Rosalinda Wiemar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

VARIASI PERUBAHAN MATERIAL PADA ARSITEKTUR TRADISIONAL RUMAH GADANG MINANGKABAU, STUDI KASUS PUSAT DOKUMENTASI DAN INFORMASI KEBUDAYAAN MINANGKABAU Rosalinda Wiemar
Prosiding Seminar Nasional Pakar Prosiding Seminar Nasional Pakar 2018 Buku II
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pakar.v0i0.2720

Abstract

Rumah gadang Minangkabau adalah salah satu karya arsitektur tradisional yang sangat menonjol, selain digunakan sebagai tempat tinggal, bangunan ini digunakan sebagai rumah adat suku-suku di Minangkabau . Karena perannya yang sangat penting di dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, bentuk rumah gadang ini dijadikan sebagai bentuk dari bangunan museum Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM). Sebagai bangunan publik yang sangat banyak dikunjungi, baik sebagai sarana edukasi maupun rekreasi, PDIKM selayaknya memiliki bentuk dan ciri yang dapat mewakili rumah gadang masyarakat Minangkabau. Perkembangan teknologi material pada bangunan selalu berkembang, tidak hanya aspek fungsi namun juga aspek estetika. Agar dapat diketahui sejauh mana penggunaan material masa kini/modern yang digunakan pada rumah gadang umumnya dan rumah gadang di PDIKM khususnya, maka dilakukan penelitian ini. Jenis penelitian yang digunakan berdasarkan pada tujuan penelitian yang ingin dicapai, untuk itu digunakan metode penelitian kualitatif-naturalistik. Penelitian dilakukan dalam situasi yang wajar atau dalam natural setting. Sedangkan metode pengumpulan datanya, bersifat kualitatif karena itu disebut juga metode kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa perubahan material pada rumah gadang PDIKM dilakukan agar memberikan nilai tambah, tidak merubah budaya, aktifitas dan tata hidup yang dilakukan pada rumah gadang PDIKM.
TRANSFORMASI IDENTITAS DALAM ARSITEKTUR INTERIOR MASJID RAMLIE MUSOFA: SINERGI BUDAYA DAN SPIRITUALITAS: IDENTITY TRANSFORMATION IN THE ARCHITECTURE INTERIOR OF RAMLIE MUSOFA MOSQUE: A SYNERGY OF CULTURE AND SPIRITUALITY Layla Nurina Kartika Iskandar; Siti Febrina Rahmadani; Rosalinda Wiemar; Ariani
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v9i1.22629

Abstract

The Ramlie Musofa Mosque, located at Jalan Danau Sunter Selatan Blok I/10 No.12C-14A, North Jakarta, serves as a fascinating example of cultural acculturation in mosque architecture in Indonesia. The research titled "Identity Transformation in the Interior Architecture of Ramlie Musofa Mosque: A Synergy of Culture and Spirituality" aims to examine issues related to how Chinese architectural and interior elements within the mosque interact with Islamic cultural and spiritual values. The main problem addressed is the potential identity confusion of the mosque due to the blending of Chinese cultural symbols with Islamic values, which may influence the perceptions of the Muslim community. The purpose of this research is to understand the process of acculturation that occurs in the mosque’s architecture and how the fusion of cultures can either enhance or diminish the spiritual experience within the prayer space. The research objective is to analyze how non-Islamic cultural elements in the mosque’s architecture can still synergize with its primary function as a place of worship for Muslims. The benefit of this study is to provide new insights into cultural integration within Islamic architecture in Indonesia. The research method adopts a phenomenological approach through field observation analysis, interviews with congregants as well as the mosque's architect and interior designer, and literature reviews from social media sources and scholarly journals related to cultural acculturation and mosque architecture in Indonesia. This method enables the researcher to explore the meanings and subjective experiences of congregants who directly interact with a worship space rich in diverse cultural elements, offering insights into the impact of acculturation within the context of religious architecture in Indonesia. This research is expected to produce a scientific article published in an accredited national journal, as well as a research poster to be publicly presented, leading to the issuance of an Intellectual Property (HKI) Copyright Certificate.