Sitinjak, Labora
Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP SIKAP CARING PERAWAT PELAKSANA DI PUSKESMAS WARAKAS JAKARTA UTARA TAHUN 2016 Labora Sitinjak; Elisabet Elisabet
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 3, No 1 (2017): JAKHKJ Maret 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.012 KB)

Abstract

Kepuasan merupakan respon seseorang terhadap dipenuhinya kebutuhan dan harapan. Respon tersebut merupakan penilaian seseorang terhadap pelayanan pemenuhan kebutuhan dan harapan, baik pemenuhan yang kurang ataupun pemenuhan yang melebihi kebutuhan dan harapan (Koentjoro, 2007). Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional yaitu penelitian yang berfungsi memberi gambaran fenomena yang terjadi dalam populasi tertentu di mana variabel-variabel yang termasuk faktor dan variabel-variabel yang termasuk efek diobservasi sekaligus pada waktu yang sama dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum (Notoatmodjo,2012). Analisa data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisa data univariat, yaitu analisa distribusi frekuensi dan persentase dengan tujuan melihat gambaran distribusi frekuensi dan persentasi dari gambaran tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Warakas Jakarta Utara. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: Data Responden dengan tingkat pendidikan tidak sekola-SD 7 orang (32%), SMP-SMA 12 orang (55%) dan perguruan tinggi 3 orang (14%). Data Responden dengan jenis kelamin perempuan 14 orang (64%) dan laki-laki 8 orang (36%) Kesimpulan secara keseluruhan rata-rata kepuasan pasien teradap sikap caring perawat pelaksana di Puskesmas Warakas Jakarta Utara yaitu Tinggi: 64%.Kata kunci : Kepuasan, Pasien, penerapan sikap caring.
TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA/I SEMESTER VI STT SETIA JAKARTA TENTANG PENYAKIT DIABETES MELITUS Labora Sitinjak
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 2, No 1 (2016): JAKHKJ Maret 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.808 KB)

Abstract

Abstrak Tingkat pengetahuan adalah hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang tersebut melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusaia. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Diabetes Melitus merupakan kelompok kelaianan heterogen yang ditandai kenaikan glukosa dalam darah atau hiperglikemia. Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi, baik di universitas, insitusi atau akademi. Mereka yang terdaftar sebagai peserta didik di perguruan tinggi. Penelitian berfokus pada keinginan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa/i Semester VI STT SETIA Jakarta tentang penyakit Diabetes Melitus. Sampel dalam penelitian ini diambil dari mahasiswa/i semester VI STT SETIA Jakarta sebanyak 15 orang. Pengambilan data dilakukan secara cross sectional yaitu dengan menyebarkan kuesioner langsung mengumpulkan kembali setelah diisi oleh responden pada hari yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa tentang pengertian Diabetes Melitus adalah baik yakni 83%; tingkat pengetahuan tentang penyebab adalah cukup yakni 55%; tingkat pengetahuan mahasiswa tentang tanda dan gejala adalah cukup yakni 56%; tingkat pengetahuan mahasiswa tentang komplikasi adalah cukup yakni 47%; tingkat pengetahuan mahasiswa tentang pencegahan adalah cukup yakni 64% dan tingkat pengetahuan mahasiswa tentang penanganan adalah cukup yakni 54%. Kata Kunci: Tingkat pengetahuan, Diabetes Melitus, Mahasiswa
TINGKAT KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN APD SAAT PANDEMI COVID-19 DI PAPANGGO RT13/RW05 Labora Sitinjak; Amelia Amelia; Laelatul Laelatul
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 7, No 1 (2021): JAKHKJ Maret 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Caring atau kepedulian masyarakat merupakan bagian inti yang penting terutama dalam praktik keperawatan, caring sebagai jenis hubungan dan transaksi yang diperlukan antara pemberi dan penerima asuhan untuk meningkatkan dan melindungi pasien sebagai manusia, dengan demikian mempengaruhi kesanggupan pasien untuk sembuh Sampai saat ini sebagian masyarakat kurang peduli terhadap pentingnya alat pelindung diri seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan prosedur yang telah ditetapkan. Metode yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan situasi yang hendak diteliti dengan dukungan studi kepustakaan sehingga lebih memperkuat analisa peneliti dalam membuat suatu kesimpulan .Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kepedulian masyarakat terhadap penggunaan APD saat pandemi Covid-19 melalui umur, pendidikan, dan jenis kelamin. Sample dalam penelitian menggunkan total sampling, sampel masyarakat kelurahan Papanggo Rt13/Rw05 dalam menerapkan kepedulian menggunakan APD. Kata Kunci: Demam, Manfaat Daun Kemangi.
TINGKAT PEMAHAMAN MAHASISWA AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA TENTANG BIG DATA DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN Erdianto Erdianto; Labora Sitinjak
JURNAL KEPERAWATAN CIKINI Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Keperawatan Cikini
Publisher : JURNAL KEPERAWATAN CIKINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.609 KB) | DOI: 10.55644/jkc.v1i2.33

