Wiwiek Sundari
Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : HARMONI

PELATIHAN PEMAHAMAN BACAAN MENGGUNAKAN TEKNIK PEMBACAAN SEPINTAS LALU BAGI SISWA KELAS X JURUSAN TEKNIK ELEKTRIKA INDUSTRI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI JAWA TENGAH, SEMARANG Wiwiek Sundari; Ratna Asmarani
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.3.21-25

Abstract

ABSTRAK Proses belajar mengajar di sekolah di Indonesia saat ini mulai menggabungkan sistem pembelajaran daring dan luring seiring dengan menurunnya jumlah kasus Pandemi Covid-19. Namun, sekolah kejuruan yang melakukan praktikum di laboratorium, seperti SMK Jawa Tengah, Semarang, masih mengutamakan keselamatan siswa dan guru menggunakan sistem daring. Salah satu materi yang sesuai untuk diajarkan menggunakan sistem daring adalah Keterampilan Membaca karena bacaan ditampilkan melalui platform pembelajaran daring dan siswa memahami bacaan seolah mereka belajar secara luring. Dalam pengabdian masyarakat Program Studi Sastra Inggris, FIB, UNDIP ini, penulis memberikan pelatihan membaca dengan teknik pemahaman bacaan sepintas lalu, secara dwi bahasa, untuk mengakomodir kemampuan berbahasa Inggris siswa yang terbatas, agar siswa memahami bacaan dengan baik dan menjawab pertanyaan dengan benar.      Hasil pelatihan menunjukkan bahwa siswa Kelas X Jurusan Teknik Elektrika Industri memahami bacaan dengan lebih cepat sesuai target pelatihan. Dengan demikian, pelatihan ini perlu diberikan agar siswa lebih mudah memahami teks berbahasa Inggris.Kata kunci :  pengabdian masyarakat, pelatihan membaca, teknik pemahaman bacaan sepintas lalu, dwi bahasa, daring ABSTRACT Indonesian schools’ learning process is now starting to combine on line and off line learning system due to the declining number of Pandemic Covid-19 case. However, vocational school, holding laboratory practices, still use on line system for the sake of their students and teachers’ safety, such as Central Java State Vocational Highschool Semarang. One of suitable learning material for this on-line system is the Reading Skill since the text is being shared on the learning platform and the students are able to comprehend it as if they are studying on off line system. On this community service of English Literature Study Program, FIB, UNDIP, the writer holds reading training using skimming and scanning techniques, bilingually, to accommodate the limited students’ English performance so that they comprehend the text and answer the questions correctly. The result shows that 10th grade students of Industrial Electrical are able to understand the text faster as it is expected as the training target. Thus, this training should be given regularly so that students can understand the English reading comprehension text better.Keywords : community service, reading training, scanning and skimming techniques, bilingual, on line
MENULIS PARAGRAF SEDERHANA DALAM BAHASA INGGRIS DENGAN STRUKTUR P.E.E.L. BAGI SISWA KELAS XII JURUSAN TEKNIK KONSTRUKSI BAJA KAPAL SMK NEGERI 10 SEMARANG Ratna Asmarani; Wiwiek Sundari
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.1.7-14

Abstract

ABSTRAKPandemi Covid 19 yang marak sejak Maret 2020 belum tertanggulangi sampai sekarang yang membuat segala aktivitas kehidupan termasuk proses belajar mengajar dan pelatihan-pelatihan harus beralih ke sistem daring (online). Oleh karena itu, pelatihan dalam rangka pengabdian masyarakat jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya Undip, di SMK Negeri 10 Semarang juga dilakukan secara daring. Pelatihan berfokus pada mengajarkan kecakapan praktis, yaitu menulis paragraf pendek dalam bahasa Inggris. Penulisan paragraf mengikuti struktur yang dinamai P.E.E.L., singkata dari Point, Example, Evidence, dan Link. Struktur ini memberikan panduan praktis menulis paragraf pendek yang efisien dan lengkap. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode Dwi-Bahasa (Bilingual Method) yang mengikuti tiga tahap pengajaran, yaitu Presentation, Practice, and Production, yang sangat tepat untuk mengajarkan kecakapan berbahasa Inggris bagi pembelajar bukan penutur asli bahasa Inggris yang kemampuan bahasa Inggrisnya masih belum cukup memadai. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta pelatihan, siswa kelas XII Jurusan Teknik Konstruksi Kapal Baja di SMK Negeri 10 Semarang, dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan cukup antusias. Simpulan yang bisa ditarik adalah pelatihan praktis kecakapan berbahasa perlu diberikan secara periodik karena dapat menambah bekal praktis siswa dalam menghadapi dunia kerja.Kata kunci :  pengabdian masyarakat, struktur paragraf P.E.E.L., metode Dwi-Bahasa
PELATIHAN CARA MENULIS PARAGRAF DESKRIPTIF TEHNIKAL DALAM BAHASA INGGRIS BAGI SISWA KELAS XI JURUSAN TEKNIK PEMESINAN DI SMK NEGERI JAWA TENGAH SEMARANG Ratna Asmarani; Wiwiek Sundari; Hadiyanto Hadiyanto
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.4.2.42-51

