Tri Handayani
Departemen Sejarah Fakultas, Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : HARMONI

SOSIALISASI PENYEGARAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH BAGI PARA PENDIDIK DI LINGKUNGAN SD MANYARAN 01 SEMARANG MELALUI BACAAN SEJARAH KETELADANAN TOKOH NASIONAL Tri Handayani; Endah Sri Hartatik
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.1.48-59

Abstract

ABSTRAKSosialiasi merupakan usaha memasyarakatkan sesuatu hal yang perlu diketahui oleh masyarakat umum. Sosialisasi Gerakan Literasi Sekolah pernah dilaksanakan diawal gerakan tersebut diintroduksi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2015. Gerakan tersebut diharapkan mampu membentuk karakter positif siswa sejak mereka pertama kali masuk sekolah. Penyegaran Gerakan Literasi Sekolah perlu dilakukan terhadap para pendidik di lingkungan sekolah, agar diperoleh metode-metode baru membiasakan peserta didik untuk aktif membaca dan menulis. Tokoh nasional ditampilkan dalam kegiatan ini sebagai pembangkit semangat peserta didik agar mereka meneladani semangat tokoh tersebut untuk tidak mudah menyerah. Siswa didik yang aktif membaca dan menulis diharapkan memiliki kemampuan dan kemauan untuk belajar sepanjang hayat. Kehadiran sosialisasi ini mendapatkan respon positif dari para pendidik di lingkungan SD Negeri Manyaran 01 Semarang. Para pendidik dapat melakukan evaluasi terhadap metode yang telah diterapkan pada para peserta didik. Setelah sosialisasi diperoleh alternatif metode baru untuk diterapkan sesuai dengan tingkat kelas.Kata kunci : Pendidik, Peserta didik, Gerakan, Literasi, Sekolah DasarABSTRACTSocialization is an effort to promote something that requires the common public to acknowledge. The socialization of the School Literacy Movement was carried out at the beginning of the movement, which was introduced by the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia in 2015. This movement was expected to be able to form student’s positive characters, since their elementary periods of school. Refreshment of the School Literacy Movement needs to be carried out towards teachers in the school environment, in order to obtain new methods to accustom students to actively reading and writing. The historical national figures are to be presented in this activity as an encouragement for students to imitate the resilient spirit of the referred figures. Students who actively read and write are expected to grow the ability and willingness to long-life education. This socialization has received positive responses from the teachers in the SD Negeri Manyaran 01 Semarang. It allows them to evaluate the methods that have been applied to students. After the socialization, a new alternative method was acquired to be applied according to the class level.Keywords: Teacher, Student, Movement, Literacy, Primary School
PENDAMPINGAN PENCATATAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN DI SD NEGERI MANYARAN 01 SEMARANG Tri Handayani; Endah Sri Hartatik
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.2.79-89