Abstract

Big data adalah istilah untuk informasi yang sangat besar, diproses dengan cepat dan bervariasi atau beragam. Sedangkan big data dalam praktik keperawatan adalah istilah untuk pengelolaan data yang sangat besar yang berasal dari data-data pasien yang menggunakan teknologi big data dalam penerapan pratik keperawatan seperti electronic nursing record (ENR), dsb. Salah satu perannya untuk memberikan asuhan keperawatan seperti pendokumentasian yang lebih efektik, efisien & akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman mahasiswa Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya tentag big data dalam praktik keperawatan. Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan metode analisa secara deskriptif yang bertujuan untuk melihat gambaran fenomena yang terjadi didalam suatu populasi tertentu dan dengan pendekatan Cross Sectional dimana data yang menyangkut variabel, akan dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Pengumpulan data dilakukan secara langsung terhadap responden dengan lembar kuesioner. Hasil, disimpulkan bahwa tingkat pemahaman mahasiswa tentang big data umum pada jenis kelamin perempuan 52,3%, laki-laki 50,6%, semester II 44,5%, Semester IV 47,1% dan semester VI 62,8% dengan rata-rata berkategori rendah. Selanjutnya tingkat pemahaman mahasiswa tentang big data kesehatan pada jenis kelamin perempuan 46,9%, laki-laki 49,3%, semester II 42,7%, Semester IV 47,8% dan semester VI 48,5% dengan rata-rata berkategori rendah. Terakhir tingkat pemahaman mahasiswa tentang big data keperawatan pada jenis kelamin perempuan 39,4%, laki-laki 45,1%, semester II 37,7%, Semester IV 49,5% dan semester VI 45,6% dengan rata-rata berkategori rendah. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian bahwa tingkat pemahaman mahasiwa Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya rata-rata masuk kategori rendah, hal ini dikarenakan belum tersosialisasinya kepada mahasiswa mengenai big data dalam praktik keperawatan serta minimnya dalam mencari sumber informasi.
Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Kebakaran di Rt 001 Rw 007 Kelurahan Papanggo Jakarta Utara Sitinjak, Labora; Amiati, Reni; Fathin, Lina Latifah
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 9, No 1 (2023): JAKHKJ Maret 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v9i1.257

Abstract

Latar Belakang: Kebakaran menurut Badan Nasional Penangulanggulangan bencana, 2017 adalah proses perusakan suatu benda oleh api yang banyak terjadi di perkotaan yang penuh perumahan penduduk, kebakaran sering terjadi sering terjadi dan dapat meluas dari satu rumah yang lainnya.Kesiapsiagaan bencana mengacu pada tindakan yang diambil untuk mempersiapkan dan mengurangi dampak bencana. National fire protectuion Asociation (NFPA) Fire Analysis and Reseach menjelaskan bahwa kasus kebakaran di Amerika serikat dari tahun 2012 sampai tahun 2014 mengalami kenaikan. US Departement memperikarakan pada tahun 2012 terjadi 1.375.000, tahun 2013 terjadi penurunan sebesar 9,8% yaitu terdapat 1.240.000 kasus kebakaran, tahun 2014 peningkatan sebesar 4,7% yaitu terdapat 1.298.000 kasus kebakaran. Kerugian akibat kebakaran selama tahun 2012 sampai 2014 sekitar 32,6 milir (Karter, 2014).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana kebakaran di kelurahan papanggo jakarta utara.Metodologi Penelitian: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sample dalam penelitian ini sebanyak 50 responden.Hasil: Dari h asil penelitian ini yang dilakukan selama 2 hari penelitian yaitu pada tanggal 20 dan 21 April 2021 didapatkan menurut jenis kelamin responden masyarakat perempuan 17 responden dengan presentase 57% dan laki-laki 13 responden 43.Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian bahwa Kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran di RT 001 RW 07 Kelurahan Papanggo Jakarta Utara adalah sangat siap.Kata Kunci: Kesiasiagaan, Bencana, Kebakaran
KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA KEBAKARAN DI RT 001/07 KELURAHANPAPANGGO JAKARTA UTARA latifah, Labora sitinjak, susihar,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 10, No 1 (2024): JAKHKJ Maret 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v10i1.368

