Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search
Journal : REKA INTEGRA

Faktor-faktor Kepuasan Kerja yang Berpengaruh Terhadap Komitmen Organisasi Karyawan Eselon V PT. Pindad (Persero) Kurnia, Duano Fajar; Rukmi, Hendang Setyo; Harsono, Ambar
REKA INTEGRA Vol 1, No 1 (2013): Edisi Pertama
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.046 KB)

Abstract

Sejak 5 tahun terakhir (2007-2012) terjadi penurunan komitmen karyawan Eselon V di Bagian Produksi terhadap PT. PINDAD yang ditandai dengan semakin bertambahnya jumlah karyawan tersebut yang mengundurkan diri. Faktor penyebabnya adalah ketidakpuasan kerja. Menghadapi kondisi tersebut, pihak manajemen PT. Pindad (Persero) berkeinginan untuk meningkatkan peningkatan kepuasan kerja guna meningkatkan komitmen organisasi karyawan Eselon V di Bagian Produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor kepuasan kerja mana yang paling berpengaruh terhadap komitmen organisasi mengingat faktor-faktor kepuasan kerja cukup banyak. Dari hasil pengumpulan data di 5 Bagian Produksi dan pengolahan data dengan regresi linier diketahui bahwa faktor kepuasan yang paling berpengaruh adalah faktor promosi (X3)  dan kepuasan terhadap atasan (X4). Oleh karena itu pihak manajemen PT. Pindad perlu meningkatkan kepuasan karyawan melalui perbaikan kebijakan karir atau promosi dan gaya kepemimpinan atasan agar komitmen organisasi karyawan Eselon V di Bagian Produksi meningkat. Kata kunci: kepuasan kerja, komitmen organisasi, turnover karyawan.
USULAN STRATEGI PEMASARAN BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI KONSUMEN PRODUK TAS CARRIER JAYAGIRI OUTDOORS VANGUARD Afdal, Afdal; Rukmi, Hendang Setyo; Yuniar, Yuniar
REKA INTEGRA Vol 4, No 2 (2016): Edisi Keempatbelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.61 KB)

Abstract

Salah satu pelopor pembuat produk outdoors di Indonesia adalah Jayagiri. Selain Jayagiri dikenal juga merek lain yaitu Alpina, Eiger, REI, dan Consina. Produk pesaing tersebut cukup diminati sehingga turut mempengaruhi tingkat penjualan produk outdoors Jayagiri khususnya tas carrier. Sebagai pelopor Jayagiri berkeinginan untuk menjadi pemimpin pasar. Oleh karena itu, untuk memenangkan persaingan perusahaan harus menerapkan strategi pemasaran yang tepat berdasarkan persepsi (pandangan) dan preferensi (kecenderungan) konsumen dengan menggunakan metode Multidimensional Scalling. Multidimensional Scalling adalah suatu metode untuk memetakan sejumlah objek penelitian dalam suatu ruang multidimensi sedemikian rupa sehingga hubungan relatif atau jarak antar posisi-posisi penelitian itu menunjukkan tingkat kesamaan/ketidaksamaan. Hasil dari penelitian ini adalah preferensi tingkat kepentingan atribut dan ranking dan persepsi tingkat kesamaan dan usulan strategi pemasaran tas carrier Jayagiri. Kata Kunci: Persepsi dan Preferensi, Multidimensional Scaling, Strategi Pemasaran AbstracT One of the pioneers in Indonesia products maker outdoors is Jayagiri. Besides Jayagiri known other brands that Alpina, Eiger, REI, and Consina. The competitor's product is attractive so that affect the level of product sales, especially Jayagiri carrier bag. As a pioneer Jayagiri intends to become the market leader. Therefore, to win the competition companies must apply the right marketing strategy is based on the perception (sight) and preference (tendency) of consumers using Multidimensional Scaling. Multidimensional Scaling is a method for mapping a research object in a multidimensional space such that the relative relationship or the distance between the positions of research that indicates the degree of similarity/dissimilarity. Results from this study is the preference attributes and rank the level of interest and the perception of the degree of similarity and the proposed marketing strategy Jayagiri carrier bag.  Keywords: Perceptions and Preferences, Multidimensional Scaling, Marketing Strategy
USULAN PERBAIKAN KUALITAS LAYANAN MENGGUNAKAN IMPORTANCE PERFORMANCE MATRIX DAN KISARAN TARIF BERDASARKAN ANALISIS ABILITY TO PAY DAN WILLINGNESS TO PAY Ariesta, Angga; Rukmi, Hendang Setyo; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 2, No 4 (2014): Edisi Kedelapan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.609 KB)

