Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Kecenderungan Pemberitaan tentang Reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II di SKH Jawa Pos dan SKH Kompas Darmawan, Josep J.; Bestari Puspita Jati, Birgitta
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.962 KB)

Abstract

bstract: It is President’s right to reshuffle the cabinet in order to maximise the government’s performance. However, the society views this process as politic matter, which they learn from the media. This research observes the news tendency about the reshuffle of Kabinet Indonesia Bersatu II in Kompas and Jawa Pos daily newspaper. Content analysis is used to the news accounts during September-October 2011 with Westerstahl‘s objectivity as conceptual preference. The result shows that both newspapers, technically, have given good coverage about the issue yet still less objective. Psychology fact, interview, not neutral, partiality, non primary knowledge is the factors that trigger it.Abstrak: Perombakan kabinet merupakan hak presiden untuk memperbaiki kinerja kabinet. Namun proses pembelajaran di masyarakat mengarahkan perombakan kabinet sebagai persoalan politik. Media massa merupakan agen sentral dalam pembelajaran tersebut. Penelitian ini melihat bagaimana kecenderungan pemberitaan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II di harian Kompas dan Jawa Pos. Metode analisis isi digunakan terhadap berita-berita dalam periode September-Oktober 2011 dengan obyektivitas Westersthal sebagai preferensi konseptualnya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa berita di kedua harian secara teknis sudah baik, tetapi pemberitaan terkesan kurang obyektif. Fakta psikologis, wawancara, tak netral, tak multi sisi, pengetahuan non- primer adalah faktor yang memicu kecenderungan tersebut.
Kecenderungan Objektivitas Pemberitaan Epidemi Virus H5N1 dalam International Herald Tribune Online Puspita, Birgitta Bestari
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.26 KB)

Abstract

Abstract: Newspapers have to be objective in representing the news to the audience. This research wanted to measure the objectivity’s tendency of the news about H5N1 virus, which attacked Indonesia in year 2003. The news’ objectivities on International Herald Tribune from January 2005 until December 2006 were being measured with the Westerstahl’s Objectivity’s Principle and content analysis as the method. There are 2 dimensions in Westerstahl’s Objectivity’s Principle. First is factuality, which consists of truth and relevance, and the second one is impartiality which consists of balance and neutral presentation. Abstrak: Surat kabar harus obyektif dalam menyajikan berita kepada audiens. Riset ini ingin mengukur kecenderungan obyektivitas berita tentang virus H5N1 yang melanda Indonesia pada tahun 2003. Obyektivitas berita diukur berdasar prinsip-prinsip obyektivitas Westerstahl dan menggunakan metode analisis isi. Ada dua dimensi dalam prinsip-prinsip obyektivitas Westerstahl. Pertama adalah faktualitas yang terdiri dari kebenaran dan relevansi, dan yang kedua adalah imparsialitas yang terdiri dari keseimbangan dan penyajian yang netral.
Grup Media Sosial sebagai Sarana Pemberdayaan Perempuan tentang Pemberian ASI Birgitta Bestari Puspita; Paulus A Edvra
Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : President University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33021/exp.v3i2.1154

Abstract

Exclusive breastfeeding is still an interesting topic of discussion, especially among Indonesian women. This article is a qualitative study with interviews as data collection method. This study reveals that the group Exclusive Pumping Mama Indonesia (Eping) can serve as a place for informants in seeking breastfeeding-related information, or simply gaining more knowledge from the problems faced by other group members. By gaining such knowledge, the informants are then able to also spread such information or to educate people around them. This group has successfully established collective consciousness in breastfeeding that leads them to create real or offline actions.
Strategi Pengamanan Privasi: Studi Pada Pengguna Berat Internet di Masa Pandemi COVID-19 Paulus Angre Edvra; Birgitta Bestari Puspita
Jurnal Visi Komunikasi Vol 21, No 01 (2022): MEI 2022
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/visikom.v21i01.15625

Abstract

Pandemi COVID-19 membuat konsumsi seseorang pada internet meningkat yang  menciptakan masalah soal keamanan data pribadi. Semakin banyak konsumsi internet, semakin banyak data yang dipantau dan dikumpulkan oleh sistem Big Data. Peneliti mengeksplorasi langkah-langkah yang dilakukan para pengguna berat internet agar tetap bisa berinternet dengan data aman. Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara kepada tujuh pengguna berat internet. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi selama pandemi tak terelakkan. Pengguna internet juga paham tentang adanya pemantauan atas aktivitas daring mereka, dan mereka maklumi karena sudah tertulis di kebijakan privasi aplikasi. Sementara, terkait kebocoran data para pengguna sudah melakukan beberapa langkah pencegahan.
Pengembangan Kecakapan Digital pada Guru di TK dan SD Budya Wacana Yogyakarta Yudi Perbawaningsih; Olivia Lewi; Birgitta Puspita Jati
GIAT : Teknologi untuk Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/giat.v2i1.7132

