Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Lalu-Lintas Kereta Api dan Shift Jaga di Era Pandemi Covid-19 Terhadap Persepsi dari Penjaga Perlintasan Kereta Api (PJL) di Wilayah Kerja Daerah Operasi (DAOP) 1 JAKARTA Dhina Setyo Oktaria
Jurnal DinamikA Vol 2, No 1 (2021): Jurnal DinamikA
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/dinamika.v2i1.45-66

Abstract

Penjaga perlintasan kereta api atau yang biasa disebut PJL adalah orang yang bersinggungan dengan keselamatan perkeretaapian di pintu perlintasan kereta api. Di era pandemik covid-19 PT KAI selaku penyelenggara perkeretaapian membatasi jumlah kereta api yang beroperasi. Penelitian ini membahas tentang lalu-lintas kereta api dan shift jaga di era pandemik covid-19 apakah mempengaruhi persepsi kinerja PJL di wilayah kerja. Daop 1 Jakarta.  Metode penelitian berupa metode kuantitatif dan kualitatif dimana kuesioner yang disebarkan kepada PJL di wilayah kerja Daop 1 Jakarta menggunakan skala likert dengan nilai antara 1, 2 dan 3 dan di olah dengan SPSS 25. Pertanyaan di kuesioner di uji validitas dan reliabilitasnya. Analisis yang digunakan berupa Regresi linier berganda, Dilakukan uji klasik antara lain uji regresi distribusi normal, uji multikoliniearitas tolerance dan VIF, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi Durbin Watson. Jumlah responden sebanyak 190 orang responden dengan teknik sampling teknik non-probability sampling berupa accidental sampling. Uji F Simultan jika nilai sig 0.05 Dimana signifikansi 0,000 0,05 maka variabel independent yaitu lalu-lintas kereta api (X1) dan shift jaga (X2) secara simultan berpengaruh terhadap persepsi (Y) atau variabel dependent. Uji F simultan jika nilai F hitung F dimana F hitung = 15,683 lebih besar daripada F tabel 3,04 artinya lalu-lintas kereta api (X1) dan shift jaga (X2) secara simultan berpengaruh terhadap persepsi (Y) dengan nilai 14,4%.Kata kunci : Persepsi, Penjaga perlintasan kereta api, Daerah Operasi 1 Jakarta, lalu-lintas kereta api, shift jaga 
Persepsi Penjaga Perlintasan Kereta Terhadap Shift Jaga Di Masa Pandemi Covid-19 Pada Daop 1 Jakarta Dhina Setyo Oktaria
Jurnal Manajemen Bisnis Transportasi dan Logistik Vol 7, No 1 (2021): Januari
Publisher : Institut Transportasi dan Logistik Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.512 KB) | DOI: 10.54324/j.mbtl.v7i1.640

Abstract

This study discusses about train traffic and guard shifts in the covid-19 pandemic era whether it affects the perception of the  train crossing guard (PJL) performance in the work area. This reseach used quantitative and qualitative method where the questionnaire distributed to the train crossing guard (PJL) in the working area of Daop 1 Jakarta. The result of the study showed that Partial t test of calculated values and tables then the value t calculate > t table where the guard shift (X2) gives a positive influence on perception (Y), while train traffic (X1) has no influence on perception (Y). Simultaneous F test if the value of F calculates > F where F calculates = 15,683 is greater than F table 3.04 meaning that train traffic (X1) and guard shift (X2) simultaneously affect perception (Y) with a value of 14.4%.
KAJIAN LALU-LINTAS DI PERLINTASAN SEBIDANG RESMI TIDAK DI JAGA JALAN RAYA BEJI DAN JALAN YONKAV KABUPATEN PASURUAN Dhina Setyo Oktaria; Frice Lahmuddin Desei; Arief Darmawan
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i2.6436

