Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemaknaan Taman Baca Masyarakat Rumah Uplik di Desa Pledokan Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Vathkuriyan Dwi Utomo; Lydia Christiani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1243.397 KB) | DOI: 10.14710/anuva.4.2.183-196

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Pemaknaan Taman Baca Masyarakat Rumah Uplik di Desa Pledokan Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pendiri dan masyarakat sekitar memaknai keberadaan Taman Baca Masyarakat Rumah Uplik di Desa Pledokan Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendiri Taman Baca Masyarakat Rumah Uplik dan masyarakat sekitar. Dalam penelitian ini terdapat pendiri Taman Baca Masyarakat Rumah Uplik dan enam orang informan lain yang didapatkan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara terbuka dengan pendekatan fenomenologi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan muncul pemaknaan yang berasal dari proses interaksi pendiri dan masyarakat. Hasil interaksi tersebut memunculkan, penerimaan oleh masyarakat, perubahan perilaku yang dialami masyarakat, dan ketidakselarasan dari sebagian masyarakat yang ketiganya merupakan wujud realitas objektif pemaknaan yang muncul dari keberadaan Taman Baca Masyarakat Rumah Uplik.
Implikasi Neo-Documentalist pada Perkembangan Kurikulum Ilmu Perpustakaan Lydia Christiani; Widya Damayanti; Katrin Setio Devi
Literatify: Trends in Library Developments Conference Papers of the Hybrid International Conference on Library and Information ScienceĀ (HICoLIS
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/literatify.vi.42761

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Gerakan Dokumentasi Baru atau neo-documentalist yang dimulai dari Amerika Serikat dan Eropa Barat mulaimengubah peta keilmuan Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Gerakan yangberupaya merevitalisasi konsep dokumen tersebut menggali konsepsi dasarkeilmuan dalam bidang Ilmu Perpustakaan. Pemahaman keilmuan yang semulahanya berfokus pada pengelolaan dokumen pustaka, perlahan mulai dikajikembali dengan pendekatan baru yaitu pendekatan neo-documentalist yang lebihmenekankan dokumen dari sisi fungsi bukan format. Penelitian ini dilakukandengan pendekatan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwapendekatan yang pada ranah praktis menyebabkan urgensi konvergensilembaga dokumenter seperti perpustakaan, lembaga kearsipan, dan museum,pada akhirnya juga berimbas pada tataran konseptual keilmuan. Seperti halnyapada ranah praktis yang memperluas objek garap lembaga dokumentasi yangsemula hanya berfokus pada dokumen pustaka menjadi segala hal yangmenjalankan fungsi dokumen. Demikian pula halnya pada ranah konseptualteoretis, yang lebih menekankan teori dokumen sebagai fokus dari keberadaandokumen. Perkembangan kajian baik pada ranah praktis maupun teoretistersebut memiliki implikasi yang kuat pada perkembangan kurikulum ilmuperpustakaan dan informasi, yang memerlukan rangkaian interdisiplin baru, yaitudokumentasi, perpustakaan dan informasi. Selain itu, implikasi neo-documentalistjuga memberi tantangan baru menuju levelitas baru, dengan menempatkandokumen sebagai pusat dari pembelajaran multidisiplin.