Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTASI SUPERIOR CUSTOMER VALUE DALAM PERSAINGAN OBYEK WISATA Rusdan Rusdan; Sulhaini; Rahman Dayani
Distribusi - Journal of Management and Business Vol. 8 No. 2 (2020): Distribusi, September 2020
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/distribusi.v8i2.121

Abstract

The purpose of this study is to fill the research gap with the hope of contributing to the development of consumer behavior models that are part of Consumer Behavior lectures in the field of Marketing Management studies.The research method used is descriptive method with a sample survey approach in some populations. This Study population was tourists who had visited one of the natural attractions (Botanic Garden and Pancingan Market). There are 50 people in each location determined accidentally. The analytical approach used is model of the Consumer Matrix. The conclusions that can be drawn are; (a) Pancingan Market is in the East with low price perception (cheap) and high PUV (perceived use value), (b) Botanic Garden is in the West path with higher price perception (expensive) and PUV perception or perceived use value low, (c) Position of the Pancingan Market seen from the perception of price and perceived value of use to have a better position compared to the Botanic Garden, (d) All service elements in the Pancingan Market and Botanic Garden still do not provide good performance and need attention serious developing.
IMPLEMENTASI STRATEGI PERTUMBUHAN PASCAGEMPA BUMI DALAM BISNIS PENGINAPAN DI KAWASAN WISATA SEMBALUN PULAU LOMBOK Rusdan Rusdan; Sulhaini Sulhaini; Rahman Dayani
Distribusi - Journal of Management and Business Vol. 9 No. 1 (2021): Distribusi, March 2021
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/distribusi.v9i1.154

Abstract

This research is to explore the lodging bussiness condition of sembalun community after the erthquake in lombok island exactly in the year of 2018, the effect of natural disaster had been paralyzed the lombok island part of northern including the torist area of sembalun. The rarely visitors who come to sembalun area after the earthquake have caused the lodging bussiness are getting down, many hotels are broken, and it could not be repaired until recently and many other also could not be operated while some of hotel which are able to be used have given the little happyness for the owner,  could enjoy their income even the condition is not fully good therefore is required the right growth strategy to reincrease the  lodging busniss thus the people do not spend the lot of cost in repairing their bussniss  and also do not get the wrong step in determine the next step. This research try to give solution to develop the growth strategy as an alternatif which could be selected by the hotel managers in increasing their bussiness in the next.
IMPLEMENTASI MATRIK DAYA TARIK INDUSTRI DAN KEKUATAN BISNIS DALAM MENENTUKAN POSISI DAN STRATEGI BISNIS CAFE DI KAWASAN WISATA SEMBALUN Rusdan Rusdan; Sulhaini Sulhaini; Rahman Dayani
Distribusi - Journal of Management and Business Vol. 10 No. 2 (2022): Distribusi, September 2022
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/distribusi.v10i2.272

Abstract

Penelitian ini memberikan gambaran kondisi bisnis cafe yang sedang “booming” di Kawasan Wisata Sembalun pada saat Pandemi Covid-19 melanda dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi posisi bisnis cafe yang ada di Kawasan Wisata Sembalun dan memberikan alternatif strategi pemasaran yang dapat digunakan kepada pemilik cafe dalam upaya mengembangkan usahanya. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan pengidentifikasian posisi bisnis setiap cafe dengan menggunakan Matrik Daya Tarik Industri (MDTI) yang melihat hubungan antara kekuatan bisnis dengan daya tarik industri. Aspek kekuatan bisnis yang dianalisis meliputi : pangsa pasar, kualitas produk, kebijakan harga, lokasi, fasilitas khusus, prmosi, sumber daya manusia, kemampuan manajerial, dan variasi produk. Sedangkan faktor daya tarik industri yang dianalisis meliputi: daya beli konsumen, kondisi ekonomi, kondisi politik, potensi pasar, struktur persaingan, perubahan selera konsumen, kemungkinan masuknya pesaing baru. Hasil analisis menunjukkan kedua aspek tersebut berada pada level sedang, sehingga pilihan strategi yang cocok untuk bisnis cafe di kawasan tersebut adalah Strategi Pertumbuhan Melalui Segmen Pasar, Spesialisasi, dan Investasi Selektif. Untuk mewujudkan strategi umum tersebut, dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat untuk mengembangkan bisnis cafenya. Penelitian ini berusaha untuk memberikan solusi dalam menentukan strategi tersebut sebagai sebuah alternatif yang dapat dipilih oleh pengelola cafe dalam mengembangkan bisnisnya selanjutnya.
Realisasi Paket Wisata Berbasis Sustainable Competitive Advantage (Sca) dan Sifat Jasa pada Pokdarwis Desa Mertak Kecamatan Pujut Rusdan Rusdan; Rahman Dayani; Bq. Handayani R.; Siti Nurmayanti
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 1 No. 2 (2021): Edisi Juli-Desember 2021
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah, meningkatkan pengetahuan Pokdarwis Desa Mertak tentang keunggulan bersaing yang berkelanjutan (SCA) dan sifat-sifat jasa, selain itu juga untuk meningkatkan kemampuan dalam merealisasikan paket-paket wisata yang sudah dibuat, serta mendorong Pokdarwis menerapkan kaidah-kaidah bisnis yang baik atau positif dalam melayani wisatawan. Diharapkan dari kegiatan ini dapat memberikan manfaat seperti; meningkatnya pengetahuan dan kemampuan Pokdarwis Desa Mertak dalam merealisasikan paket-paket wisata yang sudah dibuat, serta meningkatnya pendapatan masyarakat terutama yang berkaitan dengan pariwisata. Untuk mencapai tujuan tersebut, tim telah menyiapkan materi dengan baik, berkoordinasi dengan pokdarwis dan melaksanakan pelatihan realisasi paket wisata berbasis SCA dan sifat jasa. Selanjutnya dilakukan pendampingan selama dua bulan.Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah; sebahagian besar peserta kurang mengenal sifat jasa, tidak mengenal konsep Sustainable Competitive Advantage (SCA), keaktifan peserta saat pelatihan cukup tinggi, peserta juga bersedia menularkan pengetahuannya kepada rekan-rekan Pokdarwis yang hadir, adanya rencana untuk menambah paket wisata sesuai potensi yang ada (preemption asset),seperti wisata bahari dengan inti utamanya Restoran Terapung, sebahagian sarana jalan raya dalam kawasan TWA Gunung Tunak yang menuju kelima pantainya masih jalan setapak. Rekomendasi yang diberikan dalam realisasi paket wisata yang sudah dibuat; (a) gunakan secara lebih intensif media sosial seperti; Youtube, FB, WA, Instagram, Tiktok, Line, Twitter, Reddit, Pinterest, dan Tumblr, (b) terapkan konsep SCA dengan menyesuaikan antara paket wisata yang ada dengan unsur SCA yang tepat (strategi sinergi, strategi difrensiasi, strategi low cost , strategi preemptive move, strategi focus), (c) karena sifat barang berbeda dengan jasa, maka pemasaran jasa perlu penanganan khusus sesuai sifatnya (tidak berwujud, tidak terpisahkan, jasa bervariasi, jasa dapat musnah, tidak menimbulkan kepemilikan), (d) mengusulkan ke BKSDA atau pemerintah kabupaten Loteng atau Propvinsi untuk pengerasan atau pengaspalan jalan raya yang menuju ketiga pantai.