Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH HARGA, LOKASI DAN KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN Ade Ariyani; Achmad Fauzi
Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 2 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Ekonomi dan Manajemen
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jekma.v2i2.710

Abstract

Tujuan dari literatur review ini adalah untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang pengaruh harga, lokasi, dan kualitas layanan terhadap kepuasan konsumen. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari studi literatur terkait topik yang berkaitan dengan pengaruh harga, lokasi, dan kualitas layanan terhadap kepuasan konsumen. Berdasarkan hasil analisis literatur, ditemukan bahwa harga, lokasi, dan kualitas layanan adalah faktor penting yang mempengaruhi kepuasan konsumen. Harga yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat memengaruhi persepsi konsumen tentang kualitas produk dan layanan, yang pada akhirnya mempengaruhi kepuasan konsumen. Lokasi yang strategis dapat meningkatkan kenyamanan dan kepuasan konsumen dalam mengakses produk atau layanan. Sedangkan, kualitas layanan yang baik dapat meningkatkan kebahagiaan dan kepercayaan konsumen terhadap produk atau layanan yang diberikan.
PENGARUH MOTIVASI DAN STRESS KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. MAYORA GROUP DI DAERAH TENJOLAYA Asti Siti Maryani; Achmad Fauzi
Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 2 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Ekonomi dan Manajemen
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jekma.v2i2.715

Abstract

Kinerja karyawan memiliki dampak yang besar terhadap kinerja perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh motivasi dan stress kerja terhadap kinerja karyawan yang menurun akibat adanya perubahan kebijakan atau praktik baru yang membuat karyawan bekerja lebih giat dan merasa tertekan untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Dimana jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Hasil penelitian motivasi ini tidak berdampak pada kinerja karyawan, dan stress kerja berdampak pada kinerja karyawan.
Pengaruh Kelelahan Kerja Stres Kerja Beban Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Tenaga Profesional Pemberi Asuhan Lainnya Gundrad Amisai Taneo; Achmad Fauzi; Rustanto Rustanto; Yumiansi Minovia
Syntax Idea 2364-2381
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i5.3388

Abstract

Perawatan pasien secara langsung di rumah sakit merupakan fungsi penting dari profesional pemberi asuhan lainnya (OCP). Stres kerja, motivasi yang rendah, dan kinerja di bawah standar adalah hasil umum dari beban kerja yang berat yang merupakan ciri khas tugas dan kewajiban mereka. Tujuan dari studi kuantitatif ini adalah untuk menguji dampak dari kelelahan kerja, stres, beban kerja, dan motivasi terhadap efisiensi dan efektivitas OCP yang bekerja di RSUD BUMN di Distrik Selatan Timor-Leste. Kuesioner dan analisis regresi linier berganda berbasis SPSS menjadi dasar strategi penelitian. Sebanyak 58 OCP dipilih untuk studi ini dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil studi menunjukkan bahwasanya stres kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja OCP (nilai-t = -2,792, yang lebih besar dari nilai t-tabel 2,006) dan motivasi kerja berpengaruh positif (nilai-t = 2,547, yang lebih besar dari nilai t-tabel 2,006). Di sisi lain, kinerja tidak terpengaruh oleh kelelahan kerja (nilai-t = 0.283, t-tabel = 2.006) dan beban kerja (nilai-t = 1.015, t-tabel = 2.006). Semua variabel independen mempengaruhi kinerja OCP secara signifikan (p=0,000) dengan adjusted R-squared sebesar 0,264, menunjukkan bahwasanya variabel-variabel ini menjelaskan 26,4% dari variasi kinerja; hal ini didukung oleh nilai F-value sebesar 6,114 yang lebih tinggi dari nilai F-tabel sebesar 2,543. Berdasarkan hasil ini, manajemen RSUD BUMN harus menerapkan langkah-langkah untuk mengurangi stres karyawan dan meningkatkan motivasi OCP untuk meningkatkan kinerja dan kualitas layanan kesehatan
ANALISIS ABUSE SUPERVISIOR, STRES KERJA DAN KEPUASAN KARIR TERHADAP KINERJA Victor Mendila; Achmad Fauzi; Syaikul Falah
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 4 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i6.12208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh abuse supervisor terhadap stres kerja, stres kerja terhadap kepuasan karir serta pengaruh kepuasan karir dan stres kerja terhadap kinerja. Penelitian ini mengadopsi metode kuantitatif. Data yang dikumpulkan melalui teknik penyebaran kuisioer. Teknik analisa data menggunakan Generalized Structured Component Analysis (GSCA).Hasil penelitian membuktikan bahwa abuse supervisor berpengaruh negative dan signifikan terhadap stres kerja, stres kerja tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan karir, stres kerja tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dan kepuasan karir tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Kata Kunci: abuse supervisor, kepuasan karir, stres kerja dan kinerja
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI SISTEM MERIT DALAM ORGANISASI PEMERINTAHAN DI INDONESIA Indra Sandinirwan; Rino Umi Kharomah; Alfi Zubaedah; Muhammad Sueb; Mira Syahraini; Achmad Fauzi
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni 2022 - November 2022)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v3i2.1369

Abstract

Sistem merit yang diatur oleh Undang-Undang (UU) No. 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah salah satu perwujudan pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Indonesia. Sistem merit yang diterapkan mulai dari Seleksi Calon ASN hingga pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) diharapkan mampu mewujudkan SDM ASN yang unggul dan berdaya saing. Dalam praktiknya, banyak tantangan maupun permasalahan yang dihadapi terkait implementasi sistem merit. Literature review ini bermaksud mengeksplorasi faktor-faktor apa saja yang memiliki hubungan dengan keberhasilan implementasi sistem merit dalam organisasi pemerintahan di Indonesia. Variabel yang digunakan antara lain faktor kepemimpinan, faktor pemahaman pegawai terkait sistem merit, faktor sistem informasi kepegawaian, faktor budaya organisasi, dan faktor politik.