Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL ILMIAH PLATAX

Otolith And Growth Pattern Layang Fish, Decapterus Muroadsi Temminck & Schlegel, 1844 In Manado Bay Yulianti Umar; Fransine B. Manginsela; Ruddy D. Moningkey
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 7 No. 1 (2019): ISSUE JANUARY-JUNE 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.1.2019.21441

Abstract

The aim of this research is to know the distribution of the size of Decapterus muroadsi, to describe otolit that is otolith length (Po), width otolith (Lo), perimeter / otolith circumference (Ko), otolith area (Ao), and determine the relationship of total length and body weight of fish kite Decapterus muroadsi in Manado Bay. The sampling was conducted in August - December 2017 of the gliders obtained during the study of 135 individuals in which males were 87 individuals and 48 female individuals. Distribution of the total length of the globe and the body height of the globe fish 190 mm - 225 mm, weighs 63 grams - 154 grams, the female fish has a total length of 205 mm - 250 mm, and weighst 88 grams - 159 grams. To know the morphometric perimeter otolith left and right perimeter otolith fish taken to be taken as otolith samples of male fish (15 individuals) and females (15 individuals). The results of the comparison analysis were found for the left and right otolith of male trooper with otolith length (Po) 0.796, perimeterr / otolith circumference (Ko) 0.621, and otolith area (Ao) 0.268 and females with 0.027 otolith (Po) 0.057, perimeter / otolith (Ko) 0.231, and otolith area (Ao) 0.858, males and females did not differ significantly between left otolith and right otolite where t-hit <from t-table as for otolith (O2) 2,371 and otolith otolith otolith (Lo) 2,952 differs markedly where t-hit> from t-table. Kites, Decapterus muroadsi used as a sample in the study were 135 individuals divided into 3 parts, namely males and females and combined (males and females). Based on the result of growth pattern analysis on the value of the fish b of the Decapterus muroadsi male has t-hit> t-table (4E - 06> 1,998) and mixed (and female) have t-hit> t-table (4E-06 - 1,997) Therefore H1 is accepted as (allometric) and females have t-hit <t-table (3E-O6-1,679) has a value b where hypothesis H1 is accepted as isometric. Keywords: Decapterus muroadsi, Describing, Otolith, male, females ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran ukuran ikan layang Decapterus muroadsi, mendeskripsikan otolit yakni panjang otolit (Po), lebar otolit (Lo), perimeter/keliling otolit (Ko), area otolit (Ao), dan menentukan hubungan panjang total dan berat tubuh ikan layang Decapterus muroadsi di Teluk Manado. Pengambilan sampel  ini dilakukan pada bulan Agustus – Desember 2017 ikan layang yang di peroleh selama penelitian sebanyak 135 individu di mana jantan 87 individu dan betina 48 individu. Sebaran ukuran panjang total ikan layang dan berat tubuh ikan layang jantan 190 mm – 225 mm, berat 63 gram – 154 gram, ikan layang betina memiliki panjang total 205 mm – 250 mm, dan berat 88 gram – 159 gram, Untuk mengetahui perimeter morfometrik otolit kiri dan kanan perimeter otolit ikan layang yang diambil untuk dijadikan sampel otolit ikan layang jantan berjumlah (15 individu) dan betina (15 individu). Hasil analisis perbandingan ternyata untuk otolit kiri dan kanan ikan layang jantan dengan Panjang otolit (Po) 0,796, perimeterr / keliling otolit (Ko) 0,621, dan  area otolit (Ao) 0,268 dan betina dengan Panjang otolit (Po) 0,057, perimeter/keliling otolit (Ko) 0,231, dan area otolit (Ao) 0,858, jantan dan betina tidak berbeda nyata antara otolit kiri dan otolit kanan di mana t-hit < dari t-tabel adapun untuk otolit jantan lebar otolit (Lo) 2,371 dan otolit betina  lebar otolit (Lo) 2,952 berbeda nyata di mana t-hit > dari t-tabel. Ikan layang, Decapterus muroadsi yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian berjumlah 135 individu yang di bagi dalam 3 bagian yaitu jantan dan betina serta gabungan (jantan dan betina). Berdasarkan hasil analisis pola pertumbuhan terhadap nilai b ikan layang Decapterus muroadsi jantan memiliki t-hit> t-tabel (4E – 06 >1,998) serta campuran (jantan dan betina) memiliki t-hit> t-tabel (4E-06 – 1,997) Maka dari itu H1 di terima sebagai (allometrik) dan betina memiliki t-hit< t-tabel (3E-O6– 1,679) memiliki nilai b dimana hipotesis H1 diterima sebagai isometrik.Kata kunci : Decapterus muroadsi, mendeskripsikan, otolit, jantan, betina
Fish Biodiversity in Poigar River Estuary North Sulawesi Rizaldy A. Rangian; Ruddy D. Moningkey; Nego E. Bataragoa
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 7 No. 1 (2019): ISSUE JANUARY-JUNE 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.1.2019.22759

