Dwiarso Rubiyanto
Department of Chemistry, Islamic University of Indonesia, Jl. Kaliurang KM 14.5 Sleman Yogyakarta 55584

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Studi Perlakuan Reaksi Isomerisasi 3-Carene Menjadi 4-Carene Menggunakan Katalis Natrium-O-Klorotoluena Hidayati, Baiq Nisfi; Julianto, Tatang Shabur; Rubiyanto, Dwiarso
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH VOLUME 1, ISSUE 2, 2014
Publisher : Chemistry Department, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.735 KB) | DOI: 10.20885/ijcr.vol1.iss2.art2

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang isomerisasi 3-carene menjadi 4-carenemenggunakan katalis natrium-o-klorotoluena dengan perlakuan yang berbeda dariperlakuan sebelumnya yaitu dilakukan pembuatan katalis natrium-o-klorotoluena dandirefluks pada temperatur 250 oC selama 12 jam. Selanjutnya ditambahkan 3-carene dandi refluks kembali pada temperatur 170 oHasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan perlakuan yang berbeda(katalis dan reaktan tidak dicampur) dari perlakuan sebelumnya (katalis dan reaktandicampur) tidak dapat terbentuk katalis natrium-o-klorotoulena terhadap isomerisasi 3-carene menjadi 4-carene. Hal ini disebabkan karena tidak terbentuknya katalis natrium-oklorotoluena dan proses isomerisasinya tidak bereaksi sempurna sehingga tidak diperolehsenyawa 4-carene melainkan diperoleh senyawa 3-carene, β-pinene dan pelarut
Analisis Senyawa Berbahaya Dalam Parfum Dengan Kromatografi Gas-Spektrometri Massa Berdasarkan Material Safety Data Sheet (Msds) Iswara, Filasavita Prasasti; Rubiyanto, Dwiarso; Julianto, Tatang Shabur
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH VOLUME 1, ISSUE 2, 2014
Publisher : Chemistry Department, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.265 KB) | DOI: 10.20885/ijcr.vol1.iss2.art3

Abstract

This study was conducted to determine the harmful compounds in perfumes by gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS). Perfume samples (A, B, C) obtained from the supermarket and the refill perfume fragrance that is almost the same. Methodology is the determination of specific gravity and refractive index. Chemical analysis performed using gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS). Based on the results obtained three samples of data that have perfume composition profiles of the same constituent that is solvent, fixative agents, and perfuming agents. Compounds that are solvent are methanol, ethanol. Compounds that are fixative agent is 1,2-Butanediol, 3 ethoxy-1-propanol, limonene, dipropylene glycol, 2-(2-hydroxypropoxy)-1-propanol, 3,3’-oxybis-2-butanol. The compound is a substance which is dihydrojasmonat methyl fragrance, alpha-hexyl cinnamaldehyde. Dihydrojasmonat methyl is a compound that becomes the deciding factor perfume that smells like jasmine.
Pengaruh Temperatur Terhadap Isomerisasi Senyawa 3-Carene Menjadi 4-Carene Dengan Katalis Natrium-O-Klorotoluen Anisa, Nurul; Julianto, Tatang Shabur; Rubiyanto, Dwiarso
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH VOLUME 1, ISSUE 2, 2014
Publisher : Chemistry Department, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.165 KB) | DOI: 10.20885/ijcr.vol1.iss2.art5

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh temperatur reaksi pada konversi 3 carene menjadi 4-carene menggunakan katalis basa organik yaitu natrium-o klorotoluen. Proses konversi ini dilakukan dengan metode isomerisasi dengan variasi temperatur reaksi 149 oC, 160 oC , dan 178 oC. Campuran yang digunakan adalah 3-carene dan xylene, natrium dan o-klorotoluen dengan perbandingan 1:1 yang direfluks pada temperatur 149 oC, 160 oC , dan 178 oC selama 12 jam. Produk reaksi selanjutnya dianalisis menggunakan instrumen GC-MS. Hasil penelitian menunjukan bahwa temperatur optimum konversi 3-carene menjadi 4 carene pada temperatur reaksi 178oC dengan jumlah 4-carene sebesar 49,8%
Formulasi Sabun Cair Berbahan Aktif Minyak Kemangi Sebagai Antibakteri Dan Pengujian Terhadap Staphylococcus Aureus Muthmainnah, Rahmi; Rubiyanto, Dwiarso; Julianto, Tatang Shabur
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH VOLUME 1, ISSUE 2, 2014
Publisher : Chemistry Department, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.236 KB) | DOI: 10.20885/ijcr.vol1.iss2.art6