Abstract

Kita saat ini sedang berada di era Industri 4.0 yang ditandai dengan perkembangan pesat teknologi berbasis digital, termasuk teknologi informasi dan komunikasi (TIK), baik dari sisi inovasi teknologi dan pemanfaatannya di berbagai sisi kehidupan. Namun demikian,  Inovasi TIK juga membawa konsekuensi sosial yang negatif bagi kesejahteraan dan martabat manusia. Hal ini lebih banyak diakibatkan oleh ketidaksiapan secara pengetahuan, sikap dan perilaku.  Oleh sebab itu, masyarakat tidak hanya perlu mengetahui cara penggunaan TIK, tetapi juga memiliki pengetahuan dan sikap serta perilaku terhadap TIK yang dapat membangun kesejahteraan dan martabat manusia. Dengan asumsi bahwa guru adalah ujung tombak edukasi masyarakat, maka guru menjadi target utama untuk ditingkatkan literasi digitalnya. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pembentukan sikap tentang penggunaan TIK berbasis digital terutama dalam konteks bermedia digital pada para guru. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari berturut-turut, diturunkan dalam 7 sesi, dengan rerata durasi adalah 100 menit. Pengusul kegiatan ini adalah 3 orang dengan menghadirkan 3 narasumber yang lain. Target edukasi ini adalah guru SD dan TK Budya Wacana Yogyakarta, yang memiliki perhatian pada menyiapkan peserta didik untuk beradaptasi secara cepat dan tepat dengan teknologi digital secara aman dan arif.
Penggunaan Media Komunikasi untuk Membangun Komunikasi Keluarga pada Kelompok Bermain Tunas Melati Krebet Irene Santika Vidiadari; Birgitta Bestari Puspita Jati; Dhyah Ayu Retno Widyastuti
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9228

Abstract

Perkembangan teknologi mempengaruhi pola komunikasi dalam keluarga. Salah satunya pada konteks pendampingan anak usia dini pada saat menggunakan gawai pintar. Hal ini dikarenakan usia dini merupakan masa emas anak untuk mendapatkan beragam pendidikan dan internalisasi nilai budaya dalam keluarga. Pendampingan dilakukan melalui pemaparan materi dan diskusi kepada para ibu yang memiliki anak yang bersekolah di Kelompok Bermain Tunas Melati Krebet Sendangsari Pajangan Bantul. Pelatihan mengenai penggunaan media komunikasi diberikan untuk mengubah perspektif orang tua bahwa media komunikasi adalah pengganti peran pengasuhan dari orang tua. Media komunikasi merupakan sarana untuk mendorong komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak. Para ibu didorong untuk melakukan pengawasan dan pembatasan penggunaan gawai mengingat adanya dampak negatif pada kesehatan anak. Pelatihan ini juga merekomendasikan media edukasi yang dapat dimanfaatkan orang tua dan anak untuk melatih kecakapan bahasa serta menjadi saran untuk mempererat anak dan orang tua.
Eksplorasi Elemen Digital Storytelling dalam Konten Gaming Youtube Kids Puspita, Birgitta Bestari; Edvra, Paulus A.
Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Vol. 16 No. 1 (2024): Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, Maret 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v16i1.4543

Abstract

Konten-konten yang dapat diakses melalui YouTube Kids adalah konten yang memiliki target audiens anak-anak dengan karakter khusus yang perlu diperhatikan oleh pembuat konten agar pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh anak-anak. Penelitian terkait digital storytelling terutama pada konten game masih cukup sulit ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi elemen-elemen digital storytelling dalam konten game YouTube Kids, terutama konten game walkthrough atau konten panduan game. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi kualitatif.  Konten yang dipilih adalah konten popular, berusia tidak lebih dari lima tahun yang video dan akun pembuatnya dapat secara khusus diakses melalui YouTube Kids. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua video yang ditujukan untuk anak-anak menerapkan elemen digital storytelling yang sesuai untuk anak, termasuk elemen yang sesuai dengan perkembangan moral anak. Penggunaan elemen-elemen dalam digital storytelling bisa menjadi preferensi narator cerita sehingga penggunaannya pun bisa berbeda antara satu narator dengan narator lainnya. Namun demikian, pertimbangan target audiens mestinya menjadi salah satu hal yang utama untuk diperhatikan oleh narator. Penelitian ini merupakan penelitian awal, akan tetapi sudah dapat memberikan gambaran terkait elemen digital storytelling dalam konten YouTube Kids terkait game walkthrough, yang dapat diperdalam dalam penelitian selanjutnya dalam topik khusus yang sama.   The contents accessible through YouTube Kids are designed for a child audience and feature specific characters. Content creators need to pay attention to these characters to ensure that the messages conveyed are well-received and understood by children. Research on digital storytelling, especially in the context of game content, is still relatively scarce. This study aims to explore the elements of digital storytelling in YouTube Kids game content, particularly in game walkthroughs or guide content. The research method employed is qualitative content analysis. The selected content includes popular videos, not more than five years old, and accounts that are specifically accessible through YouTube Kids. The results indicate that not all videos intended for children include appropriate digital storytelling elements, including those aligned with children's moral development. The use of elements in digital storytelling can vary depending on the story narrator's preferences, leading to differences between narrators. However, the consideration of the target audience should be a primary concern for narrators. While this study is preliminary, it provides insights into the digital storytelling elements in YouTube Kids content related to game walkthroughs, which can be further explored in subsequent research on the same specific topic.
The Relationship Between Mother’s Safety Competency and The Risk Perception in Sharenting Activities Birgitta Bestari Puspita; Paulus A Edvra
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v11i2.4080

