Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektivitas Pijat Refleksi Terhadap Penurunan Nyeri Haid Pada Siswi Mts Songgo Buwono Di Desa Bedingin Kecamatan Todanan Kabupaten Blora Fika Ayu Lestari; Endang Surani; Isna Hudaya
Jurnal Kesehatan Pengabdian Masyarakat (JKPM) Vol. 3 No. 2 (2022): 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jkpm.v3i2.1537

Abstract

Penelitian ini ?bertujuan untuk mengetahui efektivitas dilakukannya pijat refleksi terhadap penurunan nyeri dismenorea primer pada siswi MTS Songgo Buwono di Desa Bedingin Kecamatan Todanan Kabupaten Blora. Jenis penelitian? ini adalah penelitian kuantitatif true-experimental. Teknik sampling yang dipergunakan ialah purposive sampling, dimana sampel dipilih dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi: remaja putri kelas VII, VIII, IX, remaja putri yang mengalami dismenorea primer minimal telah mengalami 1 kali dismenorea saat haid, remaja putri bersedia melakukan pijat refleksi, tidak mendapatkan intervensi dari penelitian lain yang dapat mempengaruhi nyeri pada saat menstruasi. Kriteria eksklusi: remaja putri yang tidak hadir mengalami dismenorea, remaja putri yang tidak bersedia menjadi responden. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan dengan uji Wilcoxon diperoleh hasil p-value 0,000 < 0,05 yang artinya H0 ditolak Ha diterima, pijat refleksi efektif terhadap penurunan skala nyeri dismenorea pada siswi MTS Songgo Buwono. Sehingga pijat refleksi disarankan untuk dilakukan pada saat mengalami nyeri dismenorea.
HUBUNGAN KEHAMILAN REMAJA DENGAN ABORTUS Icha Puspita, Sherly; Endang Surani; Kusumaningsih, Meilia Rahmawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31994

Abstract

Kehamilan remaja merupakan kehamilan yang terjadi pada wanita muda di bawah usia 20 tahun. Faktor penyebab terjadinya kehamilan remaja adalah kurangnya peran orang tua dalam keluarga, kurangnya pendidikan seks orang tua dan keluarga pada remaja, serta berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak didasari oleh perkembangan mental yang kuat. Dampak dari kehamilan remaja salah satunya adalah abortus. Abortus merupakan ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar rahim. Abortus dapat menyebabkan risiko atau bahaya seperti: timbul luka-luka dan infeksi-infeksi pada dinding alat kelamin dan kerusakan pada organ-organ di sekitarnya seperti kandung kencing atau usus, robeknya mulut rahim sebelah dalam (satu otot lingkar), dinding rahim bisa tembus karena alat-alat yang dimasukkan kedalam rahim dan terjadinya pendarahan. Tujuan dari literatur review ini untuk menganalisis hubungan kehamilan remaja dengan kejadian abortus. Metode yang digunakan dalam literatur riview berdasarkan dari Google Schoolar, pubmed, science direct. Berdasarkan hasil literature review dari 7 artikel terdapat 6 artikel yang berhubungan antara kehamilan remaja dengan abortus dan 1 artikel yang tidak ada hubungan antara kehamilan remaja dengan abortus. Hal ini karena abortus dapat disebabkan oleh berbagai faktor lain, seperti paritas, riwayat abortus, infeksi, kelainan anatomi uterus dan faktor penyebab lainnya. Usia ibu mempunyai hubungan yang erat untuk terjadinya abortus karena pada usia kurang dari 20 tahun alat reproduksinya belum matang. Studi ini menunjukkan terdapat hubungan secara signifikan antara kehamilan remaja (<20 tahun) dengan abortus.
Literatur Review: Gambaran Karakteristik Ibu dengan Persalinan Sectio Caesarea (SC) Suliswanti, Suliswanti; Endang Surani
Journal of Medical Practice and Research Vol 2 No 1 (2026): June: Essentia: Journal of Medical Practice and Research
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/cym33a03

Abstract

Cesarean section has become one of the most frequently performed obstetric procedures worldwide and reflects complex interactions between maternal characteristics, reproductive history, and clinical conditions that emerge during pregnancy and childbirth. This study aimed to analyze the profile of mothers undergoing cesarean delivery through a descriptive literature review of scientific publications and national health reports. Relevant literature was obtained from reputable academic databases and official health documents to identify consistent patterns in maternal characteristics associated with cesarean delivery. The synthesis indicates that demographic attributes such as maternal age, education level, and socioeconomic conditions shape access to healthcare services and influence patterns of delivery management. Obstetric history, including parity, gestational age, and previous delivery experiences, also contributes to variations in delivery pathways and clinical decision-making. In addition, several medical indications, including hypertensive disorders of pregnancy, fetal distress, and other obstetric complications, represent important determinants underlying the performance of cesarean procedures. These interconnected factors demonstrate that cesarean delivery reflects not only clinical necessity but also broader maternal health profiles within healthcare systems. Understanding these multidimensional characteristics provides an important foundation for strengthening maternal health strategies and improving evidence-based obstetric care.
Pengetahuan Dan Praktik Bidan dalam Menerapkan Respectful Maternity Care Pada Pelayanan Anc: Systematic Literature Review Apria Hartina Aghna; Endang Surani
Journal of Medical Practice and Research Vol 2 No 1 (2026): June: Essentia: Journal of Medical Practice and Research
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/k4w9mx30

Abstract

This study aimed to systematically synthesize evidence regarding midwives’ knowledge and practices in implementing Respectful Maternity Care (RMC) within antenatal care (ANC) services. A non-empirical approach using a systematic literature review was conducted by analyzing peer-reviewed articles retrieved from major international databases, guided by the PICO framework and PRISMA protocol. The findings indicate that midwives generally demonstrate moderate levels of knowledge regarding RMC, yet this understanding does not consistently translate into respectful clinical practices. Variability in implementation is influenced by interpersonal competencies, professional values, and contextual constraints within healthcare systems. Evidence also reveals that structural determinants, including institutional policies, resource availability, and organizational culture, significantly shape the extent to which RMC principles are applied in routine care. Moreover, women’s preferences for more personalized and respectful services highlight the importance of relational dimensions in maternal healthcare. These findings underscore the need for integrated strategies that combine continuous professional education, ethical reinforcement, and systemic reform to ensure the consistent application of RMC. Strengthening these dimensions is essential for improving maternal care quality and advancing global maternal health outcomes.