Abstract

Perlintasan sebidang yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan permasalahan. Kabupaten Pasuruan di Jalan Yonkav arah Beji dan Bangil serta Jalan Raya Beji arah Surabaya dan Pasuruan terdapat perlintasan resmi tidak dijaga yang dari tahun 2019 s.d 2021 terjadi beberapa kecelakaan lalu-lintas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui arus lalu-lintas di perlintasan sebidang tidak resmi dijaga jalan raya beji dan jalan yonkav sehingga dapat memberikan masukan untuk pembuat kebijakan dalam mengurangi terjadinya kecelakaan lalu-lintas di lokasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Survei dilakasanakan pada pagi hari pukul 06.00 s.d 10.00, siang hari pukul 10.00 s.d 14.00 dan sore hari pukul 14.00 s,d 16.00. Hasil penelitian didapatkan bahwa untuk Jalan Raya Beji arah Pasuruan pagi hari jumlah kendaraan total 866,8 smp/jam dengan V/C sebanyak 0,58 dan nilai LOS di level C. Jalan Raya Beji arah Surabaya paling padat pada pagi hari jumlah kendaraan total 1053 smp/jam dengan V/C sebanyak 0,70 dan LOS di level C. Jalan Yonkav arah Bangil dan Beji untuk LOS  pagi, siang ataupun sore berada di Level A dan di peroleh solusi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.Kata Kunci: Perlintasan sebidang resmi tidak dijaga, Keselamatan, Jalan Yonkav, Jalan Raya Beji
Aspek Hukum Perlintasan Sebidang bagi Penjaga Perlintasan Sebidang Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro Dhina Setyo Oktaria
Jurnal Dedikasi Hukum Vol. 2 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jdh.v2i1.19498

Abstract

Artikel pengabdian ini membahas tentang upaya pendidikan dan pelatihan terkait penjaga perlintasan sebidang dengan materi aspek hukum di perlintasan sebidang. Seorang penjaga perlintasan sebidang dinyatakan cakap apabila memenuhi kompetensi antara lain pengetahuan, kemampuan dan perilaku yang dibuktikan dengan sertifikat kecakapan dari Direktorat jenderal perkeretaapian (DJKA). Adapun tujuan dari pelaksanaan materi aspek hukum perlintasan sebidang dalam pendidikan dan pelatihan ini agar seorang penjaga perlintasan sebidang mampu tahu dan paham peraturan perundangundangan berkaitan dengan operasi kereta api khususnya tanda dan marka. Metode yang digunakan berupa pembelajaran secara tatap muka dengan memberikan penjelasan materi aspek hukum di perlintasan sebidang secara langsung kepada para peserta. Selanjutnya, kegiatan ini dibuka sesi tanya jawab sehingga pembelajaran lebih berpusat kepada peserta. Hasil dari pemberian materi aspek hukum di perlintasan sebidang kepada penjaga perlintasan sebidang dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro diharapkan semua peserta lulus uji kompetensi sehingga memperoleh sertifikat kecakapan sebagai seorang penjaga perlintasan sebidang dan memperoleh smart card, sehingga kompeten untuk menjaga perlintasan sebidang kereta api dengan jalan raya di Kabupaten Bojonegoro.   Legal Aspects of Level Crossing for Level Crossing Guard in Bojonegoro District Transportation Agency. This service article discusses educational and training efforts related to level crossing guards with material on legal aspects at level crossings. A level crossing guard is declared competent if he meets the competencies, including knowledge, abilities and behavior as evidenced by a certificate of proficiency from the Directorate General of Railways (DJKA). The purpose of implementing the legal aspects of level crossings in education and training is so that a level crossing guard is able to know and understand the laws and regulations relating to railway operations, especially signs and markings. The method used is in the form of face-to-face learning by providing an explanation of the legal aspects of a level crossing directly to the participants. Furthermore, this activity was opened by a question and answer session so that learning was more participant-centered. The results of providing legal aspects at level crossings to level crossing guards from the Bojonegoro Regency Transportation Service are expected to pass the competency test so that they obtain a certificate of proficiency as a level crossing guard and obtain a smart card, so that they are competent to maintain railroad crossings with highways in the area Bojonegoro Regency.  
PROSPEK MODERNISASI INDUSTRI PERKERETAAPIAN DALAM RANGKA MENDUKUNG KETAHANAN NASIONAL Dhina Setyo Oktaria
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v10i2.4977

