Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search
Journal : REKA INTEGRA

PERBAIKAN KUALITAS PRODUK KERATON LUXURY DI PT. X DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE and EFFECT ANALYSIS (FMEA) dan FAULT TREE ANALYSIS (FTA) Hanif, Richma Yulinda; Rukmi, Hendang Setyo; Susanty, Susy
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1019.343 KB)

Abstract

Makalah ini menjelaskan tentang perbaikan kualitas produk Keraton Luxury. Terdapat 4 bagian produksi, yaitu; divisi struktur, divisi finishing, divisi rakit, divisi packaging. Pada setiap divisi menimbulkan cacat diatas 5% yang masih bisa dirework, Berdasarkan biaya rework terbesar terdapat pada proses pembelahan kayu dan proses pemberian cat dasar. Perusahaan ingin meminimasi adanya rework. Oleh karena itu akan digunakannya metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Tahap-tahap yang dilakukan dengan menggunakan metode FMEA yaitu mengidentifikasi failure mode, identifikasi effect of failure, identifikasi cause effect, menetapkan nilai severity rating, nilai occurance rating, menentukan current control, nilai detection, dan menghitung Risk Priority Number (RPN). Setelah didapat nilai RPN dari metode FMEA kemudian melakukan analisis dengan menggunakan metode FTA untuk mencari akar penyebab masalah. Kata kunci: FMEA, RPN, FTA, Akar Penyebab Masalah   ABSTRACT This paper describes of product quality Luxury Keraton. There are 4 production, are; division structure, finishing division, raft division, packaging division. At each division lead to defects above 5% can still be rework, Based on the largest rework cost contained in the timber division process and the process of priming. The company wants to minimize rework. Therefore, it will use method Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) and Fault Tree Analysis (FTA). The stages are method FMEA is identify failure mode, effects of failure identification, identification of cause effect, severity rating, occurance rating, current control, detection rating, and calculates Risk Priority Number (RPN). Having the value of the RPN analysis using FTA method to find the root cause problem. Keywords : FMEA, RPN, FTA, Root Cause Problems
Usulan Peningkatan Kualitas Pelayanan Pada Kawasan Wisata Kawah Putih Perum Perhutani Jawa Barat dan Banten dengan menggunakan Metode Service Quality (SERVQUAL) TRIWIBOWO, SESAR; Rukmi, Hendang Setyo; Harsono, Ambar
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.818 KB)

Abstract

Adanya komplain konsumen terhadap kawasan wisata Kawah Putih memaksa PERHUTANI untuk meningkatkan kualitas pelayanan kawasan wisata kawah putih. Atribut kualitas pelayanan yang berjumlah 37 butir diturunkan berdasarkan hasil penelitian Diaz-martin, Hung-chih yu, Narayan, Kahn, dan Yusof. Skala penilaian prioritas peningkatan didasarkan atas metode servqual dengan nilai gap 5 kurang dari -0,01 dan nilai gap penyebabya (gap 1, 2, 3, dan 4) kurang dari -0,01. Dari data kuesioner yang disebarkan ke pengunjung diketahui bahwa penyebab kesenjangan kebanyakan terkait dengan ketidakadaan standard dan kegagalan standar yang ada.   Kata kunci: Ekowisata, Kualitas, Servqual, Kuesioner, Analisis Gap, Peningkatan ABSTRACT The complaints of consumers against tourist areas Kawah Putih force PERHUTANI to improve the service quality of the tourist area of ​​white crater. Service quality attributes that totaled 37 points based on the results of the study revealed Diaz-martin, Hung-chih yu, Narayan, Kahn, and Yusof. Priority of improvement rating scale based on serqual method with gap 5 value less than -0,01 and cause of gap 5 (gap 1, 2, 3, and 4) value less than -0,01. From the questionnaire data which is distributed to visitors, shown that causes of the most of gap associated with the absence of standards and the failure of existing standards. Keywords: Ecotourism, Quality, SERVQUAL, Questionnaire, Gap Analysis, Improvement
PENETAPAN HARGA JUAL TEPUNG MOCAF DENGAN MENGGUNAKAN METODE TARGET PROFIT PRICING DAN COST REDUCTION Priwibowo, Rusdy; Bakar, Abu; Rukmi, Hendang Setyo
REKA INTEGRA Vol 3, No 2 (2015): Edisi Kesepuluh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.054 KB)

