Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU CERDIK PADA PENDERITA HIPERTENSI SELAMA MASA PANDEMI COVID 19 lisa mustika sari; Arfian Jefri Ardianto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i4.3236

Abstract

Pendahuluan : Pandemi secara global yang disebabkan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mewabah dan menyebar dengan cepat, dan terjadi secara bersamaan di seluruh dunia. Peningkatan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19 disebabkan oleh adanya penyakit penyerta (comorbid). Hipertensi merupakan salah satu comorbid paling banyak ditemukan pada Covid-19 sehingga penderita hipertensi diharapkan mampu memodifikasi gaya hidup dan mengubah perilaku kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku CERDIK penderita hipertensi di masa pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan Pendekataan Cross Sectional. Jumlah responden sebanyak 146 orang penderita hipertensi dengan teknik pengambilan sampel purposif sampling. dengan mengunakan alat kuesioner Perilaku CERDIK berisi 8 pertanyaan yang telah dilakukan uji validitas Hasil data dianalisis dengan chi square dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku CERDIK penderita hipertensi di masa pandemi Covid-19 didapatkan hasil bahwa 59,3% tingkat pengetahuan dan hasil analisis bivariate tingkat pengetahuan (p-value: 0,009). Kesimpulan Pengetahuan penderita hipertensi dapat meningkat dan dapat mengubah gaya hidup dan dapat meningkatkan perubahan perilaku CERDIK sehingga derajat kesehatan meningkat secara optimal di masa pandemi Covid-19. Dan Disarankan kepada pelayana keseahatn untuk dapat meningkatkan pelayana kesehatan khususnya pada penderta hipertensi untuk dapat memberikan edukasi dan konseling perubahan perilaku Cerdik secara optimal selama pandemic Covid -19 sehinga dapat meningkatan derajat kesehatan masyarakat
Faktor genetik dan kebiasaan merokok terhadap kejadian hipertensi Sumarni Sumarni; Lisa Mustika Sari; Haidir Syafrullah; Nurul Jannatul Wahidah; Antonius Rino Vanchapo
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 3 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i3.10246

Abstract

Background: Hypertension is still a health problem in Indonesia, especially in Bandung. The increase in hypertension cases can be caused by unhealthy lifestyles.Purpose: To determine the genetic factors and smoking habits on the incidence of hypertension.Method: This study used a cross-sectional design. The population of this study is a productive age community, which is between 15-60 years. The sample technique in this study used accidental sampling techniques and obtained samples of 67 people. The instrument used is a questionnaire. Data analysis using chi-square test.Results: More than half of respondents smoke (53.7 percent), most respondents have no family history of hypertension (55.2 percent), and more than half of respondents suffer from hypertension (52.2 percent). The variables that affect the incidence of hypertension are smoking (p = 0.005 and OR = 4.773 (1.696-13.427) and history of hypertension (p = 0.033 and OR = 2.933 (1.075-8.001).Conclusion: Smoking habits are at risk of suffering from hypertension by 4.7 times greater than people who do not smoke and people who have a genetic  of hypertension are at risk of suffering from hypertension by 2.9 times greater than people who have no family history of hypertension.Suggestion: It is recommended to people who smoke in order to stop smoking. Mainly are those who have a family history of hypertension.Keywords: Hypertension; Smoking; History of Hypertension.Pendahuluan: Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, khususnya di Kota Bandung. Peningkatan kasus hipertensi dapat disebabkan oleh gaya hidup masyarakat yang tidak sehat.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh faktor genetik dan kebiasaan merokok terhadap kejadian hipertensiMetode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan populasinya adalah masyarakat usia produktif yaitu antara 15-60 tahun. Teknik sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik accidental sampling dan didapatkan sampel sebanyak 67 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil: Lebih dari setengah responden merokok (53,7 persen), sebagian besar responden tidak memiliki faktor genetik  hipertensi dalam keluarga (55,2 persen), dan lebih dari setengah responden menderita hipertensi (52,2 persen). Variabel yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi adalah merokok (p=0,005 dan OR=4,773 (1,696-13,427) dan faktor genetik  hipertensi (p=0,033 dan OR=2,933 (1,075-8,001).Simpulan: Orang merokok berisiko menderita hipertensi sebesar 4,7 kali lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak merokok dan orang yang ada faktor genetik  berisiko menderita hipertensi sebesar 2,9 kali lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak ada faktor genetik  hipertensi pada keluarga.Saran: Disarankan kepada masyarakat yang merokok agar dapat berhenti merokok. Utamanya adalah mereka yang memiliki faktor genetik  hipertensi pada keluarga.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGASUH LANSIA MELALUI PELATIHAN DETEKSI DINI DAN PENANGGULANGAN MASALAH KESEHATAN PADA LANSIA DI PSTW KASIH SAYANG IBU BATU SANGKAR Yaslina Yaslina; Wilda Laila; Lisa Mustika Sari; Dini Saskia; M. Ibnu; Naswa Sarlita Sofran
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.50199

Abstract

Hasil analisis situasi yang didapatkan di PSTW Kasih Sayang Ibu di Batusangkar bahwa dari 70 orang lansia yang ada 40% memiliki penyakit kronik seperti hipertensi, diabetes mellitus, stroke dan lainnya, pengasuh memiliki pengetahuan dan kemampuan terbatas berkaiatan deteksi dini dan penanganan masalah pada lansia karena tidak berlatar belakang kesehatan dan belum pernah ada diberikan pelatihan berkaiatan kesehatan pengasuh. Oleh karena itu pengabdian bertujuan memberikan pelatihan berkaiatan deteksi dini dan penanggulangan masalah kesehatan pada pengasuh di Panti Lansia Kasih Sayang Ibu Batusangkar. Pelatihan dilakukan selama tiga hari dengan frekuensi satu hari perminggu 3-3.5 jam/hari ( tanggal 29 Juli, 9 Agustus dan 16 Agustus 2025). Metode pelatihan ceramah, tanya jawab, demonstrasi. Sebelum dan sesudah kegiatan dilakukan pre dan post tes. Kegiatan diikuti oleh 11 orang pengasuh dan 6 tim pengabdi (dosen dan mahasiswa). Materi yang diberikan diantaranya permasalahan kesehatan lansia, deteksi dini penyakit kronik pada lansia, penanganan kegawat daruratan lansia, dan berkaiatan gizi lansia. Hasil didapatkatkan adanya peningkatan pengetahuan dengan nilai selisih pre dan post tes adalah 0.8, kemampuan pengasuh juga meningkat dan menyatakan senang dengan kegiatan yang dilakukan tim pengbdi. Disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan pada pengasuh dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pengasuh dalam menjalankan perannya, sehingga disarankan kepada pengasuh dapat mengaplikasikan dari pelatihan ini kepada lansia dan pihak PSTW dapat melakukan monitoring terhadap peran pengasuh terhadap lansia