Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OBESITAS PADA ORANG DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL : A LITERATURE REVIEW Erviana Erviana; Titiek Hidayati
Avicenna : Journal of Health Research Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.3 KB) | DOI: 10.36419/avicenna.v2i1.256

Abstract

Latar Belakang : Tahun 2016 lebih dari 1,9 miliar orang dewasa berusia 18 tahun ke atas mengalami kelebihan berat badan. Lebih dari 650 juta orang dewasa mengalami obesitas. Secara keseluruhan, sekitar 13% dari populasi orang dewasa di dunia mengalami obesitas pada tahun 2016. Prevalensi obesitas di seluruh dunia hampir tiga kali lipat antara tahun 1975 dan 2016. Pada 2016, diperkirakan 41 juta anak di bawah usia 5 tahun kelebihan berat badan atau obesitas dan lebih dari 340 juta anak-anak dan remaja berusia 5-19 kelebihan berat badan atau obesitas. Prevalensi kejadian obesitas lebih tinggi pada orang dengan kecacatan intelektual daripada populasi pada umumnya. Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan obesitas pada orang dengan disabilitas intelektual. Metode : Database kesehatan yang relevan termasuk EBSCO, PUBMED, Proquest dan Scholar dicari dengan menggunakan kombinasi tema : intellectual disability,obesity, adults, dan young people. Hasil : Berdasarkan hasil review artikel faktor-faktor yang mempengaruhi obesitas pada orang dengan disabilitas intelektual adalah kemiskinan,aktivitas fisik, alkohol, kebiasaan diet, lingkungan tempat tinggal, penggunaan obat, jenis kelamin, usia, pendidikan orang tua, down syndrom. Simpulan : Faktor- faktor yang menyebabkan obesitas pada orang disabilitas intelektual adalah diet, aktivitas fisik, kemiskinan, alkohol, lingkungan tempat tinggal, penggunaan obat, jenis kelamin, usia, pendidikan orang tua dan down syndrome.
Pembentukan Dan Pelaksanaan Posyandu Remaja Kelurahan Pattirosompe Dengan Penerapan Games Untuk Meningkatkan Minat Remaja Burhanuddin Burhanuddin; Surya Ashari; Alfito Deanova; Rika Safitri; Dian Ramadhani; Faaizah Faaizah; Diyah Dwi Lestari R; Erviana Erviana; Muhammad Fiqram Hardinarti
Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): April: Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/bersama.v1i2.116

Abstract

Community service program, in collaboration with PUSKESMAS Pattirosompe. Previously, POSYANDU for teenagers in the Tomodi neighborhood had not implemented games for the implementation of POSYANDU, which resulted in every time there was an inspection, teenagers were less enthusiastic about attending. This Community Service aims to change the pattern of providing POSYANDU material to teenagers with a games system. The community service program not only changed the POSYANDU pattern but also established a youth POSYANDU in the Bulu Citta environment, starting with collecting data on teenagers covering ages 10 to 18 years. It is hoped that this service can increase teenagers' interest and insight into the importance of health. The service team has established a POSYANDU for teenagers in the Bulu Citta neighborhood, carried out health checks, provided games and counseling about teenage reproduction in the Bulu Citta and Tomodi neighborhoods.
Manajemen Teaching Factory Dalam Membentuk Real Vocation Pada Program Keahlian Tata Busana Di SMKN 3 Malang Erviana Erviana; Imron Arifin; Erviana Erviana; Imron Arifin; Nurul Ulfatin
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 10 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i102023p918-929

Abstract

Abstract: The concept of teaching Factory Learning in vocational education (vocational high school) is one of the government's steps to prepare competent and ready to work graduates, as implemented in SMKN 3 Malang, especially in the fashion expertise program. The purpose of this research is to know: (1) a teaching factory profile, (2) teaching factoty planning, (3) organizing teaching factory, (4) implementing teaching factory, (5) teaching factory evaluation. This study used a qualitative approach with this type of case study research. Data is obtained through data collection, data reduction, data presentation, and data verification. The validity checks of data apply triangulation, member checking, and adequacy of reference material. Conclusion: (1) SMKN 3 Malang in cooperation with Sevencols to provide a real learning experience to the students in improving the competence and entrepreneurial spirit, the work program in relation to the learning and management of Three Can production unit, products in the form of goods and services, the result of improving the competence of students and graduates who are competent. (2) Planning includes goal setting, preparation of organisational structure, procurement of cooperation with industry, synchronization of curriculum and infrastructure, procurement of skilled educators resources. (3) Organizing includes the creation of an organizational structure with job descriptions. 4) The implementation of competency based learning & production is carried out according to the schedule and supported by the means & industry standard infrastructures, competency based learning teaches various vocational competencies and production activities while learning practices in production units related to entrepreneurship, customer service, order management and promotion. (5) Evaluation of product evaluation to produce products worth selling and evaluation of learners ability through level test and LSP test to produce competent learners. Abstrak: Konsep pembelajaran Teaching Factory dalam pendidikan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menyiapkan lulusan yang berkompetensi dan siap kerja, sebagaimana yang diterapkan di SMKN 3 Malang khususnya program keahlian Tata Busana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) profil Teaching Factory, (2) perencanaan Teaching Factory, (3) pengorganisasian Teaching Factory, (4) pelaksanaan Teaching Factory, (5) evaluasi Teaching Factory. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan memverifikasi data. Pengecekan keabsahan data menerapkan triangulasi, pengecekan anggota, dan kecukupan bahan referensi. Simpulan: (1) SMKN 3 Malang bekerja sama dengan Sevencols untuk menghadirkan pengalaman belajar secara nyata pada peserta didik dalam meningkatkan kompetensi serta jiwa kewirausahaan, program kerja berkaitan dengan pembelajaran dan pengelolaan unit produksi Three Can, produk berupa barang dan jasa, hasilnya berupa peningkatan kompetensi peserta didik dan lulusan yang berkompeten. (2) Perencanaan meliputi penetapan tujuan, penyusunan struktur organisasi, pengadaan kerja sama dengan industri, sinkronisasi kurikulum dan sarana prasarana, pengadaan sumber tenaga pendidik terampil. (3) Pengorganisasian meliputi pembuatan struktur organisasi disertai job descriptions. 4) Pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi & produksi dilaksanakan sesuai jadwal serta didukung dengan sarana & prasarana berstandar industri, pembelajaran berbasis kompetensi mengajarkan berbagai kompetensi kejuruan dan kegiatan produksi sedangkan pembelajaran praktik di unit produksi berkaitan dengan kewirausahaan, pelayanan pelanggan, pengelolaan pesanan dan promosi. (5) Evaluasi berupa evaluasi produk untuk menghasilkan produk layak jual dan evaluasi kemampuan peserta didik melalui uji level dan uji LSP menghasilkan peserta didik yang berkompeten.