Abstract

ABSTRAK Makalah ini membahas usulan perbaikan kualitas pelayanan di PT. X menggunakan importance performance matrix. Atribut kualitas pelayanan mengacu kepada 5 dimensi kualitas pelayanan Parasuraman. Atribut kualitas pelayanan tersebut dipetakan ke dalam diagram kartesius. Atribut yang diprioritaskan untuk diperbaiki kinerjanya adalah atribut yang memiliki tingkat kepentingan tinggi tetapi kepuasannya rendah. Perbaikan kualitas pelayanan yang akan dilakukan, menyebabkan bertambahnya biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan, sehingga terjadi penyesuaian terhadap tarif yang berlaku. Perusahaan harus dapat mengetahui besar kisaran tarif yang masih dapat dijangkau pelanggan dengan analisa Ability To Pay dan Willingness To Pay. Kata kunci: kualitas pelayanan, Importance Performance Matrix, ability to pay, willingness to pay.   ABSTRACT This paper discusses the proposed improvement of service quality in the PT. X using importance performance matrix. Attributes of service quality refers to the five dimensions of service quality Parasuraman. Service quality attributes are mapped to the Cartesian diagram. Attributes are prioritized for improved performance is an attribute that has a high interest rate but low satisfaction. Improvement in the quality of service that will be done, will increase the costs incurred by the company, so that the adjustments to the applicable rate. Companies must be able to know a great range of rates that can still reach customers with analysis Ability and Willingness To Pay. Keywords: service quality, Importance Performance Matrix, ability to pay, willingness to pay.
USULAN STRATEGI PEMASARAN BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI KONSUMEN Arjuna, David; Rukmi, Hendang Setyo; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.272 KB)

Abstract

Peningkatan konsumsi roti oleh masyarakat di Kota Bandung mendorong bermunculannya toko-toko roti yang memproduksi merek roti sendiri. Salah satu toko roti yang memproduksi roti sendiri di Kota Bandung adalah Olives Bakery yang berlokasi di komplek Ruko Surapati Core Blok J3-5, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung. Untuk dapat memenangkan persaingan maka toko roti Olives Bakery merancang dan menerapkan strategi pemasaran yang tepat agar dapat menarik konsumen baru sehingga dapat meningkatkan penjualan. Penelitian ini menggunakan metode Multidimensinal Scaling Proxscal untuk mengetahui pesaing terdekat toko roti Olives Bakery yaitu Kartikasari, dan dengan metode Multidimensinal Scaling Alscal untuk mengetahui pesaing yang memiliki kesamaan atribut paling dekat dengan toko roti Olives Bakery berdasarkan preferensi konsumen yaitu BreadTalk. Kata Kunci: Olives Bakery, Marketing Mix, Multidimensional Scalling, Peta Posisi SPSS, Usulan Strategi Pemasaran.   ABSTRACT Increased consumption of bread by people in the city to encourage the emergence of bakeries that produce their own brand of bread. One bakery that produces its own bread in the city was Olives Bakery, located in Surapatti Core Block J3-5, Cibeunying Kidul sub district, Bandung. To win the competition, bakery Olives Bakery design and implement appropriate marketing strategies in order to attract new customers, thereby increasing sales. This study uses Proxscal Multidimensinal Scaling to determine the closest competitor Olives Bakery bakery that Kartikasari, and the Scaling Alscal Multidimensinal method to determine the competitors that have similar attributes closest to the bakery Olives Bakery is based on consumer preferences that BreadTalk . Keywords: Olives Bakery, Marketing Mix 7P, Multidimensional Scalling, SPSS Position Map, Proposal Marketing Srategy.
STRATEGI PENINGKATAN KEANEKARAGAMAN PANGAN UNTUK PRODUK OLAHAN BERBAHAN BAKU TEPUNG UBI JALAR Fadillah, Rangga Cahya; Susanty, Susy; Rukmi, Hendang Setyo
REKA INTEGRA Vol 3, No 1 (2015): Edisi Kesembilan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.865 KB)

