Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JIF

PENGARUH BABY GYM TERHADAP MOTORIK KASAR PADA ANAK DELAYED DEVELOPMENT USIA 3-12 BULAN DI POSYANDU MELATI PURBAYAN KOTAGEDE YOGYAKARTA Lailatuz Zaidah
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 3 No 1 (2020): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.466 KB) | DOI: 10.36341/jif.v3i1.974

Abstract

Masa tumbuh kembang bayi merupakan masa keemasan sekaligus masa kritis perkembangan seseorang yaitu pada usia 0-12 bulan. Dikatakan masa keemasan karena masa bayi berlangsung sangat singkat dan tidak dapat diulang kembali.Penyimpangan tumbuh kembang harus dideteksi sejak dini terutama sebelum umur 3 tahun karena merupakan periode masa emas.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pengaruh baby gym terhadap Motorik Kasar pada Anak Delayed Development Usia 3-12 bulan di Posyandu Melati Purbayan Kotagede.Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimental,di Posyandu Dusun kotagede Yogyakarta memiliki jumlah populasi 26 bayi dan setelah peneliti melakukan pemeriksaan terdapat 17 bayi yang berusia 3-12 bulan mengalami keterlambatan perkembangan motorik kasar.uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan teknik statik paired sampel t-test. Bayi yang dianalisis menggunakan uji paired sample t-test, diperoleh nilai probabilitas (nilai p) sebesar 0,000. Nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05), bahwa adanya pengaruh baby gym terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar anak usia 3-12 bbulan.
THE EFFECT OF TOWEL CURL EXERCISE ON IMPROVING BALANCE IN CHILDREN WITH FLAT FOOT AGES 4-5 YEARS Lailatuz Zaidah
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 2 No 2 (2019): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.293 KB)

Abstract

ABSTRACT The ability of children to be able to carry out physical activities in a coordinated way is needed to train flexibility, balance, and agility, in increasing these components a good balance is needed in each individual. Balance is a bodily function that is vital for humans as well as the five senses. In this case the balance is supported by the musculoskeletal system and the fulcrum. One of the factors that can cause impaired balance in children is flat foot, flat foot is a condition where the arch of the foot is not visible from birth and is covered in fat tissue. In general, arches form since the first 5 years with an age range of 2-6 years. The purpose of this study is to determine the effect of towel curl exercise in improving balance in children aged 4-5 years. The research method uses quasi experiment research with pre and post test research designs comparing the value of the Balace Sixteen Test (BST) before and after the intervention. The sample in this study consisted of 13 children with flat foot conditions who were given towel curl exercise for 6 weeks with an intensity of 2 times a week. The results of the paired sample t-test analysis with p = 0.001 (p <0.05) means that there is an effect of Towel Curl exercise on the balance of flat foot children aged 4-5 years Keywords: Towel Curl Exercise, sixteen balance test, flat foot, balance
HUBUNGAN USIA DAN DURASI LAMA DUDUK DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEMBATIK DIKAMPUNG BATIK GIRILOYO Novia Triwulandari; Lailatuz Zaidah
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 2 No 2 (2019): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.388 KB)

Abstract

Latar belakang: Pembatik bekerja dengan posisi kerja dan sikap kerja yang tidak ergonomis dalam waktu lebih dari 8 jam sehingga menyebabkan keluhan musculoskeletal pada bagian tangan, leher dan punggung. Dari hasil wawancara dan kuisioner 12 dari 20 pembatik mengeluhkan nyeri pada punggung bawahnya. Tujuan: Mengetahui hubungan usia dan durasi lama duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pembatik di Kampung Batik Giriloyo. Metode: Penelitian menggunakan metode observasi analitik dengan pendekatan case control dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dan menggunakan uji statistik Chi-Square. Sampel dalam penelitian ini adalah pembatik di Kampung Batik Giriloyo yang berjumlah 54 pembatik pada kelompok kontrol dan 54 pembatik pada kelompok kasus. Hasil: Ada hubungan usia dengan keluhan nyeri punggung bawah (p = 0,031 < 0,05 OR=9,217). Ada hubungan durasi lama duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah (p = 0,027 < 0,05 OR = 2,125). Kesimpulan: Usia ≥ 30 tahun lebih beresiko 9 kali dari pada usia < 30 tahun. Durasi lama duduk ≥ 4 jam lebih beresiko 2 kali dari pada durasi lama duduk < 4 jam. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan untuk melakukan penelitian tentang faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi nyeri punggung bawah pada pembatik.