Abstract

Latar Belakang: Kesiapsiagaan bencana mengacu pada tindakan yang diambil untuk mempersiapkan dan mengurangi dampak bencana. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sample dalam penelitian ini sebanyak 50 responden. Dari hasil penelitian ini yang dilakukan selama 2 hari penelitian yaitu pada tanggal 20 dan 21 April 2021 didapatkan menurut jenis kelamin responden masyarakat perempuan 17 responden dengan presentase 57% dan laki-laki 13 responden 43%. Menurut usia 17-25 tahun 23 responden dan presentasi 46%, 26-35 tahun 16 responden dan presentasi 32%, diatas 36 tahun tahun 11 responden dan presentase 22%. Menurut pendidikan Tidak berpendidikan-SLTA 36 responden dan presentase 72%, dan diatas SLTA 14 responden dan presentase 28%. Hasil penelitian kesiapsiagaan pra bencana kebakaran menunjukkan bahwa tingkat kesiasiagaan berdasarkan jenis kelamin menyatakan bahwa masyarakat laki–laki lebih tinggi dibandingkan masyarakat perempuan, kesiapsiagaan pada fase saat bencana kebakaran menyatakan bahwa masyarakat perempuan lebih tinggi dibandingkan masyarakat laki–laki, dan pada fase pasca menyatakan bahwa masyarakat laki–laki lebih tinggi dibandingkan masyarakat perempuan. Pada tingkat kesiapsiagaan berdasarkan usia pada fase pra bencana kebanyakan usia 17-25 tahun yang memiliki presentase 96%, kesiapsiagaan bencana kebakaran fase pasca kebanyakan usia diatas 6 tahun presentasinya 97%, kesiapsiagaan bencana kebakaran fase pasca kebanyakan usia 17-25 tahun yang memiliki presentase 94%, hasil penelitian tingkat kesiapsiagaan bencana kebakaran berdasarkan pendidikan pada fase pra bencana kebanyakan menyatakan bahwa masyarakat yang lulusan diatas SLTA lebih tinggi dibandingkan masyarakat lulusan Tidak berpendidikan-SLTA, pada fase saat bencana kebanyakan menyatakan bahwa masyarakat yang lulusan Tidak berpendidikan-SLTA lebih tinggi dibandingkan masyarakat lulusan diatas SLTA, dan pada fase pasca bencana kebanyakan menyatakan bahwa masyarakat yang lulusan Tidak berpendidikan-SLTA lebih tinggi dibandingkan masyarakat lulusan diatas SLTA. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran di RT 001 RW 07 Kelurahan Papanggo Jakarta Utara adalah sangat siap.Kata Kunci: Kesiapsiagaan, Bencana Kebakaran
HUBUNGAN PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MENGGUNAKAN POSTER TERHADAP PENGETAHUAN LANSIA TENTANG HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI MULIA 2 JAKARTA BARAT Mikyal Azizah, Susihar, Labora Sitinjak,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 10, No 2 (2024): JAKHKJ September 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v10i2.459