Abstract

Import tepung terigu terus mengalami kenaikan rata-rata 5% setiap tahunnya. Salah satu program diversifikasi pangan pengganti tepung terigu adalah tepung ubi jalar (Ipomoea Batatas Poiret). Penelitian ini bertujuan menghasilkan strategi dalam meningkatkan keanekaragaman pangan untuk produk olahan berbahan baku tepung ubi jalar dengan cara mengetahui tingkat pengetahuan, persepi, preferensi dan minat ibu rumah tangga dan produsen makanan. Pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner. Pengolahan data menggunakan metode perhitungan persentase, uji kruskal wallis, analisis multiatribut fishbein, dan analisis korelasi. Usulan strategi yang dapat diberikan berupa peningkatan sosialisasi kepada ibu rumah tangga dengan cara demo masak, pemberian sosialisasi kepada produsen makanan, mengadakan gerakan konsumsi tepung ubi jalar, perancangan produk tepung ubi jalar sesuai atribut yang paling diharapankan, melakukan promosi dan memperbanyak tempat penjualan. Kata kunci: Diversifikasi Pangan, Tepung Ubi Jalar, Usulan Strategi Abstract Import of flour has been continued to rise an average annually 5%. One of program diversification substitute for wheat flour is flour sweet potato (Ipomoea Batatas Poiret). This research aims to result  a strategy to increase the diversity of food for processed products made ​​from sweet potato flour by knowing the profile level of knowledge, perceptions, preferences and interests housewives and food producers through questionnaires by the method of calculation of the percentage, Kruskal Wallis test, analysis multiatribut Fishbein, and correlation analysis. Proposed strategies that can be provided by increasing sosialisation to housewives by way of cooking demonstrations, giving socialization to food producers, organized movement of consumption of sweet potato flour, sweet potato flour product design according to most expected attribute, doing a promotion and increased points of sale. Keywords: Agricultural Diversification, Sweet Potato Flour, Proposed Strategy
STRATEGI PENGEMBANGAN UKM PENGOLAHAN KULIT SAPI DI KABUPATEN GARUT MENGGUNAKAN MATRIK PERUMUSAN STRATEGI Setiawan, Agus; Rukmi, Hendang Setyo; Bakar, Abu
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.391 KB)

