Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Formulasi dan Uji Mutu Fisik Sediaan lotion Sari Kering Herba Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban ) Dengan Variasi Konsentrasi Emulgator Span dan Tween Arisanty Arisanty; Santi Sinala; Muli Sukmawaty; Andi Masna
Media Farmasi XXX Vol 16, No 1 (2020): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.862 KB) | DOI: 10.32382/mf.v16i1.1424

Abstract

Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia dan telah terbukti secara ilmiah memiliki kemampuan sebagai  antioksidan. Penelitian ini bertujuan  untuk membuat formula lotion yang mengandung sari kering herba pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dengan variasi konsentrasi emulgator span dan tween, dan untuk mengetahui konsetrasi span dan tween yang menghasilkan lotion dengan mutu fisik yang paling stabil menggunakan uji kestabilan dipercepat. Emulgator yang digunakan dalam penelitian ini adalah span dan tween dengan konsentrasi 5%, 7,5%, dan 10%. Stabilitas sedian lotion ditentukan berdasarkan pengamatan mutu fisik sebelum dan sesudah penyimpanan dipercepat selama 6 siklus pada suhu 5oC dan 35oC yang meliputi uji organeleptis, uji homogentias, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, dan penentuan tipe emulsi. Kesimpulan dari hasil penelitian pada pengujian kestabilan mutu fisik formula I (emulgator 5%) tidak memenuhi syarat pada uji daya sebar sebelum penyimpanan dipercepat, sedangkan Formula II (Emulgator 7,5%) memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan sebelum maupun sesudah penyimpanan dipercepat, dan formula III (emulgator 10%) tidak memenuhi syarat pada uji daya sebar setelah penyimpanan dipercepat, untuk tipe emulsi pada ketiga formula tersebut merupakan tipe emulsi M/A.  Mutu fisik yang paling stabil dari ketiga sediaan tersebut adalah formula II (emulgator 7,5%). Kata kunci : Lotion, herba pegagan (Centella asiatica (L.) Urb), mutu fisik, span dan tween.
FORMULASI DAN EFEK ANTI BAKTERI SEDIAAN GEL PENCUCI TANGAN DARI MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (Occimum basilicum L.) TERHADAP Eschericia coli Arisanty Arisanty; Tajuddin Abdullah; Muli Sukmawaty
Media Farmasi XXX Vol 15, No 2 (2019): MEDIA FARMASI
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.919 KB) | DOI: 10.32382/mf.v15i2.1165

Abstract

Basil essential oil (Occimum basilicum L.) has inhibitory properties against Escherichia coli (KBM value of 0.25%) and therefore has the potential to be used as a handwashing gel. This study aims to formulate the essential oils of basil leaves (Occimum basilicum L.) in the form of a physically stable handwashing gel and test its effectiveness on the growth of Escherichia coli. The gel formula was made using Carbopol base with variations in concentration of 0.1%, 0.2%, 0.3% and 0.4%. It was then tested for physical quality strength using the accelerated stability testing method with the Climatic Chamber. The most stable gel formula was tested for its effectiveness against Escherichia coli through the agar diffusion method. The results obtained an average inhibition of gels without and with essential oils of 9.67 mm and 15.67 mm, respectively. The results of statistical tests showed that the inhibition of handwashing gel with essential oils from the basil leaves (Occimum basilicum L.) was significantly greater than preparations without essential oils (p <0.05).Keywords: Gel, basil essential oil, Escherichia coliMinyak atsiri Daun Kemangi (Occimum basilicum L.) memiliki daya hambat terhadap Eschericia coli (Nilai KBM 0,25%) sehingga berpotensi untuk diformulasi dalam bentuk gel pencuci tangan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi minyak atsiri daun kemangi (Occimum basilicum  L.) dalam bentuk sediaan gel pencuci tangan yang stabil secara fisik dan menguji efektifitas gel tersebut terhadap pertumbuhan Eschericia coli. Formula gel dibuat menggunakan basis Carbopol dengan variasi konsentrasi yaitu 0,1 %, 0,2%, 0,3% dan 0,4%. Formula gel tersebut kemudian diuji kestabilan mutu fisiknya menggunakan metode pengujian kestabilan dipercepat dengan alat Climatic Chamber. Formula gel yang paling stabil kemudian diuji efektifitasnya terhadap Eschericia coli dengan metode difusi agar. Hasil yang diperoleh daya hambat rata-rata gel tanpa minyak atsiri adalah 9,67 mm sedangkan untuk gel dengan minyak atsiri adalah 15,67 mm. Hasil pengujian statistik menunjukkan daya hambat Gel pencuci tangan  dengan minyak atsiri Daun Kemangi (Occimum basilicum L.) signifikan lebih besar dari sediaan tanpa minyak atsiri (p<0,05)Kata kunci : Gel , minyak atsiri kemangi, Eschericia coli
Pengolahan Biji Jamblang Kelompok Pemberdayaan Tanaman Herbal Wilayah Puskesmas Cendrawasih Kota Makassar Ida Adhayanti; Muli Sukmawaty; Azmilah Amier
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kefarmasian
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v3i2.3106

Abstract

Processing Jamblang Seeds Herbal Plant Empowerment Group Area of Cendrawasih Health Center, Makassar CityDiabetes mellitus (DM) is a health problem in the world with an increasing prevalence and has important medical implications. Diabetes mellitus is known as a chronic metabolic disease characterized by increased blood sugar levels (hyperglycemia) which is accompanied by metabolic abnormalities if not treated properly. Several assessments show that diabetes can be prevented by utilizing local medicinal plants, one of which is the Jamblang plant, especially the seeds. Medicinal plants are believed to have therapeutic effects, especially for anti-diabetics because of their compounds such as phenolic compounds, flavonoids, terpenoids, coumarins, and other ingredients that have been shown to lower blood sugar. This training was carried out to increase public knowledge about the benefits of the Jamblang plant as an antidiabetic, especially in the seeds, and to train the community in utilizing the Jamblang plant and processing it into a more practical and economical Jamblang coffee drink. Based on the results of the pre and post-test, the knowledge of the training participants increased from 57% to 94.66%. This training is expected to be able to improve the quality of life of the community and initiate the emergence of economical healthy drink product ideas.Keywords: Diabetes Mellitus, Jamblang Plant, Jamblang CoffeeDiabetes melitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia dengan prevalensi yang semakin meningkat dan memiliki dampak medis yang penting. Diabetes melitus dikenal sebagai  penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah (hiperglikemia) yang disertai adanya kelainan metabolik jika tidak ditangani dengan baik. Beberapa penilaian menunjukkan bahwa penyakit diabetes dapat dicegah dengan memanfaatkan tanaman obat sekitar, salah satunya adalah tanaman jamblang khususnya pada bagian biji. Tanaman obat diyakini memiliki efek terapeutik khususnya antidiabetik karena kandungan yang dimilikinya seperti senyawa fenolik flavonoid, terpenoid, kumarin dan kandungan lainnya yang telah terbukti dapat menurunkan gula darah. Pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat tanaman jamblang sebagai antidiabetik khususnya pada bagian biji serta melatih masyarakat dalam memanfaatkan tanaman jamblang dan mengolahnya menjadi minuman kopi jamblang yang lebih praktis dan ekonomis. Berdasarkan hasil pre dan post test pengetahuan masyarakat peserta pelatihan meningkat dari 57% menjadi 94,66 %. Pelatihan ini sangat diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menginiasi hadirnya ide produk minuman sehat yang ekonomis. Katakunci : Diabetes Melitus,  Tanaman Jamblang, Kopi Jamblang