Yelvita Roza
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Diagnosis dan Tatalaksana Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) Horizontal Berdasarkan Head Roll Test Yan Edward; Yelvita Roza
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i1.31

Abstract

AbstrakLatar belakang: Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) merupakan vertigo yang dicetuskan oleh perubahan posisi kepala atau badan terhadap gaya gravitasi. Diagnosis BPPV ditegakkan berdasarkan anamnesis dan manuver provokasi. Sering kali terjadi kesalahan dalam menegakkan diagnosis BPPV yang berakibat terhadap penatalaksanaan vertigo yang tidak adekuat. Tujuan: Untuk menjelaskan bagaimana diagnosis dan tatalaksana BPPV Kanalis Horizontal. Kasus: Seorang laki-laki berusia 56 tahun yang didiagnosis sebagai BPPV Kanalis Horizontal kiri tipe kanalolithiasis apogeotropik. Penatalaksanaan: Dilakukan barbeque maneuver terapi reposisi kanalith. Kesimpulan: Penatalaksanaan BPPV adalah berdasarkan lokasi kanal yang terlibat dengan terapi reposisi kanalith.Kata kunci: BPPV, kanalis horizontal, kanalolithiasis apogeotropik.AbstractBackground: Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) is vertigo that provoked by a position change of the head or body to the gravitation. The diagnosis of BPPV can be established by anamnesis and provocation maneuver. However, because BPPV frequently is misdiagnosed, it will implicate to an adequate therapeutic. Purposes: Explaining how to diagnose and manage a Horizontal Canal BPPV. Case : a man, 56 ages which diagnosed as a Left Horizontal Canal BPPV apogeotropic canalolithiasis type. Management: A barbeque maneuver was performed as canalith reposition treatment. Conclution: The management of BPPV is based on the involved canal with canalith repositioning treatment.Keywords: BPPV, horizontal canal, apogeotropic canalolithiasis.
KETERLAMBATAN TINDAKAN BRONKOSKOPI PADA SUSPEK BENDA ASING DI BRONKUS Fachzi Fitri; Yelvita Roza
Majalah Kedokteran Andalas Vol 35, No 2 (2011): Published in August 2011
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.02 KB) | DOI: 10.22338/mka.v35.i2.p159-171.2011

Abstract

AbstrakAspirasi benda asing di bronkus adalah kasus emergensi THT-KL yang merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas utama pada anak, terutama usia dibawah 3 tahun. Aspirasi benda asing yang tersering pada bayi dan anak adalah benda organik, sehingga membutuhkan penanganan yang cepat karena akan menimbulkan komplikasi serius apabila tindakannya terlambat. Keterlambatan diagnosis aspirasi benda asing dipengaruhi oleh faktor tingkat pengetahuan orang tua, ketidak tajaman diagnosis awal dan komplikasi dari benda asing di jalan nafas. Tindakan bronkoskopi tepat waktu akan menghindarkan komplikasi yang ireversibel.Dilaporkan satu kasus aspirasi benda asing biji jeruk pada seorang bayi laki-laki usia 7 bulan dengan gagal nafas akut karena keterlambatan diagnosis dan tatalaksana dan telah dilakukan bronkoskopi dalam anastesi umum dengan menggunakan bronkoskopi kaku.Kata kunci : aspirasi benda asing organik, gagal nafas akut, keterlambatan diagnosis, bronkoskopi kaku, anastesi umumAbstractForeign body aspiration in bronchus is an emergency case in ENT-HNS, representing one of the major cause of morbidity and mortality in childhood, especially in children younger than 3 years of age. The most foreign body aspirated in infant and toddler is an organic product, which can cause severe complication if the management was delay. Delayed diagnosis of foreign body aspiration was influenced by parenthal education, early misdiagnosis and complication of the foreign body. Timely bronchoscopy will prevent an irreversible complication.A case of foreign body orange seed aspiration in a boy 7 months old with acute breathing failure because of delayed diagnosis and management, the management was bronchoscopy using rigid bronchoscopy in general anesthesia.Key word : organic foreign body aspiration, acute respiratory distress, delayed diagnosis, rigid bronchoscopy, general anesthesia