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk mengembangkan UKM pengolahan kulit sapi di kabupaten Garut dengan menggunakan matriks perumusan strategi. Perkembangan UKM pengolahan kulit sapi di Kabupaten Garut belum baik dan terancam tutup, sehingga perlu dilakukan perancangan strategi untuk mengembangkan bisnisnya. Tahap awal yang dilakukan adalah mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari faktor kemampukembangan UKM. Informasi yang didapat kemudian dilakukan analisis menggunakan matriks EFI, EFE, IE, SWOT dan MPSK untuk menentukan strategi pengembangan UKM pengolahan kulit sapi di Kabupaten Garut. Strategi untuk UKM pengolahan kulit sapi di Kabupaten Garut adalah menjaga brand image produk di mata konsumen melalui fokus pada kualitas dan kemudahan cara pembayaran. Kata Kunci: Kulit, Kemampukembangan UKM, Matriks Perumusan Strategi   ABSTRACT This paper aims to develop SME cow leather processing in Garut district using matrix of formulation strategy. Cow leather processing SME development in Garut has not been well and threatened to close, so we need to design a strategy to develop its business. Initial stage is to identify the strengths, weaknesses, opportunities and threats of Factors Affecting Business Success among SMEs. The information obtained then analyzed using matrix EFI, EFE, IE, SWOT and QSPM to determine the development strategy of SMEs cow leather processing in Garut. Strategies for SMEs cow leather processing in Garut is to maintain the brand image in the eyes of the consumer products through a focus on quality and ease of the method of payment. Keywords: Leather, Factors Affecting Business Success Among SMEs, Matrix Formulation of Strategies.
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN PENGIRIMAN BARANG ATAU PAKET MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY Almanditya, Dio R; Harsono, Ambar; Rukmi, Hendang Setyo
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.357 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di PT Pos Indonesia untuk meningkatkan kualitas jasa pengiriman termasuk surat, dokumen, barang  dan paket dengan menggunakan Service Quality (SERVQUAL). Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner yang terdiri dari 24 atribut kualitas jasa berdasarkan 5 dimensi pokok kualitas jasa Parasuraman terdapat 9 atribut pelayanan jasa bernilai negatif pada Gap 5, artinya terdapat kesenjangan antara persepsi konsumen dengan ekspektasi konsumen. Dari 9 atribut bernilai negatif pada gap 5, ada 5 atribut yang bernilai negatif pada perhitungan Gap 1 yang menunjukkan manajemen belum memahami beberapa atribut yang menjadi keinginan dari konsumen. Dari 4 atribut yang bernilai positif pada gap 1, tidak terdapat atribut yang bernilai negatif pada perhitungan Gap 2 namun semuanya bernilai negatif pada Gap 3. Selain itu, dari 4 atribut yang telah dijanjikan  oleh perusahaan, semuanya bernilai negatif pada perhitungan Gap 4. Usulan perbaikan dibuat berdasarkan analisa gap dan dari kuesioner tambahan.   Kata kunci: Jasa Pengiriman Barang, Kualitas Pelayanan, SERVQUAL.   ABSTRACT This research was conducted at PT Pos Indonesia to improve the quality of delivery services including mails, documents, goods and packages using Service Quality (SERVQUAL). Based on the results of questionnaires consisting of 24 attributes of service quality based on Parasuraman’s five key dimensions of service quality attributes, there are 9 attributes with  negative  values at Gap 5, which means that there is a gap between the perception of the consumer with consumer expectations. From 9 attribute with  negative values at the gap 5, there are five attributes that are negative in the calculation of Gap 1 which shows  that the management do not understand some of the consumers’ expectations. Of the four attributes that are positive in the gap 1, there is no negative value in the calculation of Gap 2 but all have negative  values in Gap 3. Moreover, of the four attributes that have been promised by the company, everything is negative at Gap 4 . Proposed improvements are made based on analysis of a negative gap and an additional questionnaire. Keywords: Freight, Service Quality, SERVQUAL
RANCANGAN STRATEGI PEMASARAN SEPATU MEREK “X” DENGAN MENGGUNAKAN METODE MULTIDIMENSIONAL SCALING Kurniawan, Handi W; Rukmi, Hendang Setyo; Bakar, Abu
REKA INTEGRA Vol 4, No 2 (2016): Edisi Keempatbelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.22 KB)

Abstract

Kemunculan pesaing menyebabkan penurunan penjualan sepatu casual Merek “X”. Kondisi tersebut mendorong manajemen Merek “X” untuk merancang strategi pemasaran dengan melihat persepsi dan preferensi konsumen terhadap sepatu casual Merek “X” dibandingkan pesaingnya dengan metode Multidimensional Scaling. Metode ini memiliki kelebihan dapat menggambarkan jarak perbedaan satu produk dengan produk lainnya, sehingga dapat dianalisis atribut yang harus diperbaiki, untuk dijadikan acuan merancang strategi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan pesaing terdekat Merek “X”, peringkat kepentingan atribut, dan keunggulan dan kelemahan Merek “X”. Beberapa atribut yang harus diperbaiki untuk merancang usulan strategi pemasaran adalah kekuatan jahitan, kekuatan bahan, dan kesesuaian ukuran dengan standar. Kata Kunci: Persepsi dan Preferensi, Strategi Pemasaran, Multidimensional Scaling AbstracT The emergence of competitors led to a decrease in sales of “X” Brand’s casual shoes. These conditions encourage “X” Brand’s management for designing a marketing strategy by looking at consumer perceptions and preferences toward “X” Brand’s casual shoes than its competitors with Multidimensional Scaling methods. The advantage of this method can describe the distance one product with another product, which can be analyzed attributes that should be fixed, to be used as a reference in designing marketing strategies. The results showed some of the attributes that should be corrected for designing the proposed marketing strategy, the closest “X” Brand’s competitor, ranking of attributes, and the advantages and disadvantages “X” Brand’s product. Attributes that need to be improved is the strength of stitching, material strength, and conformance to the standard size. Keywords: Perceptions and Preferences, Marketing Strategy, Multidimensional Scaling
USULAN PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN DI STASIUN PT KERETA API INDONESIA (PERSERO) DAERAH OPERASI II BANDUNG MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL Ramadhan, Reza; Rukmi, Hendang Setyo; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.568 KB)