Abstract

Penyakit kulit saat ini masih menjadi salah satu masalah bagi masyarakat Indonesia. Salah satu penyakit kulit yang meresahkan yaitu penyakit bisul. Penyakit ini disebabkan karena infeksi dari bakteri gram positif Staphylococcus Aureus. Bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen yang paling banyak menyerang manusia yang hidup sebagai saprofit dalam membran pencernaan dan kulit manusia. Salah satu antibakteri yang saat ini telah banyak diteliti yaitu sifat antibakteri dari minyak atsiri daun kemangi. Minyak atsiri daun kemangi memiliki daya aktivitas antibakteri yang cukup tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan minyak kemangi dalam sabun mandi cair dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus Aureus. Penambahan minyak kemangi sebesar 0,25 mL kedalam sabun mandi cair 10 mL menunjukkan aktivitas yang baik yaitu dengan rata-rata diameter hambat 7,8 mm. Aktivitas tertinggi ditunjukkan oleh minyak kemangi 0,75 mL dalam sabun mandi cair 10 mL, yaitu dengan rata-rata diameter hambat 9,8 mm. Namun, formulasi sabun cair yang paling diminati oleh responden adalah sabun minyak kemangi 5%, yaitu 0,5 mL minyak kemangi ditambahkan kedalam 10 mL sabun cair dengan diameter hambat 8,3 mm.
Isomerisasi Senyawa 3-Carene Menjadi 4- Carenemenggunakan Katalis Naohklorotoluena Fatmawati, Sita Dwi; Julianto, Tatang Shabur; Rubiyanto, Dwiarso
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH VOLUME 1, ISSUE 2, 2014
Publisher : Chemistry Department, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.524 KB) | DOI: 10.20885/ijcr.vol1.iss2.art7

Abstract

Telah dilakukan isomerisasi 3-carene menjadi 4-carene dengan katalis NaOHklorotoluena. Katalis NaOH-klorotoluena dibuat dengan cara mereaksikan NaOH dan oklorotoluena. Hasil isomerisasi menunjukkan bahwa NaOH-klorotoluena tidak dapat menjadi katalis pada isomerisasi 3-carene menjadi 4-carene. Namun, hasil reaksi dari NaOH dan o-klorotoluena diasumsikan membentuk senyawa fenol yang dapat mengkonversi 3-carene menjadi β-pinene. Persentase senyawa β-pinene yang dihasilkan sebesar 0,72%.
Pengaruh Waktu Reaksi Pada Konversi ɑ-Pinen Menjadi Terpineol Menggunakan Katalis Asam Sulfat Muharani, Dwi; Julianto, Tatang Shabur; Rubiyanto, Dwiarso
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH VOLUME 1, ISSUE 1, 2014
Publisher : Chemistry Department, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1952.946 KB) | DOI: 10.20885/ijcr.vol1.iss1.art2

Abstract

Penelitian terhadap variasi waktu dalam konversi ɑ-pinene menjadi terpeniol menggunakan katalis asam sulfat telah dilakukan. Konverci ɑ-pinene dilakukan menggunakan metode hidrasi dengan variasi waktu; 1 jam, 4 jam,5 jam, 6 jam dan 7 jam. Larutan yang terdiri dari ɑ-pinene, H2SO4 dan aquades dengan perbandingan l:l:5 direfluks dalam medium aseton pada temperatur 80-85°C. Hasil refluks dianalisis menggunakan GC-MS dan GC. Hasil analisis menunjukkan waktu optimum untuk reaksi konversi ɑ-pinene menjadi terpeniol yaitu 6 jam dengan jumlah 82,2 % dan selektifitas terpeniol 60,21 %.
Studi Pengaruh Adisi H2O Terhadap Konversi Alfa-Pinen Menjadi Terpineol Menggunakan Katalis H2SO4 Nurmila, Mila; Julianto, Tatang Shabur; Rubiyanto, Dwiarso
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH VOLUME 1, ISSUE 1, 2014
Publisher : Chemistry Department, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1670.218 KB) | DOI: 10.20885/ijcr.vol1.iss1.art5

Abstract

The study of addition H2O to the alpha-pinene conversion into terpineol using H2SO4 catalyst has been carried out. The conversion process carried out using a hydration reaction for 4 hours with the variation of the number of water. The mole ratio of alpha-pinene to water l:5, 1:10,1:15, 1:20,1:25. While the H2SO4 as catalyst concentration has equated to the concentration of alpha-pinene for all conditions. The mixture which are alpha-pinene, with varying amounts of water, sulfuric acid catalyst and a fixed cancentration equivalent to the concentration of alpha-pinene and acetone as media refluxed at a temperature of 80-85°C during 4 hours. Hydration products were analyzed using GC-MS ond GC instrument.The results showed that the ratio of alpha-pinene reaction conditions: water l:10, alpha pinene converting as much as 30,29% with selectivity terpineol products as much as 30,395%. 
Konversi Sitral Dalam Minyak Atsiri Kemangi (Ocimum citriodorum) Dengan Metode MAOS (Miuowave Assisted Organic Synthesis) Sutisna, Sutisna; Rubiyanto, Dwiarso; Allwar, Allwar
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH VOLUME 1, ISSUE 1, 2014
Publisher : Chemistry Department, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2007.658 KB) | DOI: 10.20885/ijcr.vol1.iss1.art10

