Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ROFIL KELEMBAGAAN PETANI DALAM PROGRAM REVITALISASI SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN SITUBONDO Edy Sutiarso; R Achmad Ediyanto; Syamsul Hadi; Kahar Haerah
AGRIBEST Vol 1, No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v1i2.1160

Abstract

Program Revitalisasi Sektor Pertanian telah dilaksanakan di Kabupaten Situbondo sejak beberapa tahun yang lalu, tetapi kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Dometik Regional Bruto berdasarkan lapangan usaha periode 2011-2016 mengalami penurunan cukup signifikan.  Oleh karena itu, tujuan tulisan ini adalah mengkaji profil kelembagaan petani dalam pelaksanaan program tersebut dikaitkan dengan kinerja sub sektor pertanian tanaman pangan.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif melalui teknik survei dan untuk menjawab tujuan penelitian, maka digunakan analisa desktriptif dengan penyajian model tabel frekuensi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rata-rata kondisi profil kelembagaan petani di daerah penelitian dalam kondisi cukup baik ditinjau dari aspek  aspek kualitas SDM, Lamanya berdiri, jenis dan status kelembagaan, bentuk organisasi, dan pola hubungannya dengan petani tanaman pangan. Dampak kondisi profil tersebut tidak banyak berpengaruh nyata terhadap peningkatan kinerja sub sektor tanaman pangan antara sebelum dan sesudah pelaksanaan program revitalisasi pertanian.
KONTRIBUSI PENERIMAAN RETRIBUSI PARKIR TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN JEMBER Kahar Haerah
POLITICO Vol 18, No 1 (2018): Jurnal POLITICO Fisipol
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/politico.v18i1.1373

Abstract

AbstrakTujuan  penelitian ini adalah: 1) untuk memberikan gambaran tentang kontribusi penerimaan retribusi parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah Jember; 2) untuk memberikan gambaran tentang manajemen pengelolaan retribusi parkir yang baik, sehingga mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dari sektor retrbusi parkir. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif yang sumber datanya diperoleh dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data diperoleh melalui  teknik wawancara, observasi non partisipan dan studi dokumentasi. Setelah semua data terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Urgensi atau keutamaan penelitian ini antara lain: 1) memberikan sumbangsih teori terhadap pengembangan ilmu pengetahuan khususnya bidang ilmu pemerintahan; 2) Memberikan sumbangan pemikiran terhadap instansi terkait di Kabupaten Jember tentang pentingnya manajemen pengelolaan retribusi parkir sehingga bisa meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor retribusi parkir; 3) penelitian ini diharapkan juga bisa menjadi bahan referensi bagi peneliti selanjutnya yang ingi meneliti topik yang sama.Kata Kunci: Retribusi Parkir, Pendapatan Asli Daerah AbstractThe purpose of this study are: 1) to provide an overview of the contribution of the receipt of parking fees to the original revenue of Jember; 2) to provide an illustration of the management of a good parking levy management, so as to increase the original revenue from the parking retrbusi sector. Source data obtained from primary data and secondary data. In this descriptive quantitative research, data collection was obtained through interview technique, non participant observation and documentation study. After all the data collected then analyzed with quantitative descriptive data analysis techniques. Urgency or primacy of this research include: 1) contributing theory to the development of science, especially in the field of governmental sciences; 2) To give thought contribution to related institution in Jember Regency about the importance of parking levy management management so that it can increase the original revenue of the area from the parking charges; 3) this study is also expected to be a reference material for further researchers who want to research the same topic.Keywords: Parking Levy, Local Revenue
PELATIHAN DIGITAL MARKETING PADA KELOMPOK EDAMAME KEBONSARI JEMBER Daryanto Daryanto; Kahar Haerah; Miftahur Rahman
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15417

