Muhammad Syauqillah
STAI Ma’had Aly Al-Hikam Malang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MANAJEMEN PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA KERANG HIJAU DALAM PRESPEKTIF MAQOSID SYARIAH Muhammad Syauqillah
Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 2, No 2 (2021): JUNI
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v2i2.816

Abstract

The economic management of the majority Campurejo village society relies on shellfish aquaculture. They implement shellfish rearing business practice by installing bamboo into the sea in order to catch the shell easier. Shellfish aquaculture is considered as a very promising occupation because it is highly profitable. Campurejo people formerly are categorized as a lower-middle economic society.Phenomenological approach is used as the research method in this study. Moreover, this research uses empirical data with primary data taken from in-depth interviews with several parties which are involved in green shellfish aquaculture activities and the secondary data obtained from many references related to maqashid syariah and others. The data collection techniques using interviews, observation and documentation. In the data analysis aspect, it is through the stages of data reduction, data presentation, verification and conclusion. The author then uses a data triangulation method in order to test the validity of the data.The results shows good economic management in green shellfish aquaculture will lead to profit which has increased the community's economy and at the same time has a chain effect on the economy in terms of education, health, religiosity and child upbringing. The benefits of shellfish aquaculture aside from providing special impacts, also provide general impacts by opening up jobs and helping the underprivileged people. The variety benefits of green shellfish aquaculture has relevance to the spirit of the sharia which intends to prosper the community.  Looking at the aquaculture process and the results associated with the implementation of maqasid syariah through the media of maslahah mursalah, it has been in accordance with the implementation requirements. Along these lines, green shellfish aquaculture is a business practice that is actually accommodated in the unwritten scope of sharia.
Teknik Cerita dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Tafsir Isra’iliyyat Rahmat Rahmat; Maulidatul Khoiriyah; Muhammad Syauqillah
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ajmie.v1i1.1216

Abstract

Artikel ini memuat tips implementasi teknik cerita dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan mengambil sampel materi terkait Kisah Keteladanan Ashabul Kahfi yang diajarkan di Kelas 6 SD/MI. Secara garis besar, ada lima tahap implementasi teknik cerita. Pertama, guru dan siswa mengawali pembelajaran dengan membaca ayat Al-Qur’an, terutama Surat al-Fatihah. Kedua, guru meminta beberapa siswa untuk membaca ayat Al-Qur’an dan terjemahnya yang relevan dan siginifikan terkait Ashabul Kahfi. Ketiga, guru bercerita tentang Ashabul Kahfi dengan diperkaya Tafsir Isra’iliyyat yang merujuk pada tafsir terpercaya, seperti Tafsir al-Munir karya Wahbah al-Zuhaili. Keempat, guru menayangkan video pendek terkait gua yang dipercaya sebagai gua Ashabul Kahfi dan/atau film pendek terkait kisah Ashabul Kahfi. Sebagai alternatif media video, guru dapat menggunakan media gambar yang dicetak dan ditempelkan di papan tulis. Kelima, sebagai evaluasi pembelajaran, guru memberi tugas kepada siswa agar mencatat hikmah-hikmah yang dapat dipetik oleh siswa untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Teknik Cerita dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Tafsir Isra’iliyyat Rahmat Rahmat; Maulidatul Khoiriyah; Muhammad Syauqillah
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ajmie.v1i1.1216

Abstract

Artikel ini memuat tips implementasi teknik cerita dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan mengambil sampel materi terkait Kisah Keteladanan Ashabul Kahfi yang diajarkan di Kelas 6 SD/MI. Secara garis besar, ada lima tahap implementasi teknik cerita. Pertama, guru dan siswa mengawali pembelajaran dengan membaca ayat Al-Qur’an, terutama Surat al-Fatihah. Kedua, guru meminta beberapa siswa untuk membaca ayat Al-Qur’an dan terjemahnya yang relevan dan siginifikan terkait Ashabul Kahfi. Ketiga, guru bercerita tentang Ashabul Kahfi dengan diperkaya Tafsir Isra’iliyyat yang merujuk pada tafsir terpercaya, seperti Tafsir al-Munir karya Wahbah al-Zuhaili. Keempat, guru menayangkan video pendek terkait gua yang dipercaya sebagai gua Ashabul Kahfi dan/atau film pendek terkait kisah Ashabul Kahfi. Sebagai alternatif media video, guru dapat menggunakan media gambar yang dicetak dan ditempelkan di papan tulis. Kelima, sebagai evaluasi pembelajaran, guru memberi tugas kepada siswa agar mencatat hikmah-hikmah yang dapat dipetik oleh siswa untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan Mahasiswa Melalui Pelatihan Manajemen Organisasi untuk Pengurus Organisasi Kemahasiswaan Imam Athoir Rokhman; Muhammad Syauqillah
Asskruie: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Saniya Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/7bx95m92

Abstract

Pelatihan dan pendampingan kepemimpinan serta manajemen organisasi merupakan pendekatan strategis dalam meningkatkan kapasitas pengurus organisasi mahasiswa, khususnya Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI) STAI Ma’had Aly Al-Hikam Malang. Program ini dirancang melalui tiga tahapan utama: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan melibatkan identifikasi kebutuhan peserta, perumusan tujuan, penyusunan materi, serta penentuan narasumber yang relevan. Tahap pelaksanaan mengintegrasikan teori dan praktik menggunakan pendekatan berbasis nilai-nilai lokal, keagamaan, dan konsep manajemen modern untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang holistik. Tahap evaluasi digunakan untuk menilai relevansi materi, tingkat pemahaman peserta, dan efektivitas pelatihan melalui kuesioner, pengamatan langsung, serta tugas implementasi pasca-pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menerapkan keterampilan kepemimpinan dan manajemen organisasi yang diperoleh dalam konteks nyata organisasi mereka. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa yang adaptif dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Temuan ini mendukung pentingnya pengembangan pelatihan berbasis pengalaman langsung dalam memperkuat kapasitas pengurus organisasi mahasiswa.