Abstract

Konsumsi pangan dalam bentuk makanan siap saji dan kuliner di Indonesia terus berkembang seiring kemajauan dalam teknolgi pangan dan industri makanan. Untuk mengurangi ketergantungan impor terigu, pemerintah menganjurkan masyarakat untuk mengkonsumsi bahan alternatif tepung terigu berupa umbi-umbian lokal. Salah satu alternatif pengganti tepung terigu yang ada sekarang adalah tepung mocaf. Namun saat ini perusahaan yang memproduksi tepung mocaf sulit bersaing dengan produk sejenis atau subtitusi karena harga jual produk yang terlalu tinggi. Kondisi ini mengharuskan perusahaan untuk menjual produknya dengan harga terjangkau agar dapat bersaing dipasaran. Penentuan metode Target Profit Pricing dan Cost Reduction diusulkan dalam membuat suatu usulan metode perancangan penentuan harga. Berdasarkan metode tersebut dengan kebijakan keuntungan perusahaan sebesar 15% seharusnya perusahaan menjual dengan harga Rp.11.269/kg. Agar harga jual yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan dengan para pesaing maka perusahaan dapat menurunkan target laba menjadi 7% dengan harga jual Rp.10.299/kg. Kata Kunci: Tepung Mocaf, Harga Jual, Target Profit Pricing, Cost Reduction Abstract Food consumption in the form of prepared foods and culinary in Indonesia continue to evolve technologically progress in foof and food industries. To reduce dependence on imported wheat, the goverment encouraged the public to consume alternative materials such as flour local tubers. Alternatif existing wheat flour is mocaf flour. But now the company which produces mocaf flour difficult to compete with similar products or substitute products which is too high. This condition requires the company to sell its products at affordable prices in order to compete in market. Determination methods Target Profit Pricing and Cost Reduction in making a proposal proposed design method of pricing. Under this method with a policy of corporate profits by 15% should the company sold at a price of Rp.11.269/kg. . So that the sale price offered is lower than the competitors, the company can reduce its profit target to 7% with selling price Rp.10.299kg. Keywords: Wheat Mocaf, Selling Price, Target Profit Pricing, Cost Reduction
USULAN STRATEGI PENINGKATAN PENGGUNAAN TEPUNG MOCAF OLEH IBU RUMAH TANGGA DAN PRODUSEN MAKANANAN SKALA RUMAHAN Nur'afifah, Wiriathy; Rukmi, Hendang Setyo; Susanty, Susy
REKA INTEGRA Vol 3, No 1 (2015): Edisi Kesembilan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.452 KB)