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah yang luas dan juga penduduk yang banyak mempunyai beberapa permasalahan salah satunya adalah masalah penyediaan transportasi massal. Indonesia perlu melakukan modernisasi industri perkeretaapian dimana saat ini industri tersebut dilaksanakan oleh operator milik Kementerian BUMN yaitu PT INKA (Persero) untuk produksi sarana perkeretaapian. Walaupun saat ini dunia sedang mengalami pandemik covid-19 namun industri perkeretaapian Indonesia tidak terpengaruh hal tersebut. Metode penelitian yang digunakan berupa metode deskriktif kualitatif dan yuridis normatif. Pendekatan astagrata dalam ketahanan nasional mempunyai peranan penting, dimana aspek alamiah (trigatra) terutama penduduk dan aspek sosial (pancagatra) terutama aspek ekonomi yang didalamnya berperan ilmu pengetahuan dan teknologi, juga didukung aspek ideologi, politik, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Sifat-sifat ketahanan nasional yang berupa : mandiri, dinamis, wibawa, dan konsultasi dan kerjasama sangat berperan dalam modernisasi industri perkeretaapian. Selain itu adanya globalisasi bahwa hukum tidak semata-mata melindungi kepentingan nasional, tetapi juga harus melindungi kepentingan lintas negara juga harus dipertimbangkan perannya dalam perkembangan modernisasi industri perkeretaapian Indonesia. Selain itu peran dan dukungan dari pemerintah sebagai regulator dengan produk berupa regulasi pembangunan nasional jangka panjang nasional perkeretaapian juga berperan sangat penting.Kata kunci : modernisasi industri perkeretaapian, ketahanan nasional, rencana induk perkeretaapian nasional.
Pembelajaran tentang Tugas dan Wewenang Bagi Penjaga Perlintasan Sebidang dengan Jalan Raya Dhina Setyo Oktaria; Arief Darmawan; Handoko Handoko; Balla Wahyu Budiarto
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v2i2.1264

Abstract

Learning is a knowledge transfer process involving the system in the education world: teachers/educators, students, materials, goals, and tools. The purpose of this education and training is to transfer and share knowledge and experience between instructors and training participants regarding the duties and authorities of crossing guards on a railroad plot with a highway. The method used is face-to-face learning with 2 JP or 100 minutes. The teacher gives a questionnaire that the training participants fill out. The questionnaire contains the latest education, work area, and 13 (thirteen) questions related to the duties and authorities of a level crossing guard with a highway. The results of the questionnaire obtained that there were still 6 participants whose total percentage of answers was still below 60%, and there were still 14 participants whose percentage of responses was still below 70%. There are 5 participants whose answer percentage is 100%. Based on this, learning is still needed to increase the knowledge and competence of each individual because safety at level crossings is an absolute thing. After all, it is related to the safety of lives and objects of road users who pass at level crossings.
SOSIALISASI JALUR GANDA KERETA API DI LINTAS JPL 72, JPL 73 DAN JPL 74 SRAGEN KEPADA WARGA RT 1 DESA KROYO SRAGEN Dhina Setyo Oktaria; Dara Aulia Feryando; Arief Darmawan; Akbar Zulkarnain; Mariana Diah Puspitasari
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 1 No. 1 (2023): MEI 2023
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak tahun 2015 pembangunan jalur ganda kereta api di Indonesia mulai dilaksanakan, termasuk jalur kereta api di wilayah Sragen, Jawa Tengah. Adapun manfaat dari rel jalur ganda selain untuk sektor ekonomi, tetapi juga untuk mobilitas masyarakat. Tujuan dari pengabdian masyarakat tentang Sosialisasi Jalur Ganda Kereta Api di Lintas JPL 72, JPL 73 dan JPL 74 Sragen kepada Warga RT 1 Desa Kroyo Sragen adalah untuk mensosialisasikan bahwa pada saat ini terdapat jalur ganda di lintas sibuk dan ramai di Kabupaten Sragen yaitu JPL 72 yang berlokasi di alun-alun Sragen, JPL 73 yang berlokasi di antara pasar dan Stasiun Sragen, serta JPL 74 yang berlokasi di ringroad barat Sragen. Dengan bentuk jalur ganda otomatis kereta api yang melintas di perlintasan sebidang bisa datang dari dua arah yang berlawanan, bahkan dapat juga melintas di saat hampir bersamaan. Manfaat dari sosialisasi ini agar warga RT 1 Desa Kroyo dapat lebih berhati-hati pada saat melintas di ketiga JPL tersebut, dikarenakan aktivitas warga RT 1 Desa Kroyo sering melintasi perlintasan-perlintasan tersebut.