Eni Siti Rohaeni
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Selatan Jl. Panglima Batur Barat No.4, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70711, Indonesia Telp. (0511) 4772346 Fax. (0511) 4781810

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI KERBAU RAWA (Bubalus bubalis) DI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA, KALIMANTAN SELATAN Qomariah, Retna; Rohaeni, Eni Siti; Rina, Yanti
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 12, No 3 (2009): November 2009
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Financial Feasibility Analysis of Swamp Buffalo (Bubalus bubalis) Farm Operation in Hulu SungaiUtara Regency, South Kalimantan. Buffalo was one of comodities that had been efforted by farmers in SouthKalimantan especially in Hulu Sungai Utara (HSU) Regency. The maintenances of swamp buffalo which had beenexecuted by centered famers in quite remote swamp with ownership scale between 3 – 255 cattle/family. Thisresearch’s purpose was to understand the financial feasibility analysis of swamp buffalo farm operation in HuluSungai Utara Regency South Kalimantan in 2006 which had been executed by survey method. This research wasexecuted in Danau Panggang subdisrict, Hulu Sungai Utara Regency. The total of buffalo farmer was determinedby simple random method. Data were analyzed in descriptive and financial analysis (Gross B/C, NPV and IRR).Result of research showed that buffalo farm operation with 10 cattles (8 female and 2 male, 1 year) and 4 yearsmaintenance periods had Rp.101,000,000 for income and Rp.40,053,333.- for cost. If interest rate is 10% peryear, then NPV value is Rp.26,691,083, Gross B/C is 1.82 and IRR is 18.49%. Based on investment criteria, thebuffalo farm operation on swamp land in Hulu Sungai Utara Regency South Kalimantan is proper to be efforted.Key words : Financial feasibility, buffalo farm operation, Hulu Sungai UtaraABSTRAKKerbau merupakan salah satu komoditas yang diusahakan oleh petani di Kalimantan Selatan khususnyadi Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Pemeliharaan ternak kerbau rawa yang dilakukan oleh petani tersentrayaitu di daerah rawa yang cukup terpencil dengan skala pemilikian antara 3-225 ekor/KK. Penelitian inibertujuan untuk melakukan analisis finansial tentang kelayakan usahatani kerbau di lahan rawa Kabupaten HuluSungai Utara Kalimantan Selatan pada tahun 2006, dilakukan dengan metode survei. Penelitian ini dilakukandi Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Sampel peternak kerbau sebanyak 30 orangditentukan dengan metode acak sederhana. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan analisis finansial(Gross B/C, NPV dan IRR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani kerbau dengan jumlah bibit 10ekor (8 ekor betina dan 2 ekor jantan, berumur 1 tahun) dan masa pemeliharaan 4 tahun diperoleh penerimaanRp.101.000.000 dan biaya Rp.40.053.333. Jika dengan tingkat bunga 10% per tahun, maka diperoleh nilai NPVadalah Rp.26.691.083, Gross B/C sebesar 1,82 dan IRR sebesar 18,49%. Berdasarkan kriteria investasi, makausahatani kerbau di lahan rawa Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan layak untuk diusahakan.Katakunci : Kelayakan finansial, usahatani kerbau, Hulu Sungai Utara
PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP KONSUMSI PRODUK DAGING DAN TELUR SELAMA PANDEMI COVID-19 DI KALIMANTAN SELATAN Nurawaliah, Siti; Anggreany, Shinta; Ermuna, Sara Sorayya; Rohaeni, Eni Siti
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 25 No 01 (2022): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiseb.v25i01.20996

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat terhadap konsumsi produk dagingdan telur selama masa pandemi covid-19 di Kalimantan Selatan. Metode pengumpulan data dengan caramenyebarkan kuisoner online melalui aplikasi google form. Jumlah responden sebanyak 149 orang yangterdiri atas 33.56% laki-laki dan 66.44% wanita. Hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besarresponden adalah PNS/TNI/Polri/BUMN sebanyak 61.07%. responden yang memiliki pendapatan di atasUpah Minimal Provinsi (UMP) Kalsel sekitar 42.95% dan 28.19 % berada di bawah UMP, sedangkan28.86% adalah responden yang pendapatannya berada dalam kisaran UMP (sedikit di bawah dan di atasUMP) antara Rp 2.500.000-4.999.999. Pendidikan responden sebagaian besar adalah sarjana sebanyak48.99% dan 56.38% menjalankan perintah pemerintah untuk membatasi ke luar rumah. Respondenmengetahui bahwa mengkonsumsi produk ternak berupa telur dan daging dapat meningkatkan imuntubuh. Konsumsi telur dan daging dari responden sebagian besar adalah tetap, namun ada yangmengalami kenaikan dan penurunan konsumsi baik telur atau daging. Umumnya responden tidakmengalami kesulitan untuk mendapat produk asal ternak baik telur atau daging. Responden sebagianbesar mendapatkan produk telur berasal dari warung/toko/supermarket, sedangakan untuk produk dagingsebagain besar berasal dari pasar tradisonal. Alasan terbesar dari responden mengalami kesulitan untukmendapatkan produk berupa telur adalah tidak berani ke luar rumah, sedangkan untuk produk dagingalasan terbesar karena harganya mahal. Selama masa pandemi Covid-19 masyarakat Kalimantan Selatanumumnya cenderung lebih memilih mengkonsumsi telur dibandingkan daging yang diperoleh dariwarung/toko/supermarket/ pasar tradisional daripada menggunakan pembelian secara online.