Abstract

The purpose of this study was to determine the diversity and size variation of fish caught in the Poigar River Estuary. Sampling was carried out on tide and low tide in the New Moon and Full Moon phases using beach trawl. The catch gets 42 species, 2,726 individuals and weighs 11,355.5 g. The dominance index at low tide and water recedes 0.47 and 0.44 respectively. Diversity Index at high tide and low tide are 0.93 and 1.11 respectively. Found 10 important fish species in tide and 13 species at low tide, there are four species which are important fish both at low tide and high tide, namely Ambassis urotaenia, Ambassis intetrupta, Gazza minuta and Gerres filamentosus. The size distribution of fish from the juvenile phase to the adult phase is the Ambassis urotaenia with a distribution size of 4.2 cm to 9.0 cm and the Ambassis interupta 4.3 to 9.7 cm. Fish classified as only in the juvenile phase are Gazza minuta with a distribution size of 4.0 cm to 12.9 cm and Gerres filamentosus 6.3 cm to 8.6 cm.Kata kunci: Biodiversity, River Poigar, species, juvenile and adult.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman dan variasi ukuran ikan yang tertangkap di Muara Sungai Poigar. Pengambilan sampel dilakukan pada air pasang dan air surut  pada fase  Bulan Baru dan Bulan Purnama dengan menggunakan pukat pantai.  Hasil tangkapan mendapatkan 42 spesies, 2.726 individu dan berat 11.355,5 g. Indeks dominasi pada saat air pasang dan air surut masing-masing 0,47 dan 0,44. Indeks Keanekaragaman pada saat air pasang dan surut pasang-masing sebesar 0,93 dan 1,11.  Ditemukan 10 spesies ikan penting pada air pasang dan 13 spesies pada air surut, terdapat empat spesies yang merupakan ikan penting baik pada saat surut maupun pasang yaitu Ambassis urotaenia, Ambassis intetrupta, Gazza minuta dan Gerres filamentosus.   Sebaran ukuran ikan dari fase juvenile sampai fase dewasa adalah Ambassis urotania dengan sebaran ukuran 4,2 cm sampai 9,0 cm dan Ambassis intetrupta 4,3 cm sampai 9,7 cm. Ikan  yang tergolong hanya pada fase juvenile adalah  Gazza minuta dengan sebaran ukuran 4,0 cm sampai 12,9 cm dan Gerres filamentosus 6,3 cm  sampai 8,6 cm.Kata kunci: Biodiversitas, Sungai Poigar, spesies, juvenile dan dewasa.
Macrozoobenthic community structure in subtidal soft-bottom area along the coast of Lembeh Island -North Sulawesi Ruddy D. Moningkey; Lawrence J. L. Lumingas; Unstain N. W. J. Rembet
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 5 No. 2 (2017): ISSUE JULY - DECEMBER 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.5.2.2017.15531