Abstract

Impor gandum atau terigu belakangan ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Salah satu solusinya adalah program diversifikasi pangan pengganti tepung terigu yaitu tepung mocaf. Penelitian ini betujuan menghasilkan usulan strategi untuk meningkatkan penggunaan tepung mocaf di Kota Bandung khususnya untuk ibu rumah tangga dan produsen makanan rumahan. Usulan strategi muncul dari penelitian mengenai tingkat pengetahuan, persepi, preferensi dan minat dari tepung mocaf. Pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner. Pengolahan data menggunakan metode perhitungan persentase, uji kruskal wallis, analisis multiatribut fishbein, dan analisis korelasi. Usulan strategi yang dapat diberikan berupa peningkatan sosialisasi kepada ibu rumah tangga dengan cara simulasi penggunaan produk, pemberian sosialisasi kepada produsen makanan, perancangan produk tepung mocaf sesuai atribut yang paling diharapankan, melakukan promosi dan memperbanyak tempat penjualan.   Kata kunci: Diversifikasi pangan, tepung mocaf, usulan strategi   ABSTRACT Imported wheat or flour recently has increased significantly. One of the solution is food divertification substitute flour program which is mocaf flour. This research aims to produce proposed strategy to increase consuming mocaf flour in Bandung especially for housewife and home scale food producer. The proposed strategy show up from research about knowledge, perception, preference and interest of mocaf flour. Data collection used spread kuesioner. Data processing using percentation method, kruskal wallis test, multiatribut fishbein analysis, and correlation analysis. The proposed strategy which can be used are increase a sosialisation to housewives by way of giving simulisation to used that product, giving sosialisation to home scale food producer, mocaf flour product design appropriated the most expected attribute, doing a promotion and increase point of sales. Keywords: Food diversification, mocaf flour, proposed strategy
Usulan Perbaikan Kualitas Pelayanan Minimarket Intimart Dengan Menggunakan Metode Importance Performance Matrix DESTRIANI, SELLY; Rukmi, Hendang Setyo; Susanty, Susy
REKA INTEGRA Vol 1, No 4 (2013): Edisi Keempat
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.105 KB)

Abstract

Semakin baik kualitas pelayanan maka akan semakin puas pula konsumen. Menurut parasuraman kualitas pelayanan dipengaruhi oleh 5 dimensi. Sebagai salah satu pusat belanja, INTImart ingin meningkatkan kualitas pelayanannya terhadap konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan usulan perbaikan kualitas pelayanan INTImart terhadap konsumen yang berkunjung berdasarkan dimensi-dimensi yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah Importance Performance Matrix. Importance Performance Matrix merupakan suatu metode untuk menentukan skala prioritas perbaikan atribut kualitas pelayanan. Metode Importance Performance Matrix dilakukan dengan bantuan SPSS 17.0. Kata kunci: kepuasan Konsumen, Importance Performance Matrix, Kualitas Pelayanan
Usulan Perbaikan Kualitas Pelayanan Jasa Kantor Imigrasi Kelas II Depok dengan Menggunakan Metode Importance Performance Matrix Mulyanto, Andry; Rukmi, Hendang Setyo; Bakar, Abu
REKA INTEGRA Vol 1, No 1 (2013): Edisi Pertama
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.631 KB)

Abstract

Kantor Imigrasi Kelas II Depok merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis di Kementrian Hukum dan HAM yang melayani pembuatan paspor. Adanya keluhan  masyarakat terkait pembuatan paspor mendorong Kantor Imigrasi Kelas II Depok meningkatkan kualitas pelayanannya. Metode yang digunakan untuk menentukan skala prioritas atribut yang akan ditingkatkan kualitasnya adalah Importance-Performance Matrix (IPM). Atribut-atribut kualitas pelayanan diturunkan dari Konsep Kualitas Jasa Parasuraman, dkk. Setiap atribut kualitas pelayanan dihitung nilai indeks tingkat kepentingan dan tingkat kepuasannya. Nilai indeks tersebut kemudian dipetakan ke dalam IPM. Atribut yang perlu ditingkatkan segera adalah kenyamanan dan kebersihan toilet, ketersediaan sarana informasi, dan kemampuan  petugas dalam memberikan informasi. Penugasan tenaga honorer dan peningkatan intensitas pembersihan toilet disertai mekanisme pengawasan yang baik, perluasan toilet, training dan penempatan petugas pemberi informasi yang tepat merupakan usulan perbaikannya. Kata kunci: kualitas pelayanan, importance performance matrix, indeks tingkat kepentingan dan kepuasan.
USULAN STRATEGI PEMASARAN JASA PENGIRIMAN BARANG DI PT X BERDASARKAN PREFERENSI DAN PERSEPSI KONSUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE MULTIDIMENSIONAL SCALING Fauzan, Rahmat; Rukmi, Hendang Setyo; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.959 KB)

