SLAMET ROHADI
Program Studi Teknologi Pendidikan Pascasarjana UNS

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN BAWAH ABUTMENT JEMBATAN DESA SEKERAT KECAMATAN BENGALON KABUPATEN KUTAI TIMUR ROHADI, SLAMET
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.245 KB)

Abstract

The bridge is a part of a highway that is functioning to connect a brokenroad due to obstacles such as rivers, lakes, valleys, ravines and others. In theplanning and work of the bridge Under the Structure Planning can not be ignored.Part of this bridge structure located at the bottom is crucial for the strength andsecurity of buildings on it. And for direct link between upper bridge structure withunder bridge structure is "Abutment" which is also included in under bridgestructure. Abutment of a building that functions to continue the load (live load anddead load) from the upper building to the foundation and the foundation passes tothe ground. The loading rules used to plan the bridge refer to Indonesian NationalStandard (SNI) T-02-2005, T-03-2005,In the design of this thesis the discussions covered include the structureunder the bridge building between the abutment and foundation. The plannedfoundation is a pile foundation. The building structure under a sliver village bridgeis planned to receive loads and forces from the upper structure with a span lengthof 30 meters and a 9 meter wide bridge. Based on the calculation of the structureunder the bridge abutment, obtained abutment dimensions: width 3.8 m, length 11m and height 5.2 m. With its own abutment weight of 2211.38 kN, the foundationfor the Sekerat Village bridge uses a 60 cm diameter pile foundation.
PENGOMPOSAN LIMBAH SAYUR DENGAN EMPAT ISOLAT Trichoderma harzianum DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN MENTIMUN IN PLANTA Ersapoetri, Fida Suci; Soesanto, Loekas; Mugiastuti, Endang; Rahayuniati, Ruth Feti; Manan, Abdul; Rohadi, Slamet
Agrin Vol 24, No 2 (2020): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2020.24.2.536

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui kemampuan empat isolat Trichoderma harzianum dalam mengomposkan limbah sayur, isolat T. harzianum terbaik pada pengomposan limbah sayur, dan isolat T. harzianum terhadap pertumbuhan tanaman mentimun in planta. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca dan Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto selama lima bulan. Rancangan Acak Kelompok digunakan dengan empat ulangan dan kombinasi antara empat isolat T. harzianum (T10, T213, T14, dan T15) dengan dua limbah sayur (kubis dan tomat). Variabel yang diamati adalah panjang tanaman, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, panjang akar, jumlah daun, pH akhir kompos, C/N ratio kompos, kepadatan akhir T. harzianum, kegigasan T. harzianum, dan analisis jaringan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat isolat T. harzainum efektif dan cepat dalam mengkomposkan limbah tomat dan kubis. Isolat T. harzianum yang paling baik pada pengomposan adalah T10 dan T213. Aplikasi kompos limbah mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman mentimun. Isolat terbaik adalah T. harzianum T16 pada kompos tomat dan T10 pada kompos kubis dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman mentimun pada panjang tanaman, panjang akar, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering dengan peningkatan masing-masing 66,61 dan 52,17%, 61,01 dan 46,55%, 76,41 dan 59,77%, serta 77,99 dan 52,03%.Kata kunci: limbah sayur, mentimun, pengomposan, Trichoderma harzianum.