Abstract

The present paper describes the soft-bottom macrozoobenthic community structure inhabiting Lembeh Island’s waters (North Sulawesi). Material for the study was collected from 5 stations in October 2013 using a La Motte grab (600 cm2) and subsequently sieved through a 1 mm square mesh sieve. A total of 1147 individuals belonging to 78 species (taxa) of macrozoobenthos  and representative of higher taxonomic groups belonging to 12 phyla were recorded and identified. Univariate analysis showed low abundance of individuals and number of species in the Pintu Kota station which has a black sludge of sediment but Shannon index values at this station is the highest. Instead Motto station relatively far from anthropogenic disturbance showed a high abundance of individuals and number of species but Shannon  index values at this station is the lowest. The station is dominated by Tanais sp at a density of 9533 individuals m-2. Shannon index is less sensitive to measure the effect of anthropogenic disturbances compared with the abundance of individuals and number of species. The multivariate analysis (Cluster Analysis and Correspondence Analysis) managed to separate the three groups (essemblage) makrozoobethos: Group A (Posokan), Group B (Motto) and Group C (Pancoran, Mawali and Pintu Kota). Abiotic factors such as granulometri, physicochemical, hydrodynamics and anthropogenic factors believed to be the factors controlling the formation of the ecological group.Keywords: macrozoobenthos, anthropogenic impact, multivariate analysis, Lembeh Island.   ABSTRAKTulisan ini menggambarkan struktur komunitas makrozoobentos substrat lunak yang menghuni perairan Pulau Lembeh (Sulawesi Utara). Materi untuk studi ini dikumpulkan dari 5 stasiun pada Oktober 2013 dengan menggunakan grab La Motte (600 cm2) dan kemudian disaring dengan saringan berukuran 1 mm persegi mata saringan. Sebanyak 1147 individu yang termasuk dalam 78 spesies (taksa) makrozoobentos dan mewakili 12 fila atau grup taksonomi telah dicatat dan diidentifikasi. Analisis univariat menunjukkan rendahnya kelimpahan individu dan jumlah spesies di stasiun Pintu Kota yang memiliki sedimen lumpur berwarna hitam tetapi nilai indeks Shannon di stasiun ini adalah yang tertinggi. Sebaliknya di stasiun Motto yang relatif jauh dari gangguan antropogenik menunjukkan tingginya kelimpahan individu dan jumlah spesies tetapi nilai indeks Shannonnya adalah yang terendah. Stasiun ini didominasi oleh Tanais sp dengan kepadatan 9533 individual m-2. Indeks Shannon kurang peka mengukur pengaruh gangguan antropogenik dibandingkan dengan nilai kelimpahan individual dan jumlah spesies. Analisis multivariat (Analysis Kluster dan Analisis Korespondensi) berhasil memisahkan 3 grup (essemblage) makrozoobetos: Grup A (Posokan), Grup B (Motto) dan Grup C (Pancoran, Mawali dan Pintu Kota). Faktor abiotik seperti granulometri, hidrodinamika dan fisika-kimia perairan serta faktor antropogenik diduga merupakan faktor-faktor pengendali pembentukan grup ekologis tersebut.Kata kunci: makrozoobentos, dampak antropogenik, analisis multivariat, Pulau Lembeh.  
Zooplankton Community In Coastal Malalayang Waters Manado Firgiani V. N. Mahipe; Rose O. S. E. Mantiri; Ruddy D. Moningkey
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 5 No. 1 (2017): ISSUE JANUARY - JUNE 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.5.1.2017.15808

Abstract

The purpose of this study was to identify the zooplankton, to know the relative density of zooplankton, and to analyze their community structure, such as Diversity Index (H') and Dominance Index (C).Sampling was conducted on September 30th, 2016 at the depth of 50 cm-withdrawn slowly along 40 meter (2x20 meter back and forth) in each station. The water left in the cod end (reservoir bottle) put into a sample bottle, with alcohol 95%, and taken to the laboratory for identification.Based on the identification, there were 25 species of zooplankton (19 adults, one final larval stage brachyura, 4 larvae of mollusks and worms, and 1 fish larvae 1 unidentified), namely: Oncaea sp. [1], Oncaea sp. [2], Oncaea sp. [3], Diastylis sp., Monstrilla sp., Euchaetomera sp., Euchaeta sp., Ibacus sp., Oithona sp., Synchaeta sp., Farranula sp., Macrosetella sp., Eurydice sp., Calanus sp., Lucifer sp., Eucalanus sp., Scolecithricella sp., Lucicutia sp., Lepidasthenia sp., megalops brachyura, zoea brachyura, larvae of eulimella, larvae of echinospira, larvae of corethra and larvae of fish. Relative density was the highest in Oncaea sp. (34.21%) and Diversity Index (H') was classified as moderate. The diversity index showed that the zooplankton community was less diverse. Dominance Index (C) was also low indicating no species was dominant in the coastal waters of Malalayang.Keyword : Community, zooplankton, Malalayang DuaAbstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis–jenis zooplankton, mengetahui kepadatan relatif zooplankton, dan menganalisa struktur komunitas zooplankton seperti Indeks Keanekaragaman (H’) dan Indeks Dominasi (C).Pengambilan sampel dilakukan pada 30 September 2016 dengan cara memasukkan plankton net sedalam 50 cm, kemudian ditarik sambil berjalan secara perlahan sepanjang 40 meter (2x20 meter bolak-balik) di tiap stasiun. Air yang tersaring dalam cod end (botol penampungan) dituangkan di dalam botol sampel dan ditambahkan/diawetkan dengan alkohol 95%. Selanjutnya, sampel tersebut dibawa ke Laboratorium untuk diidentifikasi.Berdasarkan hasil identifikasi diperoleh 25 jenis zooplankton (19 dewasa, 1 organisme muda [tahap akhir larva] zooplankton, 4 larva zooplankton dan 1 larva ikan yang tidak teridentifikasi) yaitu: Oncaea sp. [1], Oncaea sp.[2], Oncaea sp.[3], Diastylis sp., Monstrilla sp., Euchaetomera sp., Euchaeta sp., Ibacus sp., Oithona sp., Synchaeta sp., Farranula sp., Macrosetella sp., Eurydice sp., Calanus sp., Lucifer sp., Eucalanus sp., Scolecithricella sp., Lucicutia sp., Lepidasthenia sp., Megalopa Brachyura, Zoea Brachyura, Larva Eulimella, Larva Echinospira, Larva Corethra dan Larva Ikan. Kepadatan Relatif tertinggi terdapat pada Oncaea sp. sebesar 34,21% Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) zooplankton di tiga Stasiun tergolong sedang. Nilai tersebut menunjukkan bahwa komunitas organisme dalam kondisi yang kurang beragam. Hasil Indeks Dominasi (C) termasuk kriteria dominasi rendah, menunjukkan bahwa tidak ada spesies yang mendominasi di perairan pantai Malalayang.Kata kunci : Komunitas, zooplankton, Malalayang Dua
Zooplankton Community in The Waters of Lab Faculty of Fisheries and Marine Science East Likupang North Minahasa Marlinda R. Malara; Gaspar D. Manu; Ruddy D. Moningkey
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 8 No. 1 (2020): ISSUE JANUARY-JUNE 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.8.1.2020.27598