Abstract

Pelatihan Digital Marketing dianggap penting dan wajib dimiliki oleh Kelompok Edamame. Di Era Teknologi Informasi yang sangat cepat berkembang saat ini. Metode Pembelian dan Penjualan Online sangat mudah dilakukan. Banyak sekali media online yang menawarkan kemudahan dalam model pembelian dan penjualan online yang mereka tawarkan. Setelah diadakannya kegiatan pelatihan ini, diharapkan Kelompok Edamame memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang model pemasaran digital yang saat ini lagi menjamur. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ekspositori dan praktik terbimbing. Metode ekspositori (ceramah) yang dilakasanakan yaitu penyempaian materi Digital Marketing, sedangkan praktek terbimbing yang dilaksanakan dengan mempraktekkan materi yang telah dijelaskan oleh pelaksana pengabdian kepada masyarakat. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan ini berjalan dengan lancar dan sebagian besar peserta dapat mengikuti dengan baik dan paham cara menggunakan teknologi informasi sebagai bahan promosi produknya. Selanjutnya hasil pelatihan ini dapat diterapkan oleh Kelompok Usaha Edamame Desa Kebonsari.
The Transformation of Sweet Potatoes into Creative Culinary Products: Training Young Entrepreneurs in Agricultural Areas baktiawan nusanto; Kahar Haerah
Journal Of Humanities Community Empowerment Vol. 3 No. 3 (2025): Journal of Humanities Community Empowerment
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jhce.v3i3.4244

Abstract

This community service activity aimed to enhance the capacity of youth in Panti Village, Jember Regency, in processing sweet potatoes into value-added food products as part of developing a creative economy based on local potential. Held on May 13–14, 2025, the program involved 15 participants and was conducted through two main methods: socialization and hands-on training. The socialization session provided insights into the economic potential of sweet potatoes, business opportunities, marketing strategies, and the strategic role of youth in rural economic development. The technical training focused on practical skills for producing and packaging sweet potato-based products such as steamed sweet potatoes, fried sweet potatoes, chips, and traditional cakes. Participants also learned about product branding and digital marketing. Evaluation results indicated a high level of participant satisfaction with both the content and the delivery methods. This initiative successfully improved participants’ knowledge, skills, and entrepreneurial motivation. It is expected to serve as a starting point for the growth of micro-businesses based on local food resources and contribute to sustainable economic development in the region
The Phenomenon of Ambivalence in Policy Implementation: How Muhammadiyah Universities Protect Women against Sexual Violence Ria Angin; Fauziah Fauziah; Kahar Haerah
Journal of Government and Civil Society Vol 8 No 1 (2024): Journal of Government and Civil Society (April)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v8i1.10056

Abstract

This article discusses "The phenomenon of ambivalence in policy implementation: How Muhammadiyah / Aisyiyah Universities protect women from sexual violence". This phenomenon began when the Ministry refused to change the statement by the Council for Higher Education, Research and Development regarding the revision of article 5 (paragraph 2). ).Due to the Minister's rejection, the Rectors of Muhammadiyah/Aisyiyah as street level bureaucracy, only adopted clauses in the articles of the ministerial regulations that were in line with Islamic values and principles, and integrated them with interpretive clauses related to Article 5 (paragraph 2). ) becomes a new policy. This research uses qualitative research. The informant were the Rectors of Muhamamdiyah/Aisyiyah Universities in the Eastern part of East Java. Qualitative descriptive techniques are used to analyze the data. Each Muhamamdiyah/Aisyiyah University is currently implementing this new policy internally. Presumably because it is enforced internally, the Ministry has not banned this practice. These findings highlight the flexibility of implementing policies to protect women against sexual violence, allowing for changes in line with the internal norms and principles of street-level bureaucracy.Artikel ini membahas tentang “Fenomena ambivalensi dalam implementasi kebijakan: Bagaimana Perguruan Tinggi Muhammadiyah /Aisyiyah melindungi perempuan dari kekerasan seksual”. Fenomena ini bermula ketika Kementerian menolak mengubah pernyataan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan terkait revisi pasal 5 (ayat 2). Atas penolakan Menteri tersebut, maka para Rektor Muhammadiyah/Aisyiyah sebagai street level birokrasi, hanya mengadopsi klausul dalam pasal-pasal peraturan menteri yang sejalan dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam, serta mengintegrasikan dengan klausul penafsiran terkait dengan Pasal 5 (ayat 2). ) menjadi kebijakan baru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif.Informannya adalah Rektor Universitas Muhamamdiyah/Aisyiyah di Jawa Timur bagian Timur.Teknik deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data. Masing-masing Universitas Muhamamdiyah/Aisyiyah saat ini sedang melaksanakan kebijakan baru secara internal. Agaknya karena diberlakukan internal, Kementerian belum melarang praktik ini. Temuan- temuan ini menyoroti fleksibilitas penerapan kebijakan perlindungan perempuan terhadap kekerasan seksual, yang memungkinkan perubahan sejalan dengan norma dan prinsip internal birokrasi tingkat jalanan.