Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implikasi Neo-Documentalist pada Perkembangan Kurikulum Ilmu Perpustakaan Lydia Christiani; Widya Damayanti; Katrin Setio Devi
Literatify: Trends in Library Developments Conference Papers of the Hybrid International Conference on Library and Information ScienceĀ (HICoLIS
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/literatify.vi.42761

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Gerakan Dokumentasi Baru atau neo-documentalist yang dimulai dari Amerika Serikat dan Eropa Barat mulaimengubah peta keilmuan Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Gerakan yangberupaya merevitalisasi konsep dokumen tersebut menggali konsepsi dasarkeilmuan dalam bidang Ilmu Perpustakaan. Pemahaman keilmuan yang semulahanya berfokus pada pengelolaan dokumen pustaka, perlahan mulai dikajikembali dengan pendekatan baru yaitu pendekatan neo-documentalist yang lebihmenekankan dokumen dari sisi fungsi bukan format. Penelitian ini dilakukandengan pendekatan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwapendekatan yang pada ranah praktis menyebabkan urgensi konvergensilembaga dokumenter seperti perpustakaan, lembaga kearsipan, dan museum,pada akhirnya juga berimbas pada tataran konseptual keilmuan. Seperti halnyapada ranah praktis yang memperluas objek garap lembaga dokumentasi yangsemula hanya berfokus pada dokumen pustaka menjadi segala hal yangmenjalankan fungsi dokumen. Demikian pula halnya pada ranah konseptualteoretis, yang lebih menekankan teori dokumen sebagai fokus dari keberadaandokumen. Perkembangan kajian baik pada ranah praktis maupun teoretistersebut memiliki implikasi yang kuat pada perkembangan kurikulum ilmuperpustakaan dan informasi, yang memerlukan rangkaian interdisiplin baru, yaitudokumentasi, perpustakaan dan informasi. Selain itu, implikasi neo-documentalistjuga memberi tantangan baru menuju levelitas baru, dengan menempatkandokumen sebagai pusat dari pembelajaran multidisiplin.
Transforming village libraries to enhance community literacy and empowerment in Serengan, Surakarta Ilmi, Bachrul; Rahmat Setiawan Saefullah; Siti Nurkamilah; Katrin Setio Devi; Zahrina Roseliana Mazidah; Rr. Iridayanti Kurniasih; Nurlistiani; Fadhli, Rahmat
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol. 10 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v10i4.16335

Abstract

Literacy is a crucial factor in improving the quality of human life. The Serengan Village Library in Surakarta City has significant potential as an inclusive and sustainable community-based literacy center. This community service program aims to implement the national Social Inclusion-Based Library Transformation program, with its mission to improve the Community Literacy Development Index. The community service program is implemented through design, outreach, implementation, and monitoring and evaluation. The program includes technology-based library management to improve the competency of librarians (18 participants), School Literacy Movement (GLS) training (20 participants), and digital marketing and product photography training for MSMEs (20 participants). Monitoring and evaluation are conducted using indicators, which include design, action, and indicators. The results of the activities indicate an increase in the capacity of all target groups (librarians, teachers, and communities involved) for the program (220 percent on average from the baseline). These include more professional librarians, more creative teachers in conveying literacy to children, and more digitally prepared MSMEs. This program can be a model to establish the TPBIS program in the other village libraries. Moreover, this program contributes to strengthening the function of village libraries as community literacy centers and supports the achievement of SDG 4 on quality education.