Abstract

The purpose of this study was to determine the type, density, and community structure of the Zooplankton including the Diversity Index (H '), Dominance Index (C), and Evenness (e). Sampling was carried out on November 12, 2019, using planktonet to a depth of 10 m from sea level, and carried out vertically as much as 3 times at each sampling point. The results obtained were 22 genus 26 species in 3 classes, namely: Paracalanus sp, Rhincalanus sp, Calanus sp., Corycaeus sp., Acrocalanus sp., Oncaea sp., Oithona sp., Scolecithricella sp., Euterpina sp., Eurytemora sp., Centropages sp., Ctenocalanus sp., Eucalanus sp., Pseudocalanus sp., Microsetella sp., Nauplius sp., Squilla sp., Siriella sp., Pseudeuphausia sp., Nematocelis sp., Zoea., Solenocera sp. The highest relative density was found in Paracalanus sp which was 39.38%. The Diversity (H ') of zooplankton at two sampling points is classified as moderate. These values indicate the community of planktonic organisms in the areas of study is less diverse. And Dominance Index (C) shows that no species dominates the waters of East Likupang.Keywords: Community; Zooplankton; East Likupang; Domination; Diversity.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis, kepadatan, dan  struktur komunitas Zooplankton seperti Indeks Keanekaragaman (H’), Indeks Dominansi (C), dan Keseragaman (e). Pengambilan sampel dilakukan pada 12 November 2019 mengunakan planktonet sampai kedalaman 10 m dari permukaan laut, dilakukan secara vertikal sebanyak 3 kali pada setiap titik. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh 22 genus 26 spesies dalam 3 kelas yaitu : Paracalanus sp, Rhincalanus sp, Calanus sp., Corycaeus sp,  Acrocalanus sp., Oncaea sp, Oithona sp., Scolecithricella sp., Euterpina sp., Eurytemora sp., Centropages sp., Ctenocalanus sp., Eucalanus sp., Pseudocalanus sp., Microsetella sp., Nauplius sp., Squilla sp., Siriella sp., Pseudeuphausia sp., Nematocelis sp., Zoea., Solenocera sp. Kepadatan Relatif tertinggi terdapat pada Paracalanus sp yakni 39.38%. Keanekaragaman (H’) zooplankton di dua titik tergolong sedang. Nilai tersebut menunjukkan komunitas organisme dalam kondisi yang kurang beragam. Dan Dominansi (C) menunjukkan tidak ada spesies yang mendominasi di perairan Likupang Timur.Kata kunci: Komunitas; Zooplankton; Likupang Timur; Dominasi; Keanekaragaman.