Abstract

Makalah ini membahas tentang upaya meningkatan kualitas pelayanan di stasiun PT Kereta Api DAOP II Bandung. Atribut kualitas pelayanan yang ada mengacu kepada lima dimensi kualitas pelayanan menurut Parasuraman. Metode yang digunakan adalah metode servqual. Dari data yang disebarkan kepada pengunjung stasiun diketahui bahwa 90 % atribut kualitas pelayanan belum sesuai dengan yang diinginkan oleh pelanggan. Secara umum penyebabnya terkait dengan tidak adanya standard performance dan pegawai yang bekerja tidak sesuai dengan standar performance yang ada. Solusi yang diberikan secara umum adalah membuat standar performance sesuai dengan yang diinginkan oleh pelanggan serta memberikan pelatihan kepada pegawai agar dapat bekerja sesuai dengan standar.   Kata kunci: Transportasi, Pelayanan, Servqual, Analisis Gap ABSTRACT This paper discusses efforts to improve the quality of service at the station DAOP II PT Kereta Api Bandung. Attributes of existing service quality refers to the five dimensions of service quality by Parasuraman. The method used is a method servqual. From the data distributed to visitors to the station is known that 90% attribute is not in accordance with the quality of service desired by the customer. Generally the cause is related to the absence of performance standards and the employees who work not in accordance with the existing performance standards. The solution provided in general is to make performance standards as desired by the customer and provide training to employees in order to work in accordance with the standard. Keywords: Transportation, Services, Servqual, Gap Analysis
Analisis Kebijakan Menggunakan Pemodelan Matematika untuk Pengembangan Industri Bahan Bakar Nabati Bioetanol dari Mikroalga Putro, Hafidz Handoko; Nugraha, Cahyadi; Rukmi, Hendang Setyo
REKA INTEGRA Vol 1, No 1 (2013): Edisi Pertama
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.652 KB)

Abstract

Energi selalu dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Data dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menunjukkan bahwa konsumsi energi primer diproyeksikan naik setiap 5 tahun. Kebutuhan energi di Indonesia didominasi oleh minyak bumi sebesar 52,5% pemakaian energi di Indonesia. Pemerintah Indonesia membuat kebijakan perencanaan energi nasional untuk bahan bakar nabati dengan target 5% dari total kebutuhan energi. Bioetanol adalah bahan bakar minyak nabati yang memiliki sifat menyerupai minyak premium. Salah satu tanaman yang bisa digunakan sebagai bahan baku bioetanol adalah mikroalga. Pemanfaatan mikroalga akan optimal jika didukung kebijakan yang tepat oleh pemerintah. Perumusan kebijakan dapat dilakukan dengan mengembangkan suatu model kebijakan yang memungkinkan penyusunan alternatif-alternatif skenario kebijakan. Alternatif kebijakan dan skenario yang dibuat sebanyak 3 alternatif kebijakan dan 3 skenario. Model kebijakan dibuat dengan menggunakan pemodelan sistem. Metoda yang digunakan adalah pemodelan metamatika. Model matematika lebih mudah untuk dimanipulasi dan dieksplorasi pengaruh perubahan input terhadap fungsi tujuannya dibandingkan sistem nyata. Kata kunci: pemodelan sistem, kebijakan, bioetanol, mikroalga