Abstract

Latar Belakang: Lansia adalah seseorang yang berusia 60 tahun ke atas. Proses penuaan pada lansia akan menyebabkan perubahan dari fisik, mental, sosial, ekonomi, dan fisiologi. Salah satu perubahan yang terjadi adalah perubahan pada struktur vena besar yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi. Hipertensi merupakan penyakit di mana peningkatan tekanan darah sistolik melebihi batas normal, yaitu lebih dari 140 mmHg, dan tekanan darah diastolik melebihi 90 mmHg pada kondisi ini, tekanan pada pembuluh darah terus meningkat. Tekanan darah normal sendiri adalah 120 mmHg sistol atau saat jantung berdetak, dan 80 mmHg diastol atau saat jantung sedang rileks. Tujuan: Menganalisis hubungan pendidikan kesehatan dengan menggunakan poster terhadap pengetahuan lansia tentang hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 Jakarta Barat. Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperiment dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Sampel yang diteliti sebanyak 30 responden analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa Pengetahuan hipertensi pada lansia sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media poster sebagian besar berpengetahuan kurang sebanyak 15 lansia (50,0%), Pengetahuan hipertensi pada lansia penderita hipertensi sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media poster berpengetahuan baik sebanyak 14 orang (46,7%). Kesimpulan: Simpulan didapatkan bahwa pendidikan kesehatan dengan media poster berpengaruh terhadap pengetahuan hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Pendidikan Kesehatan, Tingkat Pengetahuan
HUBUNGAN PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MENGGUNAKAN POSTER TERHADAP PENGETAHUAN LANSIA TENTANG HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI MULIA 2 JAKARTA BARAT Mikyal Azizah, Susihar, Labora Sitinjak,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 10 No 2 (2024): JAKHKJ September 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v10i2.459

Abstract

Latar Belakang: Lansia adalah seseorang yang berusia 60 tahun ke atas. Proses penuaan pada lansia akan menyebabkan perubahan dari fisik, mental, sosial, ekonomi, dan fisiologi. Salah satu perubahan yang terjadi adalah perubahan pada struktur vena besar yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi. Hipertensi merupakan penyakit di mana peningkatan tekanan darah sistolik melebihi batas normal, yaitu lebih dari 140 mmHg, dan tekanan darah diastolik melebihi 90 mmHg pada kondisi ini, tekanan pada pembuluh darah terus meningkat. Tekanan darah normal sendiri adalah 120 mmHg sistol atau saat jantung berdetak, dan 80 mmHg diastol atau saat jantung sedang rileks. Tujuan: Menganalisis hubungan pendidikan kesehatan dengan menggunakan poster terhadap pengetahuan lansia tentang hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 Jakarta Barat. Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperiment dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Sampel yang diteliti sebanyak 30 responden analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa Pengetahuan hipertensi pada lansia sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media poster sebagian besar berpengetahuan kurang sebanyak 15 lansia (50,0%), Pengetahuan hipertensi pada lansia penderita hipertensi sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media poster berpengetahuan baik sebanyak 14 orang (46,7%). Kesimpulan: Simpulan didapatkan bahwa pendidikan kesehatan dengan media poster berpengaruh terhadap pengetahuan hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Pendidikan Kesehatan, Tingkat Pengetahuan
TINGKAT PEMAHAMAN PERAWAT TERHADAP PERINGATAN DINI EWS DI ERA SOCIETY 5.0 DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN DI IGD RSUD KEPULAUAN SERIBU PULAU PRAMUKA Dia Ayu Mayasari, Labora Sitinjak, Kartini,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 11 No 1 (2025): JAKHKJ Maret 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/.v11i1.481

Abstract

Latar Belakang: Pemahaman merupakan suatu kemampuan seseorang untuk mengetahui, menjelaskan dan menarik kiesimpiulan apa yang telah dipelajari. Early Warning Score (EWS) merupakan alat yang dapat mendeteksi perubahan fisiologis pada pasien, seperti tanda vital dan tingkat kesadaran pasien, selama perawatan di rumah sakit Tujuan: untuk memperoleh gambaran tingkat pemaihaimain perawat terhadap peringatan dini EWS di era society 5.0 dalam praktik keperawatan di IGD RSUD Kepulauan Seribu Pulau Pramuka sebelum dan sesudah sosialisasi. Metodologi Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain quasy eksperiment dengan menggunakan uji sampel berpasangan. Jumlah sample dalam penelitian ini sebanyak 9 (sembilan) orang responden. Hasil penelitian ini yang dilakukan selama 4 hari didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan tingkat pemahaman responden antara sebelum dan sesudah dilakukannya sosialisasi baik terhadap definisi, manfaat, tata cara penilaian, komponen dan algoritma EWS yang menunjukkan ρValue 0,005 (<0,05). Peneliti membedakan antara usia ≤25 tahun, >25-30 tahun, >30 tahun, jenis kelamin perempuan dan laki-laki, serta pendidikan D3 Keperawatan dan S1 Keperawatan Kesimpulan: Hasil dari penelitian hampir seluruhnya meningkat setelah dilakukan sosialisasi. Kata Kunci: Tingkat pemahaman, perawat, early warning score system