Abstract

Konversi sitral dari daun kemangi dengan katalis basa heterogen KF/Al2O3 menggunakan metode MAOS telah dilakukan. Metode ini merupakan metode pengembangan yang ramah lingkungan. Penelitian akan mempelajari pengaruh rasio KF/Al2O3 terhadap sifat basa katalis dan juga merupakan pengaruh perkembangan terhadap produk konversi sitral dari kemangi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio terbaik untuk katalis KF/AI2O3 yaitu 30% untuk pelarut Gliserol dan 40% Etilen glikol, ditunjukkan dengan adanya OH pada pita serapan 3450 cm-1 dan menunjukkan AlF63- strecthing dari K3AlF6 pada pita serapan 586 cm-1 yang tajam. Hasil produk konversi sitral kemangi dengan pelarut Gliserol menghasilkan 6-methyl-5-hepten-2-one, 1,4-hexadiena, 3,3,5-trimethyl dan cis-verbenol sedangkan penggunaan pelarut Etilen glikol menghasilkan feniculin/l-(3-methyl-2-butenoxy_-4-(1propenyl) benzene yang sama hasil konversi dengan sitral standar. Persentasi produk dengan pelarut Gliserol 6.8%, 1.80%  dan 2.22% dan pelarut Etilen gikol sebesar 6.65%.
Perubahan Komponen Utama Pada Minyak Atsiri Selasih Ungu (Ocimum Conum, Sims) Dengan Metode Microwave Assisted Organic Synthesis (MAOS) Menggunakan Katalis KF/Al2O3 Puspitasari, Ratih Dyah; Rubiyanto, Dwiarso; Allwar, Allwar
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH VOLUME 1, ISSUE 1, 2014
Publisher : Chemistry Department, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.046 KB) | DOI: 10.20885/ijcr.vol1.iss1.art9

Abstract

Penerapan metode MAOS (Microwave Assisted Organic Synthesis) pada minyak atsiri selasih ungu (Ocimum Canum, Sims) telah dilakukan. Dalam penelitian ini KF/AI2O3 digunakan sebagai katalis, gliserol dan etilen glikol sebagai pelarut. Katalis dikarakterisasi dengan FTIR dan hasil menunjukkan penampakan tiga spektra: K3AIF6, KOH dan K2CO3. Hasil optimasi waktu dan konsentrasi yang diperoleh yaitu 6 menit pada KF/Al2O3 10% untuk pelarut gliserol dan 2 menit pada KF/Al2O3 20% untuk pelarut etilen glikol.
Perbandingan Minyak Atsiri Bunga Kenanga (Cananga odorat) Segar dan Kenanga Layu Amelia, Danna; Rubiyanto, Dwiarso
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH Volume 5, ISSUE 1, 2020
Publisher : Chemistry Department, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijcr.vol5.iss1.art3

Abstract

Isolasi dan identifikasi sifat fisika-kimia minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata) segar dan layu telah dilakukan dalam penelitian ini. Minyak atsiri bunga kenanga diisolasi dengan metode destilasi uap. Komponen kimia dari dua kondisi bahan bunga kenanga dianalisis menggunakan instrumen GCMS. Beberapa parameter fisika meliputi uji warna, bau, berat jenis dan indeks bias dilakukan dalam penelitian ini. Hasil analisis diketahui rendemen minyak atsiri pada bunga kenanga segar dan layu masing-masing adalah 0,325%(b/b) dan 0,276%(b/b). Komponen senyawa kimia utama yaitu 1-metoksi-4-metil benzena (3,05%) linalool (22,06%), geranil asetat (7,54%), trans-kariofilen (28,06%),a-humulen (8,65%) dan D-germacren (21,91%), sedangkan penyusun minyak kenanga layu adalah 1-metoksi-4-metil benzena (2,79%), linalool (21,76%), trans-kariofilen (31,87%), a-humulen (9,25%) dan D-germacren (21,62%). Hasil uji sifat fisika-kimia minyak bunga kenanga segar berwarna kuning bening, bau harum kenanga, berat jenis 0,9157 dan indeks bias 1,5039, sedangkan untuk minyak bunga kenanga layu berwarna bening jernih, bau harum sangit, berat jenis 0,9138 dan indeks bias 1,5040.