Abstract

ABSTRAKPendampingan merupakan kegiatan menemani seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Pendampingan dalam kegiatan ini adalah pendampingan pencatatan koleksi perpustakaan sekolah dasar dengan menggunakan sistem yang telah diatur dalam Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah. Pencatatan koleksi perpustakaan dilakukan pada Buku Induk secara manual maupun elektronik. Tujuan pendampingan adalah meningkatkan efektifitas kerja para pengelola arsip dalam mencapai tujuan. Tujuan pencatatan koleksi pustaka identik dengan tujuan pengolahan koleksi, yaitu memudahkan temu balik koleksi yang diperlukan. Buku Induk juga merupakan salah satu komponen sarana prasarana yang dinilai dalam program penilaian sekolah. Kegiatan pendampingan diperlukan oleh Sekolah Dasar Negeri Manyaran 01 Semarang karena sekolah ini belum pernah membuat Buku Induk. Peserta pendampingan adalah pengelola perpustakaan dan guru kelas yang diberikan tugas tambahan mengelola perpustakaan. Hasil kegiatan adalah pengelola perpustakaan memiliki pengetahuan baru tentang Buku Induk. Hasil tambahan adalah draft Buku Induk. Draft ini sangat penting karena merupakan salah satu kelengkapan dokumen sarana prasarana yang dinilai dalam kegiatan penilaian sekolahKata kunci : Pendampingan, Perpustakaan, Buku Induk, Sarana Prasarana, Sekolah Dasar ABSTRACTMentoring is an activity to accompany a person or group of people to achieve the expected goals. Mentoring in this activity is mentoring in recording elementary school library collections using a system that has been regulated in the School Library Administration Guidelines. Recording of library collections is carried out on the Main Book manually or electronically. The purpose of the mentoring is to increase the effectiveness of the library managers' work in achieving the goals.  The purpose of recording library collections is identical to the purpose of processing collections, that is to facilitate the retrieval of the required collection. The Parent Book is also one of the components of the facilities that are assessed in the school assessment program. Mentoring activities are needed by this school because this school has never made the Main Book. Mentoring participants are library managers and classroom teachers who are given additional tasks to manage the library. The result of the activity is that the library manager has new knowledge about the Main Book. An additional result is a draft of the Main Book.  This draft is very important because it is one of the completeness of the infrastructure documents that are assessed in school assessment activitiesKeywords: Mentoring, Library, Main Book, Facilities, Primary School
PENDAMPINGAN PENETAPAN NOMOR INVENTARIS KOLEKSI PERPUSTAKAAN DI SD NEGERI MANYARAN 01 SEMARANG Tri Handayani; Endah Sri Hartatik
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.1.109-123

Abstract

Buku Inventaris merupakan salah satu sarana perpustakaan yang diperlukan sebagai dasar bagi pelaksanaan pengolahan koleksi pustaka selanjutnya. Observasi yang dilakukan terhadap sejumlah perpustakaan sekolah dasar di Indonesia melalui berbagai laporan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, menunjukkan bahwa masih ditemukan sekolah-sekolah dasar yang kondisi perpustakaannya tidak terkelola sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Pendampingan dalam kegiatan ini adalah pendampingan terhadap para pengelola perpustakaan dalam menetapkan nomor inventaris. Penetapan ini harus dilakukan agar tahapan selanjutnya dalam pengolahan koleksi pustaka dapat dilakukan. Kegiatan pendampingan penetapan nomor inventaris koleksi pustaka yang dimiliki perpustakaan Sekolah Dasar Negeri Manyaran 01 Semarang diperlukan karena sekolah ini belum pernah membuat Buku Inventaris. Peserta pendampingan adalah Operator dan guru kelas yang diberikan tugas tambahan mengelola perpustakaan. Hasil kegiatan adalah pengelola perpustakan memiliki pengetahuan baru tentang Nomor Inventaris. Hasil lainnya adalah SD Negeri Manyaran 01 Semarang memiliki draft baru Buku Inventaris yang lebih lengkap informasinya.  Kata kunci : Pendampingan, Perpustakaan, Nomor Inventaris, Buku Inventaris, Sekolah DasarInventory books are one of the library facilities needed as a basis for the implementation of further processing of library collections. Observations made on several elementary school libraries in Indonesia through various research reports that have been carried out previously show that there are still elementary schools whose library conditions are not managed according to the standards set by the National Library of the Republic of Indonesia. Mentoring in this activity is mentoring library managers in determining inventory numbers. This determination must be made so that the next stage in processing library collections can be carried out. Mentoring activities in determining the inventory number of library collections owned by the Manyaran 01 Semarang State Elementary School library are needed because this school has never made an Inventory Book. Mentoring participants are Operators and classroom teachers who were given the additional task of managing the library. The result of the activity is that the library manager has new knowledge about Inventory Numbers. Another result is that the Manyaran 01 State Elementary School Semarang has a new draft of the Inventory Book with more complete information.Keywords: Mentoring, Library, Inventory Number, Inventory Books, Elementary School