Abstract

Perkembangan ekonomi dan teknologi di Indonesia semakin maju, sehingga persaingan di bidang jasa pengiriman barang juga meningkat. Oleh karena itu PT X sebagai pioneer dalam bidang jasa pengiriman harus menentukan strategi pemasaran pelayanan agar dapat bersaing dengan perusahan swasta. Salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan dengan mengidentifikasi preferensi dan persepsi konsumen. Dengan menggunakan metode Multidimensional scaling perusahaan dapat mengetahui karakteristik konsumen, atribut yang menjadi keunggulan, pesaing terdekat dan atribut yang menjadi prioritas konsumen. Usulan dapat dihasilkan dari analisa preferensi dan persepsi konsumen. Kata Kunci: Strategi Pemasaran, Preferensi dan persepsi Konsumen, Multidimensional Scaling   ABSTRACT  Economic and technological development in Indonesia is advancing, so competition in the courier services also increased. Therefore PT X as a pioneer in the shipping services must determine the marketing strategy services to compete with private companies. One way to do PT X by identifying consumer preferences and perceptions. By using the method of multidimensional scaling PT X can know the characteristics of consumers, attributes that are the hallmark, the closest competitor and attributes into consumer priorities. The proposal can be generated from the analysis of consumer preferences and perceptions.  Keyword: Marketing Strategy, Preference and Perception of customer, Multidimensional Scaling
Usulan Pemilihan Lokasi National Conference AIESEC LC Bandung dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Utama, Muhammad Reza; Rukmi, Hendang Setyo; Adianto, Hari
REKA INTEGRA Vol 1, No 3 (2013): Edisi Ketiga
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.624 KB)

Abstract

AIESEC adalah organisasi pemuda internasional yang fokus kepada pengembangan potensi kepemimpinan. Salah satu kegiatan AIESEC adalah konferensi. AIESEC Bandung akan mengadakan konferensi nasional, tetapi belum bisa memutuskan lokasi konferensi sehingga dibutuhkan metode untuk mengambil keputusan. AHP adalah metode untuk mengambil sebuah keputusan pada suatu permasalahan multikriteria dengan menyusun prioritas kriteria/subkriteria dalam sebuah hirarki. Kriteria dalam hirarki untuk menentukan lokasi konferensi adalah aksesibilitas, fasilitas akomodasi, fasilitas konferensi, informasi, dan lingkungan lokasi. Berdasarkan perhitungan dengan metode AHP, lokasi yang paling diprioritaskan adalah Harris Hotel & Convention dengan nilai 0,392. Sedangkan nilai terbesar untuk kriteria yang paling diprioritaskan adalah kriteria fasilitas konferensi dengan nilai 0,336.   Kata kunci: AIESEC, Prioritas, Multikriteria, Kriteria, Subkriteria, Konferensi ABSTRACT AIESEC is an international youth organization that focused on developing leadership potential. AIESEC is one of the activities of the conference. AIESEC Bandung will hold a national conference, but have not been able to decide the location yet, so a method needed to make a decision. AHP is a method to take a decision on a multicriteria problem by doing prioritization for criteria / subcriteria in a hierarchy. Those criteria in the hierarchy is accessibility, accommodation facilities, conference facilities, information, and neighborhood location. Based on calculations, the highest value for the most prioritized location is Harris Hotel & Convention by the value of 0.392, while the greatest value for the criteria is conference facility by the value of 0.336. Keywords: AIESEC, Priority, Multicriteria, Criteria, Subcriteria, Conference
Usulan Peningkatan Minat Konsumen dalam Pembelian Produk Handphone Samsung Berdasarkan Variabel-Variabel yang Mempengaruhinya Menggunakan Structural Equation Modeling Martin, Martin; Rukmi, Hendang Setyo; Adianto, Hari
REKA INTEGRA Vol 1, No 3 (2013): Edisi Ketiga
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.437 KB)