Abstract

ABSTRAKPengabdian kepada Masyarakat oleh tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro sebagai kegiatan tridharma regular tidak terhalangi oleh maraknya pandemi Covid 19. Pelatihan dengan topik cara penulisan paragraf deskriptif tehnikal dilakukan secara daring (online) dan ditujukan pada siswa kelas XI jurusan Teknik Pemesinan SMK Negeri Jawa Tengah Semarang. Pelatihan menggunakan metode dwi bahasa (Bilingual Method) yang menggunakan Bahasa Indonesia sebagai media untuk menyampaikan materi sedangkan materi yang diberikan dalam Bahasa Inggris. Pelatihan secara sistematis dibagi dalam tiga tahap: presentasi materi, diskusi dalam bentuk tanya jawab, dan latihan terpandu. Relevansi materi dengan jurusan yang sedang diambil siswa membuat siswa kelas XI jurusan Teknik Pemesinan SMK Negeri Jawa Tengah Semarang antusias mengikuti setiap tahap yang diberikan termasuk menulis satu paragraf deskriptif tehnikal untuk bahan evaluasi kegiatan pelatihan. Dapat disimpulkan bahwa siswa perlu diberikan pelatihan praktis yang relevan dengan jurusannya sebagai tambahan bekal menghadapi dunia kerja yang semakin banyak tuntutannya.Kata kunci :  penulisan deskriptif tehnikal, metode bi-lingual, SMK Negeri Jawa Tengah Semarang
BERLATIH MEMBACA TEKS BAHASA INGGRIS DENGAN D.R.E.A.M.S. STRATEGY UNTUK SISWA KELAS X JURUSAN TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK SMK NEGERI JAWA TENGAH SEMARANG Ratna Asmarani; Wiwiek Sundari
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.3.7-14

Abstract

ABSTRAKSistem daring (online) menjadi jalan keluar bagi larangan tatap muka langsung di dalam kelas sejak adanya pandemi Covid 19 yang sudah menyebar di Indonesia sejak bulan Maret 2020. Pengabdian kepada masyarakat oleh tim jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universita Diponegoro di SMK Negeri Jawa Tengah Semarang juga diakukan secara daring dengan menggunakan Google Classroom sesuai media daring yang digunakan di SMKN tersebut. Pelatihan berisi tentang cara membaca teks berbahasa Inggris dengan menggunakan strategi yang disingkat D.R.E.A.M.S. Agar pelatihan berjalan dengan efisien dan menyenangkan, mengingat kemampuan berbahasa Inggris peserta yang masih kurang memadai, digunakan metode dwi-bahasa (bilingual method) yang terdiri atas tiga tahap pengajaran, yaitu Presentation, Practice, and Production. Pelatihan singkat tersebut menunjukkan bahwa siswa kelas X jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK Negeri Jawa Tengah Semarang mengikuti pelatihan dengan gembira dan aktif. Simpulan yang dapat ditarik adalah pelatihan singkat tentang strategi membaca yang efisien perlu diberikan secara periodik, selain untuk mengurangi kejenuhan akibat rutinitas pengajaran daring yang sudah sekian lama, juga bisa untuk menambah skill praktis bagi para siswa.Kata kunci: D.R.E.A.M.S., metode dwi-bahasa, SMK Negeri Jawa Tengah Semarang
PELATIHAN CARA MENDESKRIPSIKAN DAN MEMPROMOSIKAN PRODUK MEBEL DALAM BAHASA INGGRIS BAGI SISWA KELAS XI SMK PIKA SEMARANG Ratna Asmarani; Wiwiek Sundari
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.1.71-79