Abstract

Social media has attracted many groups of society to use it for various goals. Some parents use it as digital gallery for their children’s photographs, which is now becomes common digital activity in Instagram. In the midst of Instagram popularity, there is risk, lurks children’s safety. The risk includes misuse of children’s images or even kidnapping threat. The activity of sharing online information about children by parents is known as ‘sharenting’, which is mostly practiced by mothers. By practicing ‘sharenting’, they might violate children’s privacy rights. To avoid this, parents' digital literacy skill is needed. Parents’ digital literacy may affect their skill in using digital media, including safety competency. Thus, this research aims to measure the relationship between mother’s safety competencies and risk perception of children’s privacy in ‘sharenting’ activities. The method for this research is web survey, using questionnaire to collect the data from 385 mothers who have children under 13 years old, in accordance with Instagram’s age restriction policy, who live in East Java. The results show that the safety competency factor only correlates 14.4% with the mothers' risk perceptions of children's privacy. Another factor of 85.6% is not seen in this study. The weak relation between mothers’ safety competency and their risk perception of child’s privacy in this research shows that there are many other factors that can be explored in the future research.ABSTRAK Media sosial menarik banyak kalangan masyarakat untuk menggunakannya dengan berbagai tujuan. Beberapa orang tua menggunakannya sebagai galeri digital untuk foto anak-anak mereka, yang sekarang menjadi aktivitas digital yang umum di Instagram. Di tengah popularitas Instagram, terdapat risiko yang mengintai keselamatan anak-anak. Risiko tersebut termasuk penyalahgunaan gambar anak-anak atau bahkan ancaman penculikan. Kegiatan berbagi informasi daring tentang anak oleh orang tua dikenal dengan istilah ‘sharenting’, yang paling banyak dilakukan oleh para ibu. Dengan mempraktikkan 'sharenting', mereka mungkin melanggar hak privasi anak-anak. Untuk menghindari hal tersebut, orang tua perlu memiliki keterampilan literasi digital. Literasi digital orang tua dapat memengaruhi keterampilan mereka dalam menggunakan media digital, termasuk kompetensi keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur hubungan antara kompetensi keamanan ibu dan persepsi risiko atas privasi anak dalam kegiatan 'sharnting'. Metode penelitian yang digunakan adalah survei web, dengan menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data dari 385 ibu yang memiliki anak di bawah 13 tahun, sesuai dengan kebijakan pembatasan usia Instagram, yang tinggal di Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kompetensi keamanan hanya berkorelasi 14,4% dengan persepsi risiko ibu terhadap privasi anak. Faktor lain sebesar 85,6% tidak terlihat dalam penelitian ini. Lemahnya hubungan antara kompetensi keselamatan ibu dan persepsi risiko mereka terhadap privasi anak dalam penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak faktor lain yang dapat dieksplorasi dalam penelitian selanjutnya. 
Crowdsorcing pada Grup Facebook Komunitas Pecinta Kereta Api Indonesia untuk Penyebaran Informasi Gatari, Agatha Tasya; Puspita, Birgitta Bestari
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v4i2.21712

Abstract

Teknologi membantu manusia memperoleh informasi. Hal ini bersamaan dengan kebutuhan informasi kredibel. Seperti yang dialami oleh konsumen KAI yang mendapatkan perbedaan informasi dari laman resmi PT.KAI dengan realita di lapangan membuat mereka harus bergerak mencari informasi. Salah satunya dengan bergabung komunitas virtual. Kemampuan mereka dalam komunitas dapat dimanfaatkan. Hal ini dikenal dengan crowdsorcing. Penelitian ini mencari tahu proses crowdsourcing pada Facebook Grup Komunitas Pecinta Kereta Api Indonesia untuk penyebaran informasi. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data yang digunakan yakni wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yakni penyebaran informasi  terjadi melalui crowdsourcing yang terdapat kehadiran sosial. Hal ini menunjukkan adanya komunikasi dua arah dan terjadi kolaborasi informasi dalam komunitas. Penyebaran informasi ditunjang oleh ajakan terbuka, keuntungan yang diperoleh, akses kontrol informasi, dan sistem kontrol oleh admin KPKAI. Serta ditemukan pula pola komunikasi kelompok dengan bentuk bintang, yang artinya semua anggota bisa menjadi informan.