Abstract

Penjualan suatu produk  berkaitan erat dengan minat konsumen. Semakin tinggi minat konsumen akan membuat semakin tinggi juga penjualan produknya. Minat konsumen dipengaruhi oleh pengaruh sosial, pengalaman konsumsi, dan bauran pemasaran. Sebagai salah satu produsen handphone, Samsung ingin meningkatkan penjualan produknya melalui peningkatan minat konsumen. Penelitian ini bertujuan menghasilkan usulan peningkatan minat konsumen dalam pembelian handphone Samsung berdasarkan variabel-variabel yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah structural equational modeling.  SEM (Structural Equational Modeling) merupakan metode yang terdiri atas analisis jalur, analisis faktor, dan regresi berganda. Metode structural equational modeling dilakukan dengan bantuan program Lisrel 8.80. Variabel yang memiliki pengaruh terbesar terhadap minat konsumen adalah harga, proses, dan promosi. Kata kunci: Minat Konsumen, Structural Equational Modeling, Lisrel   ABSTRACT Sell a product be related to consumer interest. Higher consumer interest will make product sold higher too. Consumer interest depend by consumption experience, social effect, and marketing mix. As one of handphone producer, Samsung will increase sale of it’s product by increase consumer interest. This research have a purpose to make suggestion to increase consumer interest on buying handphone Samsung depend by variable-variable which influence consumer interest. Method used is Structural Equational Modeling. SEM (Structural Equational Modeling) is a method which comprise with path analysis, factor analysis, and multiple regression. Structural Equational Modeling Method used by Lisrel 8.80. Variabel which have biggest influence to consumer interest are price, process, and promotion. Keyword: Consumer Interest, Structural Equational Modeling, Lisrel
STRATEGI PENGEMBANGAN UKM BATIK GARUTAN RM MENGGUNAKAN MATRIKS PERUMUSAN STRATEGI Taofik, Den Agung Iswanto; Rukmi, Hendang Setyo; Bakar, Abu
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.244 KB)

Abstract

Makalah ini membahas tentang strategi pengembangan UKM Batik Garutan RM menggunakan matriks perumusan strategi. Batik Garutan merupakan kerajinan batik tulis yang mengandung nilai falsafah hidup dan adat-istiadat suku Sunda yang sudah ditekuni oleh beberapa masyarakat Garut dalam bentuk usaha kecil menengah (UKM). UKM Batik Garutan RM perlu merancang suatu strategi dengan tepat mengingat perkembangan Batik Garutan kurang bagus, sehingga harus mampu melihat aspek internal dan ekternal dengan mempertimbangkan faktor kemampukembangan UKM. Hasil dari matriks perumusan strategi menghasilkan suatu strategi dengan mempertahankan kualitas produk Batik Garutan, serta menerima pesanan sesuai dengan motif Garutan yang diinginkan agar bisa diterima oleh konsumen (masyarakat kelas ekonomi menengah atas). Kata Kunci: Pengembangan UKM Batik Garutan, Faktor Kemampukembangan UKM, Matriks Perumusan Strategi. ABSTRACT This paper focuses on SME Development Strategy of Batik Garutan RM Using Strategy Formulation Matrix. Batik Garutan is craft batik that contains the value philosophy of life and customs Sundanese already occupied by several people Garut in the form of Small and Medium Enterprises (SMEs). Batik Garutan RM SMEs need to devise a strategy appropriate given the development of Batik Garutan less good, so should be able to look at the internal and external aspects taking into account the Factors Affecting Business Success among SMEs. Results of matrix formulation strategies is to produce a strategy to maintain product quality Batik Garutan, and accept orders in accordance with the desired motif Garutan to be accepted by consumers (upper middle economic class society). Keywords: SME development Batik Garutan, Affecting Factors of Business among SMEs, Strategy Formulation Matrix.