Abstract

Tim kecil pengabdian kepada masyarakat dari jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Undip melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ke siswa kelas XI SMK PIKA Semarang.  Mengingat SMK PIKA Semarang fokus pada bidang Teknik Furnitur dan memiliki bengkel kerja dan ruang pamer (showroom) yang memamerkan dan menjual produk mebel berkualitas yang dihasilkannya, maka pelatihan dalam bentuk pendampingan selama satu bulan mengambil materi “Cara mendeskripsikan dan mempromosikan produk mebel dalam bahasa Inggris bagi siswa kelas XI SMK PIKA Semarang”. Pendampingan dibagi dalam beberapa sesi dan disajikan dalam bentuk presentasi yang disertai gambar-gambar yang relevan. Metode pengajaran adalah metode dwibahasa yang sangat berguna untuk menjembatani kemampuan sisa yang heterogen. Pertemuan pertama mencakup poin-poin umum untuk mendeskripsikan produk mebel dan poin-poin persuasif untuk mempromosikan/menjual produk mebel. Pertemuan kedua mengajarkan ungkapan-ungkapan yang berguna untuk mendeskripsikan produk mebel dan ungkapan-ungkapan yang berguna untuk mempromosikan dan menjual produk mebel. Pertemuan ketiga dan keempat para siswa melakukan presentasi untuk mendeskripsikan dan mempromosikan produk mebel tertentu secara persuasif disertai gambar produk mebel yang artistik. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa para siswa sangat antusias dan menikmati setiap sesi, bahkan pada sesi presentasi dalam bentuk kelompok-kelompok kecil para siswa melakukannya dengan serius dan cukup kreatif.Kata kunci: SMK PIKA Semarang, mendeskripsikan mebel, mempromosikan mebel A small community service team from the Department of English Literature, Faculty of Humanities, Diponegoro University, carries out community service activities to students of class XI of PIKA Vocational School Semarang. Considering that PIKA Vocational School Semarang focuses on the field of Furniture Engineering and has a workshop and showroom that exhibits and sells quality furniture products it produces, the training in the form of mentoring for one month takes the subject of “How to describe and promote furniture products in English for students of class XI of PIKA Vocational School Semarang”. Mentoring is divided into several sessions and is presented in the form of presentations accompanied by relevant pictures. The teaching method is a very useful bilingual method for bridging heterogeneous abilities of the students. The first meeting includes general points for describing furniture products and persuasive points for promoting/selling furniture products. The second meeting is about useful phrases to describe furniture products and useful phrases to promote and sell furniture products. In the third and fourth meetings, the students make presentations to describe and promote certain furniture products in a persuasive manner accompanied by artistic pictures of furniture products. The result of the mentoring shows that the students are very enthusiastic and enjoy each session, even in the presentation sessions in the form of small groups, the students do it seriously and quite creatively.Keywords: PIKA Vocational School Semarang, describing furniture, promoting furniture
PENERAPAN METODE PENGAJARAN KOMUNIKATIF DALAM PENGAJARAN “ENGLISH FOR TRAFFIC” UNTUK ANGGOTA POLISI POLRESTABES KOTA SEMARANG Savitri, Ayu Ida; Sundari, Wiwiek
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.353 KB) | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

Mengajarkan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Kedua (English as a Second Language atau TESL) kepada orang dewasa yang mempelajari Bahasa Inggris untuk kesekian kalinya namun          tidak menggunakannya di dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi hal yang menantang bagi para pengajar ESL, khususnya pada saat mengajarkan Keterampilan Berbicara menggunakan Bahasa Inggris karena mereka masih mengalami hambatan dalam menggunakan Bahasa Inggris dalam berbicara. Mereka harus mengenal berbagai kosakata baru dalam Bahasa Inggris dengan ejaan dan pelafalan yang berbeda dengan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama setelah bahasa daerah sebagai bahasa ibu mereka, memahami maknanya, dan menggunakannya dalam percakapan. Selain itu, mereka juga harus mengetahui dan dapat menggunakan berbagai kala yang digunakan pada saat berbicara. Kompetensi Komunikatif atau KK dari pembelajar ESL merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan mereka memelajari ESL. Untuk memperluas  KK dari Chomsky (1965) yang dipandang terlalu sempit, Hymes (1967; 1972), meyatakan bahwa KK merupakan kompetensi yang memampukan seseorang untuk menyampaikan dan memahami pesan dalam sebuah percakapan dan menegosiasikan makna pesan tersebut secara interpersonal dalam konteks tertentu. Selanjutnya, Savignon (1983:9) menyatakan bahwa KK bersifat relatif karena bergantung pada kerjasama partisipan percakapan. KK dibedakan menjadi Kompetensi Linguistik yang berkaitan dengan bentuk bahasa dan Kompetensi Komunikatif itu sendiri yang berkaitan dengan pengetahuan seseorang yang memampukannya berkomunikasi secara fungsional dan interaktif. Ancangan tersebut kami gunakan untuk mengajarkan ESL kepada tujuh belas staf Polrestabes Semarang, yang menitikberatkan pada keterampilan berbicara menggunakan Bahasa Inggris dalam melayani wisatawan asing yang berkunjung ke Kota Semarang pada saat mereka berlalu-lintas. Ancangan tersebut kami pilih karena mereka menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua pada saat bertugas di lapangan secara langsung tanpa harus memikirkan bentuk bahasa yang baik dan benar terlebih dahulu sebelum berbicara karena kejadian di lapangan dapat terjadi sangat cepat dan memerlukan penanganan yang cepat pula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka mampu menggunakan KK mereka dalam Berbahasa Inggris pada saat lawan bicara mereka (dalam permainan peran)       juga bekerjasama dalam hal memahami dan bertukar pesan sederhana dalam Bahasa Inggris. Kata Kunci: Bahasa Inggris sebagai Bahasa Kedua (ESL), Kompetensi Komunikatif (Communicative Competence).