have been carried out by the Government of Indonesia, including in Segedong District as evidenced by the existence of a Drinking Water Treatment Plant. However, with the increase in population, the water produced by the WTP cannot sufficient of drinking water needs, so it is necessary to increase the amount of drinking water by planning a Water Treatment Plant for Segedong District for 15 years (2021-2035). The method used is primary data collection (climatological data) and secondary data (population and public facilities) which will then be processed to obtain the amount of drinking water needed and the required WTP capacity. The results obtained that the raw water source comes from the Peniti River, where the Peniti River has parameters that exceed the quality standard, namely color, pH, turbidity, organic matter, manganese, iron, and total coliform. Parameters will be processed with coagulation, flocculation, sedimentation, filtration, disinfection, neutralization. The calculation results show the amount of drinking water needed is 85.56 l/sec. Planning is carried out in 3 stages every 5 years, so that the planning to be carried out is phase I planning for drinking water needs in 2026 with a capacity of 75 l/s. Phase I planning requires an area of 293.97 m2.
PERENCANAAN PENTUTUPAN SEL SAMPAH AKTIF DI TPA RASAU JAYA MENGGUNAKAN TEKNIK REVEGETASI LAHAN Siregar, Angelina; Kiki Prio Utomo; Aini Sulastri
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.416

Abstract

Penutupan sel sampah yang penuh diperlukan untuk mencegah penyebaran vektor penyakit, pencemaran air tanah, kebakaran, penurunan estetika, dan bau. Sel aktif TPA Rasau Jaya yang mengalami overcapacity membutuhkan perencanaan penutupan sesuai kondisi eksisting dan acuan Permen PUPR No. 3 Tahun 2013. Penelitian ini merencanakan desain lapisan tanah penutup akhir, revegetasi, serta estimasi biaya, dengan perbandingan studi kasus TPA Batu Layang. Rekonturing dilakukan untuk memperbaiki stabilitas, dan volume tanah penutup dihitung menggunakan metode end areas. Lapisan penutup akhir terdiri dari subbase layer tanah PMK, barrier layer kerikil, protective layer tanah liat, drainage layer kerikil, dan surface layer tanah PMK. Revegetasi menggunakan rumput belulang, perdu puring dan bougenvil, serta pohon mahoni sebagai pelindung. Biaya penutupan diperkirakan sebesar Rp978.119.739,45. Perencanaan ini menjadi acuan penutupan TPA yang efektif dan berkelanjutan.