Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Potensi Ekowisata Hutan Mangrove Klawalu Kota Sorong Papua Barat Lusye Naa; Charly B. Wanggai; Rima Herlina Siburian
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.95 KB) | DOI: 10.33506/md.v12i2.924

Abstract

Klawalu merupakan salah satu daerah di Kota Sorong yang memiliki potensi mangrove yang masih terjaga secara alami. Sejalan dengan pengembangan pembangunan maka ekowisata merupakan alternatif yang perlu dipertimbangkan dalam menjaga ekosistim kawasan dengan tetap meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekowisata hutan mangrove Klawalu Kota Sorong. Metode yang digunakan adalah metode deskritif dengan teknik observasi lapangan dan wawancara berpedoman pada analisis ADO-ODTWA Dirjen PHKA Tahun 2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kriteria obyek dan daya tarik kawasan memiliki nilai tertinggi dengan total skor 960. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan ekowisata mangrove Klawalu memiliki tingkat keunikan yang didukung oleh floran dan fauna penyusunannya dengan aksesisibilitas serta sarana dan prasarana penunjang serta ketersediaan air bersih yang dapat digunakan sebagai daerah pengembangan ekowisata yang sangat baik. Dari unsurur penilaian yang dilakukan baik terhadap aksesibilitas, kondisi lingkungan sekitar kawasan, maupun ketersediaan air bersih menunjukkan bahwa kawasan ini siap untuk menjadi destinasi wisata yang dapat dikembangkan.
Kajian Penggunaan Lahan Terhadap Peraturan Sempadan Sungai Arui Paul Colin Pasaribu; Jonni Marwa; Francina F. Kesaulija; Charly B. Wanggai; Bernadetta M.G. Sadsoeitoeboen
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol8.Iss1.287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penggunaan lahan di sempadan Sungai Arui yang tidak sesuai dengan peraturan sempadan sungai. Lokasi penelitian ini berada di sempadan Sungai Arui Distrik Masni Kabupaten Manokwari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data dengan observasi lapangan, studi pustaka, dan analisis GIS menggunakan aplikasi ArcGIS 10.8. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, terdapat 5 bentuk penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan PP. No. 38 Tahun 2011 pada Sempadan Sungai Arui, yaitu bentuk penggunaan perkebunan, sawah, ladang, pemukiman dan tanah terbuka. Penggunaan lahan tersebut tersebar di 14 administrasi desa. Luas penggunaan lahan perkebunan seluas 274,18 Ha, sawah seluas 1,54 Ha, ladang seluas 0,63 Ha, pemukiman seluas 0,95 Ha dan terbuka seluas 1,01 Ha, dengan total keseluruhan 278,32 Ha. Luas total sempadan Sungai Arui seluas 896,56 Ha. penggunaan lahan yang tidak sesuai adalah 31,2% dari total luas sempadan Sungai Arui.
PEMANFAATAN TANAH HUTAN SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN TRADISIONAL MASYARAKAT KAMPUNG MAPURA KABUPATEN MAYBRAT Federosa Kambuaya; Matheus Beljai; Charly B. Wanggai
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol5.Iss2.147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan jenis tanah hutan sebagai alternatif pengobatan tradisional bagi masyarakat Kampung Mapura Kabupaten Maybrat. Metode penelitian deskriptif dengan teknik observasi lapangan dan wawancara semi struktural dilakukan untuk memperoleh data tanah dan informasi dari responden. Analisis lanjutan sampel tanah yang meliputi tekstur, pH, struktur dan kadar air juga dilakukan guna mengetahui komposisi dan karaktersitik dari jenis tanah yang digunakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat memanfaatkan 1 (satu) jenis tanah yang digunakan sebagai pengobatan yaitu jenis tanah liat. Bagian tanah yang digunakan sebagai pengobatan ialah permukaan tanah maupun bagian dalam tanah dengan cara menggali. Secara umum, struktur tanah yang diperoleh antara lain granular, gumpal bersudut, gumpal membulat dengan tekstur lempung, lempung liat berpasir serta memiliki kisaran kadar air tanah antara 13,18% - 23,26% dan kisaran nilai pH tanah antara 6,1 – 6,84. Penyakit yang disembuhkan ialah sebanyak 8 jenis penyakit. Metode pengobatan ini telah berlangsung lama dan secara hirarki diturunkan dari generasi ke generasi dalam keberadaban masyarakat Maybrat di Kampung Mapura.
HYDROLOGICAL STUDY ON LIMESTONE MINE DRAINAGE SYSTEM IN PT. ADS - SOUTH SUMATERA Charly Bravo Wanggai; Ceni Febi Kurnia Sari
Geographica: Science and Education Journal Vol 1, No 2 (2020): June
Publisher : USN Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.651 KB) | DOI: 10.31327/gsej.v1i2.1229

Abstract

The groundwater availability in an area with mineral deposits is measured by the geological and geomorphological characteristics of the area. The hydrological study on limestone mining in PT. ADS, South Sumatera aimed to acquire data and information regarding rainfall characteristics, drainage basin and catchment area, infiltration value, and surface water flow pattern at the limestone mining site and nearby area; this is to formulate a basis of reference in creating drainage system. The study employed Extreme Value Gumbel formula to analyze the expected daily rainfall. A calculation on the rainfall return period relied on two factors, i.e., the planned mining duration and natural events, such as seasonal flood per two years. Moreover, Mononobe formula was used to calculate and convert the daily rainfall intensity in the form of hourly rate. The mine drainage system was regarded necessary in the site since the watery area is potential to hinder the production as well as to cause work accidents; on top of that, the terrain is dominated by relief of wavy hills with varying waves and slopes ranging from 10°-70°.